Sabtu, 22 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky Untuk Indonesia


Pendidikan yang Baik Untuk Masa Depan Yang Cerah

Secara geografis, negara Indonesia termasuk beruntung. Walaupun memiliki lempeng yang termasuk aktif sehingga terjadi banyak gempa di wilayah ini dan masuk dalam wilayah lingkaran api, negara Indonesia dapat terbilang merupakan negara yang strategis letaknya. Bahkan dulu, Indonesia sempat masuk dalam pusat perdagangan di dunia. Selain strategis dari lokasi geografisnya, iklim dan ekosistem di Indonesia menyebabkan Indonesia kaya akan sumber daya alam. Ikan berlimpah ruah di perairan, tanah subur yang dapat ditanami berbagai tanaman, hutan hujan tropis yang berisi ribuan spesies makhluk endemik yang tidak banyak ditemukan di wilayah lain, dan masih banyak lagi. Selain sumber daya alam yang telah disediakan Tuhan Yang Maha Esa, negara kita pun memiliki sumber daya manusia yang berlimpah, populasi penduduk Indonesia saat ini sudah dapat mencapai angka 238 juta jiwa. Dengan pulau sebanyak 17.508, negara kita patut dipanggil negara nusantara terbesar dengan banyaknya wilayah laut yang mengelilingi kita. Hal-hal tersebut merupakan alasan yang wajar mengapa sumber daya Indonesia banyak diinginkan, contohnya, dahulu banyak negara yang menjajah Indonesia untuk mengambil sumber daya kita. Negara kita pun akhirnya lepas dari belenggu penjajah pada tanggal 17 Agustus 1945 setelah Jepang kalah di Perang Dunia II. Walaupun begitu, pernyataan kemerdekaan ini tidak menghentikan beberapa tangan rakus negara lain, dapat dilihat dengan upaya mereka untuk kembali ke Indonesia dan perdagangan gelap yang hingga saat ini masih diterapkan. Tidak jarang kita mendengar berita ada kapal atau perusahaan asing yang mengeruk keuntungan di Indonesia, secara legal ataupun illegal. Dan kabanyakan dari keuntungan itu masuk ke saku negara tersebut, bukanlah negara kita walaupun negara kita merupakan pemiliki dari sumber daya itu sendiri.

"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :
·              Ketuhanan Yang Maha Esa,
·              kemanusiaan yang adil dan beradab,
·              persatuan Indonesia, dan
·              kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
·              serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Berikut merupakan bunyi dari alinea terakhir dari Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dapat dilihat di sana tujuan dari bangsa Indonesia yang telah ditentukan oleh pejuang-pejuang kemerdekaan dahulu yang telah disepakati sampai sekarang. Namun apakah kita sudah dapat dengan bangga mengatakan bahwa kita sudah memenuhi tujuan itu? Faktanya sekarang, walaupun dengan sumber daya yang sangat melimpah, Indonesia masih kalah dibanding negara-negara lain yang memiliki jauh lebih sedikit sumber daya. Dapat dibuktikan dengan pendapatan perkapita Indonesia yang berjumlah $2.580 dibanding negara tetangga yaitu Singapura yang pendapatan perkapitanya mencapai $40.920 pada tahun 2010 menurut data dari World Bank. Jumlah ini merupakan sangat mencengangkan karena wilayah yang dimiliki negara masing-masing pun sangat jauh perbedaannya dengan wilayah Indonesia mencapai 1.904.569 km2 dengan wilayah Singapura hanya mencapai 710 km2, dapat dikatakan wilayah Indonesia merupakan sampai 2682 kalinya dari Singapura. Iklim yang dialami juga sama, tropis. Wilayah laut dan daratnya bahkan jauh lebih sedikit. Populasi penduduk Indonesia dua kali lebih padat dari Singapura. Tidak dapat dipungkiri lagi Indonesia memiliki banyak keuntungan. Lalu, apa yang membuat Singapura jauh lebih maju dari Indonesia?
Indonesia

Masalah pertama Indonesia yang ingin saya bahas adalah sistem pendidikannya. Sistem edukasi Indonesia dapat dikatakan masih berorientasi nilai dan lebih berpacu pada teori daripada pengaplikasiannya. Sistem ini memberikan murid seabrek banyak mata pelajaran yang abstrak dan menuntut mereka untuk menguasai dengan semua baik mata pelajaran itu dengan bukti nilai kognitif. Asal nilai bagus, berarti sudah siap. Tidak terpikirkan walaupun dapat mengerjakan, belum tentu mereka dapat mengerti atau tergambarkan dalam pikiran mereka mengapa itu terjadi seperti layaknya jika dilakukan pengaplikasiannya. Walaupun dengan adanya tuntutan mata pelajaran yang banyak dapat membangun kemampuan multi-tasking siswa, namun siswa tidak akan bisa fokus pada hal yang dia sebenarnya ingin pelajari. Dengan tuntutan yang tinggi ini pula menyebabkan waktu dan intensitas sekolah yang panjang.  Daya tahan manusia berbeda-beda, walaupun tuntutan yang relatif besar ini untuk sebagian orang dapat membangun diri untuk menjadi lebih kuat dan bermental baja, sistem ini tidaklah terlalu efektif. Misalnya seorang anak menginginkan belajar di bidang arsitektur, karena di di sekolah belum ada bidang terfokus mengenai itu, maka ia mengikuti jurusan yang ada. Di sana, tidak semua mata pelajaran yang didapat sesuai dengan tujuan yang sebenarnya ingin dituju itu, namun ia tetap dituntut untuk mendapatkan nilai yang cemerlang. Oleh karena itu, arsitekturnya pun mendapat bangku belakang dan belajar di sekolah menjadi prioritasnya. Kemampuan arsitektur yang sebenarnya dapat diasah dari awal pun tersia-siakan karena ia harus belajar pelajaran yang sebenarnya tidak akan dipakai pada pekerjaan nya nanti. Waktu disita oleh sekolah dan tujuan utama pun terlupakan. Selain itu, pendidikan karakter juga banyak terlupakan. Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk membangun karakter seseorang. Orang-orang sangatlah terfokus pada kognitif hingga mereka lupa bahwa karakter jugalah penting. Jika karakter dilupakan, maka yang ada hanyalah pengusaha yang tamak, politikus yang korup, guru yang apatis, dll. Ilmu tidak diikuti dengan karakter, akan membuat diri buta, yang benar dianggap salah dan yang salah dianggap benar. Ego menjadi prioritas dan orang di sekitar dilupakan.

Anak Indonesia yang Sedang Menjalankan Pendidikan Sekolah Dasar

Solusi saya untuk masalah pertama ini adalah untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia. Walaupun sudah banyak sekolah yang menerapkan pendidikan, pemerinatah harus juga menghimbau adanya pendidikan karakter sehingga menjadi lebih tersosialisasi. Mata pelajaran dapat dikurangi kadarnya namun lebih diperdalam prakteknya agar murid dapat mengerti, bukan ‘hafal’ ataupun ‘tahu’ sehingga dapat menjadi lebih fokus dan lebih mudah untuk dipelajari. Jika murid merasa nyaman dalam belajar, secara otomatis semangatnya pun juga meningkat sehingga diharapkan rakyat Indonesia dapat lebih baik dalam pendidikan. Jika mungkin, negara kita juga dapat menerapkan sedikit sistem dari negara lain yaitu dengan dapat memilih mata pelajaran. Dengan begitu, murid dapat belajar untuk tahu apa yang mereka inginkan dan dapat mempelajari apa yang mereka inginkan ataupun yang berhubungan dengan tujuan mereka. Cara ini pun menjadi lebih efektif karena murid menjadi terbantu dan dengan murid yang lebih semangat, guru juga akan lebih mudah mengajar dan mendalaminya. Dengan matangnya rakyat dari negara kita; baik ilmu dan karakternya, dapat terjamin adanya masa depan yang cerah untuk rakyat dan negara kita sendiri.

Masalah kedua adalah fasilitas dari pendidikan itu sendiri. Salah satu penyebab dari minimnya minat baca di Indonesia adalah minimnya buku yang bisa didapatkan juga. Orang-orang harus membeli untuk mendapatkannya dan walaupun sebagian orang tidak memiliki masalah dengan fakta ini, masih banyak orang miskin yang untuk memenuhi kebutuhan hidup saja tidak cukup, bagaimana untuk membeli buku? Pada masalah ini, perpustakaan seharusnya memiliki peran yang besar. Perpustakaan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti tempat, gedung, ruang yg disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dsb. Jika fasilitas ini dapat bekerja dengan baik, maka masyarakat pun dapat mendapatkan banyak ilmu dengan meluangkan waktu di dalam gedung ini. Namun nyatanya, saat ini hanya ada 2585 perpustakaan umum di Indonesia. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, satu perpustakaan haruslah sanggup melayani 85 ribu penduduk. Hanya 22% dari 64.000 desa di Indonesia yang memiliki perpustakaan dibandingkan negara lain yang hampir setiap blok memiliki satu perpustakaan. Ditambah lagi, banyak perpustakaan yang tidak memenuhi standar. Buku tidak dijaga dengan baik, suasana yang tidak nyaman, dan ketidaklengkapan koleksi itu sendiri. Jelas terlihat mengapa minat baca rakyat sangatlah rendah, rumah bacanya saja tidak terawat. Selain perpustakaan, beasiswa juga merupakan fasilitas yang penting. Murid-murid yang berprestasi patut diberikan penghargaan dalam bentuk beasiswa sehingga semangatnya untuk mengabdi pada negara meningkat. Pada akhirnya, jika rakyatnya yang cerdas, negaranya juga yang akan untung. Beasiswa untuk masyarakat yang kurang mampu jugalah sangat penting. Hingga hari ini, angka anak yang putus sekolah di Indonesia masihlah sangat tinggi. Menurut data 2011, terdapat 10,628 juta siswa usia wajib belajar(SD/SMP) yang tidak bisa melanjutkan sekolah. Hal ini disebabkan oleh ketidak mampunya masyarakat untuk membayar biaya sekolah. Hal ini juga menunjukan seberapa tinggi angka rakyat miskin di Indonesia. Selain itu, masih banyak pula sekolah yang belum layak. Dana yang dikucurkan pemerintah untuk edukasi di Indonesia masih sangatlah kurang sedangkan banyak dana dikorupsi oleh pejabat yang tamak.  Banyak peneliti cerdas yang pindah negara hanya karena negara kita tidak dapat mengakomodasi penelitian yang akhirnya akan membantu rakyat dan merasa kurang dihormati. Jika masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan layak terus meninggalkan Indonesia karena kurangnya akomodasi dalam pendidikan, sedangkan masih banyak masyarakat yang tidak berpendidikan di dalam negara itu sendiri, mau maju bagaimana negara kita?

Sekolah yang Sudah Tidak Layak Pakai

Kondisi Perpustakaan di Indonesia yang Tidak Terlalu Terurus

Solusi saya untuk masalah ini adalah pemerintah harus meningkatkan jumlah dana pada sektor pendidikan dan lebih fokus di sektor ini karena walaupun butuh proses, generasi mendatang adalah generasi yang akan memimpin negara ini, dan jika menginginkan negara ini untuk maju, kita juga membutuhkan pemimpin yang maju. Pejabat juga harus memikirkan masa depan, janganlah korup sekarang. Lebih baik menginvestasikan uang negara itu untuk kepentingan masa depan negara; yaitu dengan pendidikan. Tidak mungkin negara kita akan maju secara sekejap, semua tetap perlu proses. Namun dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan menjamin masa depan yang cerah untuk rakyat itu sendiri dan negara. Dengan dibangunnya lebih banyak perpustakaan yang dikelola dengan baik dan nyaman, akan mengundang anak-anak untuk datang ke perpustakaan dan menimba ilmu dengan membaca. Dengan meningkatnya minat baca, maka dengan otomatis tingkat kecerdasan masyarakat juga akan meningkat. Koleksi dari bukunya juga harus ditingkatkan agar memudahkan pelajar atau siapapun yang ingin membaca. Dengan ditingkatkan jumlah beasiswa, pelajar akan lebih bersemangat untuk bersumbangsih untuk negara dan menimba ilmu. Dan dengan ditingkatkannya jumlah dan kualitas sekolah gratis, akan memberi kesempatan untuk masyarakat tidak mampu untuk memperbaiki kehidupannya dan berpartisipasi dalam mengharumkan nama negara.

Saya pribadi percaya, jika pemerintah dapat memperbaiki pendidikan di Indonesia  dan rakyat turut kooperatif dalam pelaksanaannya, negara kita dapat maju. Negara kita dapat memenuhi tujuan-tujuan yang sejak dulu telah dicita-citakan dan dapat berdiri gagah di tengah kancah Internasional seperti garuda lambang negara kita. Tidak mungkin instan, namun jika kita semua mau untuk melakukan perubahan, bukan tidak mungkin negara kita dapat maju dengan cepat.

Daftar Pustaka
Wikipedia
Kamus Besar Bahasa Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar