Kamis, 20 September 2012

Solusi Labsky untuk Indonesia

Rokok; Gulungan Kecil yang Mematikan

Bagi orang Indonesia, rokok merupakan barang yang selalu kita temui setiap hari. Kita menghirup udara dari asap gulungan kertas kecil yang terselip diantara jari-jari pemuda-pemudi yang duduk-duduk di pinggir jalan. Kita melihat deretan berbagai merek di belakang kasir saat kita membayar makanan di mini market, sodoran yang diberikan pedagang asongan saat menunggu lampu merah, iklan-iklannya yang tertera pada billboard, menghirupnya saat jalan keluar rumah, atau bahkan beberapa dari kita selalu bertemu dengan yang namanya rokok di rumah karena orangtua, atau sanak saudara kita merupakan perokok.
Diperkirakan 50 juta penduduk Indonesia merokok dengan rata-rata rokok yang dihisap per hari sebanyak 20 batang per orang. Hal tersebut bukan merupakan hal yang patut dibanggakan. Akibat kondisi tersebut, banyak penduduk Indonesia yang berpotensi terserang berbagai penyakit yang merupakan akibat dari rokok seperti penyakit jantung, tumor, kanker dan sebagainya. Rokok bahkan telah dilaporkan membunuh 13.500 orang per hari di seluruh dunia atau satu orang setiap detik.
Hal itu membuat saya sangat prihatin karena selain menyebabkan rakyat Indonesia tersebut menjadi tidak sehat dan orang-orang di lingkungannya (seperti istri dan anak) ikut tidak sehat karena menjadi perokok pasif, orang Indonesia yang kurang mampu seringnya mementingkan membeli rokok dibanding membeli hal-hal yang lebih penting, seperti makan dan minum. Uang pun yang tadinya bisa digunakan untuk membiayai anaknya sekolah bisa habis karena digunakan untuk terus-terusan membeli rokok. Oleh karena itu, sudah seharusnya kami anak-anak labschool membantu mengatasi masalah rokok ini untuk menjadikan rakyat Indonesia menjadi lebih sehat dan sejahtera. Namun sebelum membahas hal-hal yang bisa dilakukan oleh kami, mari kita pelajari lebih lanjut mengenai rokok dan bahayanya kepada perokok, baik aktif maupun pasif.
Pengertian Rokok
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rokok adalah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yg dibungkus (daun nipah, kertas). Sedangkan menurut Wikipedia, rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Zat Kimia Berbahaya yang Terdapat dalam Rokok
Berikut adalah beberapa zat kimia berbahaya yang terdapat di dalam rokok beserta pengaruhnya kepada tubuh manusia:

1.                 Nikotina
Nikotina adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan. Salah satunya adalah tembakau. Nikotina berkadar 0,3 sampai 5,0% dari berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun.
Nikotina merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan, Nikotina memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker. Selain itu, nikotina juga dapat merusak jaringan otak, menyebabkan darah cepat membeku, serta mengeraskan dinding arteri
1.                 Tar
Tar adalah sebuah zat yang dihasilkan dalam pembakaran tembakau (rokok biasa) dan bahan tanaman lain (rokok herbal) ketika seseorang merokok. Ia merupakan campuran dari beberapa zat yang bersama-sama membentuk suatu massa yang dapat melekat di paru-paru.
Kebanyakan bahan kimia (termasuk tar) yang terkandung di dalam rokok akan tertinggal atau menempel di paru-paru, sehingga lambat laun akan menyebabkan masalah pernapasan. Semakin banyak Anda menghirupnya, maka kerusakkan di paru-paru Anda akan semakin besar.
Bahaya tar lainnya adalah dapat menyebabkan kanker yang dapat merusak paru-paru dan penyakit bronkitis yang biasanya dialami oleh para perokok. Racun dari zat ini dapat merusak sel-sel yang berfungsi untuk menjaga paru-paru dari pembentukan tumor. Bahan berbahaya ini dapat menyebabkan masalah pernapasan yang dikenal sebagai emfisema, yang secara perlahan-lahan membuat jaringan paru-paru membusuk.
Selain itu, ia juga dapat membakar silia (struktur kecil mirip rambut) pada saluran pernapasan (bronchial tubes), yang mana berfungsi untuk menangkap partikel berbahaya agar tidak masuk ke paru-paru. Ketika zat ini berhasil merusak silia, maka zat berbahaya lainnya pun akan dengan mudah masuk dan menempel pada paru-paru, serta kemudian merusaknya. Tar juga dapat membunuh sel dalam saluran darah dan meningkatkan produki lendir di paru-paru.
2.                  CO (Karbon Monoksida)
Karbon monoksida adalah gas yang terbentuk dalam asap rokok. Karbon monoksida dikenal sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung) pada perokok. Karbon monoksida mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen. Selain itu, karbon monoksida juga menghalangi transportasi dalam darah.
4. Zat karsinogen
          Zat Karsinogen adalah zat yang menyebabkan penyakit 
kanker. Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis. Karsinogenik adalah sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena zat-zat yang terdapat pada rokok. Sehingga paru-paru menjadi berlubang dan menyebabkan kanker.
5. Zat Iritan
Zat iritan pada rokok mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru sehingga  menyebabkan batuk.
6.                   Sianida,
Sianida merupakan senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
7.                   Benzene,
Benzene juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
8.                   Cadmium,
Cadmium merupakan sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
9.                   Metanol (alkohol kayu),
Metanol adalah alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
10.               Asetilena,
Asetilena merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
11.               Amonia,
Amonia dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
12.               Formaldehida,
Formaldehida adalah cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
13.               Hidrogen sianida,
Hidrogen sianida adalah racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun dan bahan-bahan yang dapat menimbulkan kanker (karsinogen). Bahkan bahan berbahaya dan racun dalam rokok tidak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan pada orang yang merokok, namun juga kepada orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok yang sebagian besar adalah bayi, anak-anak dan ibu-ibu yang terpaksa menjadi perokok pasif oleh karena ayah atau suami mereka merokok di rumah. Padahal perokok pasif mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung ishkemia. Sedangkan pada janin, bayi dan anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah, bronchitis dan pneumonia, infeksi rongga telinga dan asthma.
Selain masalah kesehatan, harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
Solusi
Sekolah merupakan institusi formal yang paling penting dalam membentuk suatu individu. Sehingga menurut saya, SMA Labschool Kebayoran bisa memberikan solusi bagi masalah rokok, tidak hanya kepada siswa dan siswinya tetapi juga kepada lingkungan di sekitar SMA Labschool Kebayoran. Yang pertama adalah mengadakannya workshop-workshop dan awareness tentang bahayanya rokok kepada siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran. SMA Labschool Kebayoran bisa juga mengundang sekolah-sekolah lain dan masyarakat untung ikut serta dalam workshop tersebut. Selain itu, harus ada peraturan tegas mengenai dilarangnya merokok di sekitar sekolah dan sekitar lingkungan sekolah beserta hukuman yang jelas apabila ada yang melanggarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar