Sabtu, 22 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky Untuk Indonesia

Jutaan Harta Indonesia



                Indonesia, sang negeri zambrud katulistiwa, memiliki harta yang tak terhingga jumlahnya. Kebudayaan, alam serta banyak hal lainnya banyak dimiliki oleh Indonesia. Indonesia memiliki pulau-pulau yang sangat amat indah dengan penduduk asli yang menjaga keindahan pulaunya dari para pendatang. Bahkan sebagian besar pulau di Indonesia belum tersentuh oleh masyarakat perkotaan. Selain pulaunya yang indah semua potensi alam Indonesia Indah, mulai dari hutan, pegunungan, taman laut, flora fauna dan lain-lain.
                Keindahan bawah laut Indonesia bagaikan surga bagi para penyelam, terdapat diving spot dari sabang sampai raja ampat, banyak peyelam mengatakan 70 % kakayaan biota laut dunia ada di Indonesia. Indonesia diperkaya dengan belasan ribu pulau dengan karakter pantai yang berbeda-beda, mulai dari pasir yang putih bagaikan kristal,  pasir warna pink sampai pasir butiran besar bagaikan merica hitam yang esotik di Lombok.
                Indonesia juga rajanya ombak dengan berbagai bentuk dan keunikannya sendiri. Telah dikatakan oleh berbagai majalah selancar dunia bahwa Indonesia adalah surga bagi para selancar, dan dikatakan jenis ombak di berbagai pantai Indonesia masuk dalam 5 besar di seluruh dunia.
                Indonesia dengan 17.000 Pulau, dan garis pantai nomer 2 terpanjang di dunia. Serta dilintasi dengan garis khatulistiwa dan memilik hanya 2 musim, Indonesia relatif sepanjang tahun mendapat sinar matahari yang hangat, fakta-fata ini merupakan potensi yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi yang dapat di jual hampir sepanjang tahun.
                Banyak yang bisa dijadikan objek wisata di Indonesia, bukan hanya sebatas gunung dan pantai saja. Indonesia memiliki banyak potensi desa wisata. Desa sebagai sebuah tempat yang tradisional dan ‘sangat Indonesia’ memiliki kekayaan alam Indonesia yang melimpah dan dengan uniknya budaya lokal yang kita miliki, hal ini memberikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun turis mancanegara.  Desa wisata ini pun ada dimana-mana dan bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi.
                Banyak desa wisata yang dimiliki oleh Indonesia contohnya desa wisata di Yogyakarta. Sebagai kota budaya, Yogyakarta tentunya menjadi salah satu kota tujuan wisata yang ramai dikunjungi para pelancong dari berbagai daerah yang ada. Selain kawasan Malioboro yang menjadi tujuan belanja bagi para wisatawan, Yogyakarta ternyata memiliki kawasan desa wisata yang cukup potensial sebagai tempat pariwisata.
                Misalnya saja seperti puluhan desa wisata di daerah Turi yang memanjakan para wisatawannya dengan potensi salak pondoh yang berlimpah dan menyuguhkan pesona alam pedesaan yang masih sangat asri dan bagu sekali untuk dikunjungi. Atau selain desa di daerah Turi, wisatawan  bisa juga mengunjungi desa wisata kerajinan seperti di daerah Kasongan yang merupakan sentra atau pusat kerajinan gerabah, atau desa di daerah Krebet yang merupakan pusat kerajinan kayu Batik di Yogyakarta serta dapat juga berkunjung ke desa di daerah Manding yang merupakan tempat kerajinan kulit, sampai dengan desa wisata budaya yang belakangan ini mulai diminati wisatawan mancanegara seperti desa wisata Tembi maupun jelajah kampung budaya di gang sempit Dipowinatan yang seluruhnya berada di daerah Yogyakarta.
                Keunikan budaya Jawa yang masih sangat terasa dan keasrian panorama alam yang dimiliki kota Yogyakarta, mendorong masyarakat di berbagai sudut kota Jogja untuk memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan perekonomian desa setempat. Potensi desa wisata di Yogya bisa terus digali oleh pemerintah untuk meningkatkan wisata Indonesi
                Selain di Yogyakarta ada juga desa wisata di Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah ternyata juga memiliki potensi desa wisata yang beragam. Mulai dari kampung wisata Candirejo yang mengajak para wisatawan untuk mengenal lebih dekat kehidupan sehari-hari masyarakat desa setempat. Kemudian ada kawasan Dieng yang memanjakan wisatawan dengan pesona alamnya yang menawan dan potensi agrobisnis yang cukup berlimpah. Setelah itu desa wisata Duwet Klaten yang menyajikan budaya tradisional Jawa dan aneka macam kerajinan, Karangbanjar, Purbalingga yang menyajikan pemandangan desa yang masih alami. Kemudian ada Karimunjawa dengan daya tariknya pesona taman bawah laut, serta masih banyak lagi desa wisata lainnya seperti daerah Ketenger, Selo, serta kampung batik di Desa Laweyan Solo, Jawa Tengah.
                Hal ini merupakan potensi yang seharusnya bisa dipamerkan ke seluruh dunia dan menyokong kehidupan negara Indonesia. Sayangnya saat ini karena pengelolaan pariwisata yang belum maksimal, meskipun dunia mancanegara telah mengakui keindahan alam yang dimiliki oleh Indonesia.
                Dengan pengelolaan yang sekarang harta Indonesia yang merupakan sumber daya alamnya hanya tersia-dia. Mengapa? Karena dengan pengelolaan yang tidak maksimal dan tidak memerhatikan segala aspek, potensi pariwisata yang dikembangkan tidak mendapat perhatian maksimal dan hanya menjadi sumber penghasil uang. Alhasil potensi wisata tersebut menjadi rusak karena tidak dirawat dengan baik.
                Contohnya saja misalkan ada sebuah taman laut Indonesia yang sangat indah yang tadinya virgin atau tidak tersentuh. Melihat potensinya, mulailah indonesia berusaha mencari cara untuk menjadikannya tempat tujuan wisata. Karena pengelolaannya tidak siap dan tidak diusahakan dengan matang, hanya diolah agar bisa cepat menghasilkan uang, akhirnya setelah turis mulai berdatangan dengan pengelolaan terbatas tempat yang tadinya indah itu justru rusak. Turis yang tanpa pengawasan justru bisa sengaja atau tidak sengaja merusak sumber daya yang ada, contohnya dengan mengambil karang atau dengan bersnorkeling tetapi tidak benar-benar tau caranya sehingga tidak sengaja menendang atau merusak terumbu karang. Atau yang paling sering adalah dengan membuang sampah sembarangan di daerah tersebut.
                Karena hal itu, tempat yang tadinya virgin milik Indonesia menjadi rusak dan ketika sudah rusak tidak akan ada turis yang mau datang ke tempat tersebut lagi sehingga tempat tersebut menjadi tempat yang ditinggalkan dan tidak bermanfaat.
                Contoh sesungguhnya dari pengelolaan yang belum bagus dapat dilihat di pantai Pangandaran. Tempat ini memiliki potensi pariwisata yang sangat amat baik dan lengkap. Tempat ini menawarkan pantai dengan berbagai rupa bentuk sebagai objek wisata, pantai karang, pantai bermain, pantai surfing, pantai pasir putih, pantai snorkeling dan berbagai macam pantai untuk bermain lainnya.
                Selain itu Pangandaran juga menawarkan wisata ke Green Canyon yang sangat amat Indah dan jarang menjadi tempat wisata. Tempat tersebut paduan antara sungai, air terjun dan tebing-tebing yang sangat menarik untuk orang yang gemar berpetualang dan mencoba wisata yang baru yang bukan hanya bermain-main atau bersantai.
                Tempat ini merupakan objek wisata yang menarik. Tetapi sayangnya karena tempatnya yang jauh dan jalan yang jelek mebuat orang malas pergi ke tempat ini. Untuk mencapai tempat ini dari Jakarta, dibutuhkan waktu sekitar 9 jam dan mau tidak mau harus menggunakan mobil atau bus atau kendaraan darat lainnya karena tidak ada fasilitas lain. Kemudian jalan menuju tempat ini tidak bagus, berlubang dan tidak ada petunjuk arah yang jelas. Hal ini menyebabkan mobil pribadi yang ingin pergi kesini sendiri kesulitan karena bukan hanya bingung tentang arah tujuan tetapi juga kesulitan lewat karena infrastruktur jalan yang berantakan. Selain itu sesampainya ditempat hotel yang disediakan hanya hotel-hotel kecil kelas melati yang hanya menyediakan sekitar 5 kamar. Hotel-hotel seperti itu bahkan jumlahnya hanya 2 sampai 3 buah. Sisanya adalah penginapan di rumah penduduk.
                Sangat disayangkan, padahal dengan pengelolaan yang sedikit lebih baik dan publikasi yang lebih besar maka tempat tersebut bisa menjadi objek wisata yang sangat ramai pengunjung.
                Hal inilah yang terjadi dengan pengelolaan pariwisata di Indonesia saat ini, akhirnya sumber daya alam potensi wisata hanya mejadi tujuan wisata sementara yang hanya menghasilkan keuntungan bagi Indonesia untuk waktu yang singkat saja sampai kemudian dirusak oleh kita sendiri. Tentunya kita tidak ingin ini terjadi dan ingin mengelola pariwisata dengan lebih baik lagi dari saat ini.
                Masih banyak potensi pariwisata alam Indonesia yang belum tersentuh dan dikembangkan secara luas. Menurut Venny Megawati, dosen Operation Management FBE “Dari sudut pandang umum, potensi wisata yang dimiliki Indonesia sangat luar basa. Banyak tempat-tempat wisata yang sangat indah, yang mampu menjangkau market yang luas,” Ia juga menjelaskan bagaimana caranya agar mengelola tempat wisata dengan baik, yang pertama harus dilakukan tentu kita harus menemukan dulu titik wisatanya. Kita harus mencari tempat-tempat menarik, yang terkadang tidak kita sadari potensi pariwisatanya kemudian setelah menemukan tempat yang berpotensi, kita bisa membangun infrastruktur disana. Menurutnya mungkin tidak semua pembangunan infrastruktur tercukupi tapi setidaknya dengan membuat jalanan yang baik kesana maka pastinya jumlah wisatawan akan meningkat. Setelah infrastruktur yang harus diperhatikan adalah kebersihan karena pastinya kebersihan sangat amat penting. Setelah itu kita bisa menyediakan souvenir dan fasilitas-fasilitas yang bisa menarik keberadaan wisatawan ke daerah wisata tersebut. 
                Untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia harus direncanakan secara sangat amat matang dan tidak boleh asal hanya agar cepat jadi saja. Setiap tempat harus memiliki rencana yang pasti dan lengkap dalam pengembangannya. Mulai dari Infrastrukur, akomodasi tempat tersebut, fasilitas, kebersihan, kepengurusan, dan hal-hal lain seperti itu yang menyokong perkembangan tempat tersebut menjadi yempat yanng lebih baik dan lebih diminati oleh para wisatawan dari berbagai tempat di dunia.
                Jika telah tercapai maka wisatawan akan nyaman untuk berlibur ke Indonesia. Alhasil Indonesia akan menjadi tujuan wisata yang sangat menarik dan ingin didatangi oleh wisatawan dari manapun dan karena pengelolaan yang baik wisatawan tidak akan bisa menurunkan nilai jual dengan merusak tempat wisata tersebut segingga bukan hanya tempat wisata tersebut membawa keuntungan bagi Indonesia, tetapi tempat tersebut juga menjadi tempat yang manfaat yang keindahannya bisa dinikmati oleh siapapun dari manapun.
Sumber:
www.google.co.id (image)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar