Jumat, 28 September 2012

Tugas 2 Plus Minus Labsky

Plus minus SMA Labschool Kebayoran atau yang biasa disebut Labsky, memeliki banyak alumni yang sudah tersebar dimana-mana dan banyak sekali yang memiliki kesan dan pesan ataupun plus minus labsky, dan labsky banyak memeliki acara acara yang berkesan dan meninggalkan kesan kesan yang mungkin menurut mereka (alumni) ada positive dan negative yang mungkin positivenya berdampak di kehidupan sehari hari sampai mereka sudah lulus, dan mungkin negativenya terasa sampai sekarang ataupun tidak juga.

1.Menurut ka Eldwin
             Alumni yang saya wawancarai pertama adalah ka eldwin menurut dia “Labschool merupakan salah satu institusi pendidikan yang tidak hanya mendidik siswa mendidik siswa dalam akademik tapi dalam kepribadian juga hal tersebut diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan yang diberikan kepada masing-masing siswanya, contohnya adanya trip observais saat siswa siswi memasuki tahun ajaran pertama yang dimana itu adalah osis, mpk, dan satu angkatan dibawahnya di ajak ke suatu desa untuk mendidik mereka sebagai anak anak yang memiliki orang tua yang sederhana, tidak hanya mendidik mereka dengan memliki orang tua asuh yang sederhana tetapi mendidik suatu angkatan mejadi angktan yang kuat, kokoh, dan solid disana juga di bentuk sebuah nama angkatan dan sekaligus artinya, mungkin terlihat biasa tetapi terasa sungguh seru acara TO atau Trip Observasion ini yang dimana kita bias menjadi dekat dengan senior atau kakak osisnya dan saling mengenal dengan teman-teman satu angkatan, dan juga kita harus menghafal yel-yel angkatan dan lagu-lagu TO yang sudah dibuat dari dulu dan turun temurun. Walaupun hanya ke sebuah desa tapi kita disana di ajarkan bagaimana kita tinggal bersama sama teman kita dan itulah moment yang pas untuk mengenal mereka, apalagi di malama api unggun itu adalah moment yang pas untuk nembak cewe heheh.

             Lalu hubungan antara siswa-siswi dan pengajar di labschool atau guru sangat mengasyikkan karena di labschool gurunya tidak segan untuk bercerita dan menyamakan dirinya dengan siswa, sehingga siswa tidak segan untuk berhubungan dengan pengajar, terkadang di sekolah lain terasa kesenjangan antara guru dan murid ibarat guru adalah dewa dan murid adalah manusia biasa itu ibarat kasarnya tetapi tidak dengan labschool yang terasa guru adalah teman yang dimana kita saling menghargai antara satu sama lain guru menghargai kami layaknya seorang teman dan kami menghargai guru layaknya teman yang lebih tua, tetapi kita harus tetap mengingat waktu dimana mereka menjadi guru dan dimana mereka menjadi teman contoh seperti misalkan guru sedang mengajar maka disitulah kita harus merubah pikiran kita bahwa dia adalah guru yang harus kita hormati dan dengarkan, lain lagi jika di luar jam pelajaran maka kita bias mengaggap mereka sebagai teman tapi ingat harus tetap kita hormati dan kita merasa bahwa guru bukan lah dewa melainkan teman dan sebaliknya guru menganggap kita adalah teman bukan manusia biasa.

         Lalu labschool memberikan kegiatan yang biasa disebut Bintama, yang dimana para siswa diberikan bekal pendidikan untuk melatih diri para siswa- siswi tersebut dengan gojoklan yang diberikan oleh satuan pasukan khusus pemerintah yang biasa disebut komando pasukan khusus atau KOPASSUS. Disinilah kami satu angkatan akan di bina dan di didik oleh KOPASSUS selama 5 hari 4 malam, kami di latih setiap hari menjadi orang-orang yang kuat dan tangguh tidak manja dan berani menanggung kesalahan yang di buat, selain itu juga kami disana didik sebagai angkatan yang bersatu atau solid karna memang disana lebih di fokuskan kepada pembentukan suatu jati diri angkatan yang memiliki potensi yang tinggi dan disanalah di kembangkan pontensi itu contohnya seperti satu salah semua salah, satu push up semua push up. Disana tidak mendidik individual tetapi secara menyeluruh satu angkatan, tidak hanya itu kita juga disana di latih dan didik hamper sama dengan layaknya tentara seperti kedisiplinan, gesit, tepat waktu, dan meminimalisir suatu kesalahan. Tetapi itu meninggalkan kesan yang positive dimana kita menjadi siswa-siswi yang terdidik dan memiliki planning hidup.
        Lalu kegiatan-kegiatan yang dikhususkan kepada siswa yang mempunyai minat untuk menjadi anggota dari OSIS dan MPK, seperti lapinsi, tpo, dan lalinju. Lapinsi sendiri adalah Latihan kepimpinan siswa-siswi yang dimana mereka berminat untuk masuk organisasi siswa atau OSIS disana di ajarkan bagaimana kita menjadi seorang pemimpin yang baik dan benar ini adalah langkah awal jika kita ingin masuk organisasi siswa atau OSIS. Lalu selanjutnya adalah TPO atau tes pengurus osis di situ lah sudah terlihat anak anak yang sudah keterima di osis tetapi belum tau jadi osis dibidang apa disitulah di tes apakah dia cocok untuk osis di bidang itu dan disitu juga dipilihnya seorang ketum, triumvirat, atau biasa disebut dengan ketua umum (ketua osis), kabid 1, dan kabid 2 lewat sebuah kampanye dan voting satu sekolah atau 3 angkatan disinilah sisi bebasnya siswa untuk memilih siapa ketuanya tidak berdasarkan ditunjuk melainkan voting siswa-siswi, lalu ada Lalinju atau lari lintas juang dimana itu orang-orang yang sudah tau dia osis dibidang apa dan disitulah langkah terakhir untuk masuk menjadi osis dan pelepasan kinerja osis yang tahun sebelumnya, dan disitu sudah diketahui osis dan mpk nya siapa saja, maka inilah moment yang akan selalu teringat untuk orang-orang yang menjadi osis.

         Selain dari kegiatan-kegiatan seperti TO, Bintama, dan lain-lain, labschool juga mempunyai kegiatan rutin yaitu mengadakan skyavenue dan skybattle tiap tahunnya, yang dimana siswa harus ambil bagian dalam acara tersebut, contohnya menjadi seorang panitia. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut adalah siswa dihadapkan dengan masalah riil dalam kehidupan sehari-hari, contohnya billing dengan sponsor, dengan band-band yang akan tampil, membuat proposal, dan bertanggung jawab dengan tugas-tugas yang diberikan. Menurut saya, walaupun kelihatannya sepele, tapi kegiatan seperti ini sangat membantu siswa dalam menghadapi masalah di dalam kehidupan sehari-hari karena otomatis siswa akan belajar bertanggung jawab tidak hanya kepada dirinya sendiri melainkan kepada orang lain juga.

          Minusnya karena tidak adanya senioritas, di satu sisi, ada beberapa siswa baru yang terlihat kurang menghormati kaka kelasnya. Tetapi pada dasarnya hal itu tidak terlalu berpengaruh. Karena menurut saya, siswa-siswi yang telah diterima di labschool ini sudah memiliki kemampuan dalam akademik, verbal dan kepribadian yang baik. Seharusnya sebagai institusi pendidikan, labschool tidak boleh membatasi kuota para siswa, karena setiap anak memiliki hak untuk memiliki pendidikan yang terbaik, salah satu contohnya adalah institusi pendidikan yang ada di amerika yang dimana sekolah-sekolah di amerika tidak pernah membatasi kuota masuk siswa. Selama siswa tesebut memnuhi persyaratan yang ditetapkan, mereka akan tetap memberikan tempat untuk siswa tersebut. Berbeda dengan labschool, yang dimana labschool selalu membatas/sangat selektif dalam memilih siswa.

Pesannya, we cannot back and start a new beginning but we can start today and make new ending. Pesan untuk Labsky, pertahankanlah budaya yang ada, jangan pernah dihilangkan, karena kesuksesan kami berawal dari sana. –Eldwin Ismaley lahir Jakarta 17 maret 1994, kelas 10c, 11Ipa2, 12Ipa2. Angkatan Nawastra9.


2.Menurut ka Andra
      
        Mengajarkan kepemimpinan, kerjasama, membentuk karakter, program kegiatannya kreatif dan mendidik murid, bikin kita tangguh. Bermanfaat banget, sekarang kerasa bgt apa yang udah diajarin di Labschool, cth presentasi udah biasa aja krn Labschool sering, ospek-ospek gitu udah kebiasa sama polanya Labschool yang bikin kita nggak ngeluh-ngeluh. Mengarkan cara berorganisasi yang baik, pas mahasiswa udah dewasa dan nggak kaget lagi. Ngajarin kita untuk lebih deket ke senior atau junior, ngga ada batesan seperti kekeluargaan, no bullying. Kebersamaan, pas TO, Bintama, susah lupa sama Labschool karena kebersamaan. Lari pagi selain bikin sehat tapi bikin kangen banget karena melatih kita untuk bangun pagi. Lebih menghargai apa yang kita dapet, pas jadi OSIS, ada tahap-tahapnya yang susah. Saling menghargai orang kantin, satpam, seperti keluarga, di Labschool ngga ada pandang bulu deh pokoknya. Labschool ngajarin kita ngga pendidikan aja, tapi ajarin juga moral dalam kehidupan. Jadi saat kita keluar dari Labschool, kita bisa jadi sesuatu ngga jadi kacang doang. Diajarkan untuk dapat menyelesaikan masalah sendiri. Labschool tu kaya punya benteng, yang ngebatesin tingkat kenormalan kita, jadi kita tuh tau batesan dan tau ngga akan lewatin itu. Lingkungannya tuh enak, jadi tuh kita nyaman sama sekolah kita sendiri. Guru tuh bener-bener ngedukung acara program yang kita bikin dan mendorong kita untuk aktif, jadi pelajarannya tuh dua arah jadi ngga cuma guru nerangin dan membiarkan kita untuk aktif ngomong, memutksna, berpendapat, menyimpulkan, mengindentifikasi.  Senioritas, tetep hormat sama kaka kelas walaupun deket, kaka kelas juga menghargai ade kelas . to ngajarin ttg sisi lain kehidupan, lebih empati sm orang orang yang ngga mampu. Bintama, mnegajarkan kedisiplinan , menhargai waktu, tenggang rasa, merangkul satu sama lain. Lapinsi, mengajarkan organisasi dan kepemimpinan karena materi yang diberikan bisa buat sehari hari. Dan yg di ajarin labscholl itu real ngga cuma teori-teori. Menjunjung tinggi agama, selain banyak kegiatan tapi tetap taat agama ada kegiatan agamanya. Labschool selektif, jadi ga sembarangan orang bisa masuk Labschool, bangga bisa jadi bagian dari Labschool. Lalinju, di ajarin untuk mendapatka sesuatu itu gamudah butuh perjuangansebagai contoh lalinju, dari serangkaaian seleksi menjadi osis , lalinju itu perjuangan terakhir meskipun harus masih berjuang di dalam osis.  Labschool ngajarin susah seneng bareng .
          Namun ada juga kekurangannya, sebagian guru kurang mengayomi dan lebih cuek sama muridnya, terutama ke nilainya. Ngga ngejar kita untuk remedial, Kadang kegiatannya ngga disesuain sama jadwal akademis, jadi suka bentrok. Misalnya lagi ngurusin sky battle tapi ada ulangan-ulangan harian gitu jadi ngga bisa fokus gitu. Pergerakan OSIS kadang masih dibatesin, jadi kadang ngga leluasa. Ekskul kadang ngga difasilitasin dengan baik, tempat ekskul. Parkirnya kurang memadai, jadi bikin macet jalan.
         Pesannya untuk Labschool masa-masa SMA adalah dimana kita harus ngelakuin sebanyak-banyaknya kesalahan agar kita tau baik dan buruknya untuk masa yang akan datang, yang baik disimpen yang buruk di jadikan pelajaran. Masa sma untuk menumpahkan segala keingin tahuan karena dengan itu kita bisa dapet banyak ilmu. Masa masa sma itu masanya mencari teman sebanyak banyaknya disitulah kita bisa tau. mana temen yang baik buat kita. Masa masa sma itu dimana masa yang harus kita nikmatin tiap detiknya  . masa masa sma itu tidak bisa dilupakan sampai kapanpun.

Pesan untuk Labschool, selalu berusaha dan berupaya untuk meningkatkan mutunya, tetap mengikuti perkembangan jaman di bibidangpendidikan namun tetap tidak melupakan  nilai2 dasar Labschool, lebih selektif lagi dalam memilih siswanya agar tercipta bibit yang unggul dan bisa menjadi seseorang di masyarakat. Utamakan ilmu, dahulukan iman ,perbanyaklah amal.
Biodata
Nama:  diandra atyaparamita
Ttl: Jakarta, 3 july 94
Umur: 18
Pendidikan: fkg, universitas trisakti
Angkatan: 9 2012
Pengalaman organisasi: koor danlog, osis dranadaraka wiraksaka 2010-11
Kelas: xa, xi ipa 2 ipa 1
Pelajaran favorit: biologi
Kegiatan yg paling disukai: semua tapi paling berkesan to dan prato
Ekskul: dazzling
Alasan masuk labs, karena menurut pengalaman smp labs memberi good influence
3.Menurut ka Arya
        Menurut saya mungkin plusnya ya apakata orang yang selalu bilang. Tetapi minusnya lah yang lebih banyak contoh hal kecil seperti hal yang sepele tetapi di besar-besarkan, rambut yang di batasi, baju yang harus selalu masuk, daleman harus putih, lapangan parkir kecil, tempat untuk ekstrakulikuler kurang, dilarangnya konvoi atau tempel poster untuk acara-acara besar labschool kebayaoran, sistim moving class yang mungkin hanya bikin kita capek. Dimana kita bisa mengekspresikan diri kita?, berilah sedikit keleluasaan kami untuk mengekspresikan diri, sekian dari saya terimakasih. Arya Danurdhara, Lahir: 7 Juni 1994. angkatan Nawastra9


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar