Sabtu, 22 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Azhar Rhozaq A.



            16 tahun sudah tak terasa

Adzan Ashar berkumandang dari dua bibir muadzin, satu dari muadzin di masjid, dan satu lagi muadzin amatir yang dengan sengaja datang melihatku dilahirkan dan mengumandang dengan nada bahagia, yaitu ayahku. itulah suara yang pertama kali kudengar saat aku memulai teriakkan ku di suatu ruangan di atas planet yang biru ini.

Aku lahir dengan nama Azhar Rhozaq Atyanthadi yang biasa dipanggil ozzy, lahir di sebuah kota bernama solo. Aku memiliki ayah bernama Istiaji yang berkelut dibidang arsitektur dan juga ibu yang bernama Farida Suci Andayani yang berprofesi sebagai dokter gigi. Aku juga punya seorang adik yang lahir pada saat terjadi Tsunami di aceh. Ya, tanggal 26 Desember 2004. Terpaut lumayan jauh umur kita berdua, berbeda 9 tahun tapi tak apalah, mungkin tujuannya agar aku dapat membantu menjaga adikku. 

2 bulan pertama saya dilahirkan, saya tinggal bersama nenek dan kakek saya, di solo, saya tinggal di lingkungan yang hangat dan asri, bersama sebagian sepupu juga ibu saya, namun tanpa ayah saya, karena ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di Jakarta, saya di besarkan bersama para tetangga yang baik dan penduduk disana saya ingat sangat ramah dan sopan, sering sekali datang kerumah untuk bersilaturahmi, atau sekedar bermain saja.

Setelah 2 bulan di solo, ibu saya mendapatkan tugas oleh universitasnya yang akhirnya di tempatkan di Jakarta, namun selang beberapa bulan, ibu ku di tempatkan di sebuah puskesmas di kebumen, sebuah kota di bagian selatan jawa tengah, letaknya dekat pinggir pantai, yang kebetulan juga puskesmas nya persis disebelah rumah bude saya yang juga seorang dokter. Sampai aku berumur 2 tahun Tempatnya tempat idaman, haha, ibu saya juga berkata begitu sudah untuk melaksanakan tugas magang, disebelah rumah bude saya, juga bisa sekalian mengasuh saya yang masih kecil ini, tempatnya persis di sebelah sawah, jadi kalau saya buka pintu langsung terlihat hamparan sawah hijau yang bergoyang tertiup angin sejuk, ya dulu sekitar tahun 1998 masih sejuk udara saat itu dan belum panas seperti saat ini, masih banyak kendaraan bernama becak, dan ya, kebetulan puskesmas itu tempat nya di tengah desa dan saya bersyukur karenanya, dibesarkan di lingkungan yang ramah dan baik, aku dulu berbadan gemuk dan kata orang-orang sih lucu ^^ jadi aku suka di ajak ngobrol oleh orang-orang dan teman-teman bude ku, yang berimbas saat aku beranjak dewasa ketika aku bertemu dengan teman-teman bude ku yang dulu aku tidak bisa menjawab saat mereka bertanya “masih ingat tante tidak?” jawabannya saya berikan ke bibir saya yang hanya tersenyum dan tersipu malu karena tak mengetahui jawabannya.

Itu baru dari teman-teman bude ku, kebetulan bude ku memiliki 3 orang anak, anaknya yang paling muda seorang laki laki, dan aku sering bermain dengannya, tapi tak kalah juga dengan 2 kakaknya yang perempuan, kata ibu saya, gara gara kakaknya yang ceriwis itu aku jadi cepat belajar berbicara.

Masa KB & TK

Setelah ibu saya selesai bertugas di kebumen, Alhamdulillah orang tua saya sudah membeli rumah di bekasi timur yang berada di ujung gang perumahan. Disana saya mulai bertemu dengan teman-teman sebaya ku, dan saya mulai diperkenalkan dengan permainan-permainan. seperti sepak bola, polisi maling, petak umpet, layangan dan lain lain. Cukup bahagia bisa dilihat, saya bersyukur bisa dapat pelajaran untuk bergaul dengan teman-teman sebaya saya, dan cara menangani masalah, dan banyak hal lagi. Pada saat di KB aku mendapat piala dalam hal lima keterampilan dasar, begitu pula pada saat  TK A dan TK B, Aku bersekolah di KB-TK Al-Huda pada saat itu, letaknya di bekasi juga.

Masa SD

Pada saat SD pertama saya bersekolah di SD Bani Saleh 5, letaknya juga di bekasi, tapi memakan waktu 30 menit untuk sampai kesana dengan sebuah mobil, tepatnya jemputan. SD Bani Saleh berbagi gedung dengan SD Bani Saleh 1, yang letaknya berseberangan. Saya ingat sekali uang jajan saya dulu hanya seribu, sehingga kalau mau beli susu ultra milk yang dulu harganya dua ribu rupiah, saya meminjam uang pada teman saya. Pada saat kelas 1 aku menempati peringkat 3 dan mendapat piala, begitu juga kelas 2 aku peringkat 2, dan kelas 3 juga peringkat 2 dan ditambah juara 2 lomba calistung jadi total saya sudah mendapat 4 piala di sd ditambah 3 di tk, seharusnya aku juga dapat 1 piala di kelas 4 tapi tidak tahu kenapa, sistim juara mendapat piala tidak lagi diberikan ya walaupun sedih tapi harus tetap ceria, di kelas 3 saya ikut ekskul sepak bola, tapi masih belum bermain hanya berlari dan menendang, ya maklum saya masih kecil pada saat itu, dan pada saat itu kita bermain bola tidak memakai bola, tapi sandal yang terus kita tending berhubung plaza tengahnya licin, jadi sendalnya dapat meluncur dengan lancar. 

Pada saat kelas 5, keluarga saya pindah rumah ke serpong, tepatnya di villa melati mas, blok SR, karena ayah dan ibu saya dapat lebih dekat dengan tempat kerja mereka, awalnya saya sangat sedih karena harus meninggalkan teman-teman saya di bekasi, tapi lama kelamaan semuanya berjalan dengan lancer, berkenalan dengan teman baru, mempunyai wawasan baru, suasana baru, dan lain lain, tampaknya saya mulai menyukai hidup di sini, saya mencoba tes di Al-Azhar Bumi Serpong Damai dan bersiap mencoba tes di cikal harapan kalau tidak bisa, tapi beruntungnya saya sudah di terima di Al-Azhar Bumi Serpong Damai terlebih dahulu sehingga saya tidak perlu tes di cikal harapan.

Saya gabung di tim futsal SD Al-Azhar BSD ini atau lebih di kenal Albesd, saya ada di angkatan 14 Albesd, dan pada saat kelas 5 saya mengikutin lomba teknologi sederhana yang di ajak oleh guru ipa saya, dan mendapatkan juara 1 di tingkat kecamatan dengan sebuah alat penyaring air yang terbuat dari 2 botol aqua 1,5 liter dan berisi bahan-bahan penjernih air seperti batu bata, batu zeolith, dan lain lain dan sedikit keberuntungan serta doa dan dukungan orang tua juga guru dan teman-teman saya akhirnya saya lolos ke tingkat kabupaten, saya dan ayah saya menambah botolnya menjadi 3 tingkat juga membersihkan bahan-bahan yang ada di dalam botol itu dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada pada saat tingkat kecamatan, namun sayang, sebuah perencanaan yang baik belum cukup untuk meraih kemenangan, dibutuhkan keikhlasan yang dalam dan juga hati yang jernih serta doa yang kuat untuk dapat meraih kemenangan.

Ketamakan saya yang menginginkan tantangan yang lebih besar membuat saya kalah di tingkat kabupaten dengan peringkat 2 dan tidak berhak melanjutkan ke tingkat provinsi, tapi saya cukup kaget dengan hasil saya mendapat peringkat 2, karena kekonyolan saya yang mengganti air tanah dengan air yang lebih pekat yaitu, air yang saya campur dengan tumbukan batuan zeolith, yang jelas-jelas ada di dalam salah satu bahan penjernih saya. Pulang dengan perasaan bercampur aduk, entah senang, maupun kesal. Senang karena bisa mendapat juara 2, kesal karena terlalu sombong., tapi mungkin itu jalan yang kuasa, agar aku dapat serius belajar di kelas 6, karena tingkat provinsi dilaksanakan pada saat kelas 6, tapi apapun itu aku tetap bersyukur.

Perpisahan memang berjalan begitu cepat, tapi itu mungkin karena aku baru 2 tahun di Albesd ini, teman-temannya asik dan kita harus berpisah secepat ini, yak begitulah. Memang hidup itu terus berubah dan yang tetap dari kehidupan itu hanya perubahan. Aku ikut di pemegang bendera saat wisuda, tapi ada hal mengejutkan lainnya, tak disangka ternyata saya juara 4 nilai un di sd, walaupun tidak masuk 3 besar, tapi saya tetap bahagia bisa dipanggil untuk berdiri di depan karena nilai saya, dan tampaknya saya berhasil dengan baik pada saat di sd ini.

Masa SMP

Ketika saya beranjak ke tingkat SMP saya melanjutkan pendidikan di sekolah SMP Labschool Kebayoran, pada awalnya saya tidak ingin masuk di sekolah ini dan ingin melanjutkan di Al-Azhar BSD tapi keinginan orang tua berkehendak lain, dan saya akhirnya bersekolah di SMP Labschool Kebayoran ini, yah tapi akhirnya saya senang, karena dapat bertemu teman baru, suasa baru, dan semangat baru yang pastinya. Tapi di SMP saya tidak begitu memaksimalkan pendidikan karena saya banyak berkelut dibidang MPK atau Majelis Perwakilan Kelas, memang tidak mudah untuk menjadi MPK banyak tes, cobaan serta rintangan yang harus saya jelajahi sebelum saya mendapatkan jabatan MPK yang berjas hitam itu. 

http://blackblue-fusion.blogspot.com
Tapi saya tidak hanya berkelut di bidang ke organisasian tapi juga mencoba bidang sastra dalam membuat puisi, yang saya taruh di sebuah blog bersama teman saya bernama adam yang nama blog nya blackblue-fusion, dapat dikunjungi di www.blackblue-fusion.blogspot.com berisi puisi serta cerita dari teman saya adam atau lebih dikenal blue di blog tersebut dan saya lebih dikenal black, meskipun tidak sebegitu terkenal, tapi nama blog kita sempat disebut oleh wakil kepala sekolah kami di saat selesai tadarrus. Yah mungkin tidak terlalu terlihat kaget oleh orang lain, tapi didalam hati saya, perasaan bangga dan kaget terus menggebu-gebu.

Juga pada bidang musik, saya membuat debut band saya, walau hanya bersifat instrumental dan hanya tiga orang dengan gitar tapi cukup terkenal, pada awalnya kami mencoba mendaftar pada acara ACEX yaitu sebuah acara besar smp labschool kebayoran yang ditampilkan per tahunnya, tapi kami gagal tampil pada acara tersebut dan hanya menjadi cadangan, tapi tidak ada yang perlu diganti jadi kami kembali dengan tangan kosong, namun beberapa minggu kemudian, ada seorang kakak osis menelepon saya dan meminta band ini untuk tampil pada acara labsky day pada hari minggu, tepatnya sebuah acara dimana keluarga dan murid smp labsky berkumpul bersama, jalan dan bersepeda bersama. Namun band tersebut akhirnya bubar karena genre kita berbeda, teman saya yang bernama bayu ingin memulai karir sebagai bassist, dan satu lagi bernama eki ingin memulai karir sebagai gitaris metal. 
Tapi ada saja kehendak tuhan. teman osis saya, addo yang kebetulan kita sama-sama berkelut dibidang olahraga, ia koordinator olahraga osis, sedangkan saya koordinator olahraga mpk dan kebetulan ia juga senang mendengarkan band favorit saya, depapepe, jadi saya mengajak dia untuk bermain bersama saya, pada awalnya hanya kita berdua, hingga saya menemukan sebuah lagu yang memerlukan drummer dan pianist jadi saya mengajak dua teman saya Luqman dan Satrio yang kebetulan sekali juga senang mendengarkan depapepe tersebut. Jadi saya mengajak mereka ber 3 untuk tampil, kebetulan saya sering menyambut tamu dari luar sekolah yang sedang studi banding ke labsky ini, jadi saya di mintai untuk mengisi sebuah acara seminar parenting di crowne plaza, saya berlatih dengan mereka dan akhirnya kita berhasil tampil dengan lancar. Namun beberapa minggu setelahnya drummer sekaligus teman saya luqman pergi ke luar negeri karena ibunya sri mulyani mendapat sebuah kursi di perekonomi dunia jadi kami kehilangan drummer yang pada akhirnya saya membuat sebuah band baru bernama SLoW singkatan dari Six List of Wish yang memulai debut tampilnya di acara satu labs, tapi sayang saat band itu dibentuk kita sudah setengah jalan dari kelas 9 SMP, jadi kami hanya melakukan 1 penampilan terakhir yang kebetulan kita disuruh mengisi sebuah acara persembahan untuk guru-guru pada saat Farewell Party angkatan 8 atau biasa di sebut Scavolendra Talvoreight.

Dan Terakhir saat wisuda saya dan addo akhirnya di panggil oleh guru bk saya untuk mengiringinya bermain gitar saat di wisuda bersama addo, menyanyikan sebuah lagu dari peterpan semua tentang kita. Yang menurut saya sangat sedih sekali pada saat wisuda itu, penampilan terbaik untuk penutupan SMP yang terbaik pula. Dan juga saya mendapatkan piala Trusworthiness atau yang berarti dapat dipercaya.




Masa SMA

Beruntung saya mendapatkan jalur khusus ke SMA berkat nilai saya di SMP, masuk SMA tanpa tes. Suasa di SMA tidak jauh beda dengan di SMP muka-muka nya sering saya lihat, kecuali yang baru masuk saat SMA, tapi mereka juga tidak kalah seru dengan teman-teman SMP.

Di SMA saya berada di angkatan 11 yang mempunyai nama Dasaeka Cakra Bhayangkara yang namanya dibuat saat Trip Observasi, yaitu sebuah acara dimana kita berkunjung ke desa dan membantu penduduk desa setempat, juga mendapat pengalaman-pengalaman seru lainnya. Juga ada Bintama, Pilar, dan MOS. Tapi yang menurut saya paling berharga adalah Bintama dimana batas-batas ketahanan kita di pacu sebegitu hebatnya yang membuat kami belajar menghargai banyak hal. Saya tidak memilih OSIS ataupun MPK agar saya bisa mencoba lebih banyak hal selain keorganisasian, dan orang seperti saya dipanggil dengan sebutan kaum sipil.

 


Mudah-mudahan saya memiliki pengalaman-pengalaman seru yang tidak kalah menariknya dengan pengalaman saat SD dan SMP, mudah-mudahan saya dapat menggapai SNMPTN jalur undangan juga mendapat pengalaman yang seru di SMA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar