Jumat, 14 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Alvinka Vianissa Putri Anugerah

15 Tahun Kehidupan Alvinka yang Fantastis
 
 
Nama saya Alvinka Vianissa Putri Anugerah. Panggil saja Putri. Sebenarnya, nama panggilan saya dari SD sampai SMA selalu berbeda. Tidak ada teman-teman saya yang memanggil saya Putri, melainkan Kujp. Kujp adalah singkatan dari “Buku Jepang”. Awal saya berubah nama adalah saat kelas 7. Saat itu, saya bersama teman saya, Via, sedang berjalan di koridor lantai 2 gedung SMP Labsky. Tiba-tiba ada yang teriak “Buku Jepang!”.  Orang itu bermaksud memanggil Via yang memang ikut ekskul Bahasa Jepang untuk mengingatkan Via tentang bukunya. Namun, malah saya yang nengok. Memang dasarnya Via itu suka merubah nama panggilan orang-orang, jadilah saya dipanggil dengan nama, Kujp dari SMP sampai SMA. Awalnya, saya bertekad akan merubah nama saya lagi menjadi Putri saat SMA, dimana banyak berkenalan dengan orang baru. Ternyata, saya masuk SMA Labsky dan disana banyak teman-teman saya yang dari SMP Labsky memanggil saya Kujp, sehingga teman-teman yang lain juga ikutan. Pupus sudah harapan saya dipanggil Putri.
Saya lahir dari pasangan Vina Destiana Kasim dan Bambang Anugerah Rachmad Riantori. Saya lahir di Rumah Bersalin Asih tanggal 2 November 1996. Kehidupan saya selama 15 tahun ini cukup bahagia. Walaupun ada saat dimana saya merasa lelah, ingin keluar dari rutinitas saya. Tapi pada akhirnya semua bisa saya lalui dengan cukup baik.
MASA BALITA
Tentu saja saya tidak ingat apa yang saya lakukan saat balita. Semua yang saya ceritakan ini berdasarkan ingatan samar-samar saya, cerita keluarga, dan foto-foto.
Saat umur 6 bulan, saya masuk ke sekolah bayi di Kidsport Pondok Indah. Kata Ibu saya, di sekolah itu saya hanya bermain dan belajar berinteraksi dengan orang baru. Sayang sekali sekarang Kidsport sudah jadi PIM 3. Padahal tempat itu merupakan surga bermain saya sampai saya kelas 3 SD.
Kemudian, saya masuk ke playgroup yang bernama KeenKids di daerah Gandaria. Sepertinya playgroup itu menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Karena, ada foto di playgroup saya bersama seorang bule. Mungkin dia guru saya. Saya ingat, pertama kali saya bermain dan tahu lagu “Lingkaran Kecil, Lingkaran Besar” adalah saat saya playgroup. Saya memainkannya di kelas.
Saat saya berumur 2 tahun, saya bersama sekeluarga besar pergi ke Eropa. Tentu saja saya tidak ingat sebagian besar kegiatan saya disana. Saya menginap di rumah salah satu adik dari nenek saya yang tinggal di Amsterdam. Dari kamar, saya bisa melihat tanah kosong di depan rumah dan oom-oom saya yang sedang bermain bola. Sepertinya saat itu adalah musim dingin karena di setiap foto, saya selalu memakai jaket tebal.
Pesta ulang tahun pertama di McDonald's Pondok Indah

 
 

Di Disneyland Paris

Memakai baju tradisional Belanda


 
TAMAN KANAK-KANAK                                                                                                             

Saya menghabiskan 2 tahun dari masa kanak-kanak saya di TK Harapan Ibu di daerah Pondok Pinang. Saya masuk di kelas A-3 dan B-2. Saya ingat dulu saat TK A ada seorang teman saya, laki-laki, yang selalu menangis saat ditinggal ibunya. Saat yang paling saya ingat adalah ketika dia menangis sambil bersandar pada pintu dan saya dengan tenangnya mengerjakan tugas prakarya di depannya.

Ada pramubakti yang paling setia bekerja di sana bernama Pak Yanto. Dulu saya sering mengompol di sekolah dan Pak Yanto lah yang membersihkan ompolan saya itu. Saya jadi terharu.

Saat itu sekolah masih 6 hari seminggu senhingga hari Sabtu pun masuk. Saya dulu bahagia sekali ketika melihat ayah dan ibu saya menjemput sekolah. Lalu setelah itu jalan-jalan dulu sebentar sebelum pulang ke rumah. Biasanya yang menjemput adalah mbak dan supir saya karena kedua orang tua saya bekerja di kantor.


Saya sering mengikuti lomba-lomba pada waktu itu. Seperti lomba menggambar, kartini, dan baca puisi. Saya pernah menang juara harapan 3 lomba menggambar di sekolah saya. Tentu saya sangat senang. Saat lomba kartini, saya sangat tidak suka kebaya beludru hitam yang biasa teman-teman syaya pakai di lomba seperti ini  dan disanggul. Sehingga pada lomba kartini pertama yang saya ikuti, saya memakai kebaya putih betawi biasa dengan rambut yang dicepol. Tentu saja saya tidak menang. Kemudian pada lomba berikutnya, saya akhirnya mau memakai kebaya beludru hitam dan disanggul dengan harapan akan menang. Harapan saya tidak terwujud.
Manasik haji

 
Wisuda TK


SEKOLAH DASAR

Saya kembali bersekolah di SD Harapan Ibu. Saya masuk di kelas 1F, 2E, 3D, 4A, 5D, dan 6D. Saya merasa diri saya paling kekanak-kanakan, aneh, konyol, dan memalukan saat SD. Mungkin pada waktu itu saya berpikir yang saya lakukan, pakai, dan katakan adalah sangat keren. Saat saya melihat kembali diri saya saat SD, saya pun berpikir, “Apa yang saya pikirkan saat itu? Memalukan sekali.”

Di kelas 1, saya memiliki 2 teman dekat. Kami sudah dekat sejak taman kanak-kanak. Namun, kami berada di kelas yang berbeda saat kelas 2 sehingga hubungan kami merenggang. Di kelas 3, saya memiliki 2 sahabat laki-laki, Tio dan Ali. Tentu saya masih punya teman perempuan. Kami bertiga hampir setiap hari Sabtu bermain di Timezone Pondok Indah Mall. Kami bisa menghabiskan waktu yang sangat lama bermain disana. Sampai kelas 4, saya masih sekelas dengan Tio. Namun kami sudah jarang ke Timezone. Saat kelas 5 dan 6, saya masuk ke kelas unggulan. Saya tidak mengerti kenapa saya masuk ke kelas itu karena menurut saya tidak ada perbedaan. Selama 2 tahun kelas kami tidak diacak. Sehingga kami sudah sangat dekat. Sahabat saya di kelas 6 adalah Sania dan Dhira. Sayangnya, kami tidak masuk ke sekolah yang sama saat SMP. Kami pun semakin jarang berkomunikasi.

Di kelas 3, adik saya yang bernama Luna Mairafa Putri Anugerah, lahir. Sebelum adik saya lahir, saya bersama orang tua saya sempat berlibur ke Jepang. Setelah adik saya lahir, kami juga ke Malaysia.
 
Di Tokyo Disneyland

 
Di Malaysia
Hari pertama masuk sekolah dasar


SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Saya bersekolah di SMP Labschool Kebayoran. Saya angkatan 8 yang bernama Scavolendra Talvoreight. Penamaan angkatan seperti ini dan pemilihan ketua angkatan baru dilakukan saat kelas 9. Di kelas 7 dan 8, kami cukup bangga menyebut angkatan kami sebagai angkatan kedelapan. Karena angka 8 tidak memiliki ujung seperti pertemanan kami.

Saya masuk di kelas 7A, 8D, dan 9E. Teman dekat saya selama 3 tahun selalu berubah. Di kelas 7, saya selalu bersama Via, Bonar, dan Nindya. Di kelas 8, Adel, Astrid, Athira, Nana, Mutiara dan Shafiera. Di kelas 9 bersama Anty dan Dinda.

Saya masuk ekskul teater pada semester satu. Ternyata pesertanya sedikit sekali dan semuanya sudah bisa berekspresi dengan baik. Sedangkan saya masih malu dan dalam tahap belajar. Saya pun pindah ekskul pada semester 2 menjadi basket. Saya lumayan bisa bermain basket tapi tidak jago. Karena teman dekat saya mengikuti ekskul ini, saya pun ikutan. Sampai kelas  9 saya tidak berpindah ekskul.

Saat liburan kenaikan kelas 8 ke 9, saya mengikuti program pertukaran pelajar ke Singapura dan Malaysia. Saya sempat bersekolah selama 3 hari di Cempaka Damansara School, Malaysia. Setelah itu kami berjalan-jalan di Singapura. Sebelum saya mengikuti program internasional ini, saya juga mengikuti yang lokal dan nasional. Saya ke SMPN 13 Jakarta dan SMP 3 Semarang.

Tahun ketiga merupakan tahun yang paling seru bagi saya. Walaupun sudah mendekati ujian nasional, tampaknya kelas saya santai-santai saja dan tidak terlalu tegang dalam menghadapi ini. Beberapa dari kami, termasuk saya, saat selesai ujian semester sempat ke 711 Bulungan atau sekedar bermain-main di Taman Langsat dan Taman Ayodya sebelum pulang ke rumah.

Ujian nasional pun akhirnya tiba. Alhamdulillah dapat saya lalui dengan cukup baik. Perpisahan kami sebagai 1 angkatan pun sudah di depan mata. Kami memang berpisah secara fisik, masuk ke SMA yang berbeda. Tetapi, kami akan tetap selalu satu menjadi Scavolendra Talvoreight :-)
Kota Tua, Desember 2009

 
Lari pagi terakhir angkatan 8 di SMP Labsky

 
Buka puasa bersama kelas 9E


SEKOLAH MENENGAH ATAS

Dari SMP ke SMA saya hanya pindah gedung. Masih di sekolah yang sama, yaitu SMA Labschool Kebayoran. Saya masuk di angkatan 11 yang bernama Dasa Eka Cakra Bayangkara. Hampir setengahnya dari murid angkatan 11 adalah lulusan SMP Labsky.

Di kelas X, saya masuk di kelas XA. Teman saya yang dari SMP Labsky sangat sedikit. Hanya 5 perempuan dan 3 laki-laki. Jadi, kami berlima itu selalu bersama di awal-awal masuk kelas X. Mulai di akhir semester 1, kami mulai membaur dengan anak perempuan yang lain dan jadilah kami teman tak terpisahkan sampai sekarang. Di semester 2, kami mulai kompak satu kelas. saya sangat senang berada di kelas XA ini. Karena semua anak-anaknya seru dan baik. Di akhir tahun ajaran, kami pergi refleksi ke Puncak. Kami menggunakan 1 rumah untuk kami semua 38 orang. Anak perempuan tidur di lantai atas, sedangkan yang laki-laki tidur dibawah. Di lantai bawah, terbentang banyak kasur untuk kami tidur, begitu pula di lantai atas. Sudah jam 11 malam tapi kami tetap seru main UNO. Saya pun ketiduran di lantai bawah karena mengantuk dan tidak kuat naik ke lantai atas.

Bulan Juni-Juli 2012 kemarin, saya dan 33 orang lainnya mengikuti program Misi Budaya ke Turki yang diakhiri dengan tur ke sebagian Eropa. Ada 17 penari yang dibagi dalam 2 grup dan 10 pemusik. 2 pelatih kami dan seorang guru pembimbing, ibu Yuni, pun turut menemani kami. Setelah festival selesai, barulah 2 orang tour guide dan keluarga guru pembimbing kami ikut.

Kami mengikuti International Buyukcekmece Culture and Art Festival di Buyukcekmece, Turki. Kami menampilkan 7 tarian, yaitu, Tari Tifa, Tari Piring, Tari Tokecang, Nandak Ganjen, Soya-Soya, Tari Lontar, dan Saman. Di festival ini, kami bertemu banyak sekali teman-teman baru dari berbagai negara. Kami terlihat seperti anak kecil dan tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka yang umumnya sudah berumur 20 tahunan dan mahir dalam menari dan bermain musik. Kami mendapat penghargaan Best Performance Female. Kami sangat senang dan bangga dapat mengharumkan nama Indonesia, tim kami, dan sekolah kami di ajang internasional.

Di kelas XI, saya masuk jurusan ipa kelas XI IPA 2. Kelas saya ini seru seperti XA. Jadi saya sangat senang masuk ke kelas ini. Belum ada banyak cerita di kelas XI karena baru sekitar 2 bulan kami bersama.
 

Refleksi kelas XA

 
Di Menara Eiffel, Paris bersama Sekar

 
Naik gondola di Venesia bersama Rani

 
Buka puasa bersama XI IPA 2


Begitulah kehidupan saya selama 15 tahun pertama ini. Cukup menarik bukan? Karena saya yang menjalani jadi saya bilang sangat menarik. Saya bersyukur diberi teman-teman yang baik dan keluarga yang baik juga. Saya juga bersyukur masih diberi nikmat sampai hari ini. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar