Jumat, 21 September 2012

Perkembangan Internet


 “Mulai dari Berdiri hingga Berdampak”

Internet (kependekan dari interconnection-networking) secara harfiah ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.




Berdirinya Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.



Berkembangnya Internet
Pada tahun 1984 ARPANet dibagi menjadi dua, yaitu MILNet dan ARPANet. MILNet ditujukan untuk kebutuhan militer dan ARPANet ditujukan untuk menyokong riset. Pada tahun 1986, Internet dipergunakan secara nyata dan meluas untuk kalangan umum. Pengguna internet ternyata berkembang pesat. Hampir setiap lembaga yang ada di dunia selanjutnya membuat jaringan Internet untuk kebutuhan transfer data dan sarana komunikasi. Pada tahun 1991, Nation Research and Education Network membuat jaringan baru yang dinamakan NREN. Jaringan ini bertujuan untuk mengadakan riset jaringan berkecepatan tinggi.
Abad ke-20 merupakan abad informasi. Hal ini bisa kita rasakan dari jasa layanan yang ada saat ini. Sebagian besar jasa layanan berupaya menyajikan sistem informasi yang bersifat global , cepat, dan akurat. Tidak hanya online, tetapi juga real time serta mudah dalam melakukan perluasan. Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam menyikapi teknologi informasi adalah tidak sekedar alih teknologi yang telah dikembangkan, tetapi juga pembentukan budaya baru dalam memanfaatkan teknologi informasi tersebut.
Peralihan budaya lama menuju budaya baru ini juga dikembangkan sejalan dengan perkembangan teknologinya. Hal ini terbukti dengan munculnya istilah Information and Communication Technology (ICT) dan sekarang diterjemahkan menjadi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pengertian ICT, berawal dari pengertian IT (Information Technology), kemudian dengan menambahkan “C” atau “Communication” ditengahnya dengan maksud tidak hanya mengembangkan teknologi informasi, tetapi juga membangun masyarakat yang saling terhubung (connected society). Minat masyarakat terhadap sistem informasi dapat dilihat dari perkembangan pelayanan yang disediakan oleh internet seperti e-commerce, e-business, e-book, dan e-goverment selain informasi dalam bentuk web dan layanan e-mail.



Internet di Indonesia
Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyubannetwork, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.
Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio" di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB pada tahun 1989.
Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNetmula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine serta chatting dengan conference pada server AIX. Tahun 1995, pemerintah Indonesia melalui Departemen Pos Telekomunikasi menerbitkan ijin untuk ISP yang diberikan kepada IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya dan Radnet pimpinan BRM. Roy Rahajasa Yamin.
Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.



Dampak Positif Internet
Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negative.



Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

 

Di dunia pendidikan, internet telah menjadi salah satu elemen penting dalam hal pengajaran. Siswa-siswa bisa mencari segala macam ilmu dari berbagai bidang di internet, mulai dari matematika, fisika, kimia, biologi bahkan olahraga.
                Di sekolah, guru-guru sudah mulai menggunakan sistem online. Mengerjakan PR secara online, memberikan catatan secara online, hingga ujian secara online. Semua bisa dilakukan walaupun guru dan murid tidak bertemu, tentunya itu akan menghemat waktu dan biaya.
                Begitu juga dengan Penerimaan Siswa Baru, beberapa sekolah maupun Perguruan Tinggi Negeri sudah menggunakan sistem ini. Tentunya dengan berbagai pertimbangan. Cara ini disebut dengan PSB online.

Dampak Negatif Internet
                Dampak negatif terbesar dari internet adalah dampak negatif yang diberikan oleh konten seronok atau porno, saat ini sangat mudah untuk mengakses situs XXX di internet, mungkin untuk orang dewasa, hal ini bisa saja dimaklumi, walaupun tetap tidak dibenarkan karena melihat aurat orang lain, terlebih lagi dilihat oleh anak di bawah umur dan remaja yang masih labil. Hal yang tidak pantas dilihat oleh anak di bawah umur, malah mereka jadikan tontonan yang seru, dan parahnya lagi, mereka tidak tahu bahwa yang mereka tonton itulah penyebab utama sering terjadinya pelecehan seksual dikalangan anak remaja.
Dampak kedua yaitu dampak negatif yang diberikan oleh game online, sasaran para developers game online adalah anak-anak dan remaja, yang notabennya mereka adalah pelajar. game online akan mempengaruhi otak mereka, hingga akhirnya mereka kecanduan dan terbelenggu dalam sebuah dunia game yang akan membuat mereka malas belajar.
Belum lagi dengan dampak dari media sosial. Anak gadis yang hilang karena media sosial facebook, sosial network atau jejaring sosial seperti facebook merupakan situs pertemanan terbesar pertama di dunia, bisa saling berkenalan, membentuk suatu komunitas, bahkan ada yang sampai berpacaran berkat facebook, ini dia efek negatifnya, terlalu percaya dengan orang yang baru dikenalnya, sampai-sampai terjadi pertemuan di dunia nyata dan akhirnya terjadilah penculikan, sadisnya lagi gadis itu di perkosa.



Penipuan, iming-iming uang senilai jutaan rupiah akan dikirim via rekening bank, dengan hanya mendaftar sebesar Rp500.ooo bisa mendapat Rp 2.000.000 per bulannya, dan setelah sebulan, uang tak kunjung masuk ke rekening, hal inilah yang sering terjadi di dunia maya, semua serba mudah, dan mudah juga tertipu.
 Kemudian pencemaran nama baik, seperti kasus Ibu Prita yang menulis tentang pengalaman pahitnya berobat di salah satu rumah sakit, yang akhirnya membuat dia dituduh sudah mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut, tidak hanya itu, ada juga berita tentang kakak kandung dari alm. Ajdie Masaid yang menulis di blog pribadinya tentang keburukan mantan istri adiknya itu, dan kasus selebriti yang sepertinya tidak ada ujungnya.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia
http://www.terindikasi.com/2012/04/sejarah-perkembangan-internet-dunia.html
http://krispantoro.wordpress.com/2012/03/09/dampak-negatif-dan-dampak-positif-internet/
http://www.waloetz.com/2012/04/dampak-negatif-internet-dampak-negatif.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar