Sabtu, 22 September 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky untuk Kemanusiaan


            Di jaman yang serba teknologi seperti sekarang ini, masih ada masalah yang berhubungan dengan kemanusiaan. Salah satu dari sekian banyak masalah yang berkaitan dengan kemanusiaan adalah diskriminasi dan rasisme. Diskriminasi adalah pelayanan atau perlakuan tidak adil kepada kelompok masyarakat atau individu tertentu. Perlakuan tersebut biasanya berdasarkan suatu ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh kelompok atau individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan manusia secara sadar maupun tidak sadar untuk membeda – bedakan satu sama lain dari hal yang terkesil sampai yang besar. Yang membuat hal itu dikategorikan sebagai diskriminasi adalah ketika kelompok masyarakat atau individu tersebut mendapat perlakuan yang tidak adil dari masyarakat sekitarnya karena karakteristik tertentu yang dimilikinya.
Diskriminasi secara umum terbagi menjadi dua. Yaitu, diskriminasi secara langsung dan tidak langsung. Diskriminasi secara langsung adalah ketika hokum, peraturan atau kebijakan suatu daerah atau tempat secara jelas menyebutkan kelompok masyarakat atau individu dengan karakteristik tertentu dan menghambat mereka untuk memiliki peluan atau hak yang sama dengan masyarakat lainnya. Diskriminasi dikategorikan menjadi diskriminasi tidak langsung adalah ketika peraturan yang seharusnya bersifat netral menjadi diskriminatif ketika dipraktekkan di lapangan.
Salah satu bentuk diskriminasi terbesar yang pernah dan mungkin sampai sekarang masih ada di dunia ini adalah RASISME. Rasisme diartikan sebagai pandangan, pemikiran, atau kepercayaan negative suatu kelompok social atau para anggotanya terhadap suatu kelompok masyarakat lain yang berdasarkan perbedaan wajah secara fisikal – biological atau semata – mata berdasarkan ras. Dan pandangan negative ini ditunjukkan secara terbuka melalui perilaku atau tindakan yang dilakukan secara terang – terangan. Pada dasarnya, pengertian ras sendiri adalah sebuah kelompok social yang mempunyai tanda pengenalan kolektif berasaskan ciri – ciri fisikal – biological yang nyata. Seperti warna kulit, warna mata, warna rambut dan sebagainya. Ciri paling kentara atau paling nyata yang paling sering digunakan sebagai alasan atau dasar dilakukannya rasisme adalah warna kulit.
Rasisme mulai dikenal pada tahun 1930. Pada saat itu, rasisme digunakan untuk menggambarkan pembantaian yang dilakukan NAZI dan para pengikutnya terhadap bangsa Yahudi. Namun, jauh sebelum masa itu, rasisme sudah ada. Hanya saja istilah rasisme belum banyak dikenal sehingga belum digunakan oleh orang orang jaman dahulu. Menurut M. Fredrickson, sejarah awal rasisme dapat ditelusuri dari Spanyol. Pada abad 12 sampai dengan abad 13, masyarakat pengikut Islam, yahudi dan Kristen dapat hidup berdampingan dengan damai. Namun, di akhir abad 14 sampai dengan awal abad 15, timbulnya konflik dengan orang Moor memercikkan diskriminasi terhadap Islam dan Yahudi. Dari sinilah mulai tampak kebencian yang bersifat rasial yang menjadi dasar atau alasan pengusiran dalam rangka “membersihkan” Spanyol.
Peristiwa lain yang bisa dibilang merupakan salah satu pemicu adanya pemahaman rasisme adalah ditemukannya “Dunia Baru” yang sekarang lebih dikenal dunia dengan nama Amerika Serikat. Ketika orang – orang atau lebih tepatnya penjelajah dari Barat tersebut pertama kali menginjakkan kaki di tanah Amerika tersebut, mereka bertemu dengan penduduk asli yang masih hidup dengan gaya hidup sangat tradisional yang mereka anggap primitive dan kurang beradab. Kemudian muncullah pemikiran, pandangan, atau doktrin yang mengganggap bahwa pembauran dengan orang – orang primitive dan kurang beradab tersebut dirasa mustahil. Keyakinan atau pandangan tersebut lah yang kemudian merealisasikan orang – orang yang tidak beradab dan terbelakang sebagai budak. Selain itu, konsep atau pemahaman akan adanya budak juga terdapat di Yunani dan Timur Tengah atau lebih tepatnya lagi di Arab Saudi. Disana, orang – orang yang tidak memiliki pendidikan ataupun kekuasaan dijadikan budak yang harus mengabdi seumur hidup kepada majikannya. Yaitu, orang Yunani dan Arab Saudi yang bebas atau merdeka dengan kata lain memiliki kekuasaan, pendidikan, maupun kekayaan.
Teori perbedaan manusia berdasarkan ras ini mulai menyebar ke seluruh dunia pada abad ke-19. Hal ini dikarenakan kapal-kapal dagang yang berasal dari Timur Tengah yang menuju ke Eropa dan sekitarnya mulai memperjual belikan masyarakat primitive sebagai budak. Yang secara tidak langsung menyebarkan atau mendistribusikan konsep perbudakan yang didasari ras ke seluruh dunia.

NELSON MANDELA DAN POLITIK APHARTEID
Rasisme mulai mereda di abad 20 dan hampir hilang sepenuhnya di abad ke – 21. Salah satu faktor utama hilangnya rasisme adalah gerakan anti rasisme yang diprakarsai oleh Nelson Mandela, seorang pejuang kemerdekaan yang dikenal oleh masyarakat seluruh dunia melalui gerakan anti apharteid-nya. Apharteid adalah sistem diskriminasi dan pemisahan rasis yang berkuasa di Afrika Selatan dari tahun 1948 yang akhirnya dihapuskan di awal 1990-an. Dengan mengembangkan diskriminasi terhadap orang – orang kulit hitam selama bertahun – tahun Naional Party atau Partai Nasional menetapkan apharteid sebagai model untuk memisahkan pembangunan bagi berbagai ras yang berbeda. Meski pada kenyataannya kebijakan tersbut hanya bertujuan untuk melindungi kepentingan orang berkulit putih. Kebijakan tersebut mengklasifikasikan masyarakat sebagai orang kulit putih, Bantu (kulit hitam), kulit berwarna (ras campuran), atau Asia.  Manifestasi kebijakan ini termasuk tidak memiliki hak pilih, pemisahan areal permukiman dan sekolah, pas khusus untuk bepergian dalam negeri untuk orang kulit hitam, dan kendali sistem peradilan yang dipegang oleh orang kulit putih.
Sebagai bagian dari usahanya untuk menghapuskan praktik ini selama beberapa dekade, PBB pada tahun 1973 mengesahkan Konvensi Internasional tentang Penindasan dan Hukuman terhadap Apartheid, yang diratifikasi oleh 101 Negara.  Konvensi ini menyatakan apartheid sebagai suatu pelanggaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara individual.  Konvensi ini juga mendeskripsikan apartheid sebagai sebuah rangkaian “tindakan tanpa perikemanusiaan yang dilakukan untuk membangun dan mempertahankan dominasi kelompok ras tertentu terhadap kelompok ras lainnya dan secara sistematis melakukan penindasan terhadap mereka.” Hal ini termasuk pengabaian hak terhadap kehidupan dan kemerdekaan, perusakan kondisi hidup dengan tujuan untuk menghancurkan kelompok tertentu, tindakan legislatif untuk mencegah partisipasi kelompok tersebut dalam kehidupan kebangsaan, pembagian populasi berdasarkan kelompok ras, dan eksploitasi terhadap buruh dari kelompok tertentu. Konvensi tersebut juga menyatakan apartheid sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
Konvensi Jenewa mewajibkan Negara untuk memberlakukan kebijakan antidiskriminasi dalam melayani orang yang sakit dan terluka, kapal yang tenggelam dan terdampar, gerilyawan dan masyarakat sipil yang tertangkap dalam kekuasaan rezim tertentu ataupun situasi konflik tertentu.  Apartheid juga disebut sebagai kejahatan perang dalam sengketa internasional menurut Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa. Protokol I mendaftarkan berbagai pelanggaran serius seperti apartheid “dan praktik-praktik tidak berperikemanusiaan dan biadab lainnya yang melakukan penindasan terhadap martabat seseorang, berdasarkan diskriminasi ras,” meskipun hal ini hanya bisa ditanggapi secara serius dalam konflik bersenjata internasional

Usaha terkini yang dilakukan untuk mengkriminalisasikan apartheid dilakukan dalam konteks rancangan peraturan mengenai pelanggaran internasional Komisi Hukum Internasional PBB tahun 1996, yang menggolongkan suatu tindakan yang disebut sebagai “diskriminasi yang terorganisir” sebagai sebuah pelanggaran terhadap hak asasi manusia, yang merupakan versi turunan dari politik apartheid; dan Statuta Roma tentang Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) juga menggolongkan apartheid sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia, dan mendeskripsikan praktik tersebut sebagai tindakan biadab “yang dilakukan dalam konteks penindasan dan dominasi secara sistematis dan terorganisir oleh rezim sebuah kelompok ras tertentu terhadap kelompok ras lainnya... dengan tujuan mempertahankan rezim tersebut.”



Bentuk2 politik apartheid
Afrika selatan, dimana angka kulit hitam adalah 7 berbanding satu dengan kulit putih, telah menjadikan diskriminasi rasial sebagai undang-undang. Sistem apartheid membuat putih, hitam, imigran india, kulit berwarna tinggal dalam kelompok yang terpisah. Kartu identitas negara memperlihatkan mereka milik kelompok yang mana Pemisahan dilakukan di dalam bis, kereta api, gereja, restoran, wartel, rumah sakit dan dan kuburan. Perkahwinan campuran dilarang. Seorang berkulit hitam tidak bisa bekerja di kawasan orang kulit putih maupun bekerja di bidang intelektual atau bidang saintifik. Kerja-kerja buruh diperuntukkan untuk kulit hitam. Sedikit yang memperhatikan bahawa setengah juta berada di penjara!
Manifestasi kebijakan ini termasuk tidak memiliki hak pilih, pemisahan areal permukiman dan sekolah, pas khusus untuk bepergian dalam negeri untuk orang kulit hitam, dan kendali sistem peradilan yang dipegang oleh orang kulit putih.

Rezim Apartheid Resmi Dibubarkan
30 Juni tahun 1991, masa kekuasaan rezim rasialisme Apartheid di Afrika Selatan secara resmi berakhir. Rezim Apartheid mulai berkuasa sejak tahun 1948  dan secara opresif memberlakukan hukum rasialis yang menghapuskan sebagian hak asasi warga non-kulit putih. Rezim ini juga melakukan pembunuhan, penyiksaan, dan penahanan  terhadap oposan-oposan politiknya. Akhirnya, akibat perlawanan di dalam  negeri dan tekanan dunia internasional, kekuasaan rezim ini berakhir pada tahun 1991. Pada tahun 1993 UU baru Afsel yang mengakui persamaan hak warga kulit putih dan kulit hitam disahkan.

Menurut pendapat saya, rasisme adalah masalah kemanusiaan yang tergolong serius. Membeda – bedakan manusia hanya berdasarkan warna kulit yang tidak dapat ia ubah karena itu sudah merupakan cipataan Allah SWT adalah perbuatan yang sangat tidak senonoh bahkan kejam. Politik apharteid hanyalah satu dari sekian banyak penerapan rasisme di seluruh dunia. Akibat dari rasisme bukan hanya mencipatakan tembok batas yang sangat lebar diantara masyarakat dunia tetapi juga bisa menybabkan trauma kepada korban rasisme. Untuk menghilangkan rasisme sebenarnya sederhana saja. Masyarakat hanya perlu menerima bahwa manusia di dunia ini diciptakan beragam jenisnya pasti ada maksud tersendiri kita hanya perlu menerimanya dan menjalani hidup dengan damai dengan sesama.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar