Sabtu, 22 September 2012

Tugas 3 : Solusi labsky untuk Indonesia


MASALAH GLOBALISASI DI INDONESIA


Pada tugas ini, saya akan membahas tema masalah globalisasi di Indonesia. Apa itu globalisasi? Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi mempunyai banyak dampak baik bagi Indonesia, akan tetapi, globalisasi juga banyak menimbulkan masalah. Hal ini yang akan saya bahas dalam post saya ini.


Di abad 21 ini segalanya semakin mudah dengan berkembang pesatnya di bidang teknologi dan informasi semua kebutuhan dapat dilakukan dengan mudah contoh konkritnya saja dulu pada era kemerdekaan Indonesia untuk pergi ke sekolah mungkin banyak yang jalan kaki atau mungkin ada yang memakai sepedah kayuh (mungkin masih jarang) dengan jarak yang jauh membutuhkan waktu yang lama. Sekarang dengan berkembangnya tekonologi ke sekolah sekarang dapat dilakukan ditempuh dengan menggunakan sepedah motor atau mobil yang ini jauh lebih nyaman dan cepat dari pada jalan kaki atau naik sepedah kayuh seolah – olah jarak bukan lagi masalah operasional. pada bidang bisnis / usaha, menggunakan alat penghitung cepat yaitu kalkulator / computer dalam sistem akuntansinya yang lebih cepat dan valid untuk melakukan perhitungan dalam jumlah yang besar sehingga peran manusia tergantikan oleh mesin bayangkan saja jika dilakukan tenaga manusia bisa jadi pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu satu hari oleh mesin hitung, dengan tenaga manusia mungkin bisa tiga hari dan masih banyak hal lain lagi yang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat


Saat ini merupakan era globalisasi dimana semua Negara tidak bisa menghindar dari globalisasi sebab ini memang konsekuensi logis akibat dari kemajuan kehidupan tradisional dalam arti teknologi dan organisasi social ke pola sistem ekonomis dan politis Serta akibat dari Pergulan Negara- Negara melalui teknologi informasi dan komunikasi inilah konsep globalisasi ini di sebarkan. Sehingga sebuah Negara dengan  Negara yang lain seperti tanpa batas ruang dan waktu. Apalagi saat ini telah diwujudkannya bentuk globalisasi itu dengan diberlakukan perjanjian perdagangan bebas kawasan Asean(AFTA dalam singkatan bahasa inggris) yang bertujan meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN. Yang ini juga pasti berdampak positf dan negative terhadap suatu Negara terutama budaya-nya yang berdampak pada kehidupan di suatu bangsa tersebut.

Saat ini yang dipandang positif dampak dari globalisasi adalah dimana kehidupan taraf hidup yang meningkat sebab dalam perjanjiannya adalah adanya penurunan tarif masuk (0-5%) bagi barang – barang anggota AFTA dan wajib bagi anggotanya melakukan penurunan biaya manufaktur sehingga barang yang di impor akan jauh lebih murah dan jelas ini terbukanya peluang memasarkan produk kita secara internasioal, dan lagi dampaknya jika banyak investor luar negeri yang mendirikan perusahaan di Indonesia maka ini akan menyerap tenaga kerja dari Negara tesebut sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dan  Di sisi lain dampaknya pada nilai dan sikap yang dulunya irasional menjadi rasional.


Namun jika kita melihat dampak negatifnya pada Negara Indonesia yang bukan sebagai Negara produsen tapi sebagai Negara konsumen begitu buruk sekali bagi kehidupan manusia bahkan mungkin bisa dikatakan mengahancurkan masyarakat salah satunya adalah budaya konsumtif yang ini merupakan alat bagi kaum kapitalis melalui media elektronik dan media cetak membuat trend untuk mengeruk keuntungan yang sebesar – besarnya di tengah kondisi ekonomi yang sedang menggeliat ini. Dari sisi sosial yang terjadi pada masyarakat adalah adanya  kelas social yang di lambangkan dengan symbol brand barang yang di pakai/dikonsumsi yang menunjukkan tingkatan kelas social seseorang terlepas dari pranata socialnya. Dalam kehidupan kota Metropolitan ini Kelas social dapat dimanipulatif tergantung ingin memproyeksikan diri lebih tinggi, sedang atau rendah Sehingga setiap orang yang ingin memproyeksikan dirinya  paling tinggi dalam kelas sosialnya maka dia harus memakai barang – barang yang memiliki brand terkenal contohnya saja untuk sepatu sekolah paling banyak mereka membeli brand seperti “Convers All Star”, “Adidas” dan “Nike” untuk sepatu sport yang ini harganya jauh lebih mahal dari sepatu merek umumnnya padalal fungsinya sama saja dan ini juga akan membentuk sifat yang boros. Dan dari kelas social ini dapat menjadi jurang social antara sesama yang dapat memecah rasa persatuan manusia sebagai makhluk social sebab yang merasa dirinya paling tinggi dalam kelas sosialnya akan membuat kelompok dengan orang yang sama. Kemudian dari sisi mental budaya konsumtif juga membentuk mental konsumtif sehingga mentalnya bagaimana bisa memenuhi dengan cara membeli bukan bagaimana dengan membuat sendiri, kita lihat saja data yang di tayangkan oleh metro tv ada rating orang – orang di seluruh Negara rata – rata waktu yang dihabiskan dalam sehari untuk menonton telivisi. Indonesia menempati urutan atas sehingga wajar saja jika kita mengikuti orang – orang yang membuat trend. sehingga selalu yang sibuk dibicarakan adalah bagaimana up date trend otomotif, fashion, elektonik dsb. Sehingga jarang sekali membahas atau mungkin bahkan tidak pernah membahas bagaimana kita membuat suatu produk yang lebih inovatif yang dapat membanggakan Indonesia yang juga jauh lebih murah dari pada barang trend yang di buat oleh Negara Maju/Negara produsen. Jika kita biarkan kondisi tersebut terus berlangsung maka dapat dipastikan akan kehancuran suatu masyarakat

1.     Dampak jangka pendek, yaitu;
-Dampak negatif globalisasi yang terlihat/ terdetek; yaitu dampak buruk yang dapat dihindari sebelum itu terjadi.
-Dampak positif globalisasi yang terlihat/ terdetek; yaitu dampak positif/baik yang dapat diperkirakan sebelum itu terjadi.
2. Dampak jangka panjang, yaitu;
-Dampak negatif globalisasi yang tidak terlihat/ tidak terdetek; dampak buruk yang tidak diperkirakan dan tidak dapat dihindari sebelumnya. Dampak tersebut baru disadari setelah efek buruknya terjadi
-Dampak positif globalisasi yang tidak terlihat/ tidak terdetek; dampak positif/baik yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Dampak tersebut baru disadari setelah menguntungkan peradaban.
Oleh sebab itu sudah sepatutnya penjelasan mengenai masalah globalisasi harus ditekankan, karena perbedaan pendapat mengenai dampak globalisasi sudah sering terjadi di masyarakat kita dewasa ini

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan kebudayaan. Namun pada zaman sekarang, telah sulit kita temui tarian-tarian daerah apalagi di kota Jakarta. Sudah sangat jarang terdengar music-musik tradisional dari daerah. Hal ini merupakan beberapa akibat dari Globalisasi. Ya, globalisasi itu bagus untuk Negara dalam mengembangkan teknologi dan sebagai pengetahuan, tetapi sekarang globalisasi disalahgunakan untuk memperbarui budaya-budaya yang ada. Contoh kebudayaan yang hilang seperti yang saya sebutkan tadi, tarian daerah jarang dan banyaknya tarian modern. Begitu juga dengan music daerah, sekarang lebih banyak music-musik modern daripada music daerah. Lambat laun kebudayaan asli yang ada di Indonesia akan hilang.



Dampak Globalisasi lainnya bagi bangsa Indonesia:
·         Budaya konsumtif
Dampaknya:
1.     Selalu berkeinginan bagaimana bisa membelinya tapi bukan membuatnya.
2.     Mengikuti yang membuat trend sehingga jiwa yang terbentuk jiwa pengikut bukan jiwa pemimpin.
3.     Merupakan sifat yang boros kibat keinginan bagaimana dirinya bisa memenuhi segala kebutuahannya yang berkaitan dengan life style yang di usung oleh pembuat trend saat ini.
4.     Membuat banyak hutang apalagi sekarang ini di dukung dengan credit card sebagai alat transaksi jual – beli selain uang sehingga tak terasa habis berapa saja uang yang kita miliki apalagi kita juga mungkin terjebak sampai minus

·         Budaya instan
Karena teknologi itu sifatnya instan maka yang terbertuk dalam pola pikir  masyarakat adalah bagaimana bisa meraih impian seperti membalik telapak tangan.
Dampaknya :
1.     Memiliki sifat – sifat yang tidak memiliki budaya kerja keras dan kerja cerdas
2.     Terjebak dengan kuis – kuis yang menwarkan hadiah ratusan juta padahal belum tentu juga menang
3.     Budaya antipati

Karena teknologi yang semakin berkembang semakin memudahkan segala pemenuhan kehidupan manusia sehingga dampaknya:
1.     Sikap individualis sebab tidak merasa butuh orang lain padahal hakikat manusia adalah makhluk social.
2.     Akibat dari jarangnya berinteraksi maka masa bodoh dengan masalah orang lain sehingga sikap suka membantu dan tolong menolong akan hilang.
3.     Budaya Mengotori lingkungan
1.     Dengan sifatnya globallisasi yang instan maka produk barang yang di buat adalah sekali pakai maka konsumen juga sering membeli produk kemudian langsung buang jika posisinya tidak berada dekat tempat pembuangan sampah maka sampah akan di buang sembarangan sesuka hati atapun bisa juga Karena tempat sampah sudah penuh sebelum jadwal pembersihan tempat sampah maka akan di buang ditempat lain yang bukan tempatnya.
Maka dari beberapa budaya hasil globalisasi yang negative di atas perlu di selesaikan juga melalui budaya yang perlu di bangun yang sesuai nilai budaya yang ideal bagi bangsa Indonesia.


Solusi permasalahan:
A.MENINGKATKAN PENDIDIKAN MORAL
Dengan meningkatkan pendidikan moral, diharapkan manusia dapat tetap berpegang teguh pada prinsipnya dalam mengetahui hal yang benar dan salah. Pendidikan moral harus disertai dengan kesadaran diri sendiri akan dampak akibat negative dari globalisasi bila diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Ada dua cara/media pendidikan Moral dapat dilaksanakan melalui:
1.     Pertama, karena peranan pendidikan formal di anggap paling kuat dalam pembentukan manusia yang berilmu dan berakhlak maka melalui pendidikan formal ini pendidikan moral akan diberikan otomatis akan di masukkan dalam kurikulum nasional di mulai sejak tingkatan sekolah dasar sampai dengan ke perguruan tinggi sehingga nanti yang di tekankan tidak hanya bagaimana bisa menjadi manusia yang pandai saja akan tetapi bagaimana bisa manusia yang berakhlak mulia sehingga di dalamnya tidak saja terjadi proses transfer ilmu pengetahuan tetapi juga terdapat pembentukan moral dan tentu saja semua yang berperanan dalam dunia kependidikan formal (mulai dari kepala sekolah sampai tungkang kebun)harus bisa memberikan contoh moral bagi siswanya dan sesama tenaga kependidikan.
2.     Kedua, karena manusia adalah uswah bagi manusia yang lain maka setiap individu diharapkan dapat memberikan contoh moral yang baik terhadap yang lainnya sehingga dengan demikian secara tidak langsung akan membentuk moral – moral yang telah di harapkan sesuai nilai ideal masyarakat yang seimbang
3.     Ketiga, melalui lembaga swasta lembaga yang bersifat teknologi informasi dan komunikasi yang membawa pengaruh besar dalam sebuah pendidikan di masyarakat seperti televisi, surat kabar dan lembaga perfilman sebagai media pembawa pesan moral bagi masyarakat.

B.PERAN ORANGTUA
Peran orangtua sangat berpengaruh untuk tingkah laku anak apalagi pada zaman globalisasi seperti ini. Dampak negative globalisasi bila dilihat dari sisi remaja yaitu kebudayaan berpakaian dan clubbing. Hal-hal seperti ini bisa dihindari dengan peranan orangtua yang member batas pergaulan dan member tau yang benar dan yang salah. Sedangkan untuk budaya, orangtua disarankan untuk sering mengajak anaknya pergi ke tempat-tempat ang memiliki nilai budaya tinggi seperti contohnya TMII dll. Dengan begitu diharapkan anak akan dapat melalui era globalisasi ini tanpa harus mengurangi rasa cintanya pada kebudayaan asli Indonesia.


C.PERAN SEKOLAH
Peran sekolah dalam hal globalisasi tentu banyak, apalagi peran guru. Sekolah merupakan tempat menuntut ilmu bagi anak-anak, oleh karena itu, sekolah haruslah menyediakan contoh yang baik dalam era globalisasi ini. Misalnya, setiap hari kamis guru-guru dan murid diwajibkan memakai batik. Contoh lainnya, seperti didukung dan diadakannya ekstrakurikuler tarian tradisional. Sekolah juga harus menyediakan pelajaran khusus bertema kebudayaan di Indonesia agar murid-muridnya tergerak untuk belajar budaya asli dan mulai mencintai budaya Indonesia




Sumber:





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar