Jumat, 31 Agustus 2012

Tugas 1 - Autobiografi Annisa Sabila

Lima Belas Tahun Hidup Yang Penuh Makna

MASA BALITA
Pada tanggal 8 bulan Oktober tahun 1996, bayi itu keluar dari rahim ibunya, bayi itu adalah saya Annisa Sabila, anak ke dua dari Ayah Irland Yohanis Muhammad dan Ibu Zulasfi Roihan lahir ke dunia, saya dilahirkan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat dengan cara normal, seperti abang saya. Nama saya mempunyai arti, Annisa yang berarti perempuan dan Sabila yang berarti berjuang di jalan Allah. Jadi, arti nama saya adalah perempuian yang berjuang di jalan Allah, nama itu diberikan oleh Mama saya.  “kamu tuh waktu baru lahir lucu sekali, cantik, putih, hidungnya bagus, tapi nggak sebagus sekarang” kata Mama saya. Saya mempunyai seorang kakak laki-laki yang biasa saya panggil “Abang”, umur dia diatas saya 3,5 tahun, dia bernama Habibie Muhammad. Saat masih balita saya sangat akrab dengan Abang saya, walaupun terkadang kita bertengkar dan hanya mau menang sendiri, tapi sebenarnya kita saling sayang menyayangi.  Saya menghabiskan masa balita saya bersama Mama, Papa, dan Abang saya di rumah nenek saya yaitu di Jl. Bendungan Hilir X no. 15, Jakarta Pusat, dan sampai detik ini pun saya masih tinggal di rumah tersebut.

MASA TK

TK Besuki, saya barisan kedua, ketiga dari kanan.

Sebelum saya memasuki Taman Kanak-kanak, saya bersekolah terlebih dahulu di Taman Bermain Besuki Menteng. Saya memilih Taman Bermain Besuki karena jaraknya yang tidak jauh dari rumah dan Abang saya telah bersekolah di SD Besuki. “Saat kamu Playgroup kamu sangat manja, ke dalam kelas saja harus ditemani Mama, kalau tidak ditemani bisa nangis-nangis sampai ngamuk” Mama saya menceritakan hal itu kepada saya tapi saya benar-benar tidak ingat pernah melakukan hal seperti itu. Lalu masa-masa Taman Bermain pun selesai, saatnya saya memasuki Taman Kanak-Kanak, karena saya merasa sudah cocok berada di lingkungan Taman Bermain saya, saya melanjutkan Taman Kanak-Kanak saya di tempat yang sama seperti Taman Bermain saya, yaitu Taman Kanak-kanak Besuki Menteng. Yang saya ingat, dulu Mama saya sangat sibuk mengurus pekerjaannya sebagai sekretaris di suatu Bank, dan Papa saya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di BPPT, maka dari itu saya diasuh oleh Mbak saya yang bernama “Kartini”, karena saya sudah menganggap dia sebagai tante saya sendiri saya memanggilnya dengan sebutan “Amah Tini” Amah berarti Tante dalam bahasa Arab. Saya merasa sangat senang bersekolah di TK Besuki, karena kegiatannya yang menyenangkan, seperti pentas kreativitas, jalan pagi setiap hari Sabtu, perlombaan saat hari Kartini, dan masih banyak lagi kegiatan yang sangat mengesankan di hati saya. Tetapi sayangnya saya mempunyai kelainan mata yang cukup parah untuk seorang anak TK, ternyata kelainan mata itu diturunkan oleh Papa saya. Jadi, saat saya TK, saya sudah di sarankan untuk memakai kacamata, tetapi saya sangat tidak mau karena menurut saya orang-orang yang memakai kacamata adalah orang-orang culun. Pada suatu hari di tahun 1999, kebahagiaan pun datang menghampiri saya dan keluarga. Mama saya mengumumkan kepada saya dan Abang saya bahwa kami akan mempunyai adik! Saat itu perasaan kami sangat senang. Satu hal yang paling saya ingat adalah berloncat-loncat di kasur kamar Mama dan Papa saya, lalu berteriak kepada Mama saya “MAMA ADEK NYA CEWE KAN???!!!!” Lalu, Abang saya menyambar “COWO!!!!!” saya membalas “CEWE!!!!” dan kegiatan itu berlangsung sampai kami tertidur pulas.  Beberapa bulan kemudian, adik saya pun lahir, dan diberi nama Raisa Aminy. Saya sangat menyayangi Adik saya walaupun hampir setiap hari kami bertengkar. Pengalaman yang saya ingat lainnya adalah, pada suatu siang setelah pulang sekolah saya melihat gunting, lalu saya mencoba memainkan gunting tersebut dan menggunting poni saya, sehingga poni saya menjadi botak sedikit. Sampai saat ini pun tidak ada rambut yang tumbuh di atas situ. Lalu karena saya sangat malu dengan rambut saya yang aneh itu, setiap hari selama TK saya selalu memakai bandana. Banyak sekali teman yang bertanya “Annisa, kenapa rambut kamu di pakein bandana melulu?” lalu dengan santai saya menjawab, “aku suka pake bandana”, padahal saya sudah takut setengah mati, jikalau teman saya akan menarik bandana saya, dan mereka melihat bahwa poni saya botak. Di akhir masa Tk saya, TK saya mengadakan acara perpisahan atau yang biasa disebut “Pentas Kreativitas”, pada saat itu saya memainkan drama menjadi bunga, dan menjadi tukang sate Madura.

Menjadi bunga saat Pentas Kreativitas TK B
Menjadi penjual sate Madura saat Pentas Kreativitas TK A
MASA SD
Foto untuk Rapor SD

Bersama Bapak dan Ibu Negara RI, saat pameran foto Om Abror Rizki di PIM
Perpisahan kelas 6, saya baris ketiga dari bawah dan kedua dari kiri
Sebelum masuk SD, orangtua saya membangun rumah yang tanah nya diberikan oleh Nenek saya sebagai warisan, tepatnya di Islamic Village, Karawaci. Sebenarnya orangtua saya sangat mengharapkan saya untuk bersekolah di daerah rumah saya di Karawaci, tetapi saya tetap tidak mau. Karena dirayu ini-itu, saya pun mau mengikuti tes tertulis di 3 SD di kawasan Karawaci, tapi saya selalu menangis pada saat tes wawancara. Saya pun tidak jadi sekolah di Karawaci. “Waktu kamu tes di sekolah negeri di Karawaci, kamu nangisnya sampe ngamuk loh, Kak. Giliran di Besuki kamu bener-bener anteng, nggak nangis sama sekali.” Akhirnya saya masuk ke SD Besuki, bersekolah disana selama 6 tahun menurut saya cukup sulit, karena bisa dibilang kehidupan murid-murid SD disana sangat borju, sedangkan orangtua saya mengajari saya untuk tidak berperilaku seperti itu. Kejadian yang saya ingat saya pernah alami di kelas 1 SD adalah karena saya selalu mengikuti pekerjaan yang teman saya buat, guru saya sampai bertanya dengan nada sarkastik “kalau teman kamu masuk jurang, kamu tetep mau ikut?” Kata-kata yang tidak bisa dilupakan, good words! Lalu hidup saya terasa begitu cepat dari kelas 1 sampai kelas 3, saya mendapatkan kelas 1A, 2A, dan 3A. Sebenarnya saya sudah cukup lupa dengan kejadian pada masa-masa SD saya, yang saya ingat, dulu di sekolah, saya sangat pemalu, jarang sekali berbicara, jarang sekali bertanya jika tidak diperlukan. Lalu saat naik ke kelas 4, Alhamdulillah saya mendapatkan kelas 4A, yang berarti lebih bagus daripada kelas 4B, pada saat kelas 4 SD saya sudah tidak terlalu pemalu seperti kelas 1 sampai 3. Saya berhasil lolos seleksi tahap 1 untuk mengikuti Olimpiade Matematika, tetapi sayang sekali saya gugur dalam tahap 2. Saya juga mulai suka mengobrol bersama teman-teman saya, lalu saya membuat geng yang berisi 4 orang dan setiap orang harus membayar uang kas mingguan. Hahaha sangat konyol. Saya juga ingat, saya suka sekali bertukar kado dengan teman saya. Di SD saya, setiap tahunnya selalu ada acara tahunan yang disebut “Pentas Kreativitas” . Pada saat kelas 5, saya menjadi seekor lebah. Lalu sampai lah hidup saya di kelas 6 SD, saat kelas 6 saya sudah tidak pemalu lagi, bisa mengobrol dengan siapa saja, bahkan saya bergabuing dengan geng yang dinamakan Distrivity yang berisi anak-anak eksis dari SD saya. Lalu saya mukai fokus pada UASBN yang diadakan di bulan Mei, tepatnya tanggal 13-15 Mei 2008 dan pada saat kelas 6 saya berpartisipasi dalam kegiatan “Pentas Kreativitas”  saya menari dengan iringan lagu “Let’s Dance Together – Bukan Bintang Biasa”. Setelah berusaha semaksimal mungkin dengan mengikuti Pendalaman Materi, Try Out, dan Les Privat, Alhamdulillah saya berhasil menempuh Ujian Akhir Sekolah Berstandart Nasional dengan baik. Saya mendapatkan NEM 25,75. Sebelumnya saya sudah mencoba test SBI (Sekolah Berstandart Internasional) di SMPN 19, tetapi saya tidak lolos pada saat test wawancara. Akhirnya dengan NEM itu, saya mendafatar di SMP 19, 11, dan 40. Alhamdulillah, saya diterima di SMPN 19 Jakarta. Perasaan saya saat itu sangatlah senang, senang yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena SMPN 19 adalah sekolah impian saya.

MASA SMP
Saat Pra-MOS SMPN 19, saya yang paling depan memakai baju batik hijau dan rok putih
Menara Eiffel, 2010
Memaikan pakaian khas Netherlands, Volendam

Masa SMP adalah masa yang paling indah dalam hidup saya. Pertama kali saya datang ke SMPN 19 sebagai siswa SMP adalah saat Pra Masa Orientasi Siswa (MOS) saat itu saya berkenalan dengan beberapa orang teman dari SD yang berbeda, sedangka dari SD saya hanya ada 6 orang. Saat Pra-Mos saya dan murid-murid baru lainnya di arahkan tentang apa saja yang harus dibawa dan dilakukan saat MOS hari Senin sampai Rabu. Tibalah waktu MOS yang sesungguhnya, hari Senin tanggal 14 Juli 2008 sampai dengan hari Rabu tanggal 16 Juli 2008. Dalam 3 hari itu, saya mendapatkan pengetahuan tentang SMPN 19, tentang ruangan-ruangan, guru-guru, sistem belajar, dan tentang hormat terhadap kakak kelas. Saat MOS, saya mendapat kelompok Thomas Alfa Edison, kelompok tersebut sangat seru walaupun tidak ada satupun teman yang asal SD nya sama dengan saya. Saya masih ingat betul lagu MOS dari kakak-kakak OSIS pada tahun itu, seperti ini: “Kamulah kakak OSIS yang tercipta yang paling beken, cuma kak OSIS Nineteen, yang keren dan juga baik hati, aw aw aw” yel-yel tersebut diambil dari lagu Mulan Jameela – Makhluk Tuhan Paling Seksi, dengan ‘aw aw aw’ yang bergaya narsis, atau pada saat itu: alay. Hari pertama sekolah saat itu adalah tanggal 17 Juli 2008, sesampai nya saya disekolah saya melihat daftar pembagian kelas, dan ternyata saya masuk ke kelas 7E di kelas tersebut sangat sedikit yang berasal dari kelompok saya. Pertama kali masuk kelas, saya melihat seseorang yang juga baru datang lalu saya menyapanya “Halo, nama lo siapa? Mau duduk bareng ngga?” lalu orang itu menjawab “Nama gue Azizah, nama lo siapa? Boleh.” lalu percakapan itu berlanjut, kami pun duduk sebangku dan bersahabat hingga detik ini. Di kelas ini Alhamdulillah saya dipercaya untuk menjadi bendahara bersama teman yang juga berasal dari SD yang sama dengan saya, Hannah. Pada bulan Ramadhan saya tertarik untuk mengikuti kegiatan Pesantren Kilat yang diadakan di daerah Bogor, kegiatan itu sungguh menyenangkan, juga menyeramkan karena diharuskan untuk mengikuti kegiatan Jurit Malam, ada guru yang menyamar menjadi pocong, dan lain lain. Kegiatan-kegiatan lainnya juga sangat menyenangkan seperti senam pagi, bermain di pematang sawah, games bersama kakak kelas, dan masih banyak lagi. Di kelas 7 saya mempunyai teman dekat yang bernama Zela, Tasya, Azizah, Hannah, Ghea, dan Disa, sampai sekarang pun hubungan saya dengan mereka masih sangat baik, apalagi dengan teman saya yang bernama Zela. Lalu Alhamdulillah saya naik ke kelas 8 dan mendapatkan kelas 8F, dan Alhamdulillah lagi saya sekelas lagi dengan Zela dan Ghea, sungguh bahagia perasaan saya saat itu. Di kelas 8, saya mendapatkan teman baru yaitu Megi, Wuri, Nia, dan Bella. Menurut saya, kelas 8F adalah kelas yang sangat seru karena terletak di pojok lantai 2 dengan teman-teman laki-laki yang bandel, tetapi sangat baik, lucu, dan menyenangkan. Di kelas 8 mungkin saya cukup bandel, sering cabut pelajaran ke kelas sebelah, sering pergi bersama teman-teman dan terlalu sering bermain daripada belajar. Pada kelas 8 naik ke kelas 9 saya berkesempatan pergi ke benua Eropa, tepatnya ke Belanda, Prancis, Belgia, Italy, dan Swiss. Saya pergi kesana bersama Papa, Mama, Abang, Adik, dan saudara sepupu saya,  Saya berangkat ke Belanda pada tanggal 23 Juni 2010 dan pulang tanggal 4 Juli 2010.  Tetapi karena alasan  oprasional kantor Papa saya, Papa dan Abang saya harus pulang terlebih dahulu ke Jakarta. Saya merasa sangat beruntung saat berada di benua Eropa, karena saya dapat mengunjungi 3 keajaiban dunia sekaligus, yaitu Menara Eiffel (Eiffel Tower), Menara Pisa, dan Colosseum. Sepulangnya dari sana, saya baru ingat bahwa saya belum mengambil rapot untuk naik kelas 9, tetapi Mama saya saat itu langsung menelfon walikelas kelas 8 saya, bu Domince. Alhamdulillah saya naik kelas dan mendapat kelas 9F, sebenarnya saya sangat ingin masuk ke kelas 9G karena Zela berada dikelas itu, tapi mau bagaimana lagi itu sudah dipilih oleh sekolah dan saya tidak ingin memaksakan kehendak untuk merubahnya.  Awal-awal dikelas 9F saya merasa sangat awkward karena teman dekat saya dikelas itu hanyalah Megi dan Wuri tetapi setelah beberapa bulan berjalan saya mulai dekat dengan beberapa teman seperti Sania dan Monic, di kelas 9 saya mulai fokus dengan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US), untuk menambah pengetahuan saya tentang pelajaran yang di UN-kan saya mengikuti tambahan belajar yang bernama Bimbingan Tes Alumni 70 atau yang lebih dikenal dengan BTA 70. Kebetulan BTA 70 bekerja sama dengan SMP 19, jadi saya tidak perlu repot-repot jalan ke tempat les, tetapi guru-guru BTA yang datang ke sekolah saya. Bulan-bulan semester 1 dikelas 9 saya alami dengan baik, saya sangat rajin datang ke sekolah untuk mengikuti BTA yang diadakan setiap hari Kamis dan Sabtu. Walaupun saya sangat fokus terhadap pelajaran tapi saya juga tidak mengabaikan sosialisasi di sekolah bersama teman-teman sepermainan, pada bulan Ramadhan tahun 1431 Hijriah atau 2010 Masehi, saya dan teman sepermainan saya mengadakan acara Buka Puasa Bersama di rumah Atar dan Sahur On The Road atau yang biasa dikenal dengan SOTR sebenarnya acara itu adalah perayaan ulang tahun Atar jadi semua biaya dikeluarkan oleh Atar. Acara Buka Puasa Bersama itu seru karena banyak yang datang, dan pada saat itu pula saya mulai mau untuk berfoto.. Pada tanggal 8 Oktober 2010, saya sangat terharu karena saya diceplokin oleh teman-teman terdekat saya yang biasa disebut Dudies. Tibalah saat Ulangan Akhir Semester (UAS)  saya sangat yakin dengan apa yang saya kerjakan, dan Alhamdulillah saya mendapatkan rangking 6 di kelas, ini lah saat pertama kali saya mendapatkan rangking 10 besar di kelas selama SMP. Saat tahun baru 2011 saya dengan teman-teman sepermainan angkatan saya mengadakan acara tahun baru bersama di rumah teman saya Fika di Bintaro, acara itu sangat seru dan menyenangkan walaupun yang ikut hanya sedikit tetapi sangat seru karena kami menonton film Paranormal Activity 3 yang membuat kami semua ketakutan dan menakuti satu sama lain. Tibalah jam 23:50 tanggal 31 Desember 2010 kami keluar dari rumah Fika untuk merayakan tahun baru 2011 dengan bermain petasan dan kembang api, di suasana yang menyenangkan seperti itu berbagai perasaan muncul di benak saya karena inilah tahun terakhir saya bisa merayakan tahun baru bersama teman-teman SMP karena tahun ini saya akan lulus. Selepas tahun baru, kami masuk sekolah, angkatan saya telah menyusun rencana sebagus mungkin, membuat proposal, pergi kesana kemari, dan tibalah hari itu tanggal 14 Januari 2011 pembuakan Nineteen Cup 2011 atau yang lebih dikenal dengan Carousel, diadakan pada ltanggal 14 Januari 2011 sampai 21 Januari 2011. Saya berkesempatan menjadi Deville dan LO SMP 11 (sekolah tetangga SMP 19), setelah selesai, kami membuat sebuah Closing Party atau Pensi pada tanggal 29 Januari 2011, salah satu bintang tamunya adalah Ecoutez. Setelah acara bersenang-senang selesai saya mulai kembali fokus belajar untuk bekal menghadapi Ujian Nasional tahun ini, saya mengikuti beberapa kali Try Out yang diadakan oleh DKI Jakarta dan juga oleh sekolah, saya selalu optimis bisa mengerjakan Ujian Nasional dengan baik. saya semakin rajin belajar dirumah, mengikuti BTA, mengikuti pendalaman materi dan puncaknya adalah mengikuti Supercamp dari kelas 9F yang bekerja sama dengan BTA 70, jadi Supercamp adalah semacam acara bermain sambil belajar, acara itu berlangsung selama 3 hari di puncak, sungguh itu adalah acara yang paling tidak bisa saya lupakan. Dan tibalah hari itu, hari penentuan segalanya, tanggal 25 April 2011 sampai 28 April 2011 dengan pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Sebelumnya, pada bulan Februari saya memang telah mengikuti Tes Penerimaan Siswa Baru SMA Labschool kebayoran, saya ingin masuk SMA ini hanya karena ikut teman-teman, dari SMP saya banyak sekali yang ingin masuk SMA Labschool Kebayoran atau yang lebih dikenal dengan SMA Labsky. Seminggu setelah tes saya melihat website SMA Labsky, tetapi sangat disayangkan saya tidak diterima di SMA ini, awalnya saya sangat sedih tetapi akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke SMA 6 Jakarta, karena menurut saya SMA 6 sangat cocok untuk kepribadian saya yang seperti ini. Tetapi karena kehendak Allah SWT, Mama saya sempat menghubungi SMA Labsky dan Alhamdulillah saya bisa masuk SMA Labsky karena nilai saya masih ada di kursi cadangan. Saat itu, saya merasa cukup senang tapi juga bingung karena saya tidak tahu apa-apa tentang SMA Labsky. Saat pengumuman NEM, saya merasa sangat deg-degan dan Alhamdulillah saya menapat NEM  dengan rata-rata 9,00. Lalu penyesalan pun datang, orangtua saya telah membayar uang pangkal di SMA Labsky tetapi NEM saya sangat cukup untuk masuk SMA 6. Tetapi mau bagaimana lagi, saya harus masuk SMA Labsky walaupun tidak sepenuh hati. Setelah angkatan saya mengetahui nem masing-masing, kami menunjukan kesenangan kami dengan mencoret-coret baju SMP kami dengan tulisan kenang-kenangan satu sama lain. Saya sangat menyetujui pepatah “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian” yang artinya “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” setelah melewati bulan-bulan penuh kepenatan dengan belajar setiap harinya, seluruh siswa kelas 9 di SMP manapun di hadiahi liburan selama 2 bulan. Menurut saya, masa-masa SMP adalah masa paling indah dalam hidup saya. Walaupun saya sempat mempunyai masalah yang cukup serius dengan sekolah Alhamdulillah saya dapat lulus dan mendapatkan surat berkelakuan baik dari sekolah.
Main nenek gerondong di sekola, bersama teman sepermainan
Bersama sahabat terbaik saya, Nezela Ardiani Putri
Dudies.

MASA SMA
Bersama XB + Bu Riri dan Bu Yuni
Teman-teman di SMA
Study Tour, Bandung 2012
Seperti yang sudah saya ceritakan tadi, saya sudah diterima di SMA Labsky. Pada awal masuk SMA, biasanya diadakan terlebih dahulu Pra-MOS. Pada saat Pra-Mos saya sangat bingung dengan keadaan sekitar saya, walaupun kami sudah berseragam yang sama, dengan seragam putih abu-abu dengan warna abu-abu yang berbeda dari sekolah negeri ataupun sekokah swasta dimanapun. Pada saat Pra-MOS kami semua dibagi acak dan nama saya ternyata terletak di kelompok 9, didalam kelompok itu hanya saya yang berasal dari SMP 19 saya pun sangat merasa kebingungan, ditambah lagi kami harus membuat nametag yang sangat amat susah, menurut saya. Dan ditambah lagi, kami harus membawa makanan-makanan aneh yang diberikan oleh kakak-kakak OSIS pada saat itu. Untung saja, saya langsung berkenalan dengan Vinny, Vinny sangat membantu saya dalam mencari barang-barang apa saja yang harus dibawa pada kegiatan MOS. Ada satu hal lagi yang membuat saya lebih shock. Saya baru mengetahui bahwa ada kegiatan wajib di Labschool, yaitu: lari pagi. Hari pertama MOS pun tiba dan kami angkatan 11 harus sampai sekolah pukul 5:15 dan membawa nametag, memakan kunciran, dan tidak lupa untuk membawa makanan-makanan yang sudah diberitahu sebelumnya. Ternyata shock saya belum berhenti, bahkan bertambah. Saya baru tahu ada yang namanya ‘Makan Komando’. Hari pertama MOS saya sangat menyedihkan, karena tidak boleh bawa handphone pula. Hari-hari MOS pun berganti sampai akhirnya saya tahu bahwa di SMA Labsky ini banyak kegiatan yang  benar-benar tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Seperti PILAR, TO, BINTAMA, LAPINSI, TPO. Apaan sih tuh? Sama, saya juga sangat bingung saat itu.  Setelah menyelesaikan MOS, pembagian kelas dibagikan, anehnya saya yang seharusnya mendapatkan kelas X-E tapi terlempar ke X-B saya tidak tahu apa alasannya. Alhamdulillah, di kelas X-B  sangat banyak yang berasal dari SMP 19. Lalu, seluruh siswa kelas X diwajibkan untuk menonton program kerja seksi kesenian yaitu “Skylite”, lalu dilanjutkan dengan kegiatan “SkyAvenue”, Alhamdulillah tahun pertama saya masuk ke SMA Labsky saya sudah dipercaya untuk menjadi panitia dalam program kerja sebesar SkyAvenue. Nah, tibalah bulan Ramadhan dimana satu kegiatan sekolah akan berlangsung yairu PILAR (Pesantren Islam Ramadhan). Setelah bulan Ramadhan usai, saya dan keluarga besar saya mudik ke kota Padang, tepatnya Silungkang, sepulangnya dari Silungkang saya mendapat penyakit yang cukup menganggu kenyamanan yaitu, penyakit cacar. Karena itu, saya sempat tidak masuk selama 2 minggu dan sangat ketinggalan pelajaran, tetapi Alhamdulillah saya bisa mengatasi itu semua. Selanjutnya, kegiatan Pra-TO. Kegiatan Pra-TO menurut saya adalah kegiatan yang sangat menegangkan, saya mendapatkan kelompok 14 yaitu kelompok Yamko Rambe Yamko, ketua kelompok saya adalah Akang dengan anggotanya saya, Farah, Tara, Niken, Helmi, Bagus, Nadhiv dan dengan pendamping kak Mirsa dan kak Dilla. Menurut saya kelompok TO ini sangat seru karena selain dengan teman kelompok, kami juga akrab dengan kakak-kakak pendamping kami. Setelah 2 hari menjalankan Pra-TO dengan membawa tongkat, nametag, dan banyak peralatan-peralatan lainnya, tanggal 15 Oktober 2011, angkatan XI SMA Labsky pun mendapatkan nama yaitu: Dasa Eka Cakra Bayangkara. atau disingkat DASECAKRA, dan angkatan kami diketuai oleh Bayu, Abon, dan Maga. Setelah melewati Pra-TO kami semua diharuskan mengikuti kegiatan TO, menurut saya TO adalah kegiatan yang paling menyenangkan dari semua acara yang pernah SMA Labsky adakan, selanjutnya Bintama. Bintama diadakan di Grup 1 Serang, Banten. Setelah itu saya mengikuti kegiatan Lapinsi dan TPO, Alhamdulillah saya terpilih menjadi CAMPK periode 2012-2013. Penjurusan pun datang , saya sudah berusaha dengan semaksimal mungkin dan Alhamdulillah saya bisa memilih jurusan apa saja IPA/IPS, tapi karena minat saya llebih banyak di bidang IPS saya pun memilih IPS. Dan sekarang saya berada di kelas XI IPS 1. Harapan saya adalah mendapatkan SNMPTN Undangan untuk Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia / Sekolah Bisnis Manajemen di Institut Teknik Bandung. Satu lagi harapan saya adalah, membanggakan orang tua dan berguna bagi tanah air tercinta, Indonesia.


1 komentar:

  1. "Melelahkan," ini komentar ketika membaca tulisan tanpa paragaraf, "tapi juga inilah sesuatu yang jujur keluar dari hati dan pengalaman: mengalir dan susah untuk memilah-milahnya."

    Lima belas tahun, bukan masa yang singkat, jika semua didokumentasikan. Tapi, lima belas tahun, adalah masa yang terlampau singkat jika kita abaikan. Maka, catatan ini menjadi penting artinya bagi 15 tahun mendatang dan seterusnya.

    Lima belas tahun yang lalu Annisa yang imut dan cantik itu berkembang menjadi Annisa yang cantik dan manis, dan kelak menjadi Annisa yang cerdas dan sukses sebagai akuntan atau sebagai bisnis-woman.

    BalasHapus