Jumat, 14 September 2012

Tugas 1- Autobiografi Annisaa Nurqomariah


“16 Tahun yang penuh perjuangan”


Di kereta menuju Surabaya




Senin, 4 Maret 1996 saya di lahirkan di Rumah Sakit Pondok Indah. Saya di lahirkan dari sepasang suami – istri bernama Wasbir Krisna & Siti Nafisah. Alhamdulillah saya di lahirkan dengan normal dan saya merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Nama saya adalah Annisaa Nurqomariah, nama tersebut di buat oleh nenek saya lalu di ubah dikit oleh ibu saya. Annisaa yang berarti wanita dan Nurqomariah yang berarti cahaya bulan, dapat di simpulkan bahwa arti dari nama saya adalah wanita yang bercahaya bulan. Adek saya merupakan anak terakhir dari keluarga saya. Seorang perempuan yang bernama Safira Aini yang 4 tahun jauh lebih muda daripada saya, perbedaan yang sangat jauh itu menyebabkan kami sering berantem sewaktu kecil, sampai orang tua saya memutuskan untuk memanggil psikolog dan memutuskan untuk tidak menyekolahkan saya dan adik saya di satu sekolah yang sama.
3 bulan setelah saya lahir, papa saya mendapat tugas untuk bekerja di luar negeri, di Amerika selama beberapa bulan. Walaupun papa saya harus bekerja keras di negeri asing sana untuk menafkahi anak dan istri nya hal itu tidak membuat saya sedih, karena sepulang papa saya dari Amerika saya di oleh-olehin banyak hal seperti boneka Minnie, Mickey dan lain-lain. Papa saya sering mendapat tugas untuk bekerja di luar negeri dan tidak sebentar bisa sampai berbulan-bulan. Ia juga pernah di tugaskan ke Belanda selama 6 bulan, tentu saya kangen tapi tidak ada yang bisa saya lakukan.

Ulangtahun ke-2

Sewaktu saya kecil, papa saya juga sering pergi ke luar kota terutama Surabaya, dimana ia di besarkan. Jika papa saya sedang berada di Surabaya, saya dan ibu saya menyusul nya dengan menggunakan kereta. Kata ibu, dulu sewaktu kecil saya paling tidak suka makan, sampai harus di cekokin dengan obat-obatan tradisional yang saya tidak suka, karena saya paling tidak suka makan maka badan saya juga tidak se-gendut anak kecil jaman sekarang. Sewaktu saya kecil, saya sempat terkena musibah, pada saat itu saya sedang bermain patung gajah, tidak sengaja gading gajah tersebut melukai dada saya sehingga robek dan akhirnya bercucuran darah mba saya yang mengasuh saya pada waktu itu sangat panik sedangkan papa saya yang sedang berada di tempat malah bengong, bingung harus melakukan apa. Alhamdulillah saya tidak sempat di jahit namun hanya di kasih obat merah saja, namun sampai sekarang luka nya masih berbekas dan terlihat seperti jahitan.

Masa TK

Lomba nari & Acara sekolah

            Setelah saya berumur 3 tahun saya di sekolah kan di Al-Azhar 4 Kebayoran Lama. Tidak banyak kenangan yang saya ingat, saya hanya bisa mengingat bahwa dulu saya termasuk siswa yang aktif suka menari, menggambar dan lain-lain. Kata teman-teman TK saya, dulu saya merupakan anak yang pintar menggambar pada nyata nya sampai detik ini pelajaran yang saya kurang gemari adalah pelajaran menggambar. Di Al-Azhar 4, Saya mempunyai teman akrab yang bernama Deina teman TK saya lain nya seperti Biby dan Excel sekarang merupakan teman seangkatan saya di bangku SMA. Saya mendapatkan banyak teman dan banyak pengalaman di sana. Setiap hari saya selalu di jemput oleh mba atau bibi saya dan pulang menggunakan kendaraan umum, saya paling suka pulang menggunakan kendaraan bajaj. Suatu hari ketika saya pulang menggunakan bajaj saya mendapatkan musibah yang menurut saya sangat lucu, ketika bajaj kita sampai di depan Mesjid Pondok Indah tiba-tiba bajaj tersebut menabrak trotoar dan alhasil bajaj saya terbalik. Setelah terjadi musibah tersebut ibu saya tidak mengijinkan saya pulang naik bajaj lagi dan saya pun terus merengek sampai saya naik SD.
Kelas 6 bersama Marsha & Diva

Masa SD
Wisuda 
            Setelah naik kelas 1 SD saya di pindahkan ke sekolah yang berada di Parung, Bogor yaitu Progressive Indonesian School Madania. Saya menikmati sekolah di sana karena daerah nya memang sejuk tetapi jauh, setiap hari saya harus menggunakan School Bus atau bis antar jemput. Jujur, saya merasa capek dan tidak nyaman karena bis yang mengantarkan saya selalu menjemput saya pertama dan mengantarkan saya pulang paling terakhir. Karena orang tua saya bekerja dan sangat sibuk saya kurang mendapatkan waktu main dengan mereka kecuali sabtu minggu. Tidak banyak pengalaman yang saya ingat sewaktu saya bersekolah disana, yang saya ingat hanya setiap minggu ada pelajaran berenang. Pelajaran yang paling saya tidak sukai bukan karena saya tidak bisa berenang, melainkan saya terlalu males untuk membawa semua peralatan mandi ke sekolah dan mandi di sekolah. Sewaktu saya duduk di bangku kelas 1 sampai kelas 4 saya mengikuti ekskul tari bali, disitulah saya mulai gemar menari traditional dan sempat tampil beberapa kali. Naik ke kelas 5 saya mengambil ekskul gamelan sampai saya lulus Sekolah Dasar. Sekolah saya termasuk sekolah yang santai, saya tidak membawa buku setiap hari nya, tas saya hanya penuh dengan makanan dan bukan nya buku pelajaran. Tetapi  karena terlalu santai, saya pun harus mengejar semua mata pelajaran yang ketinggalan di kelas 6. Saya pun keteteran dan saya lulus dengan hasil yang standar tidak memuaskan bagi saya.

Masa SMP
Belitung bersama teman sekelas
            Setelah lulus SD saya berencana untuk masuk SMP Labschool Kebayoran, niat saya bulat dan saya memang ingin masuk SMP Labschool Kebayoran dari awal. Namun, Allah berkehendak lain saya tidak di terima di SMP Labschool Kebayoran lalu saya pun mendaftar di SMP Al-Izhar Pondok Labu saya pun di terima tetapi saya tidak mengambil nya karena papa saya melarang saya untuk masuk sekolah tersebut, ibu saya sempat menawarkan saya untuk sekolah di SMPN 19 cuman karena pada saat itu ibu saya menawarkan saya sehari setelah pendaftaran nya di tutup, akhirnya saya pun batal mencoba SMPN 19. Akhirnya saya pun daftar ke sekolah lain yaitu SMP Kharisma Bangsa yang bertempatan di depan Universitas Terbuka, saya pun di terima. Memang sudah rencana papa saya untuk menyekolahkan saya di SMP Kharisma Bangsa namun saya kekeh untuk tidak mencoba sekolah itu karena saya kurang menyukai lingkungan sekolah tersebut namun pada akhirnya saya mencoba nya.
            Hari pertama sekolah merupakan hari yang tidak biasa pada umum nya, tetapi Alhamdulillah saya dapat melakukan nya dengan baik, saya bertemu dengan beberapa teman SD saya dan juga kakak kelas saya sewaktu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Hari pertama Masa Orientasi Siswa merupakan hari yang sangat berat bagi saya, karena itu merupakan MOS pertama saya dan saya harus melakukan segala hal yang di suruh oleh kakak kelas. Di banding dengan hari pertama, hari kedua tidak kalah berat. Saya disuruh keliling lapangan lari-lari bersama teman saya dan menyanyi-nyanyi untuk mendapatkan tanda tangan kakak kelas tersebut. Pada saat makan siang pun mereka juga menyuruh kita agar bisa makan cepat, tanpa ada bunyi, dan rapih. Mereka sempat bikin skenario dimana salah satu makanan sengaja di jatohkan di lantai dan mereka memarahi kita, disitu saya belajar untuk peduli sesama teman, kerja sama dan tidak egois. Hari kedua pun lewat ke-esokan hari nya pun saya belajar dengan normal. Disini saya bertemu dengan teman-teman saya di Madania, yaitu Zahra dan Rendy. Teman akrab saya yang bernama Zahra sekarang bersekolah di SMA 8 dan teman saya Rendy, ia bersekolah di SMA di Al-Izhar saya sudah hampir 7 tahun saya sekelas sama Rendy, namun sekarang kami beda sekolah.

@ Singapore
            Awalnya saya merasa tidak sanggup di karena kan kurikulum yang sangat berbeda, saya juga mendapatkan guru yang merupakan guru luar negeri atau ber kebangsaaan Turki, seiring waktu berjalan saya mulai bisa beradaptasi di SMP Kharisma Bangsa pada akhirnya angkatan saya di beri nama Zetionorisa, arti nya simpel yaitu merupakan singkatan dari ‘Amazing Third Generation of Kharisma Bangsa’. Setiap tahun kita selalu mengadakan Osis Camp, pada tahun pertama saya dan teman-teman saya pergi menuju Bangka Belitung dimana merupakan syuting dari film Laskar Pelangi. Saya menyadari bahwa pulau Belitung ini sangat indah, saya benar-benar takjub dan bersyukur saya dapat melihat keindahan pulau ini. Tahun ketiga dimana saya mengadakan Farewell Camp dengan angkatan saya dan juga wali kelas saya di Singapore. Setelah naik kelas 3 SMP saya mulai mengikuti bimbel yang diadakan di sekolah dan juga mulai serius belajar inensif agar mencapai nilai nem yang maksimal. Di tahun ketiga ini saya mempunyai tekad untuk mencoba SMA Labschool Kebayoran, walaupun awal nya pesimis dan merasa tidak percaya diri, saya yakin saya keterima dan Alhamdulillah saya diterima. Karena saya sudah memiliki sekolah disitulah saya mulai bersantai-santai menghadapi ujian nasional dan pada akhirnya saya tidak mendapatkan nilai yang maksimal.
Kelas 7 bersama 7B

Wisuda SMA-SMP Kharisma Bangsa Angkatan 3

Masa SMA
            Selesai Sekolah Menengah Pertama saya akhirnya masuk ke sekolah yang saya impikan dari dulu yaitu, SMA Labschool Kebayoran. Awalnya saya merasa ragu, karena yang masuk sekolah ini dari SMP saya yang dulu cuman saya sendiri tetapi pas hari Pra-MOS saya berkenalan dengan teman sekelas saya dan disitulah kami mulai akrab. Untung nya saya sempat kenal dengan beberapa teman-teman sewaktu SMP dan SD jadi tidak merasa canggung. Hari pertama MOS merupakan hari yang berat bagi saya, dimana kita harus melaksanakan lari pagi dan ini adalah pertama kali nya saya olahraga pagi setelah sekian lama, namun hari kedua dan ketiga saya dapat melakukan nya dengan baik.

Dasecakra lari pagi X terakhir
            Seusai MOS, saya mendapat kelas X-D dengan wali kelas Pak Tanto guru Telekomunikasi dan Informatika. Seiring waktu berjalan pada bulan Oktober, saya mengikuti Trip Observasi, saya mendapatkan kelompok Bole Lebo bersama teman-teman saya Athira, Oya, Ozsa, Vito, Ega, Ozzy dan Zaki. Sebelum kita mengikuti Trip Observasi kami mengikuti Pra-Trip Observasi. Di Pra Trip-Observasi bisa di bilang ini dimana kita di uji kekompakan nya dan kerja sama, saya dan bersama setengah angkatan saya mengecat tongkat dan pada hari terakhir Pra Trip Observasi ini kami mempunyai nama angkatan yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara yang di ketuai oleh Bayu, Abon dan Maga. Setelah mengikuti Pra Trip Observasi kami mengikuti Trip Observasi yang bertempatan di Parakan Ceuri. Saya dan kelompok saya mendapatkan keluarga asuh yang cukup berada, Alhamdulillah Trip Observasi tidak seburuk yang saya bayangkan malah menurut saya adalah pengalaman yang tidak semua orang punya. Setelah mengikuti Trip Observasi kami belajar seperti biasa lagi. Jujur, saya sempat mengeluh karena pelajaran-pelajaran yang begitu berat akibat nya saya harus mengikuti remedial dan disibukan oleh ulangan dan tugas, tetapi hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk terus maju dan mendapatkan jurusan IPA.

REUNI TO

Bersama Tara

            Semester 1 pun berlalu, kini kami masuk semester 2 dimana semua akan menentukan apakah saya akan masuk jurusan IPA atau IPS. Sekitar bulan Januari sekolah mengadakan semacam studi lapangan menuju Bandung, studi lapangan tersebut membuat saya dan angkatan saya makin akrab dan mulai nyatu. Sekitar bulan April kami mengikuti Bina Mental Kepemimpinan Siswa atau biasa di singkat menjadi BINTAMA. Kami diajarkan untuk menjadi orang yang berani dan tangguh.
            Alhamdulillah saya mendapat jurusan IPA dan saya sekarang menduduki kelas XI IPA 3 dengan wali kelas Pak Endang Sumarna atau lebih akrab di panggil Pak Osa. Di kelas 2 ini, Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu anggota Majelis  Perwakilan Kelas yang bernama Daksabhadrika Aswatama yang di ketuai oleh Maga dan wakil nya Ara di organisasi tersebut saya menjabat sebagai Sekretaris Umum. Walaupun disibukan oleh ulangan dan tugas saya semaksimal mungkin berjuang agar mendapatkan nilai yang maksimal untuk mendapat kan PTN undangan.

Bersama BPH Aryasangga Bawalaksana

Untuk ke depan nya jika saya tidak mendapatkan PTN undangan, saya akan mencoba berbagai macam ujian untuk memasuki universitas  negeri dan InsyaAllah jika saya di terima saya ingin masuk Fakultas Kedokteran di universitas yang saya inginkan. Seusai mendapatkan gelar dokter umum rencana saya akan mengambil spesialis dan pada akhirnya saya dapat mewujudkan cita-cita saya yaitu sebagai dokter anak. Semoga cita-cita saya dapat terwujud dan membanggakan orangtua saya, amin.

Bersama MPK Daksabhadrika Aswatama

Liburan ke Bali, lebaran 2012

Keluarga besar Notokusumo, lebaran 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar