Sabtu, 22 September 2012

Solusi Labsky untuk Kemanusiaan

Anak Jalanan yang Dimanfaatkan.

Masalah :

Dikehidupan ini, pastilah tidak ada yang sempurna. Di ketidaksempurnaan hidup ini, pastilah kita menemukan masalah sosial. Seperti yang kita ketahui, dalam kehidupan sosial kita tidak akan pernah menemukan suatu kondisi dimana semua hal didalam kondisi yang ideal, pastilah ada kekurangan. Dalam artian tidak ada kondisi dimana semua kebutuhan makhluk hidup dapat terpenuhi atau seluruh kehidupan sosial dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tuntutan setiap anggota masyarakat. 



Dalam lingkungan bermasyarakat kita akan banyak sekali menemukan masalah sosial. Dipinggir jalan, pasti kita pernah melihat sekumpulan anak kecil berumur kurang dari 17 tahun, dengan baju lusuh dan kotor, meminta- minta kepada kita. Ada beberapa yang menjual koran, beberapa sisanya hanya mengemis. Tidak jarang pula kita melihat ada anak kecil balita, yang disuruh oleh ibunya untuk mengemis. Bahkan ada beberapa anak jalanan yang berpura- pura sakit karena disuruh mencari uang. Betapa buruknya kehidupan di Jakarta sekarang. Masalah anak jalanan ini pun tidak hanya kita temukan di kota- kota besar. Di daerah- daerah terpencil pun masih banyak masalah anak jalanan yang belum bisa diatasi. Betapa sedihnya kehidupan anak – anak yang harusnya diisi dengan belajar dan bermain, malah diisi dengan bekerja dan bekerja mencari uang untuk ayah atau ibunya. Berbagai bentuk pemanfaatan anak jalanan, begitu juga eksploitasi sering terjadi di ibu kota kita ini. Hingga kehilangan nyawa pun sudah menjadi sebagian dari hidup mereka. Emperan toko, taman kota, trotoar sudah menjadi kebiasaan anak jalanan. Mulai dari tidur, makan, bermain, tinggal, berjualan sampai bersukacita mereka lakukan di pinggir jalan.



Anak jalanan pada umumnya mempunyai keluarga yang berada di lingkungannya yang biasanya keluarganya adalah keluarga dari golongan yang kurang mampu secara materi,sehingga anak-anak mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan tetapi sesungguhnya peran orang tua anak jalanan tidak berperan secara maksimal, hal ini dapatdilihat manakala orang tua sangat mendukung untuk anaknya bekerja. Secara psikologis mereka adalah anak-anak yang pada taraf tertentu belum mempunyai bentukan mental emosional yang kokoh, sementara pada saat yang sama mereka harus bergelut dengan dunia jalanan yang keras dan cenderung  berpengaruh negatif bagi perkembangan dan pembentukan kepribadiannya. Aspek psikologis ini berdampak kuat pada aspek sosial. Di mana emosi dan mental mereka yang ditunjang dengan penampilan yang kumuh, melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diidentikan dengan pembuat onar, anak-anak kumuh, suka mencuri, sampah masyarakat yang harus diasingkan. Hal ini memicu masyarakat untuk menghindari bahkan mengasingkan mereka dan mereka pun cenderung susah untuk mengandalikan diri terhadap lingkungan sosial. Padahal tak dapat dipungkiri bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa untuk masa mendatang.



Berdasarkan dari peta permasalahan anak jalanan baik yang berada di kota besar dapat dipetakan permasalahan sebagai berikut :

Anak jalanan mengemis di jalanan dikarenakan beberapa faktor. Ada faktor dari dalam adapun faktor dari lingkungan. Faktor pertama bisa dikarenakan peran orangtua yang tidak sesuai dengan seharusnya, sehingga anak – anak cenderung ingin membantunya dengan bekerja. Rendahnya pendidikan orang tua anak jalanan sehingga mereka tidak mengetahui fungsi dan peran sebagai orang tua dan juga ketidaktahuannya mengenai hak-hak anak. Dan orangtua mereka pun tidak menyadari bahwa kewajiban anak- anak umur segitu adalah menuntut ilmu. Orangtua dari mereka kebanyakan memanfaatkan keinginan anaknya tersebut untuk bekerja mengemis. Mereka menyuruh anak – anak mereka untuk pura-pura sakit seperti buta, pincang dan sebagainya agar menarik orang – orang untuk memberi mereka uang. Setelah anak jalanan itu mendapatkan uang, orangtua mereka pasti langsung mengambil uang itu dan begitu seterusnya. Faktor selanjutnya juga bisa di karenakan dari lingkungan hidup mereka. Anak – anak jalanan itu tinggal di lingkungan perumahan yang kumuh dan tidak sehat. Hal itu mengakibatkan mereka tidak betah dirumah sehingga mereka lebih memilih untuk bekerja. 



Seperti yang sudah dipaparkan diatas, faktor yang dominan terjadinya anak jalanan adalah faktor orangtua dan faktor lingkungan. Hasil penelitian Hening Budiyawati, dkk. (dalam Odi Shalahudin, 2000 :11) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan anak pergi ke jalanan berdasarkan alasan dan penuturan mereka adalah karena :

1) Kekerasan dalam keluarga.
2). Dorongan keluarga.
3). Ingin bebas.
4). Ingin memiliki uang sendiri, dan
5). Pengaruh teman.

Belum adanya payung kebijakan mengenai anak yang turun ke jalan baik kebijakan darikepolisian, Pemda, maupun Departemen Sosial.Belum optimalnya social control di dalam masyarakat.Belum berperannya lembaga-lembaga organisasi sosial.Dalam konteks permasalahan anak jalanan, masalah kemiskinan dianggap sebagai penyebab utama timbalnya anak jalanan ini. Hal ini dapat ditemukan dari latar belakang geografis, social ekonomi anak yang memang datang dari daerah-daerah dan keluarga miskin di pedesaan maupun kantong kumuh perkotaan. Walaupun kemiskinan merupakan faktor utama anak jalanan, faktor pendidikan orangtua pun ikut berpengaruh. Karena jika orangtua mereka berpendidikan dengan baik, pastinya mereka bisa mencari pekerjaan dengan layak dan bisa menyekolahkan anak mereka. 


Masalah anak jalanan ini pun mengakibatkan rendahnya kualitas anak – anak muda jaman sekarang. Banyak anak jalanan yang terpengaruh dengan kehidupan masa kini sehingga mereka terjangkit penyakit mematikan seperti HIV/AIDS karena kebiasaan mereka menggunakan obat – obatan terlarang dan seks bebas. Mereka pun rentan terhadap tindakan kriminal karena faktor desakan ekonomi. Mereka menjadi cenderung ingin mencuri atau merampok demi mendapatkan uang.


Solusi :

Masalah anak jalanan adalah masalah yang kompleks dan tidak mudah untuk diselesaikan. Kita butuh banyak pihak untuk menyelesaikan masalah ini secara bersama- sama oleh pihak yang benar- benar peduli dengan kehidupan dan nasib anak – anak jaman sekarang.

Kita bisa melakukan 2 cara. Cara pertama yaitu cara pencegahan dan penanggulangan. Cara pertama yaitu pencegahan dapat dilakukan dengan cara penyuluhan kepada para orangtua yang kurang mampu, bahwa walaupun kondisi ekonomi mereka tidak mencukupi, mereka harus tetap diberi pendidikan yang layak. Zaman sekarang pemerintah kita sudah menyiapkan suatu program yang dinamakan BOS (Biaya Operasional Sekolah) untuk anak – anak yang kurang mampu agar masih bisa bersekolah dengan layak. Kita juga harus melakukan penyuluhan tentang dampak- dampak yang akan terjadi jika para orangtua membiarkan anak mereka mengemis dan tinggal dijalanan. Penyuluhan tersebut dapat menyadari para orangtua tentang hak dan kewajiban anak- anak yang sesungguhnya agar kedepannya, anak – anak generasi muda bisa berguna bagi nusa dan bangsa. Kita juga bisa memberi penyuluhan kepada anak – anak jalanan tersebut agar mereka mengetahui kehidupan sesungguhnya dan memberi tahu mereka bahwa diluar sana, banyak ragam profesi yang dapat mereka lakukan. Dengan begitu, ketika mereka memilih profesi apa yang mereka inginkan, mereka akan terpacu untuk meraih mimpi dan cita – cita mereka.



Cara kedua, penanggulangan dapat dilakukan dengan membuat program peningkatan kesadaran masyarakat. Aktivitas program ini untuk menggugah masyarakat agar mulai tergerak dan peduli terhadap masalah anak jalanan. Kegiatan ini dapat berupa penerbitan bulletin, poster, buku-buku, iklan layanan masyarakat di TV, program pekerja anak di radio dan sebagainya. Program penanggulangan tersebut diharapkan bisa memberikan kesadaran penuh kepada anak-anak jalanan bahwa manusia dapat memperbaiki kondisi kehidupan sosialnya dengan cara melakukan hal – hal yang bertujuan untuk merubah kondisi yang lebih sejahtera seperti sekolah.
Kita juga bisa memberikan pelayanan langsung kepada anak jalanan seperti:

  • fasilitas rumah singgah atau shelter

Secara umum tujuan dibentuknya rumah singgah adalah membantu anak jalanan mengatasi masalah-masalahnya dan menemukan alternatif untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Sedang secara khusus tujuan rumah singgah adalah :
Membentuk kembali sikap dan prilaku anak yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
Mengupayakan anak-anak kembali kerumah jika memungkinkan atau ke panti dan lembaga pengganti lainnya jika diperlukan.
Memberikan berbagai alternatif pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan anak dan menyiapkan masa depannya sehingga menjadi masyarakat yang produktif.

Peran dan fungsi rumah singgah bagi program pemberdayaan anak jalanan sangat penting. Secara ringkas fungsi rumah singgah antara lain :

  1. Sebagai tempat pertemuan ( meeting point) pekerja social dan anak jalanan. Dalam hal ini sebagai tempat untuk terciptanya persahabatan dan keterbukaan antara anak jalanan dengan pekerja sosial dalam menentukan dan melakukan berbagai aktivitas pembinaan.

  1. Pusat diagnosa dan rujukan. Dalam hal ini rumah singgah berfungsi sebagi tempat melakukan diagnosa terhadap kebutuhan dan masalah anak jalanan serta melakukan rujukan pelayanan social bagi anak jalanan.

  1. Fasilitator atau sebagai perantara anak jalanan dengan keluarga, keluarga pengganti, dan lembaga lainnya.

  1. Perlindungan. Rumah singgah dipandang sebagai tempat berlindung dari berbagai bentuk kekerasan yang kerap menimpa anak jalanan dari kekerasan dan prilaku penyimpangan seksual ataupun berbagai bentuk kekerasan lainnya.

  1. Pusat informasi tentang anak jalanan Kuratif dan rehabilitatif, yaitu fungsi mengembalikan dan menanamkan fungsi social anak.

  1. Akses terhadap pelayanan, yaitu sebagai persinggahan sementara anak jalanan dan sekaligus akses kepada berbagai pelayanan social.

  1. Resosialisasi. Lokasi rumah singgah yang berada ditengah-tengah masyarakat merupakan salah satu upaya mengenalkan kembali norma, situasi dan kehidupan bermasyarakat bagi anak jalanan. Pada sisi lain mengarah pada pengakuan, tanggung jawab dan upaya warga masyarakat terhadap penanganan masalah anak jalanan.


  • Pendidikan terhadap masalah hak anak dan kesehatan
  • Perlindungan terhadap anak jalanan
  • Pelayanan kesehatan
  • Penyekolahan untuk pendidikan yang setara dengan anak – anak biasa

Dan untuk solusi dari saya sendiri sebagai murid Labschool Kebayoran adalah saya bisa membantu pemerintah dalam masalah anak jalanan ini yaitu dengan memberi mereka pelajaran yang pernah saya dapatkan. Saya juga bisa membantu menyadarkan orang – orang sekitar saya untuk ikut serta dalam menyelesaikan masalah ini. Dan saya yakin, semua siswa – siswi Labschool Kebayoran pasti bisa membuat Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi dan bisa membantu menyelesaikan masalah anak jalanan ini dengan berbagai cara.



Sumber




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar