Senin, 10 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Anindityo Agung Baskoro



16 Tahun Petualangan Hidup



Masa Balita



Tepat pukul 13.00 WIB(Waktu Indonesia bagian Barat) pada hari senin tanggal 15 Juli 1996,lahirlah sebuah insan baru dengan proses persalinan caesar,buah cinta dari pasangan Dodi Eko Sulistianto dan Yosvizar.Bayi mungil yang diberi nama Anindityo Agung Baskoro itu pada akhirnya berhasil menatap dunia setelah 9 bulan lamanya berada dalam kegelapan rahim ibunda.yap,bayi yang lahir dengan berat badan 3kg dan dengan panjang tubuh kurang lebih sepanjang 50cm itu adalah saya.saya adalah anak kedua dari pasangan Dodi Eko Sulistianto dan Yosvizar,sementara kakak saya sudah lahir tiga tahun lebih cepat dari saya pada tanggal 26 oktober.

Pada awalnya kedua orang tua saya memutuskan untuk memberikan saya nama panggilan Tyo yang diambil dari Anindityo,akan tetapi karena merasa nama Tyo sangat kental dengan budaya jawa yang medok maka akhirnya nama panggilan saya dirubah menjadi Rio,dan hingga saat ini semua orang yang mengenal saya memanggil saya dengan panggilan Rio.

Orang zaman dahulu sering berkata bahwa masing masing anak membawa rezek tersendiri bagi orangtuanya,hal inilah yang menyebabkan orang pada zaman dahulu memiliki sangat banyak anak,bahkan kadang ada yang mencapai bilangan belasan.entah memang kepercayaan itu benar atau tidak,saat ibunda saya melahirkan saya,tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga ayah saya mendapatkan rezeki untuk membeli sebuah rumah baru di bilangan Bintaro sektor 9 dan pindah dari rumah nenek saya di bilangan Pamulang,Ciputat.

Tepat pukul 13.00 WIB(Waktu Indonesia bagian Barat) pada hari senin tanggal 15 Juli 1996,lahirlah sebuah insan baru dengan proses persalinan caesar,buah cinta dari pasangan Dodi Eko Sulistianto dan Yosvizar.Bayi mungil yang diberi nama Anindityo Agung Baskoro itu pada akhirnya berhasil menatap dunia setelah 9 bulan lamanya berada dalam kegelapan rahim ibunda.yap,bayi yang lahir dengan berat badan 3kg dan dengan panjang tubuh kurang lebih sepanjang 50cm itu adalah saya.saya adalah anak kedua dari pasangan Dodi Eko Sulistianto dan Yosvizar,sementara kakak saya sudah lahir tiga tahun lebih cepat dari saya pada tanggal 26 oktober.
Pada awalnya kedua orang tua saya memutuskan untuk memberikan saya nama panggilan Tyo yang diambil dari Anindityo,akan tetapi karena merasa nama Tyo sangat kental dengan budaya jawa yang medok maka akhirnya nama panggilan saya dirubah menjadi Rio,dan hingga saat ini semua orang yang mengenal saya memanggil saya dengan panggilan Rio.

Orang zaman dahulu sering berkata bahwa masing masing anak membawa rezek tersendiri bagi orangtuanya,hal inilah yang menyebabkan orang pada zaman dahulu memiliki sangat banyak anak,bahkan kadang ada yang mencapai bilangan belasan.entah memang kepercayaan itu benar atau tidak,saat ibunda saya melahirkan saya,tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga ayah saya mendapatkan rezeki untuk membeli sebuah rumah baru di bilangan Bintaro sektor 9 dan pindah dari rumah nenek saya di bilangan Pamulang,Ciputat.

Pada awalnya kedua orang tua saya memutuskan untuk memberikan saya nama panggilan Tyo yang diambil dari Anindityo,akan tetapi karena merasa nama Tyo sangat kental dengan budaya jawa yang medok maka akhirnya nama panggilan saya dirubah menjadi Rio,dan hingga saat ini semua orang yang mengenal saya memanggil saya dengan panggilan Rio.
Orang zaman dahulu sering berkata bahwa masing masing anak membawa rezek tersendiri bagi orangtuanya,hal inilah yang menyebabkan orang pada zaman dahulu memiliki sangat banyak anak,bahkan kadang ada yang mencapai bilangan belasan.entah memang kepercayaan itu benar atau tidak,saat ibunda saya melahirkan saya,tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga ayah saya mendapatkan rezeki untuk membeli sebuah rumah baru di bilangan Bintaro sektor 9 dan pindah dari rumah nenek saya di bilangan Pamulang,Ciputat.

Orang zaman dahulu sering berkata bahwa masing masing anak membawa rezek tersendiri bagi orangtuanya,hal inilah yang menyebabkan orang pada zaman dahulu memiliki sangat banyak anak,bahkan kadang ada yang mencapai bilangan belasan.entah memang kepercayaan itu benar atau tidak,saat ibunda saya melahirkan saya,tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga ayah saya mendapatkan rezeki untuk membeli sebuah rumah baru di bilangan Bintaro sektor 9 dan pindah dari rumah nenek saya di bilangan Pamulang,Ciputat.



saya dengan kakak 

Tidak seperti anak anak lain seusia saya yang memulai proses edukasinya di tahap playgroup,saya lebih memilih untuk tidak mengikuti tahap playgroup.meskipun saya tidak mengikuti tahap playgroup,bukan berarti saya hanya bermain dirumah.Dirumah saya tetap belajar dengan kedua orangtua saya dan babysitter saya melalui media permainan-permainan yang sangat menarik bagi saya.Alhasil,berkat usaha orangtua saya dan babysitter saya yang tanpa henti hentinya mengajari saya berbagai macam hal-hal dasar,pada saat saya memasuki tahap taman kanak kanak tingkatan awal (biasa disebut tingkat 0 kecil),saya sudah dapat membaca dengan lancar,sudah dapat membedakan warna dan serta sudah dapat membedakan bentuk.

Saya masuk ke TK Al-Falaah karena lokasinya yang berdekatan dengan tempat tinggal saya.Hari Hari saya jalani di taman kanak kanak layaknya anak anak kecil pada umumnya,yaitu dengan senyuman riang tanpa ada beban pikiran sama sekali yang tersangkut dikepalanya.rutinitas saya pada saat waktu taman kanak kanak adalah berangkat sekolah pada pukul 8,pulang sekolah pada pukul 10,menonton kartun (pada saat itu saya amat sangat tertarik dengan kartun tweenies dan teletubbies) hingga siang,tidur siang,mandi lalu makan seperti itu saja setiap harinya.boleh dibilang keluarga saya hanyalah keluarga sederhana yang beranggotakan 4 orang anggota keluarga dengan rincian 2 orangtua serta 2 orang anak,akan tetapi meski sederhana,kami sangat saling mencintai antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya.

saya bersama ibunda dan kakak

Ada beberapa hal yang memalukan yang pernah saya alami pada saat saya masih berada di taman kanak kanak,saya amat sangat sering tersesat di pusat perbelanjaan sehingga pada akhirnya saya punya inisiatif apabila saya terpisah dari orangtua saya,hal yang pertama saya cari adalah satpam agar dapat mengantar saya ke bagian informasi agar menginformasikan bahwa saya telah terpisah dari orangtua saya.selain seringnya tersesat di pusat perbelanjaan,waktu kanak kanak dulu saya juga sering terjatuh ke selokan,entah apa penyebab saya hingga terjatuh ke selokan akan tetapi yang paling saya ingat adalah pada suatu saat saya terjatuh ke selokan yang sempit sehingga saya tidak dapat bergerak sedikitpun.akan tetapi yang aneh pada saat itu adalah saya tidak menangis sedikitpun melainkan saya berteriak minta tolong hingga akhirnya saya ditolong oleh tetangga saya untuk keluar dari selokan dan diantar pulang kerumah saya.

Pada saat acara perpisahan taman kanak kanak,saya ditunjuk oleh guru saya yang bernama Bu Is sebagai perwakilan dari murid untuk membacakan pidato perpisahan murid untuk guru.Bu Is berkata alasan mengapa saya dipilih sebagai perwakilan murid pada saat itu adalah karena saya adalah murid yang paling bisa membaca dengan lancar.perasaan saya senang bukan main saat itu,berulang kali saya berlatih membaca naskah pidato didepan kaca cermin,membayangkan diri saya berada di depan puluhan guru,murid dan juga orang tua murid membacakan pidato ini.

Hari H pun tiba,saya amat gugup karena ini kali pertama dalam hidup saya,saya menyampaikan sesuatu di depan puluhan orang.hal kecil inilah yang akhirnya membuat saya percaya diri untuk tampil didepan hingga kini.seperti yang diharapkan,saya dapat membaca dan menyampaikan pidato dengan lancar dan fasih,semua hadirin bertepuk tangan untuk saya,saya hanya bisa tersenyum bangga dan puas saat itu.




Masa Sekolah Dasar

Saya melanjutkan sekolah dasar saya di Sekolah Dasar Islam Al-Falaah.ya,memang benar bahwa SD saya merupakan sekolah yang sama dengan sekolah TK saya karena sekolah ini memiliki beberapa tingkatan mulai dari TK hingga SMP.waktu itu saya masuk di kelas 1A dengan wali kelas yang bernama Bu Wanti.Bu Wanti selain menjabat sebagai wali kelas 1A,beliau juga merangkap menjadi guru matematika bagi murid kelas 5-6.saya tidak merasa pelajaran di tingkatan SD sangatlah susah karena beberapa materi sudah diajarkan di pengayaan TK.

Ayah saya ditugaskan ke Kalimantan,tepatnya Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Berau Kota Tanjung Redeb.beliau ditugaskan untuk membangun sebuah masjid agung yang pertama di kota tersebut.merasa mengemban tugas penting,beliau dengan ikhlas meninggalkan saya beserta kakak dan ibunda saya untuk berangkat ke Kalimantan untuk bekerja.jadilah saya hanya tinggal bertiga dirumah saya.

Hari Hari berjalan sepi tanpa kehadiran ayah saya,terlebih kami tidak memiliki kendaraan pribadi pada saat itu.jadi jika kami bertiga berkeinginan untuk jalan-jalan harus menumpangi kendaraan umum.akan tetapi dibalik semua keterbatasan itu,kami sekeluarga mensyukuri semuanya.kurang lebih sudah 6 bulan ayah saya bekerja di Kalimantan,saya sudah memasuki kelas 1 semester 2 dan kakak saya pun sudah memasuki kelas 4 semester 2,ayah saya merasakan rindu yang teramat sangat kepada kami bertiga.maka setelah pemikiran yang masak dengan segala pertimbangan,kami bertiga memutuskan untuk menyusul ayah saya ke Kalimantan.

Di Kalimantan saya tinggal di Jalan Durian nomor 4.di sebuah rumah besar bercat putih yang dihiasi dengan satu pohon mangga dihalamannya,akan tetapi tidak hanya keluarga saya yang tinggal di rumah itu,ada beberapa anak buah ayah saya yang juga tinggal di rumah itu.disana saya melanjutkan sekolah saya di SDN 001 Tanjung Redeb,begitu pula dengan kakak saya.di SDN 001 saya memiliki 2 teman akrab,sebut saja namanya Ian dan Bima.selain Ian dan Bima,saya juga memiliki beberapa teman yang lumayan dekat,mereka adalah Wawan,Dodo,Dani dan Sarah.karena jarak dari sekolah ke rumah lumayan dekat,saya biasa menggunakan becak sebagai transportasi saya pulang pergi dari rumah ke sekolah bersama dengan Wawan dan Dani.

Selama 1,5 tahun saya tinggal di Tanjung Redeb sebelum akhirnya saya sekeluarga meninggalkan Tanjung Redeb untuk kembali pulang ke Jakarta.Di Jakarta saya kembali melanjutkan sekolah saya di SD Islam Al-Falaah,banyak teman teman saya yang terkejut melihat  saya telah kembali.rata rata dari mereka selalu menanyakan pertanyaan yang sama,yaitu "Rio,kok lu jadi item sih?" ya memang tidak dapat dipungkiri bahwa suhu di Tanjung Redeb memang sangat panas mengingat bahwa dilapisan tanahnya terdapat batu bara.

saya melanjutkan sekolah dasar saya di Al-Falaah hingga lulus pada tahun 2008 dengan NEM 26,75.suatu hasil yang cukup membanggakan akan tetapi menurut saya,saya belum maksimal pada saat UASBN dan saya berjanji akan lebih bersungguh2 dalam UAN SMP.perpisahan SD Al-Falaah dilakukan di GreenHill Resort Puncak selama 3 Hari 2 malam.3 hari penuh kesan yang tidak akan pernah saya lupakan.


foto perpisahan SD (saya yang paling kiri atas)

Masa SMP

saya melanjutkan pendidikan saya di Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta yang terletak di Jl.Ibnu Taimiyah no.8 di Komplek UIN Ciputat.alasan mengapa saya memilih untuk sekolah disini adalah karena sebelumnya kakak saya sekolah disini,sehingga menurut saya daripada harus pusing-pusing memikirkan saya harus sekolah dimana,kenapa tidak mengikuti jejak kakak saya saja?toh kualitasnya juga tidak buruk.

saya masuk di kelas 7c dengan wali kelas Bapak Nia Kurniawan.beliau selain sebagai wali kelas juga merangkap sebagai guru olahraga dan pelatih basket SMP saya.layaknya seorang anak yang berada di lingkungan baru,saya merasa canggung.beruntung ada teman dari SD yang sama dengan saya yang berada di satu kelas dengan saya,seiring dengan berjalannya waktu,saya pun mulai mengenal satu persatu teman teman kelas saya dan mulai merasa nyaman bersama mereka.


foto bersama teman teman 7c

Setelah lulus kelas 7,saya pun naik kelas ke kelas 8.di kelas 8 ini saya masuk di kelas 8f dengan wali kelas Bapak Ali Ahmad.beliau selain sebagai wali kelas juga merangkap sebagai guru pengajar bidang studi bahasa indonesia.boleh dibilang wali kelas saya kali ini memiliki selera humor yang cukup tinggi,tak jarang disela sela proses belajar mengajar beliau  menyisipkan lawakan lawakan ringan yang dapat mencairkan suasana kelas tanpa merusak konsentrasi belajar murid.

saat acara buka puasa bersama teman teman 8F

tak terasa saya pun telah meninggalkan kelas 8 menuju kelas 9.dikelas 9 ini saya masuk di kelas 9b dengan wali kelas Ibu Umi Prastyaningsih yang mana beliau juga mengajar sebagai guru Fisika kelas 9 selain menjabat sebagai wali kelas 9b.dikelas 9 ini saya digembleng untuk siap menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) karena waktunya yang tidak banyak.baru beberapa bulan kami memulai proses KBM efektif,murid kelas 9 sudah disuguhi berbagai macam try out.perjuangan berat ini terus kami lakukan hingga sampai hari penentuan pada tanggal 25 hingga 28 april 2011.saya mengerjakan soal UAN dengan penuh hati hati dan dengan penuh ketelitian.Alhamdulillah saya berhasil meraih hasil UAN dengan NEM yang cukup membanggakan.

setelah UAN selesai,selayaknya sekolah sekolah lain,sekolah saya pun mengadakan acara pelepasan murid murid kelas 9 yang akan meninggalkan sekolah Mts Pembangunan UIN Jakarta.terasa berat memang meninggalkan teman teman seperjuangan yang sudah berjuang bersama,baik susah maupun senang selama 3 tahun.tetapi saya sadar,bahwa ini hanyalah suatu langkah untuk saya maju kedepannya.
 

Masa SMA
Kini saya telah resmi menjadi bagian dari angkatan 11 Labschool Kebayoran dan saya sadar saya sudah memasuki jenjang baru dalam kehidupan saya.Masa-masa sebagai ‘anak baru’ di SMA Labschool Kebayoran tidaklah semudah yang saya bayangkan,tidak sesuai dengan sepengetahuan saya,ternyata di SMA Labschool Kebayoran ada program program yang sebenarnya bertujuan baik yaitu mendidik muridnya agar dapat menjadi individu yang lebih baik akan tetapi dengan cara yang mungkin agak sedikit menguras fisik dan mental,walaupun sebenarnya akan menyenangkan bila dilalui bersama-sama.


Program pertama yang harus saya dan teman teman angkatan 11 lalui di SMA Labschool Kebayoran adalah Masa Orientasi Siswa atau yang biasa disebut dengan istilah MOS.MOS bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan dan kehidupan di SMA Labschool Kebayoran kepada murid-murid baru khususnya yang bukan berasal dari SMP Labschool Kebayoran.pada saat MOS ini,seluruh murid baru pria dicukur botak sepatu 3 dan bagi murid perempuan diharuskan mengenakan ikat rambut dari pita berwarna-warni.


Program lainnya ada Pilar (Pesantren Kilat Ramadhan),TO (Trip Observasi) dan BINTAMA (Bina Mental Kepemimpinan Siswa).Pilar dilaksanakan di SMA Labschool Kebayoran dengan mentor didatangkan dari Pesantren Daarut Tauhid Bandung.Di Pilar ini kami diajarkan tentang bagaimana cara menjadi siswa yang berteladan baik dan berakhlak mulia sesuai dengan syariat agama islam.


Selanjutnya ada program Trip Observasi atau yang biasa disebut TO.program ini bertujuan agar murid-murid SMA Labschool Kebayoran dapat mengetahui dan meneliti langsung kehidupan di pedesaan serta belajar hidup sederhana sesuai dengan kehidupan warga desa yang sederhana tapi bahagia.sebelum program TO dilaksanakan,ada program persiapan TO yang disebut dengan sebutan Pra-TO.pada Pra-TO ini kami digembleng fisik dan mental agar nanti saat TO,kami tidak manja dan lembek.pada saat Pra-TO inilah ditentukan nama angkatan kami,yang akhirnya setelah dirundingkan kami sepakat dengan nama “Dasa Eka Cakra Bhayangkara” yang berarti angkatan 11 yang dapat menjaga stabilitas roda kehidupan.
                                                

Program selanjutnya dan yang terakhir yang harus kami lalui adalah Bina Mental Kepemimpinan Siswa atau BINTAMA yang dilaksanakan di Grup 1 Kopassus di bilangan Serang.di Bintama ini,kami dilatih mental dan sifat sebagaimana seorang pemimpin.saya akui,pelatihan BINTAMA ini sebagai yang terberat yang pernah saya jalani,bisa dibayangkan bagaimana rasanya berada 6 hari 5 malam dibawah pelatihan dan pengawasan Kopassus dengan gaya ala militer yang keras,tegas dan sangat disiplin.akan tetapi,walaupun sebagai yang terberat yang pernah saya jalani,BINTAMA adalah program yang paling berkesan juga menurut saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar