Minggu, 16 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Adinda Salsabila

KISAH PENUH MAKNA, 16 TAHUN HIDUP DINDA

    "16 tahun  telah dilewati, 16 tahun telah dilalui, 16 tahun telah di hadapi"

    Masa balita

     Hari kamis pukul 16.08 pada tanggal 26 november 1995 lahir seorang bayi perempuan dengan selamat di rumah sakit Hermina jakarta. Bayi yang terlahir dengan berat 3,4 kg dan panjang 48cm ini diberi nama Adinda Salsabila Arfiansyah. Ya, bayi perempuan itu adalah aku. Aku adalah anak ke 3 sekaligus anak bungsu dari pasangan Doddy Arfiansyah dan Triana Udjinurani. Aku memiliki 2 orang kakak yang bernama Annisa paramita Arfiansyah dan Luthfi shalihuddin Arfiansyah. 

Saat Aqiqah bersama kakak-kakak dan nenek

Aku saat umur 3 minggu dengan bunda

Aku saat umur 10 bulan dengan ayah

    Ada satu pengalaman aneh saat balita yang masih aku ingat sampai sekarang. Setika aku berumur sekitar 2-3tahun, aku dan keluarga besarku berlibur ke taman safari. Ketika kami sudah sampai di penginapan dan semuanya sedang beristarahat, aku iseng membuka salah satu kamar yang ada di penginapan itu, dan saat aku membukanya aku melihat seperti harimau yang sedang tidur membelakangiku, aku langsung menangis dan berlari ke arah bunda. Harimau yang aku lihat ternyata adalah kakakku yang sedang tidur dengan selibut motif loreng. Setelah insiden ’Harimau’ itu kami sampai pindah penginapan dan memastikan kalau selimutnya bukan motif harimau. Oke, aku akui pengalaman ini cukup aneh. Walupun aneh tapi pengalaman itu tak akan aku lupakan.
Aku dengan kakak-kakakku di Taman Safari (insiden 'Harimau')


    Masa TK

     Pada tahun 2000 saat umur 5 tahun, aku masuk TK Al- Azhar syifa budi. Aku masuk kelas A-1 dengan wali kelas bu Eha. Pada masa TK saya mengalami pengalaman-pengalaman baru, seperti mempunyai teman, belajar mewarnai, membaca, menulis, dan keterampilan. Dulu saya tidak memiliki masalah apa-apa di TK, namun semua berubah, saat salah satu temanku yang bernama Icha, yang tiba-tiba saja mencubitku selama 3 hari beturut-turut saat dikelas. Walaupun aku selalu mengangis tapi entah kenapa aku tidak mau mengadu ke bunda, sampai akhirnya salah satu guruku yang melapor pada orang tua Icha dan orang tuaku. Dan setelah itu masalah selesai! 

    Ketika TK aku sering sakit-sakitan karena metabolisme tubuhku kurang baik dan walaupun sedang sakit, saya tetap bermain dengan kakak-kakak dan sepupu-sepupuku yang pada akhirnya aku malah tambah drop. Kata bunda, aku ini anak yang cengeng, susah ditinggal ”dinda itu dulu cengeng banget, harus dibeliin sesuatu atau main sama kakak dulu baru bisa bunda tinggal” itulah yang dikatakan bunda.

Aku (duduk kedua dari kiri) dengan kakak, sepupu, dan nenek
Aku dengan sepupu
 
     Ada pengalaman aneh lagi juga aku alami saat TK. Ketika aku ke toilet dan ingin membuka kuncinya, kuncinya macet, karena aku panik dan tahu tidak ada orang lain selain aku di toilet saat itu. Aku mencoba menarik kuncinya dengan gigiku, alhasil, gigiku patah setengah! Karena makin panik dan entah mendapat kekuatan darimana, aku akhirnya bisa membuka pintu itu. Sesampainya di rumah aku menceritakan ke orang tua dan kakak-kakakku, mereka malah menertawakanku. Akhir tahun ajaran 2001, kelas kami membawakan tarian daerah yang aku lupa tarian apa itu, yang pasti murid siswi memakai kebaya. Dan akupun naik ketingkat TK B dengan kelas B-4. Namun setelah beberapa hari di B-4 tiba-tiba wali kelasku yang bernama bu Tari berkata ”dinda nanti pindah ke kelas B-3 ya” dan tanpa aku katahui alasannya akupun pindah ke kelas B-3 dengan wali kelas bu Ida. Walaupun dengan kelas baru, itu tidak menjadi masalah buatku, aku malah lebih nyaman bersama teman-teman di kelas b-3 daripada di B-4. Pada wisuda TK, kelas kami membawa tarian dengan konsep arab, kelas kamipun sukses membawakan tarian itu. Dan akupun lulus TK.

Saat TK A (paling bawah di sebelah kiri guru)

    Masa SD

     Pada tahun 2002 aku masuk SD Al-azhar syifa budi. Ayah dan bunda tidak mau aku di masukan ke SD lain karena kata ayah ”SD di al-azhar aja ya. Biar gampang nganter kalian”. Ternyata aku dimasukan ke al-azhar lagi agar ayah tidak repot-repot nganterin aku dan kakak-kakakku berhubung kami ada di satu gedung. Aku masuk kelas 1-B dan menemukan banyak teman disana.

    Tak terasa satu telah berlalu, aku naik kelas ke kelas 2. Pada saat libur kenaikan kelas, bunda tiba-tiba nanya aku ”dinda mau gak pake jilbab?”. Entah kenapa aku langsung menjawab ”iya”. Akhirnya ketika awal ajaran baru aku sudah memakai jilbab. Nah, masalah kembali terjadi, karena belum terbiasa memakai jilbab, aku sering lepas ketika di sekolah dan pada akhirnya entah bagaimana caranya bunda tahu dan langsung menegurku ”kamu kalau mau pake jilbab jangan dilepas, kalau lepas-lepas terus mending gak usah pake”. Setelah ditegur, aku tidak mau melepas jilbab lagi di sekolah.

Saat pertama kali memakai jilbab
 
    Beberapa teman-temanku sempat aneh melihat perubahanku yang cukup drastis. Yang tadinya rambutnya sering dikuncir-kuncir, pake ikat rambut dan jepit warna-warni jadi ditutupi bak lontong. Tapi aku tidak mempedulikannya dan tetap memakai jilbab. Aku ingat pengalaman memalukan saat kelas 2. Jilbabku pernah ditarik oleh salah satu temanku sampai jilbabku lepas. Aku langsung ngumpat dan nangis. Sejak saat itu aku harus selalu waspada agar temanku tidak ada yang menarik jilbabku lagi.

    Kita longkap ke kelas 6 dikarenakan aku sudah kupa kejadian kelas 3-5. Kelas 6 adalah tahun ajaran terbaikku saat SD, berbagai pengalaman seru semua berkumpul di kelas 6. Dari mulai ESQ, pemantapan, UN, trip bandung, dll. Pada tahun inilah pertama kali aku mengenal apa itu Ujian Nasional. Hari telah dilewati, minggu telah dilalui, bulan telah dihadapi UN-pun semakin dekat, saatnya foto untuk kartu legitimasi UN, tapi entah syarat darimana, guru bilang ”telinga ’HARUS KELIHATAN’” sontak aku kaget karena aku memakai jilbab. Berhubung hanya aku SATU-SATUNYA yang memakai jilbab, tak ada satu temanpun yang mau membantuku dengan ikhlas membujuk guru agar memperbolehkanku foto pakai jilbab. Serasa kembali ke tahun 1985 dimana jilbab masih dianggap hal aneh, aku tetap membujuk guru sampai nyaris nangis. Pada akhirya salah satu guruku memperbolehkanku foto dengan jilbab. Tahun 2005 aku lulus SD dan melanjutkan ke janjang yang lebih tinggi. Yaitu, SMP.

Saat wisuda SD (urutan ketujuh dari kanan)

  
    MASA SMP

     Pada masa ini pengalaman baru mulai aku rasakan. aku masuk SMP Al-azhar syifa budi (lagi) karena nem-ku yang pas-pasan dan sulit untuk masuk SMP negri. Tahun ajaran pertama di SMP aku masuk ke kelas 7-1 dengan wali kelas terkece di SMP, pak Firman. Di SMP aku mulai mempelajari pelajaran yang berbeda dengan SD. Di SMP pelajaran IPS, IPA, dan agamanya dipisah-pisah. Saat SMP aku bertemu dengan teman baru yang bernama Selma. Karena memiliki kegemaran yang sama, aku jadi dekat dengannya, dan aku berteman dengan beberapa teman baru dan teman dari SD dulu. Masa SMP adalah salah satu masa yang tak akan aku lupakan. Sedih, senang, dan segala macam perasaan semua bermula di SMP karena aku sudah mulai beranjak remaja.

     Pada kelas 1 SMP, aku dan teman-temanku pernah membuat klub yang bernama 4a² yang disingkat menjadi ’4 anak ajaib’ karena klub ini hanya beranggotakan 4 orang, yaitu, aku, selma, aya , dan tia. Setiap anak mempunya jabatan dan kartu tanda pengenal masing-masing. Teman-teman yang lainnya sampai menertawakan kami dan menganggap kami aneh, tapi kami masa bodo dan tetap menjalan aktifitas sebagai 4a². Namun seiring berjalannya waktu, klub itu bubar dengan sendirinya walaupun kami berempat terkadang sering mengungkitnya.

Saat SMP dengan teman-teman (ki-ka: Detta, aku, Fasya, Aya, Karin)

     Pada tahun ajaran ke 2 di SMP, aku tak merasakan perubahan apapun di SMP, tetap sama dan tetap seru. Tapi, saat aku kelas 2 SMP, aku kehilangan salah teman-teman dekatku, karena mereka aksel dan lulus duluan. Salah satunya ada yang bersekolah di SMA Labschool kebayoran, namanya Adetta putri (pak sobirin mungkin kenal xD) aku berniat menyusul dia ke labsky, maka dari itu aku bertekad belajar dengan giat walaupun malas-malasan terus. Lagi, tak terasa aku sudah kelas 3 dan harus menghadapi UAN. Keresahan ketika SD terulang lagi. Namun, dengan dukungan penuh dari guru, semua teman-teman, dan keluarga aku bisa menghadapinya UAN dengan lancar

    Hari sabtu, tanggal 4 juni 2011 adalah hari yang meneggangkan sekaligus hari yang ditunggu-tunggu. Ya, hari pengumuman kelulusan. Tak hentinya aku berdoa yang terbaik untuk nasib kelulusanku. Alhamdulillah aku lulus SMP dengan nem yang lumayan bagus. Disaat teman-temanku yang lainnya sibuk untuk tes SMA negri, aku hanya kipas-kipas karena kau sudah diterima di sekolah favoritku Labschool kebayoran.


Saat wisuda SMP (urutan paling kanan)

    Masa SMA

     Masa SMA adalah masa yang paling unik. Dimana di SMP-ku dulu tidak ada MOS, sekarang ada MOS dan persiapannya juga sangat sulit. Pada hari jumat, 8 juli 2011 (pra MOS) aku berkumpul dengan kelompok MOS yang sudah dibagi guru dan kakak pendamping yang bernama kak Kara. Lalu kami diberi prosedur yang harus kami lakukan untuk menjalankan MOS di Labsky, pertama kami diberi kode-kode aneh yang harus kami pecahkan dan itu adalah kode makanan, lalu laki-laki harus disepatu 3, yang perempuan dikuncir kuda. Setelah itu kami disuruh dibuat nametag yang sulit. Dengan kerjasama kelompok akhirnya nametag pun selesai. 

Nametag MOS (kanan) dan Nametag TO (kiri)

     Hari senin, hari pertama MOS, kami berkumpul di sekolah jam 5.30 untuk lari pagi. Sumpah, aku bener-bener tidak kuat! Benar-benar capek! Tapi mau diapain lagi kami harus mengahadapinya.Yang terparah dari MOS adalah ’makan komando’ itu benar-benar hal yang paling saya takuti, namun, teman-teman kelompokku saling membantu agar makanan semuanya habis.

     3 hari telah dijalani, walaupun ada sedikit masalah di hari terakhir yang berawal dari kesalahpahaman. Namun, aku sangat senang karena MOS telah berakhir. Setelah MOS, akupun bertemu teman satu kelas yang ternyata adalah kelompok MOS kemarin. Kagiatan wajib lainnya yang aku jalani adalah PILAR yaitu pesantren kilat ramadhan. Saat itu aku bertemu dengan teman-teman baru. Selama 3 hari kami dididik oleh kakak DT. Tapi yang diherankan, kenapa sahur dan buka makannya tetap komando? Entahlah, hanya Allah dan OSIS yang tahu.

    Kegiatan wajib yang aku jalani lainnya adalah PRA TO dan TO. Mungkin, Pra TO adalah salah satu masa tersulit kami di Labschool, dengan teriakan menggelegar dari OSIS terutama BN, kami pun harus siap dibentak oleh mereka. Hal yang kami lakukan saat itu adalah mengecat tongkat membuat nametag yang 2x lebih susah saat MOS. Kami, kelompok 3 yang terdiri dari aku, bayu, abi, adnin, andre, aqel, ziha, dan naryn dangan kakak PDP kak nabila dan kak Chicha, dan satu guru pendamping bu Rima. Kami membagi-bagi tugas dan akhirnya selesai tepat waktu. Dan saat Pra TO per kelompok harus menampilkan drama dengan tema yang sudah tersedia. Kelompok kami menampilkan ’Teletubbies’ dan Alhamdulillah penampilan kami membawa kami keperingkat 3. kami pun harus menampilan kami pada saat TO nanti. 

    Serunya Pra TO adalah kami mendapat ketua angkatan dan nama angkatan yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara atau disingkat menjadi DASECAKRA. Dan semua kesulitan Pra TO terbayarkan di TO. Kami pergi ke desa Parakan ceuri, Purwakarta. Dengan pak afifudin dan bu zaenab sebagai orangtua asuh kami selama di sana. TO adalah salah satu kegiatan yang tak akan aku lupakan.

Saat TO bersama Kelompok 3, Kak Nabila, Kak chicha, bu Rima, dan Orangtua asuh

     Pada akhir bulan Januari, aku dan teman seangkatan (beserta guru-guru tentunya) pergi menuju Bandung untuk studi lapangan. Dengan kelompok dan bis yang sudah dibagi sebelumnya, aku pergi menuju PT Len industri dan kelompok lain menuju lokasi mereka masing-masing. Setelah itu kami semua menuju museum geologi dan siangnya kami menuju penginapan. Aku sekamar dengan Vania, Wina, dan Demira. Beruntungnya, kamar kami bersebelahan dengan kamar Aya, Niken, Zahra, dan Gia yang akhirnya kamar kami penuh karena mereka selalu main ke kamar kami. Malamnya kami ada malam keakraban. Esoknya, kami pergi ke Ciater, bukan untuk belajar, melainkan untuk liburan. Selesai dari Ciater, kami akhirnya pulang menuju jakarta.
Dasecakra saat di Ciater
  
     Beberapa bulan kemudian, kami akhirnya menghadapi hampir semua murid takuti. Ya, BINTAMA. Kami berangkat dari jakarta jam 6 pagi. Perjalan kami di penuhi oleh canda tawa atau lebih tepatnya ”tertawa sebelum dilarang”. Bagaikan menghadapi perang atau menjadi pemeran di film ’the hunger games’, kami pun meyiapkan mental kemampu kami. Bersiap akan mendengar teriakan menggelar dari OSIS BN ditambah KOPASUS. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya? Maka dari itulah banyak murid yang beranggapan bahwa bintama itu adalah mimpi buruk.

Sesampainya disana, seperti yang sudah kuduga. Teriakan kopasus lah sambutan ’hangat’ untuk kami. Lalu kami berkumpul dan di bagi per kompi dan per pleton. Aku masuk ke pleton 3 kompi 1 dengan pelatih yang bernama pelatih ribut dan kak Riandri sebagai pendamping. Selama disana kami belajar banyak untuk mandiri. Setelah 6 hari dibina akhirnya kamipun melaksanakan upacara penutupan. Dengan suara dentuman TNT yang keras dan tangis haru. Kamipun pulang menuju jakarta. Makan komando, tindakam, HTS, caraka malam, survival, ’inspeksi’ tengah malam, api unggun. Itu semua adalah pengalaman yang sulit untuk dilupakan.

Saat Bintama dengan pelatih Ribut, kak Riandri dan kompi 1

     Setelah mengahadapi semua kegiatan di kelas 10, dengan jerih payah yang sangat besar. Akupun naik ke kelas 11, harapanku adalah aku bisa masuk mendapat nilai yang terbaik, dan tidak mengulangi semua nilai kurangku saat kelas 10. Walaupun banyak tekanan, kelas 10 adalah masa-masa yang akan saya ingat selalu.

XD saat lari pagi terakhir
X-D before (2011) and after (2012)
    Itulah kisah 16 tahun hidupku. Ketika aku menulis ini, aku ingin sekali kembali ke masa lalu, dan aku tahu itu mustahil. Walaupun dialami dengan berbagai perasaan, aku sangat menikmati hidupku saat ini. Dan aku berharap akan mendapatkan masa depan yang cerah dan menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar