Jumat, 21 September 2012

Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


Konflik Israel - Palestina

Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya.  Di kedua komunitas tersebut, terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yarusalem Timur.                                                                                                                                  
Konflik di atas semakin rumit ketika terdapat negara-negara lain yang menjadi penyokong konflik antara keduanya.  Negara adikuasa di dunia yakni Amerika Serikat (USA) merupakan pendukung kuat Israel, sedangkan Iran, Hisbullah Libanon dan sebahagian negara-negara di Timur Tengah menjadi pendukung Palestina.  Adapun sisanya, cenderung menarik diri dari konflik dua negara tersebut.                                                                                                                         
Sungguh ironi sebenarnya, di mana Amerika Serikat sebagai pencetus demokrasi dan HAM akantetapi ia pula menjadi virus (yang sangat meresahkan) di dalam tubuh demokrasi dan penegakan HAM itu sendiri.  Virus tersebut terdeteksi secara jelas dan tidak dapat dimusnahkan ketika PBB sebagai organisasi persatuan bangsa-bangsa dunia, tidak mampu berbuat apa-apa tentang konflik di atas, karena USA terus mendukung agresi militer Israel tanpa batas.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
Tindakan Israel pada Palestina merupakan sebuah kejahatan pada kemanusiaan yang sangat besar.  Berikut kejahatan – kejahatan yang telah dilakukan Israel pada Palestina :
1. Pada saat masalah Palestina diciptakan Inggris tahun 1917, lebih dari 90 persen penduduk Palestina adalah orang Arab, dan bahwa penduduk Yahudi waktu itu tidak lebih dari 56.000.

2. Lebih dari separuh Yahudi yang tinggal di Palestina waktu itu adalah para imigran baru, yang datang ke Palestina pada dasawarsa sebelumnya, guna menghindari penyiksaan di Eropa. Dan bahwa kurang dari lima persen penduduk Palestina adalah Yahudi pribumi Palestina.

3. Pada waktu itu Arab Palestina menguasai 97,5 persen tanah, sementara Yahudi (penduduk asli dan pendatang) hanyalah menguasai 2,5 persen.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     
4. Selama 30 tahun pendudukan dan kekuasaan Inggris, kamum Zionis hanyalah berhasil membeli 3,5 persen tanah Palestina, sekalipun digalakkan Pemerintah Inggris. Dan bahwa banyak dari tanah ini dialihkan secara langsung kepada badan-badan Zionis oleh Pemerintah Inggris, dan bukan karena dijual oleh pemilik Arabnya.

5. Karena itu, pada saat Inggris menyerahkan masalah Palestina kepada PBB pada 1947, kaum Zionis menguasai tanah tidak lebih dari 6 persen dari seluruh wilayah Palestina.


6. Meskipun faktanya demikian, Sidang Umum PBB merekomendasikan agar sebuah "Negara Yahudi" harus didirikan di Palestina. Dan bahwa Sidang PBB menjamin bahwa "Negara" yang diusulkan itu akan mendapatkan 54 persen dari seluruh wilayah negeri itu.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
7. Segera kemudian Israel menduduki (sampai sekarang) 80,48 persen dari seluruh wilayah Palestina.

8. Sebagian besar ekspansi teritorial ini terjadi sebelum 15 Mei 1948, sebelum ditariknya secara resmi pasukan Inggris dari Palestina, sebelum masuknya tentara Arab untuk melindungi Arab Palestina, dan sebelum meledaknya perang Arab-Israel.

9. Israel membagikan 85 persen sumber air di daerah pendudukan kepada Yahudi dan sisanya 15 persen dibagi untuk seluruh rakyat Palestina dalam teritori itu.

10. Amerika Serikat menghadiahi Israel dalam bentuk bantuan sebesar tiga miliar dolar saban tahun, melebihi bantuan terhadap negara manapun di dunia.

11. Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki sejata nuklir.

12. Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani perjanjian nuclear non-proliferation (tidak membiakkan nuklir).

13. Secara rutin Israel menyita rekening bank, bisnis, dan tanah dari rakyat Palestina dan menolak membayar ganti rugi kepada mereka yang kena sita.

14. Pengungsi Palestina adalah pengungsi terbesar di muka bumi.
            Jelas bahwa Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan pada penduduk Palestina.  Kaum Zionis memang kejam.  Mereka sebenarnya tidak punya wilayah negara, hanya satu titik kecil di Palestina dulunya.  Tetapi mereka merebut dan membalikkan situasi dimana sekarang Palestina hanya mendapat wilayah di beberapa titik saja termasuk di jalur Gaza.  Di jalur Gaza ini, Israel melakukan sebuah kejahatan perang yaitu menyerang warga Palestina yang tidak bersenjata termasuk anak – anak dan wanita.  Bangunan – bangunan seperti masjid, rumah sakit, sekolah, dan rumah – rumah penduduk pun mereka hancurkan.


SOLUSI
            Menurut saya, Amerika Serikat sebagai pencetus Hak Asasi Manusia seharusnya membuka penglihatannya yang tertutup selama ini.  Sudah jelas Israel melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap Palestina tetapi Amerika Serikat tetap saja mendukung Israel.  Sebaiknya PBB, Amerika Serikat sebagai salah satu kekuatan besar di dunia, dan negara lainnya tidak mendukung Israel.  Bukan berarti mereka membantu Palestina berperang melawan Israel melainkan mendukung perdamaian diantara keduanya.  Perdamaian yang dimaksud adalah dengan mengembalikan hak – hak setiap negara yang berkonflik dengan adil.  Palestina mendapat wilayah seperti semula dan Israel sebagai pihak bersalah bertanggung jawab untuk mengembalikan apa yang telah mereka perbuat terhadap Palestina seperti semula.
            Tetapi sebenarnya, kunci penyelesaian konflik Israel-Palestina sesungguhnya terletak pada kedua belah pihak yang bertikai.  Penyelesaian konflik Israel Palestina akan sulit tercapai manakala pihak-pihak yang terlibat konflik tidak mentaati kesepakatan yang telah diambil.  Terutama Israel yang selalu bersikap keras kepala  Pada aspek politik, langkah bijak yang tentunya dapat dilakukan adalah mengidentifikasi berbagai persoalan dari kedua belah pihak untuk mendapatkan kerja sama dengan kepentingan yang sama dari masing-masing kebijakan politik keduanya.  PBB bahkan juga mendukung pembagian wilayah ini, tetapi Israel berusaha sekuat tenaga agar semua itu tidak terjadi.  Palestina pun telah menetapkan langkah agar proses pembagian wilayah ini dapat terjadi.
Selain itu, orang – orang biasa melihat penderitaan Palestina melalui televisi. Beberapa warga Indonesia sepertinya banyak yang tersentuh, beberapa dari mereka mungkin banyak yang pergi ke masjid untuk berdoa atau langsung mendonasi bantuan kepada kami.
Solidaritas warga sipil, khususnya Indonesia terus berkembang. Soladiritas ini bukan hanya mengikuti demonstrasi ataupun mengeluarkan kecaman. Solidaritas tersebut berupa kerelaan mereka mengeluarkan uang sendiri untuk mengikuti misi kemanusian. Jika memang siap untuk pergi berjuang, mereka akan berangkat untuk berjuang.
Solidaritas yang ditunjukan dunia internasional, bukan hanya Indonesia tentunya amat membantu warga Palestina. Mereka berkoordinasi, berkumpul mengumpulkan bantuan dan berangkat dengan konvoi untuk warga Palestina. Kami bangga atas perhatian yang diberikan, kami merasa tidak sendirian dalam perjuangan ini.
Bantuan kemanusian seperti pengiriman tenaga medis, dana obat-obatan, dan lainnya sangat diperlukan oleh Muslim Palestina, namun bantuan ini tidak menyentuh titik permasalahan berjatuhannya korban, yaitu; serangan brutal Israel terhadap jalur Gaza Palestina yang sekarang sudah menelan sedikitnya 800 korban meninggal dunia dan 4000-an korban luka-luka.
Kemenangan Palestina tentunya menjadi kemenangan dunia internasional karena terus menerus memberikan dukungan. Seperti contoh Afrika Selatan (Afsel), dunia mengatakan, tidak untuk rezim apartheid di Afsel. Rezim saat itu dikucilkan karena dunia internasional tidak ingin membuka internasional.
Israel harus memperhatikan pergerakan yang serupa saat ini. Dunia mulai menunjuk ke arah sana, kampanye isolasi Israel bisa saja dimulai kapanpun. Terbukti hingga saat ini ada sekitar 57 negara yang menolak untuk membuka hubungan diplomasi dengan Israel, selama Israel terus menduduki wilayah Palestina.
Hal ini menunjukan bersatunya dunia internasional yang setuju standar perilaku negara jika ingin diterima di pergaulan internasional, tentunya harus disiplin dan patuh terhadap hukum internasional. Jika Israel tidak mau mengikuti, maka mereka harus membayar atas perilakunya.
Yang mestinya diusahakan oleh PBB ataupun pemimpin Negara-negara lainnya adalah upaya penyelesaian konflik, bukan upaya kompromi. Apalagi telah terbukti upaya kompromi yang pernah disepakati ternyata tidak menyelesaikan masalah.

Sumber :
- id.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar