Senin, 03 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Anandhyka Ramadhan




 “16 Tahun Hidup yang Sangat Berkesan Sejauh ini

             Masa balita :

            Nama saya adalah Anandhyka Ramadhan. Saya lahir 15 tahun yang lalu pada hari Rabu, tanggal 24 Januari tahun 1996. Di kamar Melati, Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, DKI Jakarta pada pukul 08.35 WIB. Saya lahir dengan berat badan 3630 gram atau 3,6 kg dan dengan 51 cm atau 0,51 m. Dilahirkan melalui operasi cesar.
            Saya lahir dari seorang wanita yang bernama Yuni Tarmidi dan pria yang bernama Djamhur Hidayat. Anandhyka itu adalah singkatan dari “Achmad Namanya ANak Djamhur Hidayat Yuni Karunia Allah”, sedangkan Ramadhan karena waktu saya lahir itu adalah bulan puasa. Saya tidak mengerti kenapa katanya nama saya Achmad, tapi dipanggil Dhyka.
            Saya anak ke 2 dari 2 bersaudara. Saya mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Rika Amalia. Beda umurnya dengan saya adalah 9 tahun, karena dia lahir pada tahun 1987. Ketika saya lahir, saya hanya mempunyai 2 nenek, karena 2 kakek sudah berpulang ke rahmatullah. Namun, 1 nenek dari Ibu pun ikut menyusul kakek dari Ibu ketika saya berumur 2 tahun, yaitu tahun 1998.
            Saya memanggil kedua orang tua saya “Ibu” dan “Papa”. Sebenarnya saya memanggil Ibu saya dulu “Mama”, namun, entah kenapa, saya sering memanggilnya dengan kata Ibu pada waktu 5 tahun. Ibu saya bekerja di Jamsostek Cawang, sedangkan papa saya bekerja di DPD RI. Ibu saya mempunyai 8 saudara kandung, 2 kakak dan 6 adik. Sedangkan papa saya mempunyai 5 saudara kandung, 2 kakak dan 3 adik.  
            Saya dimasukkan ke playgroup pada umur 3 tahun. Saya didaftarkan di TumbleTots, Taman Anggrek, Jakarta Barat.1 tahun saya menghabiskan keseharian di tempat itu. Ketika saya berumur 4 tahun, saya telah menyelesaikan pendidikan PlayGroup di Tumbletots Taman Anggrek.
            Setelah itu, saya melanjutkan Taman Kanak-Kanak di Al-Azhar Pusat 01 Jakarta Selatan. saya tk disana dari TK kecil sampai TK besar. 2 tahun saya diberi pendidikan disana, dan ketika saya berumur 6 tahun, saya dimasukkan ke SD Al-Azhar Pusat 01 Jakarta Selatan

            Masa SD :

            Seperti yang tadi saya sudah katakan, saya melanjutkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Al-Azhar Pusat 01. selama 6 tahun saya berada di sekolah itu.  Dari kelas 1 sampai kelas 6. di kelas 1, saya tergolong murid yang biasa-biasa saja. Tidak mendapatkan rangking 10 besar dan nilainya tidak tinggi.
            Namun, ketika saya kelas 2, saya sudah mulai melonjak nilainya. Saya sudah mulai rangking 10 besar, dan nilai saya mulai bagus.
            Dikelas 3 inilah saya paling berprestasi. Saya mendapatkan rangking 5 besar, memenangkan beberapa perlombaan, yaitu berpidato dan abang none cilik Al-Azhar pusat. Bagaimana saya mendapatkan piala juara 1 pidato antar kelas adalah ketika teman-teman saya tidak ada yang mau untuk mengikuti perlombaan ini dan termasuk saya. Namun, saya malah ditunjuk untuk mewakili kelas saya untuk lomba pidato. Saya menyetujuinya karena lagi ingin mencoba sesuatu yang baru.
            Setelah saya ditunjuk, orang tua saya, terutama ibu saya, sangat mendukung saya dengan melatih saya untuk bicara di depan banyak orang tanpa gugup, sikap tubuh yang benar ketika pidato, suaranya yang lantang, dan banyak lagi. Lomba ini diadakan untuk memperingati Isra Mi’raj.
            Saya pun mengikuti lomba itu. Dan saya merasa biasa saja. Namun, setelah waktu pengumuman siapa juaranya, nama saya disebut sebagai juara 1. saya sangat bahagia dan bangga waktu itu. Saya sangat berterima kasih pada ibu saya yang telah membimibng saya.
            Selain lomba pidato, saya juga mengikuti lomba abang none cilik Al-Azhar 01. beberapa bulan setelah acara lomba pidato tadi, saya mendaftarkan diri untuk ikut perlombaan ini karena saya ingin mencoba pengalaman baru lagi. Awalnya, peserta abang none cilik ini harus melalui berbagai tahapan yang sulit untuk melanjutkan ke babak berikutnya. Waktu itu ada 5 babak, yaitu tes wawancara, penyisihan awal terdiri dari banyak peserta, disaring lebih kecil 32 besar terdiri dari 16 pasang, lebih kecil lagi 16 besar terdiri dari 8 pasang, lebih kecil lagi, yaitu semi final terdiri dari 4 pasang. Dan grand finalnya terdiri dari 2 pasang.
            Ketika dipanggung acara, saya harus bisa menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh pembawa acaranya tentang kota Jakarta dan dinilai oleh beberapa juri. Awalnya saya merasakan ketegangan yang sangat dikarenakan ditonton oleh ratusan penonton terdiri dari keluarga peserta.
            Saya merasa lega ketika saya sudah selesai acara dan dinyatakan lulus oleh dewan juri. Dan perasaan itu berulang kali terjadi sampai saya memenangkan perlombaan itu sebagai juara 1. Saya merasa bangga sekali dengan prestasi itu. Ibu dan papa saya sangat mendukung saya dalam mengikuti lomba itu.
            Lalu, setelah saya menyelesaikan kelas 3, saya naik ke kelas 4. di kelas 4, saya memulai pergaulan dan nilai saya mulai sedikit menurun. Sering dimarahi guru karena tidak konsentrasi saat belajar. Tapi, nilai yang paling menonjol waktu kelas 4 adalah agama. Guru pengajar agama melihat nilai saya dan mengajak saya untuk ikut lomba mata pelajaran kelas 4 pelajaran agama. Ini adalah sesuatu yang baru. Dan waktu itu, saya setuju untuk mengikuti lomba itu.
            Setiap harinya, saya harus keluar dari kelas untuk belajar lebih dalam tentang agama. Porsi belajarnya dilebihkan karena yang diujikan nanti adalah semua bab kelas 4. Saya terus-terusan dalam keadaan seperti sampai pada waktu perlombaan yang diadakan oleh Al-Azhar Semarang. Cuma disini sangat disayangkan, saya tidak lolos di babak tertulis. Tapi itu adalah pengalaman yang bagus dan berkesan.
            Setelah kelas 4, saya melanjutkan ke kelas 5. waktu itu saya melakukan kegiatan yang lebih banyak dari waktu saya kelas 1-4. Antara lain ; mengikuti lomba mapel tapi untuk pelajaran IPS, menginap di sekolah dalam rangka pramuka, menginap di Pesantren Cigombong, Bogor. Kegiatan sekolah lebih menarik, seru dan menyenangkan.
            Dan terakhir dalam jenjang pendidikan Sekolah Dasar, yaitu kelas 6. Disini saya tidak mengikuti kegiatan lomba apapun karena untuk mempersiapkan UN, selain menginap lagi di Pesantren Cigombong, Bogor. Beberapa bulan sebelum UN, saya mendaftarkan diri di SMPN 115 dan SMP Labschool Kebayoran.
            Pertamanya, saya ingin mendaftarkan di SMPN 115 karena katanya itu sangat bagus sekolahnya. Namun, Niali UN saya tidak mencukupi NEM minimalnya untuk masuk ke SMPN 115, yaitu 27. sementara NEM saya 25,5. di waktu yang sama, saya juga mencoba mendaftar di SMP Labschool Kebayoran. dan akhirnya saya lulus untuk memasuki SMP Labschool Kebayoran.

            Masa SMP :

            SMP sejauh ini menurut saya adalah masa yang paling seru, dimana merubah tingkah laku dari kekanak-kanakkan menjadi berperilaku yang lebih dewasa dan memperluas wawasan lebih luas. Kelas 7 menurut saya adalah masa yang paling berat ketika berada di SMP Labschool Kebayoran. Dimasa itu, saya harus beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda dan lebih keras dari SD.
            Kelas 7 itu banyak sekali kegiatan. Diantaranya adalah MOS, Kalam, LDKS. MOS adalah singakatan dari Masa Orientasi Siswa. Itu adalah kegiatan yang pertama kali saya rasakan di SMP Labschool Kebayoran. kegiatan itu berlangsung selama 5 hari dari senin sampai Jumat di minggu pertama masuk sekolah. Saya melihat kakak OSIS berjas biru dengan gagahnya mengawasi satu angkatan 8, mentoring dan pastinya, mempermainkan peserta MOS. Di acara ini, saya dan teman-teman lainnya di beri materi tentang budaya Labschool oleh beberapa narasumber, yaitu guru-gutu SMP Labschool Kebayoran.
            Beberapa bulan kemudian, saya mengikuti kegiatan pada awal bulan Ramadhan, yaitu KALAM. Ini juga merupakan singkatan dari Kajian Islam (mungkin, soalnya sudah lupa) adalah kegiatan yang dilakukan di sekolah dan menginap selama 3 hari 2 malam. Menurut saya, kegiatan ini hampir mirip seperti MOS, hanya narasumbernya beberapa dari orang luar Labschool tentang keagamaan. Kakak OSIS disini juga ikut mengatur peserta Kalam selama 3 hari 2 malam itu.
            Kegiatan kelas 7 yang lainnya adalah LDKS. Ini adalah kegiatan untuk mempersiapkan Anggota OSIS untuk menggantikan kakak kelas yang turun jabatan. Dikarenakan, di sekolah ini 1 tahun hanya boleh 1 angkatan dan terdiri dari 60-an siswa terpilih. Saya melihat kegiatan OSIS yang sepertinya sangat padat, sehingga saya berusaha untuk tidak terpilih agar tidak menjadi OSIS.
            Di SMP Labschool Kebayoran, banyak kegiatan luar pelajaran yang bisa diikuti semua siswa SMP Labschool Kebayoan  seperti ACEX, LABSPART, AKSI, EXPO EKSKUL dan masih banyak lagi.
            Di Kelas 8, kegiatan-kegiatan luar pelajaran yang wajib hanya satu yang saya ingat. Yaitu Bimensi. Singkatan sdari Bina Mental Siswa. Disini saya dan semua teman-teman angkatan 8 disuruh menginap 4 hari 3 malam di SPN LIDO, asrama polisi. Disini kita tidak dikomando oleh OSIS, tetapi oleh polisi dan polwan. Disana, kegiatan yang kita lakukan banyak sekali. Ada flying fox, games2 yang membutuhkan kerjasama tim, mendayung, dan yang paling seru adalah Jurit malam ketika kami semua di malam terakhir disuruh berjalan jauh. Ditengah-tengahnya, kami membuat mie sendiri, dan rasanya sangat kacau. Kami membuatnya di luar gedung, jadi harus membawa peralatan masak juga.
            Perjalanan kembali ke asramanya pun mencekam dan menyeramkan. Itu dikarenakan kita harus melewati perkebunan, sawah yang gelap tanpa cahaya. Hanya cahaya senter lah yang kami andalkan. Seseorang teman saya mengatakan bahwa selama kami berjalan di sawah, dia melihat fenomena yang sangat aneh. Dia melihat kepala kambing tanpa badan yang melayang-layang. Ketika saya mendengarkannya saya merasa merinding.
            Selain itu, ada juga ekskasky, yaitu acara dimana anak kelas 8 setiap kelas di hari Jum’at setelah lari pagi. Setiap satu kelas di kelas 8 wajib menampilkan ekskasky. Itu biasanya tentang drama, dan diadakan di aula lantai 4 Labschool Kebayoran.
            Seiring waktunya berjalan, kelas 8 telah selesai, dan saya naik ke kelas 9. di kelas 9 inilah waktu yang paling bermakna, menyenangkan dan seru. Di kelas 9, ada kegiatan pra-UN dan pasca-UN. Yang pra-UN adalah acara yang diadakan oleh angkatan dan guru-guru dimana kita semua menginap selama 2 hari 1 malam di puncak. Acaranya sangat seru, santai dan menyenangkan. Siang dan malam ada acara khusus tentang belajar untuk melepaskan kendala atau hambatan dalam belajar yang sangat menggangu atau saat menghadapi soal yang diberikan oleh guru-guru. Kami menginap di villa-villa yang sudah dibagikan dalam bentuk kelompok.  
            Dan acara pasca-UN adalah refleksi setelah UN, Farewell Party dan Celebration Day. Refleksi adalah acara untuk melepaskan kejenuhan dan ketegangan setelah menghadapi UN. Satu kelas menginap di tempat menginap tertentu. Dan kami menginap di Hotel Marbella, Anyer selama 2 hari 1 malam. Di siangnya, kami semua melaksanakan aktivitas yang menyenangkan di pantai. Disana kita juga melakukan aktivitas tim yang menyenangkan di siang hari. Malam harinya, kami berkumpul di aula hotel untuk maaf-maafan atas kesalahan waktu kelas 9.
            Farewell party adalah acara yang dibuat oleh angkatan dibantu oleh guru-guru. Diadakan untuk berpesta ria dan bersenang-senang bersama teman-teman satu angkatan 8, Scavolendra talvoreight. Acara ini diadakan di Hotel Crown, Semanggi, Jakarta Selatan. Di acara itu ada door prize untuk guru-guru, performa band dari teman satu angkatan dan menampilkan sebuah film pendek diakhir acara.
            Graduation Day adalah acara yang benar-benar terakhir dan diadakan oleh SMP Labschool Kebayoran untuk angkatan kami. Acara ini diadakan di Plaza Bapindo, Semanggi, Jakarta Selatan. Acara ini dilakukan untuk memberikan medali dan buku kenang-kenangan angkatan 8. Acaranya sangat menyentuh dan mengharukan menurut saya, karena saat itu adalah acara terakhir bersama teman-teman yang SMAnya tidak satu sekolah dengan saya lagi.
            Saya melanjutkan pendidikan SMA di Labschool Kebayoran lagi. Saya mendafatarkan diri dengan ikut jalur khusus / Jasus. Tanpa tes, dan hanya memberi nilai dari kelas 7 semester 1 sampai 9 semester 1. Ada 2 tahapan yang harus dilewati. Penjaringan nilai dan wawancara. Wawancara diadakan untuk mengetahui kesungguhan siswa untuk masuk SMA Labschool Kebayoran. Dan saya lulus.

Masa SMA kelas 1 :

Alhamdulillah, sekarang saya sudah kelas 10 SMA. Saya sudah melewati beberapa aktivitas wajib sekolah yaitu MOS dan PILAR. Kedua aktivitas itu mirip seperti yang di SMP. PILAR mirip seperti KALAM. Hanya perbedaannya lebih seru dan lebih menegangkan.
Setelah saya mengikuti PILAR, saya tidak merasakan perubahan di dalam diri saya. Begitupun juga setelah saya mengikuti TO dan BINTAMA, tidak ada yang berubah. TO dan BINTAMA adalah acara sekolah yang sangat berkesan menurut saya.
Di Kelas XE, pertama saya ke kelas itu, kelas itu sangat membosankan. Keheningan yang lebih hening daripada saat berdoa. Namun, hanya dalam hitungan bulan, bilanglah 2 bulan, kelas ini berubah total. Dari kelas yang pendiam, menjadi kelas yang sangat binal, rusuh, tidak perikemanusiaan dan gila. Di kelas ini suasana keceriaan bertebaran dimana-mana. Kelas yang paling asik menurut saya.

Masa SMA kelas 2 :

Alhamdulillah, saya naik kelas dan mendapatkan jurusan IPA. Dan sejauh ini, kelasnya belum bisa dibandingkan dengan kelas XE. Namun, saya yakin dan percaya bahwa dalam waktu dekat, kelas ini akan lebih seru lagi daripada XE.



Pendapat orang lain tentang saya :

Dhyka itu menyenangkan, komunikatif,
  mau mendengarkan, anaknya terbuka,
  meskipun terkadang punya prinsip
  mengikuti keinginan sendiri”                    - Ibu

Menurut Saya, Dhyka itu orangnya
  Baik, cerewet, tidak sombong dan
  Mau membantu orang yang sedang
  Kesusahan”                                            - Kakak

Dhyka itu orangnya baik, enak
 Diajak ngobrol, tapi kadang-kadang
 Suka menyebalkan”                                - Teman






Abis Latian Basket


Lagi Main di Kasur


Lagi bobo abis main di kasur


                                                           Happy Birthday



 Family Photo



Foto Kelas 4B




 Foto kelas 8D


 foto bareng om tante di kawinan saudara



Di Italia bersama Fikry dan Rama


Foto bareng kelas 9D


Botak umur 15 tahun 



Foto Kelas 7C


foto refleksi 7C


Foto Refleksi 9D


Gaya !


 bareng einstein







1 komentar:

  1. Membaca autobiografi selalu saja ada yang menarik. Bagaimana Anandhyka Ramadhan bisa membayangkan kalau kelas XI pasti akan lebih seru dibandingkan kehidupannya semasa kelas XE, padahal aktivitas di kelas XI umumnya tergolong datar-datar saja? Ini tidak mungkin terjadi tanpa rasa optimisme yang luar biasa dari sang penulis, yang terlihat dari subjudul tulisan "16 Tahun Hidup yang Sangat Berkesan Sejauh ini”

    Kesan yang luar biasa itu terentang dari RS Harapan Kita hingga Labsky. Pada jarak yang dekat itu, Anandhyka Ramadhan melintasinya melalui rute kehidupan yang menempa dirinya menjadi manusia yang seperti tampak sekarang ini.

    BalasHapus