Jumat, 21 September 2012

Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


Agama dan Kemanusiaan

                Zaman sekarang, berbagai macam masalah hadir di dalam kehidupan kita sehari-hari dan masalah-masalah itu semakin banyak di kemudian hari. Masalah-masalah yang muncul itupun ada yang baru dan ada yang sudah lama ada, dan di sini kita akan membahas suatu masalah yang sudah lama ada namun belum kunjung selesai dan rumit sekali untuk di selesaikan. Masalah itu adalah PERBEDAAN AGAMA.
Sebelum kita masuk ke masalah, mari kita pahami dulu masalah yang akan kita bahas secara literatur bahasa Indonesia.  Perbedaan Agama. Perbedaan adalah sebuah kata yang awalnya dari kata “beda” dan ditambahkan imbuhan “per” dan “an”. Makna dari kata tersebut adalah ketidaksamaannya sesuatu bila dibandingkan dengan sesuatu. Baik didalam topik yang sama, maupun yang berbeda. Agama itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. 
Setelah kita mendefinisikan dua kata diatas, kita bisa mengidentifikasikan bahwa perbedaan agama adalah bedanya kepercayaan dan  peribadatan kepada tuhan sseorang manusia antar manusia lainnya. Kita ambil contoh umat Islam dan umat Kristen. Kedua umat ini mempunyai perbedaan yang mencolok. Umat islam tuhannya hanya satu, yaitu  Allah SWT, Rasulnya Muhammad SAW, kitabnya adalah Al-Qur’an. Sementara tuhan umat kristen ada ada, atau disebut trinitas. Ada tuhan bapak (Allah), tuhan ibu (bunda maria) dan tuhan anak (yesus / isa).  Kitabnya Injil dan ada dua versi, perjanjian lama dan perjanjian baru.
Lalu, apa hubungannya kemanusiaan dengan perbedaan agama ?, jelas sangatlah erat, karena agama itu menyangkut dengan keyakinan di hati nurani kita, maka bila kita mengejek / mengumpat tentang agama lain, maka orang yang agamnya sedang diejek pastinya akan marah dan berbagai macam reaksi bisa dikeluarkan. Misalkan bisa saja orang yang diejek itu membalas ejek, atau mungkin diam saja pura-pura tidak mendengar tapi ada luka dihatinya.
Banyak sekali agama yang ada di bumi kita tercinta ini. Ada agama yang umum / resmi seperti islam, kristen, buddha, hindu. Dan ada juga agama yang menyimpang dari agama resmi yang penulis telah sebutkan. Seperti agama yang menuhankan produk apple, orang terkenal seperti pemain bola Diego Maradona atau pembawa acara Oprah Winfrey. Bahkan ada agama yang menuhankan sebuah pot dan menuhankan setan (musuh besar manusia dalam kebanyakan agama di dunia). Benar-benar diluar akal pikir manusia umumnya, namun tidak bagi yang menganutnya.
MASALAH
Sekarang, baru kita bisa masuk ke dalam permasalahan. Masalah yang penulis angkat pertama kali adalah perselisihan / pertengkaran / peperangan yang mengatasnamakan agama. Masalah ini sebenarnya sudah ada sejak nenek nabi pertama, yaitu nabi Adam dan susah sekali diselesaikan karena adanya perbedaan pola pikir antar penganut agama yang satu dengan yang lain dan berbeda. Contoh kecil, islam tidak memperkenankan memakan babi, karena babi menurut agama islam adalah binatang yang di dalam tubuhnya (organ tubuhnya) adalah sumber penyakit. Sedangkan umat non islam bisa memakan daging babi karena di agamanya itu tidak melarangnya. Dari contoh diatas, kita bisa dapat gambaran betapa susahnya masalah ini diselesaikan.
 Masalah perbedaan agama kedua dari beberapa yang penulis angkat adalah pembantaian sebuah umat agama yang dilakukan oleh umat agama lain karena mereka dianggap najis, terkutuk, wajib dimusnahkan atau alasan lainnya. Contohnya, ketika perang dunia kedua, terjadi pembantaian umat yahudi / holocaust yang dilakukan oleh pihak Jerman (dimana saat itu Jerman memakai nama Nazi dan dipimpin oleh Adolf Hitler). Contoh lain, pembantaian umat islam di palestina yang dilakukan oleh umat yahudi orthodox Israel yang masih berlanjut sampai sekarang. Lebih parahnya, Israel sekarang telah mencaplok sebagian besar wilayah negara Palestina dan contoh terakhir, era 90an di Bosnia Herzegovina, terdapat kejahatan perang yang mengatasnamakan agama juga. Umat kristen / atheis yang ada disana membantai ras muslim bosnia. Korban-korban pembantaian ini pun jumlahnya tidak bisa ditulis dalam angka satuan, puluhan, ribuan, tetapi minimal puluh ribuan, ratus ribuan hingga jutaan dan baru-baru ini, ada kasus pembantaian umat beragama juga. Kali ini lokasinya berada di Myanmar barat, di mana di sana ada etnis muslim Rohingya yang dibantai oleh Junta Militer Myanmar.
Masalah ketiga yang penulis angkat adalah diskriminasi sebuah umat agama di tempat tertentu. Yang kadang pula berujung dengan pembantaian ras dan agama. Tidak perlu jauh-jauh, contohnya ada di Indonesia negara kita tercinta ini. Dahulu, sebelum gus dur mengesahkan agama konghucu sebagai agama resmi yang diperbolehkan di Indonesia, penganut agama itu, yang rata-rata adalah orang keturunan Cina sering dilecehkan. Baik dalam bentuk mental maupun fisik. Kalau mental, mereka diejek secara diam-diam atau mungkin frontal. Bentuk fisiknya, mereka dilecehkan secara seksual atau dipukul habis-habisan oleh massa / penganut agama lain.  
Diskriminasi pun tidak hanya dalam bentuk kehidpan sehari-hari, tapi juga bisa dalam bentuk peperangan ataupun dalam bidang kesenian. Dalam bentuk peperangan, saya sudah menyebutkannya diatas. Kalau dalam bidang kesenian, ada beberapa contoh penyimpangan / diskriminasi agama. Contohnya, baru-baru ini ada film yang berjudul “Innocences of Muslim”, dimana ada suatu adegan yang menampilkan wajah nabi Muhammad SAW, padalah itu  menyinggung perasaan umat muslim karena tidak diperbolehkan menampilkan wajah Rasulullah SAW dalam bentuk apapun. Dulu pun, ada orang eropa yang membuat karikatur nabi Muhammad SAW dan langsung dikutuk dan dikecam oleh umat islam di seluruh muka bumi.
Masalah lain yang penulis angkat adalah aliran sesat. Dari dulu sampai sekarang, banyak sekali aliran sesat yang merugikan masyarakat / umat beragama lainnya. Contohnya adalah ada umat islam tertentu yang membuat aturan sendiri (tidak mengikuti ajaran nabi). Aturan-aturan  itu sangatlah menyimpang. Ada yang mengatakan bahwa mereka tidak shalat (tidak ada gerakan, hanya dalam hati / yang penting ingat kepada tuhan). Ada juga agama yang isinya adalah gabungan dari beberapa agama, seperti islam+kristen+buddha / hindu. Sekte ini ada di Indonesia dan orangnya sangat terkenal, yaitu Lia Eden. Dan yang lebih parah lagi, ada agama sesat yang jika saudaranya itu bukan seiman dengan dia, maka ia dianggap najis dan bisa diperlakukan semena-mena, sangat menyedihkan.
Aliran seseat juga tidak hanya dalam bentuk yang saya telah sebutkan diatas. Ada juga dalam bentuk “jihad” untuk umat islam. Ada beberapa orang umat islam yang hanya bisa mengartikan bahwa berjihad adalah sebuah pengorbanan diri untuk membunuh orang-orang yang dianggap mereka adalah “musuh”. Mereka adalah orang-orang yang telah diddoktrinasikan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab bahwa jihad caranya adalah meledakkan dan membunuh orang yang dianggap sebagai musuh, dan dijanjikan kalau mereka yang melakukan ini akan langsung dimasukkan kedalam surga oleh Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT.  Penulis sebagai orang islam merasa malu dan tidak setuju dengan pemikiran orang-orang ini. Mereka adalah muslim yang bergaris keras (radikal). Kalau mereka mau berjihad, mereka sebenarnya tidak perlu menaruh bom di keramaian dan membunuh berbagai orang dari berbagai kalangan. Cukup melawan hawa nafsu, belajar, membela islam dalam bentuk lainnya pun bisa dikatakan jihad.

Sekarang, saya akan memberitahukan solusi ketiga masalah diatas menurut opini saya.

SOLUSI
Sebenarnya, secara umum, solusi dari semua permasalahan di atas hanyalah satu, yaitu hormatilah umat beragama yang lain. Di sini, saya akan memberitahukan anda solusi-solusi yang lain / alternatif.

Janganlah menyinggung perasaan umat beragama lainnya. Seperti memprovokasi yang bisa memicu peperangan / pertempuran. Bila ada umat beragama lain / umat tidak beragama yang dilecehkan atau dihina agama lain, jangan dengan mudahnya terprovokasi karena kita sebagai manusa yang diberikan akal fikir harus bisa berfikir secara kritis terhadap hal yang melecehkan agama tersebut. Mungkin saja, mereka melecehkan agama lain untuk melaksanakan rencana jahat mereka yang membutuhkan terprovokasinya musuh mereka.
              
  Intinya, kita menjaga kerukunan antar manusia agar terhindar dari perselisihan, perpecah-belahan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar