Minggu, 23 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Alysia Vania Anabel


15 Tahun Penuh Makna


               Nama saya Alysia Vania Anabel, biasa dipanggil Bella.  Saya lahir pada hari Kamis tanggal 9 Januari tahun 1997 di RSIA Hermina, Jatinegara dengan berat 4,2 kg dan panjang 39 cm.  Saya adalah anak kedua dari 3 bersaudara, saya mempunyai seorang kakak perempuan dan seorang adik laki – laki.  

Saya paling kiri dipangku oleh tante
                Bulan November tahun 1998, setelah saya berumur 1 tahun 10 bulan, saya dan kakak perempuan saya, kami berdua dibaptis di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Cawang, Jakarta Timur.
                Saat saya masih bayi sampai berumur 1 tahun, saya susah sekali untuk makan.  Setiap diberi makan saya akan memberontak dan begitu makanan sudah masuk, saya pasti akan memuntahkannya kembali.  Bahkan, menurut opung (panggilan untuk kakek/nenek suku Batak) saya, ia dan pengasuh saya sampai harus mengikat kaki dan tangan saya terlebih dahulu dengan kain jika ingin memberi saya makan agar saya tidak memberontak.  “Kamu dulu kalau mau makan pasti nangis terus…  Seperti tersiksa…” kata mama saya.  Tapi, untungnya saya tetap dapat tumbuh dengan sehat seperti anak – anak pada umumnya.
saya - monic - kakak

Masa Play Group - TK
Playgroup
Saat kakak saya berumur 5 tahun, mama saya kebingungan karena kakak saya sudah harus masuk TK, tetapi ia tidak mau bersekolah jika saya tidak ikut bersekolah sehingga mama saya akhirnya terpaksa menyekolahkan saya juga.  Saya kemudian dimasukkan ke Play Group Katolik BHK (Bunda Hati Kudus), Kota Wisata, Bogor bersama dengan saudara sepupu saya yang umurnya berbeda hanya 2 bulan lebih tua dari saya, sedangkan kakak saya di TK Bunda Hati Kudus.  Sekolahnya berada cukup jauh dari rumah saya yang berada di Cibubur tapi karena saya sudah terbiasa untuk pergi kesana, saya jadi merasa kalau jarak dari rumah saya menuju sekolah tidaklah jauh.  Di awal masuk sekolah, saya diantar dan dijemput oleh tante saya, tetapi hari – hari berikutnya saya menggunakan jasa antar jemput.  Di hari pertama saya bersekolah di PG, guru saya memanggil saya dengan nama depan saya, Alysia, tetapi saya tidak pernah menanggapi setiap kali guru saya memanggil saya dengan nama tersebut sehingga guru saya pun kebingungan sampai akhirnya saat saya dijemput untuk pulang guru saya bertanya kepada tante saya kenapa saya tidak mau menanggapi setiap dipanggil dengan nama Alysia, tante saya pun menjawab: “Panggilnya Bella, bu.  Jangan Alysia.  Kalau dipanggil Alysia nanti anaknya ga mau jawab.”.  Guru saya pun langsung tertawa mendengar hal itu dan sejak itu ia memanggil saya Bella.
saya - monic - kakak
                Setelah setahun di playgroup, saya kemudian melanjutkan bersekolah di TK Bunda Hati Kudus.  TK tersebut masih berada di satu gedung dengan PG sehingga saya tidak menemukan kesulitan dalam mengenali lingkungan TK.  Di TK, jadwal masuk terbagi 2 yaitu menjadi pagi dan siang.  Selama 6 bulan pertama biasanya saya akan masuk pagi dan 6 bulan kedua saya akan masuk siang, jadwal ini dibagi rata agar semua kelas mendapat giliran yang sama, misalnya; di 6 bulan pertama kelas TK A1 – A2 & kelas TK B1 – B2 masuk pagi, sedangkan kelas TK A3 – A4 & TK B3 – B4 masuk siang dan di 6 bulan kedua, bergantian.  Saya sangat senang ketika mendapat giliran masuk siang karena itu berarti saya dapat bermain dulu dengan saudara sepupu saya sebelum kami bersama – sama berangkat sekolah.  Di TK ini saya mulai belajar untuk membaca, menulis, dan berhitung.  Di TK ini saya juga mendapat pelajaran berenang.  Saya sangat senang setiap kali ada pelajaran berenang karena pelajaran tersebut sangat menyenangkan.  Satu hal yang sangat saya sukai dari TK ini selain adanya pelajaran berenang adalah adanya tradisi makan bersama.  Biasanya salah satu murid akan diminta untuk memasak makanan yang nantinya akan dimakan bersama anak – anak sekelas.  Saya senang bersekolah di sini karena teman – teman yang ramah dan lingkungannya yang menyenangkan.

Masa SD
Kelas 3A
                Setelah lulus dari TK, saya kemudian melanjutkan untuk bersekolah di SD BHK.  Hari pertama di SD saya merasa sangat takut karena suasana yang pasti berbeda dari suasana saat di TK, tetapi ternyata, hari pertama saya di SD tidaklah buruk.  Saya dapat dengan cepat merasa nyaman belajar di SD.  Prestasi saya di SD bisa dibilang lumayan bagus, dari kelas 1 – 6 SD saya selalu mendapat peringkat 10 besar di kelas padahal saya bukanlah tipe anak yang suka belajar, bahkan untuk mengerjakan tugas saja saya sampai harus bertengkar dengan mama saya.
                Di kelas 5 SD, saya merasakan pertama kalinya dirawat di rumah sakit karena saat itu saya terserang penyakit DBD, dan karena terserang DBD ini saya harus absen dari sekolah selama kurang lebih 2 minggu.  Rasanya sangat tidak enak karena saya harus dirawat di rumah sakit, diinfus dan saya dipaksa untuk makan 4 sehat 5 sempurna secara teratur.  Untungnya saya dapat sembuh kembali sehingga saya dapat kembali ke sekolah dan dapat mengikuti kegiatan retreat yang diadakan sekolah.  Saya tidak ingin melewatkan kegiatan retreat ini karena ini merupakan kegiatan retreat saya yang pertama.
                Di kelas 6 saya mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi UASBN dan UAS.  Setiap hari saya belajar dan mengerjakan latihan latihan soal yang ada di buku atau yang diberikan oleh para guru – guru, tetapi saya tidak lupa untuk beristirahat dan bermain agar saya tidak merasa penat dan akhirnya saat hari ujian datang, saya bersyukur karena saya dapat mengerjakan segala ujian dengan baik.  Walau saya sudah merasa yakin saat mengerjakan ujian, saya tetap cemas saat menunggu pengumuman hasil ujian.  Saat hari pengumuman tiba, saya dan seluruh teman – teman satu angkatan datang ke sekolah untuk mendengar hasil pengumuman dan ternyata kami semua lulus 100%.  Dan dengan pengumuman itu, berakhirlah masa 6 tahun saya sebagai seorang pelajar SD.

Masa SMP
                Setelah lulus dari SD saya kemudian memilih untuk kembali melanjutkan bersekolah di SMP BHK.  Saya tidak mendaftar di sekolah lain karena saya memang ingin melanjutkan bersekolah di BHK karena banyak teman saya yang kembali melanjutkan bersekolah di SMP BHK.  Sejauh ini, menurut saya masa SMP adalah masa paling menyenangkan bagi saya karena saya banyak mendapat pengalaman menyenangkan bersama teman teman saya.
                Sebelum masuk SMP, saya harus terlebih dahulu mengikuti MOS selama 2 hari.  Dalam MOS ini, saya dan para murid baru lainnya di kenalkan kepada guru – guru yang akan mengajarkan kami selama 3 tahun ke depan, kami juga dibawa berkeliling gedung sekolah agar kami dapat mengenal sekolah tempat kami akan belajar untuk 3 tahun ke depan.  Saya tidak menemui kesulitan dalam berteman karena mayoritas siswa di SMP BHK berasal dari SD BHK yang kebanyakan merupakan teman – teman saya.
                Setelah selesai mengikuti MOS, saya akhirnya resmi menjadi siswa di SMP BHK.  Di masa – masa awal masuk SMP, saya merasa agak kesulitan dalam mengikuti beberapa pelajaran, bahkan nilai saya sempat turun, tetapi untungnya saya tetap dapat memperbaiki nilai tersebut dan tetap mendapat peringkat 10 besar di kelas.  Kelas 8 merupakan masa yang paling menyenangkan bagi saya karena di kelas 8 saya bisa merasa lebih santai dibandingkan dengan saat saya di kelas 7.  Di kelas 8, diadakan study tour mengunjungi 3 tempat yaitu, PP Iptek TMII, Museum Fatahillah dan Dufan.  Kunjungan ke Dufan merupakan kunjungan yang paling menyenangkan di antara 3 kunjungan tersebut.  Di Dufan, setelah mendengarkan penjelasan yang diberikan tentang 3 buah wahana, kami dapat langsung bermain dengan sepuasnya.  Di malam harinya kami kembali ke sekolah dengan badan yang kelelahan tetapi tetap bersenang – senang.
Angkatan 9 SMP BHK
                 

Kelas 9 merupakan masa yang berat tetapi mengasyikkan bagi saya.  Di kelas 9 saya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tryout, pra- UAN, dan UAN.  Saya juga harus mempersiapkan diri untuk mengikuti test penerimaan murid baru di SMA.  Selain mengikuti pelajaran tambahan di sekolah yang memang diwajibkan bagi seluruh murid kelas 9, saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti bimbel dengan harapan agar persiapan saya untuk menghadapi UAN dapat lebih matang.   Meskipun berat, kelas 9 merupakan masa yang mengasyikkan karena pada masa ini saya sudah lebih banyak mengenal teman – teman satu angkatan dan saya mendapat kelas yang sangat menyenangkan.  Di kelas 9 ini saya juga mendapat teman – teman yang menjadi teman dekat saya sampai saat ini, kami juga masih sering bermain bersama sampai saat ini.
17 Agustus
Setelah menghadapi UAN, saya dan teman – teman satu angkatan pergi untuk perpisahan ke Bandung selama 3 hari 2 malam.  Walaupun waktunya hanya sebentar dan tempat yang dituju juga tidak jauh, tapi acara perpisahan tersebut tetaplah menyenangkan bagi saya.  Tanggal 6 Juni 2011, diadakan acara perpisahan resmi yang diadakan di aula SD BHK dan dihadiri para orang tua murid.  Acara perpisahan ini merupakan acara perpisahan terakhir dengan angkatan 9 sebelum kami nantinya akan berpisah di masa SMA.  Sedih rasanya meninggalkan teman – teman saya di angkatan 9 ini karena saya sudah berteman dengan mereka selama 12 tahun sejak saya duduk di Play Group sampai di SMP ini.
                
Kelas 9c



perpisahan SMP

Masa SMA
                Setelah lulus dari SMP saya memutuskan untuk tidak melanjutkan ke sekolah yang sama dan memilih untuk pindah.  Pilihan saya kemudian jatuh kepada SMA Santa Ursula, SMA khusus untuk putri yang berada di daerah Jakarta Pusat karena SMA tersebut merupakan SMA yang bagus dan alasan lainnya adalah karena kakak saya bersekolah di sana.  Saya kemudian belajar dengan giat untuk menghadapi test penerimaan murid baru di sana tapi ternyata usaha saya tidak membuahkan hasil  yang baik karena saya ternyata tidak diterima di SMA tersebut.  Awalnya saya sangat kecewa tapi saya berusaha untuk tidak larut dalam kekecewaan dan mulai mencari SMA lainnya.  Saya kemudian masuk ke sebuah SMA negeri yang terletak tidak jauh dari rumah saya yaitu SMA Negeri 99 Jakarta.
                Saya sangat takut menghadapi masa SMA karena di masa SMA ini saya memasuki lingkungan yang sangat berbeda dari lingkungan saya sebelumnya dan saya takut saya akan susah beradaptasi di lingkungan ini.  Di masa awal masuk sekolah saya merasakan sangat banyak perbedaan dengan saat saya masih di SMP dulu tapi karena ini merupakan keputusan saya untuk tidak melanjutkan ke SMA yang sama dan mencari lingkungan baru, maka saya berusaha keras untuk menyesuaikan diri.  Di masa awal SMA saya menemui banyak kesulitan dalam mengikuti pelajaran matematika dan IPA sehingga seringkali saya mendapat nilai yang buruk di 4 mata pelajaran tersebut.  Selain masalah pelajaran, saya juga mengalami beberapa kesulitan dalam bergaul di SMA karena saya merupakan anak yang pemalu, tapi untungnya saya ternyata dapat dengan cepat memiliki teman dan bergaul dengan teman – teman sekelas.
10-B
                Di masa akhir kelas 10, diadakan penjurusan.  Saya kemudian memlilih jurusan IPS karena saya merasa kalau saya kurang mahir dalam pelajaran IPA dan karena saya memang memiliki cita – cita di bidang IPS.  Setelah kenaikan kelas, saya kemudian memutuskan untuk pindah sekolah.  Saya kemudian mencoba untuk pindah ke SMAK 7 BPK Penabur dan SMA Labschool Kebayoran.  Saya kemudian mengikuti test di kedua SMA tersebut dan diterima di kedua sekolah tersebut.  Tetapi pada akhirnya, saya memutuskan untuk bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.  Saya kemudian masuk di kelas XI IPS 2.
                Harapan saya di masa depan adalah saya dapat lulus dengan nilai yang baik dan dapat melanjutkan pendidikan saya di universitas yang bagus, baik universitas negeri maupun universitas swasta.  Saya juga berharap saya dapat melanjutkan kuliah di jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan, atau Universitas Padjajaran. 
bersama saudara-saudara sepupu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar