Kamis, 20 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


KORELASI ANTARA KESADARAN DIRI DAN KENAKALAN REMAJA YANG PENTING BAGI GENERASI MUDA

Kesadaran diri adalah keadaan dimana kita bisa memahami diri kita sendiri dengan setepat-tepatnya. kita disebut memiliki kesadaran diri jika kita memahami emosi dan mood yang sedang dirasakan, kritis terhadap informasi mengenai diri kita sendiri,  dan sadar tentang diri kita yang nyata. Kesadaran diri dapat dicapai jika kita sudah memahami semua isi pikiran dan perasaan kita

Kesadaran diri membantu seseorang untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya. Kesadaran diri membantu seseorang untuk lebih mengenal dirinya sendiri. siapa ia, apa keinginannya dan seterusnya. Dengan menyadari keberadaannya, seseorang dapat mengembangkan diri secara lebih baik.

Kesadaran diri sangat penting dan mutlak dimiliki oleh setiap manusia. Jika kita tidak dapat mengontrol diri atau tidak adanya kesadaran diri dalam diri kita. Dapat menimbulkan gejala penyimpangan sosial. Salah satu akibat dari tidak atau kurangnya kesadaran diri di generasi muda adalah kenakalan remaja.

Kenakalan remaja adalah semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Banyak pendapat dari para ahli juga, Menurut Kartono, seorang ahli sosiologi, mengatakan bahwa “kenalakan remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”. Dan menurut Santrock, ia mengatakan bahwa Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”   Mathedu unila mengatakan “kenakala remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hokum pidana yang dialukukan oleh remaja, perilaku tersebut akan merugikan diri sendiri serta orang-orang di sekitarnya” Jenis-jenis kenalakan remaja pun ada banyak, seperti tawuran antara remaja, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba.
           
Ada banyak faktor yang mempengaruhi kenalakan remaja tersebut, faktor-faktor ini terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal atau yang berasal dari diri sendiri dan faktor eksternal atau daktor yang berasal dari luar atau lingkungan. Faktor internal dapat berupa perubahan sifat biologis dan sosiologis yang menyebabkan krisis identitas, mereka mulai mengira dirinya kebih cocok di sisi yang negatif dan tanpa adanya kesadaran diri dalam diri mereka, hal tersebut bisa terjadi berkelanjutan. Mengontrol diripun termasuk ke dalam faktor internal, kontrol diri yang dimaksud adalah membedakan atas yang baik dan yang buruk. Kesadaran diri pun sangat berperan dalam hal ini, para generasi muda harus sadar akan yang baik dan buruk bagi mereka sendiri.
           
Faktor eksternal pun bisa berasal dari keluarga, seperti perpecahan keluarga, tidak ada nya komunikasi antar sesama anggota keluarga, perselisihan dan mungkin kurangnya pendidikan yang dapat menyebabkan tidak tumbuhnya kesadaran diri yang mengakibatkan kenakalan remaja. Pengaruh dari teman sebaya pun sangat berdampak besar demikian pula dengan lingkungan sekitar.

Kasus kenakalan remaja adalah sesuatu yang topik pembicaraan setiap tahunnya, khususnya di Indonesia. Jika masalah tawuran ini dikaji dan ditangani dengan baik, bukan hanya bagi remaja yang bersangkutan yang akan terselasaikan, tetapi bagi keluarga, orang tua, dan semua orang yang berinteraksi dengannya. Menurut berita yang dikemukakan detik.com “Jakarta Dua pelajar SMA dibacok oleh sekelompok pemuda di Jl Percetakan Negara 11 Cempaka Putih, Jakarta, Pusat. Hingga saat ini pelaku masih belum diketahui.
"Korban dua orang atas nama Herman luka ditangan dan Rahman luka dibagian pinggang dan kedua lengan. Kejadian tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB," kata Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih AKP Alfius, di kantornya, Jl Letjend Suprapto, Jakarta, Sabtu (8/9/2012).
Alfius menjelaskan, Rahman masih menjalani perawatan di rumah sakit. Menurutnya, pelaku diduga berjumlah sekitar 10 orang, dan mengendarai 6 sepeda motor.
"Berdasarkan keterangan korban, ciri-ciri pelaku pakai celana abu-abu. Dugaan kita anak SMA juga," tuturnya.
Sampai saat ini polisi masih mengejar para pelaku. Ia menduga, kasus tersebut karena perang antar sekolah.
"Kita juga tidak temukan barang korban yang hilang," papar Alfius.
Menurut kejadian ini, kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda terlihat sangat mengenaskan, mereka melakukan hal tersebut tanpa sadar diri. Tidak ada rasa salah dalam diri mereka setelah membacok kedua pelajar tersebut. Kesadaran diripun belum tumbuh dalam diri mereka. Jika tidak segera ditangani, kekerasan dalam remaja akan berdampak sangat buruk bagi remaja tersebut, mereka akan dihindari dan dikucilkan oleh banyak orang, akibat dikucilkan dari pergaulan sekitar adalah remaja itu bisa mengalami gangguan jiwa.

SOLUSI

            Dapat dilihat dari tulisan diatas, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kesadaran diri. Analisis diri dapat kita lakukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri kita, berbicara dan meminta pendapat kepada orang lain pun adalah salah satu caranya. Mengenali kekuatan dan kelemahan pribadi sendiri juga merupakan cara untuk meningkatkan kesadaran diri. Dengan mengenali kekuatan kita dapat mengetahui bidang apa yang kita kuasai dan kita tahu dimana harus mentransfer atau menyalurkan kekuatan itu. Kelemahan pun juga sangat penting, karena dengan mengetahui kelemahan sendiri kita dapat mengambil kesimpulan dan mengatasi kelemahan tersebut. Berkonsentrasi dan bersikap fokus, kedua hal ini diperlukan agar kita tidak mudah lengah dan agar kita tidak mudah mendapatkan hal-hal buruk yang dapat merusak diri kita. Melatih kepekaan untuk memahami situasi diperlukan untuk membaca keadaan. Kita tidak mudah terjerumus kedalam hal-hal yang tidak diinginkan jika kita tahu harus berbuat apa pada saat yang tepat. Memiliki nilai-nilai pribadi atau prinsip hidup sebagau tolak ukur kehidupan, sebagai sarana untuk menjaga kita tetap dijalan yang benar, agar menjadikan kita sebagai manusia yang bertanggung jawab dan teguh.


Banyak sekali penyebab terjadinya kenakalan remaja yang disebabkan oleh tidak adanya kesadaran diri. Banyak masalah maka banyak juga solusinya. Rasa malu merupakan salah satu kesadaran diri yang penting dalam kasus ini. Rasa malu dapat membimbing kita dalam membuat kepututsan-keputusan yang tepat. Orang tua, sebagai wadah pertama kali dalam menumbuhkan rasa malu ini. Mulai dari pendidikan yang mereka berikan, bentuk-bentuk perilaku yang dicontohkan, sampai nasihat-nasihat yang diberikan kepada anak mereka yang menjelang remaja. Pendidikan yang diberikan haruslah tepat, dimulai lebih dini, lebih baik dan cepat pula dampaknya akan berpengaruh. Sekolah-sekolah yang terdapat haruslah diseleksi dengan benar agar pendidikan yang diterima oleh sang anak dapat di cerna dan di praktikan dengan baik. Berilah kesempatan kepada anak untuk melihat dan meniru contoh kebaikan dari orang tuanya. Ajarkan moral yang benar serta, laranglah mereka dalam melakukan hal-hal yang negatif seperti tawuran, mabuk-mabukan, seks bebas dan masih banyak lainnya.

            Setelah tahap diatas telah dilakukan, bagian yang terpenting adalah penegasan, penegasan bisa berasal dair berbagai pihak, seperti orang tua, guru, ataupun teman, tetapi orang tua lah yang tetap menjadi dominan dalam melakukan peran ini. Rasa malu akan mulai tumbuh jika penegasan dimulai sejak dini, sebagai contoh dalam pemakaian busana atau pakaian, dari kecil orangtua sudah mengajarkan anaknya untuk berpakaian sesuai etika, yaitu menutup aurat. Jika  sewaktu-waktu anak mulai mengenakan pakaian yang tidak menurut etika atau mengumbarkan auratnya, orang tua harus langsung menegaskan bahwa hal itu adalah hal yang memalukan, berulang kali mereka harus mengatakanya agar rasa malu itu tertanam dalam diri mereka. Berilah saran agar mereka tidak melakukannya lagi. Jika hal itu tetap diulang, berilah sanksi yang tegas namun mendidik agar anak itu tidak mau mengulanginya lagi.

            Apabila anak bertambah besar, orang tua tidak hanya bisa menunjukan bahwa perbuatan tertentu yang tidak baik dan yang memalukan, maka orangtua dapat meningkatkannya dengan memberikan uraian atau penjelasan lebih lanjut tentang akibat yang akan dirasakan anaknya itu jika ia melakukannya. Akibat buruk terutama adalah yang diterima oleh sisi si anak, kemudian yang akibat buruk yang diterima orang tuanya serta orang lain di sekitar yang berinteraksi dengannya. Orang tua dapat memberikan sebuah perumpamaan sebagai berikut, jika diri kita sendiri tidak ingin di bully oleh orang lain, maka jangan melakukan bully tersebut juga kepada orang lain. Artinya apabila kita tidak senang atau tidak nyaman dengan perbuatan seseorang, sebenarnya hampir semua orang pun bahkan semua makhluk cenderung tidak suka pula dengan perbuatan itu. Perumpamaan seperti ini dapat menimbulkan rasa dan pemikiran anak bahwa perbuatan buruk yang tidak ingin ia alami akan menimbulakan perasaan yang sama bagi orang lain. Menumbuhkan rasa takut dan malu terhadap perbuatan-perbuatan buruk inilah yang bisa menjadi pengawas setia dalam diri setiap orang, khususnya generasi muda. Setiap hari remaja akan merasa diawasi oleh sifat takut dan malu ini, mereka akan mulai berfikir dengan logis, mereka pun dapat menempatkan diri mereka sendiri dalam lingkungan apapun. Orang tua tidak harus merasa khawatir lagi jika anaknya sudah mempunya kedua sifat ini. Kebahagiaan dan ketentraman akan selalu datang kepada remaja, dan juga orang tua serta lingkungan sekitarnya. Era globalisasi pun dapat dicapai dengan tidak adanya rasa khawatir.

            Dengan dibangunnya kesadaran diri dalam diri kita, kita mendapat berbagai manfaat seperti memahami diri agar tidak terjerumus kedalam kenakalan remaja yang marak terjadi pada saat sekarang. Lebih mengetahui apa yang kita butuhkan dan apa yang tidak. Tentang yang baik dan yang buruk serta menjaga diri kita selalu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar