Minggu, 16 September 2012

Solusi Labsky untuk Indonesia


Solusi untuk kepadatan penduduk khusunya di daerah DKI Jakarta

            DKI Jakarta adalah ibukota negara Republik Indonesia yang telah ada jauh-jauh hari sebelum negara ini merdeka. 22 Juni 1527, itulah hari jadi Jakarta. Hingga hari ini berarti Jakarta telah berumur 485 tahun. Secara geografis, Jakarta terletak di 5° 19' 12" - 6° 23' 54" LS 106° 22' 42" - 106° 58' 18" BT. Jakarta juga memiliki sejarah pada masa lalunya. Dahulu kala daerah ini bernama Sunda Kelapa pada sebelum tahun 1527. Kemudian berganti nama menjadi Jayakarta pada tahun 1527 hingga 1619. Setelah itu berganti kembali menjadi Batavia. Dan yang terakhir, nama yang dipakai hingga saat ini yaitu Jakarta. Melihat dari sisi geografi, Jakarta memiliki luas daerah sebesar 740,3 km2. Di bagian utara, Jakarta berbatasan dengan Laut Jawa. Di bagian timur, Jakarta berbatasan dengan Bekasi, Jawa Barat. Berikutnya di bagian barat, Jakarta berbatasan dengan Kota Tangerang dan Banten. Dan yang terakhir, di bagian selatan berbatasan dengan Kota Depok, Jawa Barat.
            Masalah yang ingin penulis bahas dalam artikel kali ini adalah mengenai kepadatan penduduk yang semakin meresahkan warga DKI Jakarta. Walaupun penulis tidak tinggal di daerah Jakarta, penulis ikut merasakan ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat dari kepadatan penduduk itu sendiri. Menurut berbagai sumber yang penulis kumpulkan, Jakarta menempati peringkat 10 besar sebagai kota yang terpadat mengalahkan Kota New York di Amerika. Berdasarkan data sensus yang diadakan pada tahun 2010, jumlah penduduk di Jakarta berjumlah 9.607.787 jiwa. Yang berarti 1 km2 di Jakarta ditempati oleh 12.978,2 orang. Tentu anda dapat membayangkan berapa banyak orang yang sudah bertambah hingga hari ini sejak sensus itu dilakukan.
            Menurut pengamatan penulis dan dari beberapa data yang terkumpul, ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penumpukan penduduk di daerah Jakarta. Berikut ini adalah beberapa data yang penulis dapatkan.
Faktor angka kematian dan kelahiran yang tidak seimbang
Tingkat Urbanisasi yang sangat tinggi, sekitar 134.234 per tahunnya.
Faktor ekonomi, yaitu tawaran yang menggiurkan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya.
Faktor pendidikan, yaitu tawaran akan pendidikan yang lebih baik di Jakarta ketimbang di kota asal.
Jumlah penduduk yang datang (infulks) lebih besar ketimbang jumlah penduduk yang pergi (eksodus)
            Beberapa faktor yang telah dijabarkan diatas tentunya memiliki dampak yang tidak sedikit. Berikut ini adalah beberapa dampak yang ditimbulkan akibat adanya kepadatan penduduk.
  1. Kekumuhan kota
  2. Kemacetan lalu lintas
  3. Kriminalitas tinggi
  4. Banjir akibat dipakainya lahan-lahan terbuka untuk digunakan sebagai bangunan.
  5. Terlalu rapatnya antar tempat tinggal sehingga memungkin terjadinya kebakaran..
            Dari data diatas sudah dapat tercermin bagaimana penyebab dan akibat dari kepadatan penduduk yang ada. Ada beberapa contoh kasus untuk menguatkan akibat dari kepadatan penduduk itu.
Jakarta (ANTARA News) - Kebakaran melanda sedikitnya sepuluh rumah di kawasan padat penduduk di Jalan Kalianyar RT 02/06, Kelurahan Kalianyar, Jembatan Besi, Jakarta Barat, Rabu dini hari.

Sebanyak 33 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk menangani kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut. Menurut penuturan salah satu petugas jaga di siaga kebakaran Jakarta Barat, Tri, bahwa penanganan kebakaran ini masih terkendala oleh lokasi sumber air yang jauh dari lokasi.

"Hingga kini kebakaran masih ditangani, kami terkendala oleh sumber air jauh sekali dari lokasi kebakaran, sudah 33 mobil pemadam kebakaran diterjunkan. Untuk itu, petugas pemadam kebakaran terpaksa harus mengambil air dari kali yang berada di depan Mall Seasons City, Jakarta Barat," ujar Tri.
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mencatat kasus kebakaran di DKI Jakarta dan sekitarnya naik sekitar 61 persen selama 16 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya sejak 11--26 Agustus 2012 dibanding 16 hari sebelum operasi
Penyebab kebakaran itu mayoritas akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik sebanyak 37 kasus, tabung gas meledak (tiga kasus) dan lainnya mencapai delapan kasus.”
Kemudian ada masalah gesekan-gesekan sosial yang diakibatkan dari kepadatan penduduk tersebut. Contohnya, di daerah Tambora setiap minggu nya pasti terjadi tawuran antar warga. Contoh lain adalah banjir yang sering terjadi di Jakarta disebabkan lantaran sungai yang seharusnya menjadi aliran air dipersempit dan dijadikan pemukiman di bantaran sungai. Dan salah satu masalah klasik dan harus segara dibenahi adalah kemacetan ibukota.
“Tiap hari tambah macet” itulah kata-kata yang sering terpampang di twitter atau di pm seseorang. Tak sedikit juga orang yang berujar seperti secara langsung. Memang tingkat kemacetan di Jakarta tiap hari kian parah. Yang paling mudah diamati, penyebab dari kemacetan ini adalah bertambahnya jumlah kendaraan yang tidak diiringi oleh pertambahan lebar jalan. Bertambahnya kendaraan juga bukanya tanpa sebab melainkan proses kredit yang sangat mudah menjadikan penyebab secara tidak langsung berikutnya. Setelah itu, ketidak pahaman pengguna jalan akan tata tertib berkendara. Terkadang banyak pengemudi khususnya motor yang hanya menggunakan helm tanpa menggunakan isi dari helm tersebut yaitu otak mereka. Diperkirakan jalanan Jakarta tidak akan bergerak pada tahun 2020. Berdasarkan kalkulasi matematika, kerugian yang diakibatkan oleh kemacetan ditaksir sekitar 28 triliun setahun.
Berbagai macam cara telah diupayakan pemerintah Jakarta untuk menanggulangi kemacetan yang diakibatkan oleh kepadatan penduduk ini. Membuat MRT, monorail, busway, dan pelebaran jalan. Tetapi cara tadi bukannya menyelesaikan masalah tapi justru menimbulkan masalah baru di Jakarta. Lihatlah proyek MRT yang tak kunjung selesai dan semakin tidak jelas itu. Sebenarnya jika ada keseriusan dari semua pihak harusnya program itu sudah selesai. Tetapi apa yang terjadi sekarang?  Hanya tumpukan besi yang menghalangi jalan dan tinggal menunggu hari untuk diruntuhkan. Kemudian busway. Solusi ini awalnya cukup berhasil dalam mengatasi kemacetan. Tetapi karena tidak dibarengi dengan perawatan yang memadai dan pelayanan yang memuaskan, para pelanggan pun kini enggan untuk menggunakan transportasi umum tersebut.

Solusi
            Dari sekian banyak masalah yang telah penulis paparkan diatas, ada beberapa saran yang terlintas di benak penulis. Berikut ini adalah beberapa saran dari penulis.
Transmigrasi
            Transmigrasi memegang peranan yang sangat penting bagi berhasilnya usaha-usaha pembangunan. Transmigrasi selain mengurangi kepadatan penduduk didaerah-daerah tertentu, juga memperluas landasan bagi kegiatan-kegiatan pembangunan sektor-sektor lain, khususnya sektor pertanian. Disamping itu, transmigrasi juga menunjang usaha-usaha pembangunan daerah yang relatif masih terbelakang. Dengan demikian transmigrasi menunjang usaha-usaha perluasan kesempatan kerja, pemerataan pembagian pendapatan dan pemerataan penyebaran pembangunan. Dalam hal itu transmigrasi juga menunjang usaha peningkatan pembangunan, pertumbuhan ekonomi melalui perluasan landasan kegiatan sektor lain, seperti pertanian dan perindustrian.
            Program yang dilakukan semasa era kepimpinan Soeharto patut diacungi jempol. Di masa itu presiden Soeharto lah yang turun langsung dalam pembinaan para transmigran. Beliau mengajarkan mereka bagaimana cara bercocok tanam yang baik, dan lain-lainnya.
            Berdasarkan data yang penulis dapat, Ada 14 provinsi daerah penempatan, di antaranya Sumatra Barat, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku.
Program Keluarga Berencana
            Keluarga Berencana atau yang umumya disingkat KB diadakan dengan maksud menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Selain itu tujuan lainnya adalah mengurangi angka kematian ibu dan anak. Sebenarnya program ini telah ada sejak tahun 1970. Tetapi seiring berjalannya waktu, pemerintah kurang tegas dalam menjalankan program ini. Di tahun 2012 ini, pemerintah kembali berupaya menggalakan program ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penyuluhan yang dilakukan BkkbN (Badan kepependudukan dan keluarga besar Nasional) di sekitar Jakarta.
Pemerataan Pembangunan
            Ini adalah solusi yang sebenarnya paling diperlukan Indonesia dan Jakarta. Pemerataan pembangunan ini meliputi bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainya. Coba kita tengok sesaat ke daerah-daerah sepeerti Nusa Tenggara. Disana sumber daya alam yang ada sangat melimpah ruah. Tetapi karena belum terjadi pemerataan pembangunan, daerah disana menjadi tertinggal. Orang-orang yang ingin maju akan pindah menuju ibukota dan menimbulkan kepadatan penduduk.
            Pemerintah pusat seharusnya mulai mengambil tindakan dengan memperbaiki hal ini.
            Di bidang pendidikan. Pemerintah memberikan dana BOS kepada sekolah-sekolah yang ada di daerah tertinggal. Tetapi penggunaan dana ini belumlah transparan. Masih diperlukan pengawasan yang lebih ketat dalam penggunaan anggaran ini. Kemudian pemerintah dapat mengadakan subsidi silang di pendidikan. Hal ini bertujuan agar setiap orang mendapati pendidikan yang sama.
            Di bidang ekonomi, perbaikan infrastruktur daerah dapat membuat investor asing tertarik dalam menanam modal mereka disana. Dengan adanya investor yang masuk, tingkat ekonomi daerah tersebut dapat meningkat. Dan hal ini pula lah yang dapat menarik minat para calon transmigran nantinya.
Mudah-mudahan solusi yang penulis paparkan dapat berguna nantinya. Sekian dan terima kasih.


Sumber :
http://www.beritaunik.net/top-10/10-kota-terpadat-di-dunia.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta#Permasalahan
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia_menurut_kepadatan_penduduk
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_DKI_Jakarta
http://akuindonesiana.wordpress.com/2011/01/14/kepadatan-penduduk-di-jakarta-telah-meresahkan/
http://hutami-putri.blogspot.com/2011/03/kepadatan-penduduk.html
http://www.antaranews.com/berita/329954/kebakaran-landa-kawasan-padat-penduduk-jakarta-barat
http://megapolitan.kompas.com/read/2009/09/10/14592832/wow.kerugian.akibat.kemacetan.di.jakarta.rp.28.triliun.setahun
http://www.jpnn.com/read/2012/08/16/136972/Ego-Institusi-Hambat-Pengembangan-Program-Transmigrasi-
http://www.lusa.web.id/program-kb-di-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar