Rabu, 26 September 2012

Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


Masalah

Kekerasan diartikan oleh World Health Organization atau WHO sebagai tindakan sengaja yang melibatkan kekuatan fisik atau kekuasaan, ancaman atau nyata, terhadap seseorang atau sekelompok orang, yang bias berdampak cedera, meninggal, atau pun luka mental. Walaupun tidak berdampak apa-apa, kejadian yang termasuk dalam tindakan yang disebutkan tadi tetap adalah tindakan kekerasan.

Di seluruh dunia, kekerasan mengambil nyawa sebanyak satu juta lima ratus ribu orang setiap tahunnya. Lima puluh persen adalah kejadian bunuh diri, tiga puluh lima persen adalah pembunuhan, dan dua belas persen merupakan akibat tidak langsung dari perang atau konflik yang seperti perang. Selain kematian, untuk setiap satu orang yang meninggal karena kekerasan, ada puluhan orang yang dirawat di rumah sakit, ratusan orang yang masuk unit gawat darurat, dan ribuan orang yang berkunjung ke dokter. Semua itu diakibatkan oleh tindakan kekerasan di seluruh dunia.

Dampak dari tindakan kekerasan tidak hanya sementara. Dampak dari tindakan kekerasan tetap ada sampai seumur hidup korban tindakan kekerasan. Kekerasan mengakibatkan luka fisik dan mental, yang dapat membuat perkembangan korban secara mental dan social terhambat.

Tindakan kekerasan secara umum dibagi menjadi tiga: tindakan kekerasan yang ditujukan kepada diri sendiri, tindakan kekerasan interpersonal, dan tindakan kekerasaan kolektif.

Tindakan kekerasan yang ditujukan kepada diri sendiri terbagi lagi menjadi dua, yaitu tindakan yang berhubungan dengan bunuh diri dan penganiayaan diri sendiri. Contoh dari tindakan kekerasan yang ditujukan kepada sendiri adalah bunuh diri, percobaan bunuh diri, dan memotong bagian tubuh diri sendiri.

Tindakan kekerasan interpersonal dibagi kembali menjadi dua kategori, yaitu kekerasan dalam keluarga dan kekerasan oleh pasangan hidup, dan kekerasan di sebuah komunitas.

Kekerasan dalam keluarga dan kekerasan oleh pasangan hidup biasanya terjadi di dalam sebuah tempat tinggal. Contoh dari kekerasan dalam keluarga dan kekerasan oleh pasangan hidup antara lain adalah penganiayaan anak, kekerasan yang dilakukan suami atau istri terhadap istri atau suaminya, dan penganiayaan orang tua.

Kekerasan dalam sebuah komunitas seringnya terjadi di luar sebuah tempat tinggal. Kekerasan ini seringnya terjadi antara individu-individu yang tidak saling kenal. Contoh dari kekerasan dalam sebuah komunitas antara lain adalah kekerasan anak muda seperti tawuran, tindakan kekerasan  yang random, pemerkosaan oleh orang yang tidak dikenal, dan kekerasan dalam institusi-institusi seperti sekolah, tempat kerja, dan penjara.

Tindakan kekerasan kolektif terbagi lagi menjadi tindakan kekerasan social, politik, dan ekonomi. Tidak seperti dua tipe tindakan kekerasan yang telah disebutkan sebelumnya, tindakan kekerasan kolektif mempunyai tujuan tertentu dan dilakukan oleh perkumpulan besar, perusahaan, atau organisasi. Tujuan tertentunya ini adalah sesuatu yang membantu perkumpulan besar yang melakukan tindakan kekerasan kolektif.

Tindakan kekerasan kolektif social seringnya bertujuan memajukan sebuah agenda social. Contah tindakan kekerasan kolektif social antara lain adalah tindakan karena rasa benci yang dilakukan sebuah perkumpulan besar dan tindakan-tindakan teroris.

Tindakan kekerasan kolektif politik seringnya berhubungan dengan perang atau semacamnya. Biasanya tindakan kekerasan kolektif politik dilakukan oleh negara atau organisasi yang berhubungan dengan pemerintah sebuah negara.

Tindakan kekerasan kolektif ekonomi dilakukan oleh perkumpulan besar yang termotivasi oleh keuntungan ekonomi. Contoh dari tindakan kekerasan kolektif ekonomi adalah tindakan yang bertujuan menghancurkan kegiatan ekonomi, melarang akses ke sebuah jasa, atau memecahkan sebuah perusahaan.

Terlihat jelas dari tindakan kekerasan kolektif bahwa kekerasan yang dilakukan oleh perkumpulan dapat mempunyai banyak tujuan.

Sistem ini, yang membagi kekerasan ke dalam tiga bentuk, kekerasan yang dilakukan dalam keluarga atau oleh pasangan hidup, kekerasan interpersonal, dan kekerasan kolektif, jauh dari sempurna tetapi memberikan penggambaran yang cukup berguna untuk memahami motif-motif kekerasan yang rumit. Walaupun begitu, di kehidupan nyata dan juga secara teori, tidak ada pembatas yang sangat jelas untuk membedakan tipe-tipe kekerasan yang ada.


Tindakan kekerasan menyebabkan lebih dari satu juta lima ratus ribu kematian dalam setahun. Sembilan puluh persen dari kematian-kematian itu terjadi di dalam negara-negara dengan pendapatan rendah atau sedang. Sebagai perbandingan, setiap tahun, terjadi satu juta dua ratus sepuluh ribu kematian yang disebabkan kecelakaan lalu lintas, dan delapan ratus tiga puluh ribu kematian akibat penyakit malaria. TBC saja tetap kalah dengan angka kematian yang disebabkan kekerasan. TBC hanya mengakibatkan satu juta tiga ratus empat puluh ribu kematian setiap tahunnya.

Selain kematian dan luka fisik, tindakan seperti penganiayaan anak dan kekerasan oleh pasangan hidup mengakibatkan luka-luka mental yang tetap ada seumur hidup. Korban dapat menjadi terlibat dengan hal-hal berisiko seperti alcohol, narkoba, dan seks bebas. Hal ini nantinya dapat menyebabkan kejadian-kejadian seperti gagal jantung, kanker, depresi, diabetes dan HIV. Akhirnya semua itu mengakibatkan kematian dini.

Di negara-negara dengan tingkat kekerasan yang tinggi, perkembangan social dan perekonomian dapat terhambat, dan juga keamanan menjadi terganggu akibat tindakan kekerasan.

Kekerasan tidak bias disalahkan hanya kepada satu factor. Penyebab-penyebab tindakan kekerasan sangat kompleks dan terjadi di berbagai level. Untuk menyederhanakan kekompleksan ini, Social ecological model dipakai. Dalam system tersebut, penyyebab kekerasan dibagi menjadi empat level agar lebih mudah untuk dipelajari.

Level pertama melihat factor-faktor personal dan biologis yang mempengaruhi perilaku sebuah individu dan meningkatkan kemungkinan mereka menjadi korban atau pelaksana sebuah tindakan kekerasan. Level ini terdiri dari ciri-ciri (umur, pendidikan, pendapatan), penggunaan narkoba, atau trauma masa kecil.

Level kedua lebih memerhatikan hubungan-hubungan dekat, seperti dengan keluarga dan teman. Contohnya dalam kekerasan anak muda, mempunya teman yang sering terlibat tindakan kekerasan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang melakukan atau menjadi korban tindakan kekerasan.

Level ketiga focus kepada komunitas seseorang. Maksud dari komunitas ini adalah sekolah, tempat kerja, atau lingkungan bertetangga. Contoh dari penyebab kekerasan di level ini adalah adanya perkumpulan orang yang melakukan jual-beli narkoba, dan kemiskinan. Semua factor ini sudah terbukti dapat mengakibatkan tindakan kekerasan.

Terakhir, level keempat melihat factor-faktor social secara umum yang menciptakan lingkungan yang mendukung atau melarang tindakan kekerasan. Contoh dari penyebab yang berada di level ini antara lain adalah respons dari system yurisdisial, norma-norma social, pendapatan yang tidak merata, ketidakstabilan politik, dan terbukanya media massa untuk memperlihatkan kekerasan.


Solusi

Mengatasi kekerasan yang ditujukan kepada diri sendiri

Tidak semua percobaan bunuh diri dapat di hentikan, tetapi sebagian besar bisa. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghentikan percobaan bunuh diri, antara lain sebagai berikut:
·      Mengurangi cara untuk bunuh diri (senjata, obat, dll)
·      Mengobati orang dengan kelainan mental, terutama mereka yang mengalami depresi, ketagihan alkohol, dan yang mengalami schizophrenia.
·      Mengkonsultasi orang yang telah mencoba untuk bunuh diri.
·      Melatih orang-orang yang bertanggung-jawab untuk mengobati


Mencegah tindakan kekerasan interpersonal

Banyak cara untuk mencegah tindakan kekerasan yang bersifat interpersonal,antara lain adalah:
·      Menciptakan hubungan baik antara anak dengan orangtuanya dan pengasuhnya
·      Mengembangkan life skill pada anak-anak
·      Mengurangi ketersediaan alkohol dan mengurangi risikonya
·      Mengurangi akses ke senjata
·      Mempromosikan kesamaan kelamin
·      Mengubah norma-norma yang mendukung kekerasan
·      Mendukung korban-korban tindakan kekerasan


Menghentikan tindakan kekerasan kolektif

Walaupun hanya sedikit solusi untuk tindakan kekerasan kolektif, tindakan kekerasan kolektif tetap dapat dicegah. Kebijakan-kebijakan negara yang berhubungan dengan kemiskinan, mengurangi ketidakadilan antara kelompok, dan kebijakan yang megurangi akses kepada senjata-senjata biologi, kimia, dan nuklir dikatakan dapat mengurangi tindakan kekerasan kolektif. Ketika merencanakan respons terhadap konfik tindakan kekerasan, disarankan untuk mengevaluasi di awal siapa yang paling rentan dan apa yang mereka perlukan, kerjasama yang baik dengan tujuan perdamaian global.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar