Jumat, 07 September 2012

Tugas 5- Perkembangan dan Sejarah Jam Tangan

Waktu merupakan hal yang paling kita inginkan. Tetapi waktu juga merupakan hal yang paling kita gunakan secara sia-sia” –william Penn

    Pukul berapa sekarang? Untuk mengetahui nya kita cukup melihat ke dinding dimana jam tergantung atau melihat pergelangan tangan kita dimana benda ini dipakai.  Namun, masyarakat sekarang ini tidak mengetahui sejarah dibalik terciptanya jam terutama jam tangan. Istilah jam berasal dari bahasa latin yaitu Clocca dan bahasa inggris, Clock.  Pada kesempatan kali ini saya akan memberitahukan serta menjelaskan informasi yang saya ketahui tentang perkembangan dan sejarah jam tangan.

   
  Masyarakat pasti sangat membutuhkan jam.  Bayangkan jika manusia tidak mempunyai jam. Bagaimana kita bisa mengukur dan memastikan waktu? Bagaimana kita bisa menjalankan kegiatan kita sehari hari tanpa terlambat? Maka dari itu jam merupakan salah satu bagian terpenting dari hidup kita.  Saat kita berpergian, misalkan ke sekolah sangat tidak mungkin kita membawa jam sebesar jam dinding yang terdapat dirumah kita.  Tidak efisien bukan? Untuk lebih ringkas maka tercipta lah jam tangan.  Jam tangan tidak hanya berguna untuk mengetahui waktu tapi bisa juga memperindah penampilan kita.  Pada zaman sekarang sudah banyak desain desain jam tangan yang bagus dan sangat indah dilihat, juga nyaman dipakai.  Jam – jam tangan ini diwakilkan oleh berbagai merek dagang seperti:  rolex, swatch, odm, adidas, casio,  tag heuer, omega, dan lain lain. 

Jaman matahari
Zaman dahulu, saat kehidupan manusia masih sangat sederhana, manusia melihat perbedaan waktu melalui pergantian siang dan malam.  Siang hari mereka gunakan untuk beraktifitas karena saat itulah ada cahaya matahari yang cukup untuk memudahkan kita beraktifitas dan pada malam hari mereka beristirahat. Tak cukup hanya membagi hari dalam siang dan malam, manusia kemudian juga membagi waktu ini berdasarkan pergerakan posisi matahari yang mereka lihat setiap hari, yaitu terbit pada pagi hari dari kaki langit hingga tepat berada dipuncak langit saat siang hari, lalu terbenam bergerak turun kembali ke kaki langit.  Mulai saat itulah masyarakat memerlukan acuan waktu yang lebih tepat dan akurat untuk menentukan waktu-waktu kegiatan mereka. 
 Mesir dan Mesopotamia dipercaya sebagai daerah dimana jam matahari pertama kali dikembangkan.  Sampai sekarang pun, kita masih bisa menyaksikan bagaimana rupa jam matahari.  Ditemukan kira kira pada 3.500 sebelum masehi.  Jam matahari digunakan dengan cara memanfaatkan bayangan yang menimpa permukaan datar yang kemudian ditandai dengan jam-jam dalam satu hari.  Dilihat dari detik sebagai satuan waktu terkecil yang masih bisa dihitung menggunakan ketukan, kedudukian awal bumi berputar pada sumbunya sampai kembali ke kedudukan semula memakan waktu 86.400 detik.  Jumlah tersebut dibagi menjadi dua waktu: siang dan malam menjadi 43.200 detik. Begitu seterusnya hingga diilustrasikan dalam sebuah satuan jam, 1 jam sama dengan 60 detik dan 1 hari sama dengan 24 jam.

       

 Jam pasir
Pada tahun 1335 sebelum masehi, Ctesibus dari Alexandria menciptakan jam dari pasir.  Jam Pasir atau yang disebut Hourglass terdiri dari dua kaca gembung yg diisi pasir halus [satu diatas satu dibawah] dan dihubungkan oeh pipa sempit. Sebuah jam pasir yang sudah sangat tua sudah sangat tua terdapat di majelis rendah di Westminster yang mengukur waktu dua menit untuk membunyikan bel guna memanggil anggota-anggota majelis itu untuk memungut suara. Masyarakat terdahulu juga sudah terbiasa membawa jam pasir kemana pun. Rata-rata waktu yang dihitung oleh jam pasir adalah satu jam.

       

Jam air
    Jam air pertama kali ditemukan sekitar 3400 tahun yang lalu atau 1440 sebelum masehi di Mesir. Jam itu dinamakan clepsydra. Pada zaman kerajaan islam, seorang ilmuwan muslim bernama al-Jazari  yang menciptakan jam air.  Namun dibalik itu, ternyata tidak hanya al- Jazari yang menciptakan jam air. Pada puncak kejayaannya, utusan Khalifah Harun al-Rasyid pernah menghadiahkan sebuah jam air kepada Charles yang Agung (Charlemagne), raja bangsa Frank.

  
   Jam seperti itu juga pernah dibangun seorang insinyur Muslim bernama Ibnu al. Tetapi penciptaan jam air yang paling dipercaya adalah yang dilakukan al-Jazari.  Berkat kemampuan mekaniknya, al-Jazari tercatat mampu merakit beberapa jenis jam air.  Salah satu ciptaannya yaitu sebuah jam dengan tenaga air setinggi satu meter dan lebarnya satu setengah meter. Jam itu berhasil direkonstruksi di Museum Ilmu Pengetahuan tahun 1976.  Bahkan, jam buatan al-Jazari sudah mampu menghasilkan suara. Menurut sejarah al-Jazari, jam itu merupakan jam terawal yang menggunakan sebuah sistem tutup-lubang dan sebuah otomaton seperti sebuah jam burung.   Jam air ini merupakan jam pertama yang bisa merekam waktu secara akurat untuk menyesuaikan lamanya hari yang tidak sama sepanjang tahun.

Jam astronomi
  Jam astronomi berhasil diciptakan juga oleh al- Jazari menurut buku yang bertajuk The Astronomy of the Mamluks setelah ia menciptakan jam airAlat ini digunakan untuk menunjukkan zodiak (ramalan bintang) serta orbit matahari dan bulan.  Sarjana Muslim lainnya yang menciptakan jam astronomi adalah Abu Raihan al-Biruni pada abad ke-11 M.  Berupa sebuah kereta dan rodanya.  Selanjutnya, muncul jam mekanik astronomi yang hampir sejenis dengan karya Abu Raihan al-Biruni. 
 

Jam modern dan Jam Tangan
  Kini, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan semakin meningkat.  Karena itu terciptalah berbagai jenis jam yang lebih inovatif sepeti jam analog atau jam dinding dan jam digital.  Jam digital mempunyai cara kerja yang sama dengan jam analog tetapi jam digital mempunyai lebih banyak keuntungan dibanding kan jam analog.  Jam digital lebih mudah dibaca dan dimengerti, banyak digunakan untuk kalangan anak-anak.  Ketelitian pada jam digital juga lebih akurat dibanding jam analog dan jam digital dijalankan dengan secara elektronik. Kebanyakan jam digital menampilkan jam dalam format hari 24 jam, di Amerika dan beberapa negara lain menggunakan pewaktu dalam format 12 jam dengan indikasi pembeda "AM" atau "PM".Untuk menampilkan waktu, kebanyakan jam digital menggunakan tujuh-segmen LED, VFD, atau LCD untuk tampilan waktu dalam empat digit. Umumnya termasuk juga elemen lain seperti penunjuk AM atau PM, alarm dan yang lannya. 

       

  Tahun 1957, Halmilton Watch Co dari Lancester, Pennsylvania, memproduksi jam digital pertama di dunia.  Jam ciptaan Hamilton ini menetapkan waktu dengan keseimbangan tradisional –mekanisme roda yang telah digunakan dalam bagian jam untuk ratusan tahun dan karenanya tidak lebih akurat dari jam lain.  sebuah batere digunakan untuk memberi kekuatan pada mekaniknya sehingga kebutuhan putaran tidak lagi diperlukan.
  Pada tahun 1967, CEH (Center Electonique Horlonger) memproduksi jam tangan dengan pergerakan kwarsa pertama. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian di Swiss, CEH melihat kwarsa sebagai mode yang akan berkembang pesat.  Bisa dibilang jam tangan merupakan penemuan yang paling fenomenal karena sangat praktis dan ergonomis.  Teknologi jam tangan yang sangat berkembang membuat para produsen jam analog beralih menciptakan berbagai inovasi jam tangan.  Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, ada beberapa merk jam tangan yang dikenal yaitu rolex, swatch, odm, adidas, casio,  tag heuer, omega, dan lain lain.   

 
Ada beberapa jam terunik yang dibuat pada abad ke- 21 ini, sesuai dengan pengetahuan saya, yaitu:
1.    Urwerk 201: Arah penunjuk jam ini sangat lah rumit dan jam tangan ini berbentuk seperti robot kecil. 
2.    The quentiin : Tidak ada tampilan arah jarum jam pada jam yang satu ini dan jam ini di desain seperti permainan pinball. 
3.     Gerald Genta Arena Complications Tourbillon QP Moon Phase 306: Memiliki tiga roda penunjuk waktu, jam tangan ini terpasang dengan sangat rumit.


 Sesuai dengan perkembangan zaman maka tercipta lah berbagai teknologi yang sangat efisien dan sangat penting untuk hidup kita. Bisakah anda bayangkan bagaimana kah desain jam-jam pada masa yang akan datang? pasti semakin canggih bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar