Minggu, 09 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Sheila Riahna

"15 Tahun Yang Tak Terlupakan"


Saya baru berumur 15 tahun hidup di dunia ini tapi sudah banyak hal yang terjadi kepada saya. Sebelumnya saya akan mengenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Sheila Riahna tapi biasa dipanggil Sheila. Di artikel ini saya akan menceritakan tentang kehidupan saya dari lahir hingga sekarang.
Pada hari Sabtu, 9 November 1996 pukul 12.05, lahirlah saya ke muka bumi ini dengan berat 3.50 kilogram dan dengan tinggi 50 centimeter. Seharusnya dokter bilang saya lahirnya pada tanggal 10 November tapi karena ketuban mama saya pecah pada tanggal 9 November, saya jadi lahir 1 hari lebih dulu dari perkiraan dokter. Saya diberi nama Sheila Riahna  oleh kedua orang tua saya. Saya adalah anak pertama dan satu-satunya dari pasangan Mulianta Purba dan Kartini Baay. Dari nama papa saya sudah jelas ketauan bahwa saya adalah orang Medan. Mama saya yang memberikan nama Sheila yang singkatan dari  selamat ia lahir. Dan yang memberikan nama Riahna adalah papa saya yang berartikan bahagia. Maksudnya adalah agar hati saya selalu senang dan bahagia. Papa saya bekerja di PT. Ciptakom yang merupakan anak perusahaan dari Ciputra. Papa saya adalah seorang insinyur teknik sipil. Mama saya adalah seorang serketaris yang bekerja di Peruri. Mungkin beberapa dari kalian pernah mendengar atau mungkin mengunjungi kantor mama saya. Peruri adalah kantor tempat percetakan uang.


Masa Balita
Waktu kecil mama saya bilang bahwa saya bukan anak yang cengeng tetapi jika sedang naik mobil lalu kena lampu merah dan berhenti, saya pasti selalu menangis karena saya tidak suka mobil yang berhenti apalagi kalau tidak ada ac pasti parah nangisnya bahkan bisa-bisa jejeritan karena kegerahan dan memang sampai sekarang saya tidak betah diruangan yang tidak ada ac. Saya juga dulu suka banget minum susu dan sehari bisa-bisa sekaleng abis. Papaku bilang “untung dulu kita ada duit, kalo ga bisa bangkrut” begitulah komentar beliau. Saya sangat disayang oleh kedua orangtua saya karena saya merupakan anak pertama mereka dan bisa dibilang merupakan anak satu-satunya karena saya tidak memiliki ade atau kakak sampai sekarang.  Saya mulai bersekolah pada umur 2,5 tahun. Saya memulai playgroup di TK Patra lalu setelah lulus playgroup, saya melanjutkan sekolah TK di TK Patra juga. Disana saya senang sekali karena mempunyai banyak teman. Dan guru-gurunya pun sangat baik. Di TK saya memiliki banyak kegiatan contohnya pada setiap hari Kartini kami harus memakai baju daerah dan aka nada pemenang dengan baju terbaik pada setiap akhir acara. Waktu TK, saya lebih dekat kepada anak-anak cowo karena saya takut pada salah satu siswi disitu. Pada umur 3 tahun saya pernah ditinggal papa saya yang harus pergi dinas ke Arab Saudi lebih tepatnya Kuwait sampai saya berumur 5 tahun. Jadi saya dirumah bersama mama saya dan kebetulan tante saya juga tinggal dengan saya. Kalau mama saya pergi ke kantor, tante saya yang akan mengantar jemput saya bersekolah dan juga menjaga saya dirumah. Dan pada umur sekitar 4 tahun adalah pertama kalinya saya menginjakan kaki ke negeri orang yaitu Singapore. Saat itu saya masih kecil sekali tapi saya masih ingat dikepala samar-samar ketika saya sedang berada disana dan saya ingat sekali untuk pertama kalinya melihat ular yang panjang sekali.                                                                                                                                                                                                     

 
Masa SD
Setelah saya lulus dari TK, saya pun melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi yaitu SD. Saya melanjutkan sekolah ke SDN Gunung 05 Pagi atau lebih sering disebut  SD Mexico dan cukup banyak teman-teman saya yang dari TK Patra yang melanjutkan ke SD Mexico. Di SD itu saya dekat sekali dengan temen-teman saya karena disitu dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 tidak ada pertukaran kelas. Jadi selama 6 tahun saya bertemu dengan teman yang sama. SD merupakan sekolah terlama dan itu membuat saya sangat dekat dan kenal dengan guru-guru saya yang sampai saat ini masih sering sms-an.  Sewaktu di SD saya anak yang sangat jail dan sering mengisengi teman-teman dikelas. Di situ kebetulah salah satu teman saya membentuk kelompok cheers dan saya merupakan salah satu anggota cheerleaders tersebut dan kami pernah mengikuti lomba yang ditempatkan di salah satu mall di Jakarta dan kami mendapatkan piala karena juara terfavorit. Saya memiliki sangat banyak kenangan di SD. SD Mexico dibagi dua, yaitu SDN 05 Pagi dan SDN 06 Siang karena sekolah saya hanya memiliki beberapa ruangan. Waktu belajarnya adalah yang pagi pada pukul 07.00 sampai dengan 09.30 sedangkan yang siang pada pukul 09.30 sampai dengan 12.00. Disana hanya terdapat 2 kelas setiap tingkat jadi hanya ada a dan b. Saya ditempatkan di kelas a dan setiap kelas berisi kurang lebih 40 anak. Pada waktu SD, saya mulai mengikuti berbagai macam les. Papa saya mulai mendaftarkan saya mengikuti les piano dan saya juga mengikuti les Bahasa Inggris dan lain-lain. Saya juga mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yaitu marchingband dan sekolah saya cukup terkenal dengan marchingband dan basketnya. Saya bermain pianika dan selama bersekolah disana, marchingband kami banyak memenangkan piala dan pernah tampil untuk Bapak Kepala Negara.


Masa SMP
Setelah lulus dari SD, saya mulai berkonsetrasi untuk masuk ke SMP yang baik. Lalu orangtua saya mendaftarkan saya di SMP Labschool Kebayoran tetapi pada waktu itu saya tidak lulus dan akhirnya saya diterima di SMPN 19. Saya masuk ke SMP 19 bukan melalui nem melainkan melalui berbagai macam tes yang cukup sulit karena saya ingin masuk ke kelas SBI yang merupakan kepanjangan dari Sekolah Berstandard Internasional. Saya merupakan angkatan SBI yang ke dua. Dahulunya kelas SBI adalah kelas Bilingual, jadi untuk kakak kelas saya yang dua tahun diatas saya belum ada kelas SBI melainkan Bilingual. Keuntungan dari SBI adalah untuk mata pelajaran MIPA (Matematika dan IPA) kita menggunakan bahasa inggris dan gurunya pun dari luar atau biasa disebut shadow teacher. Di SMP, teman-teman seangkatan saya sangat banyak dan bahkan saya sering lupa nama mereka karena waktu di SD teman-teman seangkatan saya Cuma sedikit. Sewaktu mos saya berkenalan dengan dua teman dan mereka merupakan teman pertama saya di SMP. Saya sangat senang ketika tau bahwa ternyata kami bertiga setelah mos ditempatkan dikelas yang sama yaitu 7A. Di SMP saya mulai dilatih fisik dan mental dan mulai belajar arti dari bertanggung jawab. Sewaktu kelas 9 tiba, perasaan saya mulai mencampur aduk. Saya sedih karena sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman saya tetapi saya juga stress karena akan menghadapi UAN yang katanya susah. Ketika UAN selesai dan saya merasa dapat mengerjakannya dengan baik karena belajar, saya dan semua teman-teman saya langsung berpelukan bahkan ada yang menangis karena sedih seakan-akan tidak akan bertemu lagi. Setelah keluar dari ruangan, saya langsung pergi mengumpul bersama teman-teman terdekat saya dan sehabis itu kami ke seven eleven yang kebetulan berada dibelakang sekolah jadi tidak jauh. Disana kami mengobrol cukup lama dan menghabiskan waktu terakhir lalu pulang. Untungnya saya dan sekitar 8 teman yang sangat dekat lainnya masih sering mengumpul disalah rumah satu teman saya yang sekarang bersekolah di SMAN 8. Dirumahnya kami semua menginap lalu biasanya begadang sambil mengobrol tentang sekolah baru kami. Sayangnya salah satu dari mereka sudah tidak dapat berkumpul lagi karena sudah pindah ke luar kota. Kami sudah sering mengadakan perkumpulan semacam itu. Menurut saya, SMP merupakan masa-masa terbaik karena dari sanalah saya menjadi banyak tau dan belajar banyak. Dan di sana juga saya memiliki teman-teman yang tadinya saya tak pernah berfikir bisa menjadi dekat sekali dengan mereka. Masa-masa SMP banyak asamnya tetapi banyak juga manisnya. Sering terjadi masalah dengan teman, apalagi salah pengertian dengan teman dekat, dan juga masalah nilai tetapi secara perlahan masalah itu pasti akan hilang. Malahan kalau kita hidup tidak ada lika-likunya jadinya tidak seru. Kita jadi tidak punya apa-apa untuk dinostalgiakan.  Lalu setelah saya lulus dari SMP, saya mencoba lagi untuk mendaftar di SMA Labschool Kebayoran. Pada saat pengumuman, saya tidak langsung membuka website karena kurang yakin diterima. Sesampai disekolah, teman-teman saya langsung berlari kearah saya dan mengucapkan selamat. Saya bingung mengapa mereka mengucapkan selamat dan salah satu teman saya berkata bahwa saya lulus masuk Labschool. Saya sangat senang tetapi saya juga sedih karena banyak teman-teman saya yang tidak keterima. Teman-teman yang satu SD pun sedikit sekali yang keterima di Labschool. Sehabis itu saya langsung menelfon mama saya dan saya sangat senang dan bersyukur. Akhirnya saya bisa juga bersekolah di sekolah yang baik ini.


MASA SMA
Sekarang saya sudah  bersekolah di SMA Labschool Kebayoran dan ditempatkan di XE. Beruntungnya mendapatkan teman-teman satu kelas yang baik . Tanpa disadari, satu tahun berlalu. UAS tiba, saya tidak menyangka sudah waktunya berpisah dengan teman-teman di XE. Saya sangat menginginkan masuk IPA dan pada saat menerima rapot saya memutuskan untuk tinggal dirumah. Tiba-tiba mama saya menelepon dan berkata dengan sedih saya masuk IPS dan langsung memutuskan teleponnya. Saya yang sedang berdiri di tepi tempat tidur langsung jatuh duduk. Lalu saya memutuskan untuk menelepon kembali mama saya. Ternyata saya ditipu! Lega rasanya mengetahui hal itu. Sekarang saya menjadi salah satu siswa di kelas IPA 4.

Study Tour ke IPB

Bersama mama dan papa

Acara SMP "Carousel"

Naik speedboat

Bersama sepupu-sepupu dari mama

Bersama Emil di Singapore Flyer

Naik kuda bersama saudara papa

Bersama teman dekat saya, Tasya

AKLTG

Reuni SD

Bersama saudara di Singapore

4A

9B

TO 2011


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar