Jumat, 21 September 2012

Tugas 1 Autobiografi Abraham Armani


Perjalanan hidup 16 tahun.

Ini tugas sejarah yang pertama dari lima tugas yang saya kerjakan karena tugas yang lain rada ribet.

Menurut saya hidup ya hidup jadi jalanin saja. Saya akan menceritakan cikal bakal saya dari bocah sampai menjadi seperti sekarang, Dari lahir sampai sekarang saat saya mengerjakan tugas ini.
akte kelahiran
 

Nama saya Abraham Armani, Saya lahir hari Rabu tanggal 26 juni 2012 pukul 17.10 dengan panjang 50cm dan berat 3610 gram secara caesar. Di Rumah Sakit Pusat Pertamina yang ada di dekat SMA labsky. Saya terlahir dengan keadaan yang mulus tanpa cacat. Saya terlahir sebagai anak pertama dari 3 bersaudara. Kata ibu saya saya sudah dapat berjalan sejak umur 11 bulan dan berlari sebulan kemudian, saya terkenal sebagai bocah yang tidak bisa diam di dalam rumah, saya pernah menghancurkan meja makan saat saya sedang bermain bola pada saat umur 3 tahun.
 

Balita

Saat balita saya kedatangan anggota keluarga baru yaitu adik saya yang pertama. Kehidupan saya tentram sekali tetapi saya mulai terusik dengan keberadaan adik saya yang selalu merebut mainan dan makanan saya. Suatu hari saya pernah memukul adik saya karena ia memukul saya tanpa alasan yang jelas.
 
 
 

 

Masa TK

Saya memulai pendidikan pertama saya pada umur 4 tahun saya masuk TK. Saya TK di TK aisyah di tomang, jakarta selatan. Saya masih ingat bentuk dan bau toilet di tempat tersebut, pintu yang kagabisa ditutup dan bau pesing teman-teman saya yang dulu saat buang air tidak pernah disiram. Menurut perkataan orang tua saya, dulu saya kalau kesekolah tidak pernah memakai baju seragam dan tidak pernah masuk kelas, kerjaan saya hanya main ayunan sampai saat itu ada 2 ayunan yang saya rusak semasa saya bersekolah disitu.
 

 

Masa SD

Saya bersekolah dasar di Albesd pada tahun 2002 gatau tanggal berapa. Saat saya baru masuk SD saya ingat sekali memiliki teman yang selalu buang air di tempat sampah karena pada saat itu kami takut dengan toilet SD yang katanya itu ada penunggunya. Kebiasaan tidak buang air di toilet itu berhenti saat saya kelas 3, karena waktu itu saya benar2 ingin buang air jadi saya nekat saja masuk ke toilet lantai 2. Saat saya masuk ternyata toilet biasa dengan bau yang khas, mulai saat itu saya berani masuk kedalam toilet SD.

Saya mengenal tawuran pada saat kelas 3 karena waktu itu kelas saya yaitu kelas 3C berkelahi dengan kelas sebelah yaitu  kelas 3B. Saya dipukul oleh teman saya yang bernama yudha, lalu karena kesal saya pun membalas dengan melempar tutup tempat sampah. Saya dan teman saya dimasukan kedalam BK karena berkelahi.

Saat saya memasuki kelas 5 terdapat yang namanya moving class dan kegiatan tersebut sangat risih dan menurut saya melelahkan. Pada bulan pertama kegiatan moving class saya masih bisa mengikuti akan tetapi karena kemalasan saya, saya mulai duduk di bangku yang paling belakang. Karena keterlambatan saya yang tidak terhitung saat masuk pelajaran.

Guru favorit saya adalah guru IPS saya walaupun saya lupa namanya, saya ingat cara dia mengajar yaitu dengan metode DIAM. Saya beradaptasi dengan metode mengajarnya dan mulai bolos untuk bermain bola di lapangan. Sampai suatu hari saya tertangkap Wakasek dan dijemur di lapangan bola. Teguran tersebut membuat saya makin semangat untuk melakukan kegiatan bolos untuk membuktikan nilai saya tetap bagus di pelajaran IPS tersebut karena ditantang oleh sang Wakasek.
 
 
 

 

Masa SMP

Masa SMP saya dimulai di SMP albesd pada tahun 2008. Pada masa SMP ini adalah masa yang sangatlah berkesan. Kela 7 merupakan masa dimana saya masih mempunyai kecerdasan yang dibilang lumayan walaupun kemalasan saya dapat dibilang sangat. Saya dapat masuk kedalam kelas 7.2 yang isinya cewek semua, waktu itu cowok Cuma 11 orang dan 50% dari populasi cowo itu ternyata pemalas seperti saya. Saat class meeting kelas kami terpaksa bermain futsal dengan 5 orang pas tanpa pemain cadangan karena 6 orang cowo lainnya malas dan tidak masuk sekolah. Pada masa kelas 7 ini saya sangatlah tidak menyukai pelajaran bahasa arab karena selain gurunya banyak ceramah, hurufnya sangatlah susah dimengerti.

Memasuki kelas 8 tingkat kemalasan saya mulai meningkat dan tidak dapat dibandingkan dengan intelektual saya yang tidak dapat menandingi kemalasan saya. Kelas 8 merupakan tingkatan di SMP dimana kenakalan itu sudah biasa. Saya menjadi anak yang dapat dibilang alim, baik, dan tidak pernah melanggar atau menyusahkan guru. Sampai suatu hari saya melanggar peraturan, yaitu memecahkan mikroskop. Hati saya hancur berkeping-keping saat melihat mikroskop itu jatuh ke ubin yang dingin, Saya pun meminta maaf kepada guru biologi. Akan tetapi ternyata gurunya jutek nan galak. saya pun membenci guru biologi tersebut dan mulai mengacuhkannya saat pelajaran biologi, walaupun pada waktu itu saya sangatlah menyukai biologi. Kebencian saya terhadap guru biologi pun tumbuh seiring waktu. Kebencian tersebut memuncak ketika saya secara tidak sengaja membanting pintu dan dipanggil ke ruang guru. Saya disuruh membaca Al Baqarah 30 ayat secara fasih, walaupun tingkat keahlian ngaji saya bisa dibilang pas-pasan. Saya membaca dengan penuh ketabahan dan kesabaran yang tinggi.
 
 
 
 

Memasuki kelas 9 dimana inilah kelas terakhir di jenjang SMP. Pada saat kelas 9 ini saya dipaksa melakukan yang namanya UJIAN NASIONAL, yang merupakan kewajiban siswa SMP jika ingin melanjutkan ke tingkat selanjutnya yaitu SMA. Semester satu kelas 9 merupakan puncak dari kemalasan saya. Nilai yang makin hari makin menurun membuat wali kelas dan orang tua saya prihatin dengan saya. Pada akhirnya saya pun di daftarkan ke dalam sebuah progam motivasi diri di Bogor. Saya pada awalnya mengharapkan penigkatan prestasi akan tetapi hal tersebut justru menjadi titik kehancuran nilai saya. Ibu saya bahkan pasrah dan ayah saya marah besar, saya pun mulai pasrah dan berdiam.

Akhirnya saya dimasukan kedalam bimbingan belajar. Saya sangatlah tidak suka dimasukan kedalam sebuah les. Saya berfikir bahwa jika nilai saya bagus orang tua saya akan mengeluarkan saya dari bimbingan belajar, maka saya mulai belajar dengan serius dan sholat saya mulai rajin. Dengan usaha tesebur saya alhamdulillah berhasil mendorong nilai saya dan lulus UN.
 
 

Masa SMA

Saya memulai kehidupan SMA saya di Labschool Kebayoran yang berada di Kebayoran pada tahun 2012. Pada awalnya saya tidak suka bersekolah disini akan tetapi seiring waktu ketidaksukaan saya berubah. MOS adalah acara pertama yang menimpa saya. Saya harus botak, bikin nametag yang indah nan ribet dan membawa makanan yang sudah di instruksikan oleh kakak osis. Makan komando, PBB, dan Drama adalah beberapa kegiatan yang dilakukan oleh saya saat MOS. Saya merasa lega saat kegiatan tersebut selesai. Setelah mos ada yang namanya kegiatannya saya lupa pokonya ngerjain soal matematika akan teteapi saya gagal karena malas. Hasil kegiatan tersebut ternyata menentukan saya akan masuk ke kelompok pemantapan dan pengayaan, dan saya masu kelompok yang pertama. Males banget cuii belajar matematika pada waktu itu karena pada saat liburan semua jenis pelajaran apapun menguap entah kemana.

Masa-masa kelas 10 di isi dengan Pelajaran yang sangat lah merepotkan dan dipenuhi dengan ulangan perbaikan yang tidak pernah membaik. Ulangan-ulangan yang pada awalnya susah menjadi semakin susah, saat mengerjakan ulangan otak diputar layaknya kipas angin sampai otakpun pusing karena berpikir layaknya mesin yang over heat karena dipakai terus menerus. Nilai terburuk pada kelas 10 didapat di pelajaran kimia yaitu 0,2 dan nilai tersebut juga nilai terendah semasa sekolah SD,SMP, dan SMA. Nilai yang terpuruk membuat saya mulai terpuruk dan memalas.
 

Trip observasi atau disingkat TO adalah cobaan kedua di labschool, sebenarnya bukan TO nya yang membuat saya malas tetapi Pra TO. Lari pagi yang jauh dan melelahkan sangatlah malas itupun karena para peserta harus datang jam 04.30 . Saat hari kedua saya tidak ikut lari karena kaki kanan saya sakit, cedera itu didapat saat sepulang pra To hari pertama saya jatuh di tangga rumah. Pada hari itu angkatan saya mendapatkan nama angkatan yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara yang disingkat Dasecakra, yang artinya angkatan 11 yang dapat menjaga roda kehidupan.

Esok hari kami berkumpul di sekolah untuk berangkat ke lokari Trip Observasi di cilacap lebih tepatnya di Desa Parakan Ceuri. Disana saya dikelompokan bersama Prima, Alfuzz,Bella,nadia dan eden dan kelompok kami dinamakan Bubuy Bulan. Bubuy bulan diketuai oleh orang yang lumayan cengengesan bernama Alfuzz dan ber PDP kak sani. Disana kami tidur dirumah pak okib, seorang petani yang umurnya sudah lebih dari 50 tetapi sangat kuat. Kegiatan yang berjalan selama 5 hari ini membuat kantung mata makin gedee coii, gua kurang tidur banget, tidur 3 jam bikin pusing. Jaga vendel cape banget. trip Observasi ini bertujuan untuk dapat mendekatkan kami  yang hidup di kota dengan kehidupan desa. Kami diajarkan untuk melakukan semuanya secara mandiri antara lain mandi sendiri, cuci piring sendiri, cuci baju dan masak senndiri. Pada awalnya semua kegiatan ini sangatlah memberatkan akan tetapi lama-lama kami mulai menyukai kehidupan desa yang tentram, tidak bising dan tanpa polusi. Keinginan saya selama kegiatan tersebut adalah pergi ke sawah akan tetapi tidak terpenuhi karena kaki saya yang cidera berkelanjutan. Cedera ini juga tidak mengijinkan saya mengikuti kegiatan penjelajahan, padahal kegiatan penjelajahan adalah kegiatan yang paling dinanti para peserta trip observasi. Esok harinya kami dipulangkan dan perasaan kecewa pun tumbuh dihati saya, saya ingin kembali ke desa Parakan Ceuri lagi.

Setelah Trip Observasi kegiatan sekolah mulai berjalan seperti biasa. Kegiatan yang membosankan akan tetapi harus dilaksanakan untuk mencapai cita-cita. Bosan adalah kata-kata yang terus berputar di otak saya. Keinginan untuk mendapat nilai bagus pun membayangin akan tetapi semangat untuk malas pun sangatlah besar, hasil dari kedua pikiran yang bertolak belakang tersebut menghasilkan nilai yang bisa dibilang pas-pasan. Karena anak kelas gua yang pintarnya kelewat batas jadi saya menduduki rank terakhir di kelas.

Study Lapangan adalah sebuah kegiatan yang wajib karena jika tidak mengumpulkan laporan, para pemalas akan di kick dari angkatan atau bahasa yang kasarnya itu VETER. Saya mendapati kunjungan ke PT.DI yaitu satu-satunya perusahaan yang membuat pesawat. Kami masuk kedalam pabrik pembuatan pesawat yang berisi barang-barang yang bentuknya tidak jelas dan bising. Tempat kunjungan kedua adalah musium geologi yang berisi barang-barang geologi dan fosil. Beberapa kunjungan selanjutnya terlupakan oleh saya karena faktor pikun.

Bintama adalah rintangan terakhir dalam tahun pertama saya di labschool. Bintama adalah sebuah kegiatan dimana kami di kirim ke markas komando pasukak khusus group 1 di serang. Hari pertama adalah hari dimana kami diberi tour keliling markas Kopassus selama seharian. Dihari itu kami sudah bertiarap, bermain air, dan makan komando. Hal yang paling saya ingat waktu itu adalah jelajah malam dimana kami masuk kedalam hutan dan mengikuti jejak membawa pesan khusus. Sambil ditakuti para anggota kopassus. Walaupun melelahkan kegiatan itu sangatlah berharga untuk dikenang.
bintama
 

Setelah bintama saya dihadapkan dengan UKK. Karena nilai saya yang hancur sangat perasaan panik mulai muncul, saya diberi waktu seminggu untuk menyelesaikan 14 remedial. Terpaksa dalam sehari saya melaksanakan 2-3 remedial. Karena nilai saya yang pas2an saya masuk ke jurusan IPS, saya tidaklah menyesal karena masuk IPS karena jurususan tidak menentukan kesuksesan.

Memasuki tahun pelajaran baru, perasaan yang sangatlah tidak dinantikan saat libur UKK. Akan tetapi mau tak mau harus dilakukan. Saya masuk di kelas IPS 3 dan bertemu teman sekelas saya dulu. Kehidupan kelas 11 IPS bisa dibilang lumayan santai dan tentram jika tidak bertemu dengan ulangan. Udah yakk cape nih nulis mulu.
 
 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar