Sabtu, 22 September 2012

Perkembangan Alat Sejuta Umat : Faber Castell



“Everyone makes mistakes. That's why there is an eraser on every pencil.”

Kamu semua pasti tahu pensil kan? Pensil adalah alat yang sangat lazim untuk digunakan pada saat menulis. Sebenarnya, Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu. Sebelum saya membahas tentang perkembangan Faber Castell, saya akan membahas tentang sejarah pensil terlebih dahulu.



Sejarah pembuatan pensil dimulai pada saat penggunaan timbal dan grafit itu sendiri pada zaman yunani. Keduanya memberikan efek goresan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang dipakai hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Meskipun kelihatan seperti batu bara, mineral tersebut tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi. Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya “seperti timah” mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuk tongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa.


Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap. Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.

timah hitam

Namun pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunani graphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.
Carl W. Scheele



Selama bertahun-tahun, grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil karena cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Karena grafit Eropa kurang bermutu, pabrik-pabrik pensil di sana bereksperimen dengan berbagai cara untuk memperbaiki isi pensil. Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conté mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk campuran itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia bisa membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam—proses yang digunakan sampai sekarang.


Pada abad ke-19, pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat, termasuk Siberia, Jerman, dan yang sekarang disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga, dan pada awal abad ke-20, bahkan anak-anak sekolah menggunakan pensil.
Awalnya pensil grafit diberi balutan kertas yang dirobek sesuai keinginan pemakainya. Namun kemudian ditemukan cara lebih praktis dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan.
Grafit murni mungkin lebih disukai seniman karena karakteristiknya yang lebih lugas. Namun untuk penggunaan sehari-hari, diperlukan grafit yang berkualitas lebih rendah agar lebih fleksibel. Pada tahun 1795, ahli kimia Perancis, Nicolas Jacques Conté, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat agar dihasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya adalah pensil Konte.

Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebenarnya tidak ada penemuan hal baru dari pensil tersebut. Peraut mekanik ditemukan pada tahun 1880 dan dengan cepat menjadi sangat populer.



Pensil di era modern dibuat dengan menghancurkan grafit murni dan tanah liat menjadi bentuk bubuk. Campuran ini kemudian diberi air, dianginkan, dan kemudian dibakar selama tiga hari. Kemudian isi pensil yang telah dicetak menjadi bentuk yang panjang dan tipis dilapisi dengan kayu halus.

Awalnya pensil lebih banyak dibuat dalam bentuk persegi karena keterbatasan mesin produksi. Namun di era modern, lebih banyak ditemui bentuk bulat yang lebih nyaman digenggam. Meskipun demikian, tetap banyak yang menggemari bentuk pensil bersudut karena memberi pegangan yang lebih kuat dan mudah dikontrol saat menulis.



Pensil dibedakan menurut komposisi . Huruf B menginformasikan ketebalan (boldness), yang berarti kandungan grafitnya lebih banyak. Sementara huruf H menginformasikan kekerasan komposisi leadnya, yang berarti kandungan tanah liatnya lebih banyak. Pensil dengan tanda F berarti komposisinya sangat tepat untuk diraut hingga keruncingan maksimal. Sementara angka di depan huruf memperlihatkan tingkat ketebalan atau kekerasan komposisi suatu pensil. Misalnya 2H akan lebih keras daripada H, atau 2B akan lebih lembut dan tebal dibandingkan B. HB berarti pensil memiliki kedua sifat keras dan tebal.

Sekarang, pensil sudah menjadi alat tulis yang canggih. Sudah banyak perkembangan yang terjadi, sehingga pensil zaman sekarang sudah mempunyai banyak varian. Contohnya yaitu pensil biasa, yang dapat membuat garis sepanjang 60 kilometer dan menulis 45.000 kata, pensil mekanis yang tangkainya dari logam atau plastik, tidak perlu diraut dan pensil warna yaitu pensil yang diganti grafitnya menjadi
berisi bahan perwarna atau pigmen yang membuat goresan menjadi ber warna- warni.



Faber Castell

Faber-Castell merupakan salah satu produsen alat tulis tertua di dunia yang didirikan pada tahun 1761 di Stein, Jerman. Berawal dari pabrik pensil yang didirikan oleh Kaspar Faber di Nuremberg, dekat Stein, Jerman dan saat ini perusahaan Faber-Castell telah memasuki generasi ke - 8 yang dipimpin oleh Count Anton Wolfgang von Faber-Castell. 

Sejarah:

Generasi Pertama - Pendirian bisnis oleh Kaspar Faber(1730-1784)
1761-1784
Pada awal mulanya, perusahaan ini hanya memproduksi pinsil. Di Stein dekat Nuremberg, Kaspar Faber, pembuat kabinet memproduksi pinsil pertamanya, yang disebut "Bleiweißstifte". Pinsil ini dijual di pasar Nuremberg. Dengan melihat awal mula pembentukan bisnis ini, dapat disimpulkan bahwa Faber-Castell berdiri jauh sebelum Revolusi Perancis dan berdirinya negara Amerika Serikat



Generasi kedua - Anton Wilhelm Faber (1758-1810)
1784-1810
Dinamakan sesuai nama putra Kaspar Faber, Anton Wilhelm Faber(1784-1810),Bisnis ini pada generasi kedua disebut "A.W.Faber". Anton Wilhelm memperluas bisnis ini. Dia membeli real estate tambahan, meningkatkan produksi. Pada generasi ini perusahaan berkembang dengan pesat.

Generasi ketiga -Georg Leonhart Faber(1788-1839)
1810-1839
Pada masa kepemimpinan Georg Leonhart, negara sedang mengalami masa politik dan ekonomi yang sulit. Situasi ini mengakibatkan produksi menurun dan kondisi perusahaan terancam.



Generasi keempat -Lothar von Faber (1817-1896)
1839-1896
Setelah Georg Leonhart Faber meninggal dunia,perusahaan dipimpin oleh  putranya, Lothar von Faber. Berbekal pengalamannya di produksi alat tulis di Perancis dan London, pemuda berusia 22 tahun ini merombak perusahaannya.  Dengan visi yang jelas dan motivasi yang kuat, dia memajukan perusahaan. Visinya adalah "..To rise to premier position by making the best products in the world.." yang artinya mencapai posisi teratas dengan menghasilkan produk terbaik di dunia. Pada awal era kepemimpinan Lothar von Faber, dia menciptakan pinsil hexagonal yang pertama, mengembangkan pinsil jerman yang berkualitas yang pertama, dan memberi nama 'A.W.Faber'. Ini merupakan pinsil pertama di dunia yang memiliki merk. Beliau juga menerapkan standar produk, menemukan gradasi pensil (HB, 8B - 6H) yang sekarang dipakai oleh industri pinsil.



1843
Pinsil A.W.Faber dijual untuk pertama kalinya di Amerika melalui distributor di New York

1849
Perusahaan melebarkan sayap dengan cara membuka cabang di Amerika Serikat(1849) diikuti dengan pembukaan perusahaan di London (1851) dan Paris (1855) serta pembukaan distributor di Vienna(1872) dan St. Petersburgh(1874).

1851
Lothar von Faber menciptakan standar pertama untuk pinsil. Standar ini merupakan inovasi besar di industri pinsil saat itu dan sangat mempengaruhi perkembangan sejarah industri produksi pinsil di seluruh dunia.

1861
Pabrik cabang Geroldsgruen di Upper Franconia dibuka pada saat peringatan 100 tahun perusahaan pada tahun 1861.

1861
Karena kontribusinya yang sangat besar dalam bidang sosial dan ekonomi, Lothar von Faber dianugerahi banyak penghargaan. Pada
tahun 1861, dia diangkat menjadi Peerage, dan di tahun 1881 dia diangkat menjadiHereditary Baronial Peerage. Pada tahun 1965 dia diberi hak atas jabatan kebangsawanannya untuk seumur hidup, dan pada tahun 1891 dia diberi hak untuk mewariskan jabatan kebangsawanannya. Adapun saat itu jabatannya adalah "Imperial Councillor to the Bavarian Crown".



Generasi kelima -Wilhelm Von Faber(1852-1893)
1877- 1893

Sebagai putra tunggal Lothar Von Faber, Wilhelm sudah terlibat secara aktif dalam perusahaan sejak tahun 1833 dan pada tahun 1877 ditunjuk sebagai penerus perusahaan. Wilhelm, yang lebih tertarik ke bidang seni, kehilangan kedua anaknya Lothar dan Alfred Wilhelm pada usia yang sangat muda, yaitu pada umur 3 dan 4 tahun.
Karena Kesedihan yang mendalam, Wilhelm akhirnya juga meninggal pada usia muda 42 tahun, meninggalkan istri dan tiga putri. Akibat kematiannya, sang ayah, Lothar Von Faber, terpaksa sekali lagi harus turun tangan mengambil alih perusahaan sampai ajalnya tiba. Janda dari Wilhelm Von Faber, Baronnes Ottilie Von Faber, mewarisi perusahaan "A.W.Faber" dan menjalankan perusahaan sampai masa pergantian abad.
Pada tahun 1900, Count Alexander Graf von Faber-Castell bergabung dalam manajemen perusahaan.



Generasi keenam -Count Alexander Graf von Faber-Castell
1900-1928
Pada tahun 1898, putri tertua dari Wilhelm Von Faber sekaligus pemimpin sementara perusahaan, Baronnes Ottile Von Faber, menikah dengan Count Alexander zu Castell-Rüdenhausen yang merupakan keturunan dari salah satu keluarga bangsawan tertua di Jerman. Menjelang ajalnya, Lothar Von Faber telah mempersiapkan surat wasiat yang mana di dalamnya menegaskan bahwa generasi berikutnya tetap harus menyertakan nama 'Faber' ke dalam nama keluarga yang baru. Karena itu nama keluarga yang baru "Count and Countess von Faber-Castell" diangkat menjadi nama perusahaan yang baru "Faber-Castell"


1905
Pada tahun 1905, Count Alexander meluncurkan range produk yang sangat terkenal sekarang yaitu "Castell" hijau atau Green "Castell". Produk baru ini diberi logo  "Tournament of the jousting Pencil Knights" yang bertema ksatria yang menggunakan pinsil green castell sebagai tombak mengalahkan lawannya dalam turnamen. Logo ini dimaksudkan untuk memberi gambaran bahwa produk baru ini memiliki kualitas tinggi yang mengalahkan semua pesaingnya. Logo Ksatria pinsil ini menjadi trademark perusahaan hingga saat ini.

Generasi ketujuh-Roland Count von Faber-Castell(1905-1978)
1928-1978

Setelah Count Alexander wafat, putranya yang bernama Roland  mengambil alih perusahaan.



1948
Pinsil "TK", sebuah pinsil mekanik untuk menggambar teknik, berhasil mengambil pasar skala internasional.



Generasi kedelapan-Anton Wolfgang Count von Faber-Castell(lahir tahun 1941)
Sejak tahun 1978

Setelah ayahnya meninggal, putranya yang bernama Anton Wolfgang Count von Faber-Castell mengambil alih perusahaan sampai saat ini.



1980
Pabrik penghasil penghapus yang saat ini merupakan pabrik penghapus terbesar di dunia, dibangun di Malaysia. Pabrik pendukung juga menyusul dibangun di Afrika Selatan(Johannesburg) dan Inggris(Stevenage/London).

1981
Faber-Castell memulai sebuah project di Brazil yang bertujuan untuk menghasilkan kayu sendiri untuk keperluan produksi.
Faber-Castell menjadi perusahaan pinsil pertama yang memiliki hutan sendiri untuk keperluan produksi.

1990
Faber-Castell mendirikan pabrik modern penghasil lid dan pinsil warna di Indonesia. Proses produksi ini menggunakan kayu secara ekslusif dari stock pohon hutan sendiri.

1992
Faber-Castell mengembangkan teknologi cat air yang ramah lingkungan untuk menghasilkan lid pinsil dan pinsil warna. Project ini di inagurasi oleh Menteri Lingkungan Jerman.

1993
Pada tahun ini, Faber-Castell memulai strategi "Re-alignment" atau penyusunan kembali. Tujuan utama dari strategi ini adalah merevisi ulang brand image dan visual appearance dari perusahaan yang sudah dikenal di manca negara agar Faber-Castellmemiliki brand equity dan penampilan yang diakui di dunia Internasional. Karena itu, range produk yang baru dirancang sedemikian rupa berdasarkan 5 area inti kompetensi.

2001
Membangun fasilitas produksi ke 15 di Kanton, China. Di Pabrik ini kegiatan meng-assembly produk-produk seperti pena ballpoint, pena gel-ink, pinsil mekanik, penghapus dan Creative Set dilakukan.

2002
Faber-Castell mendirikan pabrik baru di Malaysia dan membangun sebuah pinsil terbesar di dunia di Pencil Tower.Pinsil ini memiliki panjang 19.75 m dan lid dengan tebal 15 cm. Pinsil ini tercatat di Guinness Book of Record.



Sampai saat ini, Faber Castell sudah memiliki banyak varian dari produk pensil itu sendiri, mulai dari Pensil berbagai ukuran ketebalan, pensil warna, spidol, crayon, stabilo, bolpoint dan masih banyak produk stationery lainnya. Dan Faber Castell merupakan salah satu pabrik pensil dengan pembeli terbanyak di Dunia. Hampir semua orang di semua kalangan dan umur, menggunakan pensil Faber Castell untuk melakukan kegiatan mereka. Dan saya berharap, ketika saya besar nanti saya bias mempunyai usaha se sukses Faber Castell.

Sumber:

1 komentar: