Sabtu, 22 September 2012

Tugas-1 Autobiografi Alissa

16 Tahun Yang Tak Terlupakan

            Nama saya Alissa, biasa dipanggil Alissa. Saya berusia 16 tahun 9 bulan. Pada hari Rabu tanggal 6 Desember 1995 saya dilahirkan di Rumah Sakit Bersalin Asih di daerah Panglima Polim sebagai anak pertama dari pasangan Zulhanif Syarief dan Endang Sukarini. Ayah saya bekerja di PT Tempo Scan Pacific sedangkan Ibu saya bekerja di BNI. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saya memiliki 1 orang adik perempuan berusia 8 tahun yang bernama Rahma Dhania. Saya tinggal di daerah Bintaro. Menonton film, membaca novel, atau sekedar jalan-jalan ke mall sudah dapat dipastikan menjadi kegiatan yang akan saya lakukan apabila sedang tidak ada kegiatan. Saya adalah seorang pecinta makanan, rasa ingin tahu saya terhadap rasa suatu makanan yang belum pernah saya coba sangat tinggi.


Masa Anak-Anak

            Pada tahun 1998 Ibu saya berniat untuk mulai memasukkan saya ke kelompok bermain di Al-Azhar Bintaro, tetapi karena usia saya pada saat itu kurang beberapa bulan pihak sekolah tidak bisa menerima saya. Saya baru bisa masuk ke sekolah tersebut pada tahun 1999. Saya sangat senang ketika masuk kelompok bermain, karena disana lah saya mengenal orang lain dan mulai belajar bersosialisasi dengan kehidupan luar yang lebih nyata. Ibu dan Ayah yang bekerja membuat saya selalu di titipkan di rumah saudara saya setiap pagi hari sampai sore hari. Hal itu membuat saya dekat dengan saudara-saudara saya yang usianya tidak terlalu jauh dengan saya.

            Pada suatu malam di Bulan Oktober tahun 1999 saya mengalami panas tinggi. Sudah hampir seminggu meminum obat dari dokter panas saya tidak juga turun, dokter mnganjurkan saya untuk melakukan tes darah. Setelah hasilnya keluar saya dinyatakan terkena penyakit typus. Karena saya harus dirawat, benda runcing bernama ‘jarum’ menjadi sahabat saya selama beberpa hari tinggal disana. Semenjak saat itu jarum menjadi musuh terbesar saya.

            Di tahun 2000 saya masuk ke tingkat Taman Kanak-kanak. Saat itu TK yang terdekat dari rumah saya adalah TKI Al-Azhar 17 Bintaro, maka saya masuk ke sekolah tersebut. Di TK saya menambah banyak pengalaman dengan mengikuti berbagai macam lomba. Mulai dari lomba membaca cerita, lomba membaca Al-Quran, lomba menggunakan baju daerah, sampai lomba memperagakan gerakan shalat

Bersama saudara di Taman Safari
Tahun Baru 2001 
Bersama Mama di Singapura

Masa SD

            Tahun 2002 saatnya saya memasuki tingkatan pendidikan yang lebih serius, yaitu Sekolah Dasar. Di SD saya mulai belajar membaca dan menulis, belajar menghitung dan belajar untuk memahami hal-hal yang akan berguna untuk kehidupan. Sampai dengan kelas 3 saya masih aktif dalam berbagai kegiatan yang berbau seni di sekolah seperti drama akhir semester dua yang akan ditampilkan ketika pengambilan laporan hasil belajar. Saya masuk ke kelas 1-B dengan wali kelas Ibu Sri Wahyuni. Bu Sri adalah wali kelas yang sangat baik dan perhatian terhadap murid-murid kelasnya. Apabila ada murid yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran Bu sri akan dengan senang hati memberikan pelajaran tambahan setiap sepulang sekolah atau di hari libur seperti Sabtu dan Minggu.

            Pada suatu hari di pertengahan bulan Februari tahun 2003 Ibu saya memberitahukan bahwa ia sedang mengandung adik saya yang pertama. Setelah menunggu selama kurang lebih 8 bulan, walaupun lahir secara premature akhirnya adik saya dapat hadir dengan selamat ke dunia pada tanggal 31 Oktober 2003 di Rumah Sakit Premier Bintaro. Saya merasa sangat senang karena setelah hampir 8 tahun saya menjadi anak tunggal akhirnya saya bisa merasakan menjadi seorang ‘kakak’. 2 bulan setelah adik saya lahir saatnya saya merayakan ulang tahun saya yang ke 8. Saya mengadakan pesta kecil di sekolah. Biasanya pada pesta seperti ini orang tua murid yang berulang tahun akan ikut hadir, tetapi karena Ibu saya harus menjaga adik dirumah dan Ayah saya sedang bekerja dengan terpaksa saya merayakan ulang tahun saya yang ke-8 sendirian.


Bersama Mama di Thailand
Bersama Papa di Thailand


Bersama teman SD
Bersama Papa

Masa SMP

            Tahun 2008 adalah tahun dimana saya akan masuk ke jenjang kehidupan yang lebih tinggi, yaitu masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Awalnya saya di terima tanpa harus melakukan tes di SMP Al-Azhar Bintaro karena itu orang tua saya memasukkan saya ke sekolah tersebut, tetapi karena saya sudah terlanjur membeli formulir untuk mengikuti tes masuk di SMP Labschool Kebayoran orang tua saya menganjurkan untuk tetap mengikuti tes masuk dengan alasan untuk menguji kemampuan saya. Alhamdulillah, ternyata saya lulus tes masuk SMP Labschool Kebayoran. Setelah berdiskusi dengan orang tua khirnya saya memutuskan untuk masuk ke SMP Labschool Kebayoran. Pertama kalinya saya menggunakan seragam SMP sangat berbeda rasanya. Di SD saya menggunakan rok selutut berwarna putih atau hijau, di SMP saya menggunakan rok panjang berwarna abu-abu.

            DI kelas 7 saya mengikuti berbagai macam kegiatan sekolah seperti Masa Orientasi Sekolah atau yang lebih dikenal dengan Labs Fresh School Day, KALAM, dan Latihan Dasar Kepemimpinan siswa. Di kegiatan-kegiatan tersebut kakak-kakak pengurus OSIS dan MPK pasti dilibatkan, hal itu memotivasi saya untuk bisa menjadi pengurus OSIS atau MPK seperti mereka. Saya mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan SIswa dengan serius. Lalu saya mengikuti orientasi dimana kemampuan saya di bidang agama, fisik, bakat, dan berbicara didepan publik diuji oleh beberapa guru dan kakak-kakak pengurus OSIS. Tahap yang ketiga adalah Orientasi Lanjutan, di tahap ini para calon pengurus OSIS dan MPK diajak untuk mengikuti kegiatan yang meningkatkan solidaritas, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab. Tahap terakhir adalah Lari Lintas Juang, pada tanggal 17 Agustus 2009 saya mengikuti kegiatan ini untuk yang pertama kalinya. Rasa senang sampai takut tidak bisa mengikuti dengan baik bercampur menjadi satu. Setelah tiba kembali di Labschool kebayoran saya merasa sangat senang.  Akhirnya saya dilantik menjadi Seksi Dana Usaha 2 OSIS-MPK Hasthaprawira Satya Mahadhika.

8C!
Hasthaprawira Satya Mahadhika
Lari Pagi terakhir 9E
Scavolendra Talvoreight
Bersama Irdita, Via, Reyhan, Fikry, Kujp, dan Anty


Masa SMA

            Tahun 2011 pun tiba. Tahun dimana saya akan memulai hidup yang lebih serius karena akan menghadapi ujian nasional dan akan menjadi siswi Sekolah Menengah Atas. Setelah bertanya-tanya kepada saudara-saudara saya, keluarlah beberapa nama sekolah yang akan saya jadikan ‘calon’ sekolah saya. Salah satunya adalah SMA Labschool Kebayoran. Tiba-tiba Bu Thya, guru BK saya di SMP mengumumkan bahwa formulir jalur khusus masuk SMA Labschool Kebayoran akan segera dijual. Mendengar berita itu Ibu saya langsung membeli formulir itu. Beberapa minggu setelah pengumpulan formulir dan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk seleksi tahap 1 saya mendapat surat hasil seleksi dan dinyatakan lulus. Satu minggu setelah itu wawancara untuk tes seleksi tahap 2 dilaksanakan. Saya diwawancara oleh Pak Eris. Tidak lama setelah tes seleksi tahap 2, semua peserta tes dipanggil oleh Bu Thya untuk dibagikan hasil akhir yang menentukan masuk atau tidaknya kami ke SMA Labschool Kebayoran. Setelah menerima surat itu Bu Thya memberi tahu untuk membukanya di rumah bersama orang tua agar jika hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita ada orang tua yang akan menenangkan. Saya langsung meminta izin untuk membuka surat itu sendiri kepada Ibu saya dengan mengirimkan SMS. Ditemani 2 orang sahabat, akhirnya saya membuka surat tersebut dan Alhamdulillah saya dinyatakan lulus. Saat itu rasanya lega sekali seperti menemukan sungai di tengah gurun pasir karena saya bisa lebih fokus ke ujian nasional setelah mendapatkan sekolah.

            Ujian nasional tinggal menghitung bulan, saya semakin sibuk mengikuti les dan paket di sekolah. Dari 3 tes paket yang diadakan sekolah, nilai saya menunjukkan bahwa saya bisa lulus walau dengan nilai yang pas-pasan. Melihat orang tua saya yang sudah pasrah saya menjadi lebih termotivasi untuk membanggakan mereka dengan mendapatkan nilai yang lebih bagus. Akhirnya ujian nasional tiba. Saya mengerjakan soal demi soal dengan serius dan teliti. Saat membuka surat hasil ujian saya merasa sangat puas dan senang karena nilai saya jauh dari target saya. Dari yang sedikit di atas rata-rata kelulusan menjadi sedikit mendekati nilai sempurna. Akhirnya proses belajar pagi-siang-malam itu terbayar dan tidak sia-sia.

            Hari Jumat yang cerah di bulan Juli 2011 setelah melewati liburan yang hampir 3 bulan lamanya saya menginjakkan kaki lagi di Labschool Kebayoran. Bukan sebagai siswi SMP Labschool Kebayoran, tapi sebagai siswi SMA Labschool Kebayoran. Tidak lagi menggunakan rok biru tua, berubah menjadi rok abu-abu. Di jenjang inilah pada akhirnya predikat saya sebagai anak-anak di lepas. “Di SMA ini saya harus lebih fokus belajar agar bisa masuk ke universitas yang diinginkan dan bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan” Itulah yang saya ucapkan kepada teman saya ketika memulai kehidupan SMA ini. Saya masuk di kelas X-C. Di kelas ini saya memiliki 33 teman, lebih dari setengah kelas ini berasal dari SMP Labschool Kebayoran membuat saya cepat beradaptasi dengan situasi dan kondisi kelas. Saya dan teman-teman saya di X-C memiliki ketua kelas dan wali kelas. Ketua kelasnya adalah Bhagas Aufa Handoyo sedangkan wali kelasnya adalah Bu Fitri Hidayani.

            Masuk ke kelas X-C saya sempat merasa telah memasuki kelas yang salah. Terlalu banyak kelompok-kelompok kecil ketika bermain dan terlihat kelas ini tidak memiliki potensi untuk menjadi kelas yang akur dan kompak. Tetapi setelah melewati berbagai macam program-program sekolah seperti Masa Orientasi Sekolah, Trip Observasi, dan Bintama bersama-sama saya dapat merasakan bahwa perkiraan saya tadi salah. Lama kelamaan kelas ini menjadi kelas yang bisa menyatu, kami semua akan saling membantu apabila ada teman yang kesusahan, kami juga akan menghadapi masalah yang mungkin disebabkan oleh satu atau dua orang bersama-sama. Saya mulai menemukan arti teman ‘keluarga di sekolah’ setelah masuk di X-C. Masih saya ingat dengan jelas masalah-masalah konyol yang dibuat XC tetapi tetapi masalah-masalah itulah yang membuat kami semakin dekat dan mengajarkan kami untuk tidak membiarkan masa remaja kami yang singkat ini terlewatkan begitu saja.

            Salah satu tragedi yang tidak akan bisa saya lupakan adalah yang tejadi di hari ulang tahun Fadlan, salah satu teman saya di X-C. Hari itu sepulang sekolah semua murid laki-laki dikelas saya berniat untuk memberikan kejutan untuk Fadlan. Dengan berbekal tepung terigu, telur, susu kental manis, dan mentega mereka segera menyerang Fadlan ketika bel pulang berbunyi. Tapi niat usil itu berakhir tragis dengan keluarnya surat peringatan dari pihak sekolah. 

            Awal kehidupan SMA saya terasa sangat indah. Teman baru, sekolah baru, guru baru, pelajaran baru, semua baru. Sampai ketika saya mulai menemukan kesulitan dengan pelajaran yang menjadi pelajaran inti jurusan yang saya idam-idamkan, IPA. Kehidupan SMA yang indah itu berubah menjadi kehidupan SMA yang mengerikan. Lebih mengerikan dari ujian nasional SMP yang katanya masa paling mengerikan bagi anak-anak. Setelah melihat hasil belajar saya di bidang IPA yang tidak begitu memuaskan dan melihat bahwa saya tidak tertarik untuk memasuki fakultas kedokteran ataupun teknik, saya memutuskan untuk masuk ke jurusan IPS.

            Sudah terlalu dekat dengan X-C membuat saya sangat takut ketika saatnya kenaikan kelas tiba. Di kelas XI sudah mulai di terapkan sistem penjurusan. Dari 34 murid di X-C akan ada teman yang masuk ke IPA dan ada yang ke kelas IPS. Setelah pembagian kelas diumumkan ternyata saya berada pada kelas yang sama dengan beberapa teman dari X-C yaitu Pakin, oya, Randy, dan Via di kelas XI IPS 2. Selain teman-teman dari X-C, hanya sedikit teman dari kelas lain yang sudah saya kenal. Minggu pertama masuk di kelas XI saya merasa kurang nyaman karena suasana kelas yang sangat sunyi, berbeda dengan X-C yang sangat gaduh. Seiring dengan berjalannya waktu XI IPS 2 sudah mulai kelihatan ‘aslinya’. Sekarang saya sudah mulai merasa nyaman di kelas XI IPS 2.

Study Tour Dasecakra
X-C dan Bu Riri
Refleksi X-C di Jambu Luwuk
Buka Puasa Bersama XI IPS 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar