Sabtu, 22 September 2012

Solusi Labsky untuk Indonesia


Solusi Kebudayaan yang lambat laun tertelan Era Modern

Masalah :

         Budaya tari, contoh tari saman, sepertinya cuman kita liat di sekolah – sekolah sebagai ekskul. Akhir – akhir ini budaya tari yang sedang populer hanya tari saman. Hampir semua sekolah pasti punya ekskul tari saman. Tapi kenapa gak ada tari lain ya selain itu? Batik pun begitu. Yang pakai batik kebanyakan yang tinggal di daerah, seperti Jogja dan Solo. Padahal di Jakarta lebih banyak orang yang datang merantau kesini, mulai dari dalam negeri maupun luar negeri. Tapi kenapa sekarang udah dikit banget ya yang pakai batik? 

Tari Saman


        Sekarang ini, di jaman dimana teknologi udah canggih, banyak orang- orang yang melupakan budaya sendiri. Tepatnya sih gak melupakan, tapi tidak peduli. Batik sih pasti punya, tapi rasa bangga akan hasil karya negeri sendiri pasti jarang tergores dipikiran masyarakat sekarang ini. Sayang sekali loh, padahal banyak banget budaya yang unik dan keren, sederajat dengan kerennya teknologi sekarang, kalo kita mau mencari tentang budaya lebih banyak lagi. Pasti juga banyak yang belum afal ada tarian apa saja di Indonesia, ada lagu daerah apa saja, alat musik apa saja dan masih banyak lagi. Bahkan kemungkinan hanya 1 dari 20 orang di Indonesia, yang bener-bener cinta dan peduli masalah kebudayaan. Pertama – tama saya bakal jelasin dulu nih apa maksud dari kebudayaan. Kebudayaan Indonesia bisa diartikan seluruh ciri khas suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional Indonesia. Kebudayaan juga bisa disebut sebagai kebiasaan suatu daerah tertentu atau negara tertentu. Kadang – kadang kebudayaan juga muncul dari faktor lingkungan daerah tersebut, gak hanya muncul dari kebiasaan. Karena sudah menjadi kebiasaan, maka kebudayaan biasanya menjadi ciri khas dari daerah atau negara tertentu. Setiap negara tentunya mempunyai berbagai kebiasaan yang menjadi kebudayaan di negara tersebut termasuk di Indonesia. Yang termasuk kebudayaan Indonesia itu adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku – suku di Indonesia. 




Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai banyak sekali keragaman budaya, mulai dari ragam tari, musik daerah, rumah adat, baju adat, upacara adat dan lain – lainnya. Hal ini sangat menguntungkan dan membanggakan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, lama kelamaan, nama budaya – budaya asli tersebut sudah jarang sekali terdengar di era Modern ini. seiring berkembangnya zaman era globalisasi, Kebudayaan Indonesia mulai luntur.Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi. Di TV, di radio, dan di media lainnya, lebih tertarik untuk meliput dan menyangkan hal – hal yang berbau modern atau barat.

Dengan demikian pola pikir Indonesia terpengaruh/ikut-ikutan pola budaya Barat, sehingga mereka melupakan kebudayaannya sendiri. Hal ini masuk kedalam pengaruh dari globalisasi. Globalisasi sendiri membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan di masyarakat. Salah  satu dampak positifnya yaitu memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dan bertukar informasi secara cepat dan mudah. Sedangkan salah satu dampak negatifnya adalah budaya luar yang negatif dapat dengan mudah masuk ke ruang lingkup masyarakat. Dampak negatif itu dapat meracuni pikiran para remaja dengan mudah, karena tergiurnya dengan iklan – iklan yang memikat. Sampai – sampai, maslah paling utamanya yaitu budaya Indonesia sendiri dilupakan atau mulai luntur oleh para generasi muda. Sebagai contoh, masyarakat cenderung memakai pakaian yang agak terbuka daripada memakai pakaian asli Indoneisa yang cenderung tertutup dan lain sebagainya.Jika hal ini terus terjadi, kebudayaan Indonesia bisa dipastikan akan hilang. Kesenian & kebudayaan merupakan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kesenian dapat menjadi wajah untuk mempertahankan identitas budaya Indonesia.

Sekarang ini, dengan keadaan yang semakin buruk, kebudayaan semakin pudar, sangat mengkhawatirkan dan harus diselamatkan.Selain masuknya budaya asing ke Indonesia, masalah kebudayaan yang masih harus kita hadapi adalah masalah dimana berbagai kebudayaan dari negara kita diambil, dicuri dan diakui oleh negara lain sebagai kebudayaan milik mereka dikarenakan tindakan kita sebagai warga Indonesia selama ini yang tidak pernah peduli dengan budaya bangsa sendiri. Tidak hanya satu, tetapi puluhan kebudayaan kita sudah di claim oleh negara lain. Ada beberapa contoh kebudayaan kita yang telah di claim oleh Malaysia, yaitu:

1. Batik, United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan batik sebagai bentuk budaya bukan benda warisan manusia atau UNESCO representative list of intangible cultural heritage of humanity.

2. Tari Pendet, Malaysia mencantumkan Tari Pendet sebagai iklan visit year.

3. Wayang Kulit, Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible
Heritage of Humanity).

4. Angklung, alat musik khas Sunda itu terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

5. Reog Ponorogo, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain menyatakan bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli negara itu, akhir November 2007.

6. Kuda Lumping, meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Malaysia dan Singapura.

7. Lagu Rasa Sayange, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia pada tanggal 11 November 2007.

8. Bunga Rafflesia Arnoldi

9. Keris, terdapat satu panel relief Candi Borobudur (abad ke-9) yang memperlihatkan seseorang memegang benda serupa keris.

10.Rendang Padang, tetapi tidak ada satu pun catatan sejarah yang mengungkap bahwa rendang adalah produk asli Malaysia.

11. Lagu Soleram dari Riau

12. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi

13. Alat Musik Gamelan dari Jawa

14. Alat Musik Gordang Sambilan

15. Tari Piring dari Sumatera Barat

16. Lagu Kakak Tua dari Maluku

17. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara

18. Badik Tumbuk Lada

19. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat

20. Kain Ulos

21. Lagu Jali-Jali

22. tari Tor – Tor


Batik








Jaipong
Reog Ponorogo

Sudah begitu banyak kebudayaan yang telah di ambil oleh negara lain, oleh karena itu kita tidak boleh berdiam diri saja dan membiarkan hal ini terjadi terus menerus, kita dapat melakukan beberapa cara penanggulangan dan pencegahan.

Contoh lain, didaerah Sumatera Barat pun, banyak kesenian tradisional yang terancam punah, karena tidak ada regenerasi, jarang dipertunjukkan, dan juga karena pelaku-pelakunya sebagian sudah uzur dan meninggal. Kesenian tradisional di Sumbar yang terancam punah itu antara lain Talempong Ungan, Gandai, dan Tupai Janjang. Di daerah Jawa Barat saja, sedikitnya terdapat 43 kesenian tradisional yang hamper punah. Dari jumlah itu, baru dua jenis kesenian yang bisa direvitalisasi, yaitu Gendang Gugun dan Angklung Badun. Seharusnya, di masa globalisasi yang sedang merajalela ini, kita memanfaatkannya dengan mempromosikan secara global kebudayaan daerah, bukan malah sebaliknya yang membiarkan budaya luar masuk dengan mudah ke bangsa kita. 


membatik
Tari Bali


Solusi:

Dilihat dari banyaknya masalah diatas, beberapa solusi yang bisa saya sarankan adalah kita sebagai generasi penerus harus mampu menjungjung tinggi budaya Indonesia dengan menjaga dan melestarikan daerah kita sendiri,jangan mau terpengaruh oleh budaya asing yang bertentangan dengan adat atau tradisi kita apa lagi bertentangan dengan agama.Contoh nya banyak kalangan remaja yang memakai tato atau tindik itu merupakan pengaruh budaya asing yang tidak patut kita contoh. 


Budaya Barat

Saat ini pun tak ada kata terlambat untuk memulai perjuangan mempertahankan kebudayaan bangsa. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh kita sebagai warga Indonesia dan pemerintah.

Langkahnya ialah memperjuangkan untuk mendapatkan hak paten di tingkat Internasional. Secara sepintas, langkah ini terlihat sangat rumit. Akan tetapi, betapapun rumitnya, bangsa Indonesia harus tetap melakukannya untuk menjamin kepemilikan budaya warisan nenek moyang di tanah air tercinta ini. Jika usaha ini telah berhasil maka tak akan ada lagi pihak yang berani melakukan klaim kepemilikan terhadap budaya Indonesia.

Solusi berikutnya ialah pemanfaatan para tunas bangsa yang akan melakukan berbagai kegiatan yang bersifat Internasional di negara lain. Atau dengan kata lain, bangsa Indonesia mempromosikan kebudayaan nya sendiri. Kita harus mempublikasikan apa yang menjadi kebudayaan milik kita dengan memanfaatkan globalisasi seperti TV dan radio. Era globalisasi jangan kita gunakan sebagai suatu perkembangan buruk, melainkan sebaliknya. Pada saat pelaksanaan kegiatan itulah, mereka memperkenalkan budaya Indonesia, seperti mengenakan pakaian batik dan memutarkan video kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, bangsa lain yang turut serta dalam kegiatan tersebut dapat mengetahui bahwa batik serta kebudayaan yang dipelihatkan dalam video tersebut merupakan budaya milik bangsa Indonesia. Hal serupa dapat dilakukan pada saat kunjungan duta asing ke Indonesia. Kita juga bisa mengikuti kegiatan Misi Budaya yang biasanya diadakan rutin di sekolah – sekolah. Disitu biasanya ditampilkan banyak tarian dan alat musik daerah. Pastinya, saat itu merupakan saat yang bagus untuk mempublikasikan budaya kita ke mancanegara.
Solusi lain untuk menjamin kepemilikan budaya bangsa ini adalah melalui penyusunan peraturan perundang-undangan yang mewajibkan pemasukan unsur-unsur budaya Indonesia ke dalam setiap film yang diproduksi di tanah air. Hal ini tentunya akan semakin menguatkan pengetahuan bangsa lain bahwa budaya yang disisipkan dalam film tersebut merupakan budaya Indonesia.

Dari sisi pemerintah pun harus melakukan sesuatu. Pemerintah sebagai pengawas sekaligus pembimbing segala sesuatu yang ada di Indonesia harusnya lebih aktif dalam menekankan pendidikan tentang budaya Indonesia dengan cara menambah jam pelajaran tentang kebudayaan khususnya untuk kebudayaan Indonesia sendiri. Cara itu bisa diwujudkan dengan cara pengemasan yang baik dan menarik. Cara pengajaran seperti itu dapat lebih mudah menarik minat siswa tanpa merubah unsur penting didalamnya. Ekskul tarian adat pun juga harus dikembangkan dan jangan hanya saman. Masih banyak tarian yang bagus lainnya seperti tari piring, tari lontar, tari tokecang. Ekskul fashion show baju adat pun juga dapat digunakan dalam perkenalan kebudayaan. Yang paling penting kebudayaan ini harus ditanam kan sejak kecil, kalau dari kecil saja dia sudah disuapi hal-hal yang berbau barat, sampai besar pasti akan begitu. Jadi penanaman sejak dini pun sangatlah penting.

Budaya itu dinamis, Generasi muda dapat memodifikasi budaya. Namun tidak keluar dari budaya aslinya. Semuanya tidak menjadi masalah selama berkembang kearah positif. Diharapkan dengan ditangani generasi muda yang kreatif dan fresh budaya itu tidak membosankan.

Saya sebagai seorang murid SMA Labschool Kebayoran, hanya bisa melakukan beberapa hal kecil, tetapi saya akan mengajak masyarakat Indonesia, dimulai dari kelompok kecil seperti keluarga saya, lalu kemudian teman – teman saya disekolah untuk membantu melestarikan kebudayaan seperti mengikuti ekskul tari tradisional disekolah, ikut misi budaya untuk memperkenalkan kebudayaan asli kita terhadap dunia luar. Pemerintah pun sudah banyak melakukan usaha pelestarian budaya, hanya saja, kurang perhatian dari masyarakat untuk mewujudkan itu semua, oleh karena itu kita harus membantu semua usaha pelestarian budaya.

Walaupun usaha yang saya lakukan masih kecil, tetapi jika dilakukan sungguh – sungguh, lama kelamaan akan membawa hasil besar. Saya harap, siapapun yang membaca artikel ini, bisa membantu dalam promosi budaya Indonesia. Dan semoga artikel saya ini bisa membawa kehidupan masa depan yang lebih baik. 

Tim Saman SMA Labschool Kebayoran


Sumber:





1 komentar:

  1. izin copas gambar indonesia know it love it nya yah, buat di blog aku ! makasih

    BalasHapus