Rabu, 19 September 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

"Berantas Kriminalitas Demi Indonesia Yang Sejahtera" 


Dewasa ini, permasalahan di negara kita semakin banyak dan terus bertambah. Dari sekian banyak masalah di Indonesia, salah satu masalah yang cukup berat dan selalu terjadi setiap harinya adalah masalah kriminalitas. Kriminalitas adalah suatu tindakan atau perilaku yang melanggar norma-norma hukum khususnya yang menyangkut hukum pidana dan hukum perdata dan tindakan tersebut dianggap merugikan orang lain. Dengan kata lain, kriminalitas merupakan suatu tindak kejahatan. Seseorang yang melakukan tindakan kriminalitas disebut juga seorang kriminal. Tingkat kriminalitas di Indonesia bisa dikatakan termasuk kedalam tingkatan yang cukup tinggi. Berdasarkan pelakunya, kriminalitas dibedakan menjadi 2 macam yaitu, White Collar Crime (Kejahatan Kerah Putih) dan Blue Collar Crime (Kejahatan Kerah Biru). Yang tergolong kedalam White Collar Crime adalah tindak-tindak kejahatan/kriminalitas yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kedudukan tinggi ataupun terpandang di lingkungannya maupun di mata masyarakat dan negara seperti contohnya, para eksekutif atau petinggi-petinggi suatu perusahaan maupun para pejabat negara. Contoh dari kejahatan kerah putih adalah korupsi. Sedangkan Blue Collar Crime merupakan tindak kriminalitas/kejahatan yang dilakukan oleh kalangan-kalangan yang lebih rendah dari kalangan penjahat kerah putih, seperti kalangan orang-orang yang berekonomi lemah serta memiliki tingkat kepandaian dan keterampilan dibawah tingkat kepandaian dan keterampilan para penjahat kerah putih. Tindakan kriminal yang dilakukan oleh penjahat kerah biru pun contohnya seperti pencurian, penculikan dan pembunuhan.


Menurut Kepolisian Daerah Metro Jaya, angka kriminalitas yang terjadi sampai dengan bulan Mei 2012 mengalami penurunan sebanyak 3% jika dibandingkan dengan angka kriminalitas pada periode yang sama di tahun 2011. Meskipun mengalami penurunan sebanyak 3%, tetap saja kasus-kasus kriminalitas yang terjadi di Indonesia jumlahnya tetap sangat banyak dan hampir tidak terhitung. Kriminalitas ringan seperti pencurian dan pencopetan pun terjadi hampir setiap saat, kriminalitas yang sifatnya berat seperti pembunuhan pun tidaklah jarang. Tindakan kriminal ini paling sering terjadi terutama di kota-kota besar di Indonesia salah satunya adalah Jakarta. Kriminalitas biasanya terjadi di tempat-tempat fasilitas umum yang penuh dengan keramaian, maupun gang-gang kecil yang sepi dan jarang dilewati oleh orang.

Pada bulan Januari tahun 2012 angka kejahatan mencapai 4.673 kasus. Jumlah itu naik 1 persen jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2011 yang mencapai 4.649 kasus. Sementara pada bulan Februari 2012, angka kejahatan mencapai 4.750 kasus atau naik 5 persen dari tahun sebelumnya yaitu 4.132 kasus. Pada bulan Maret 2012, angka kejahatan sebesar 4.860 kasus atau turun sebanyak 5 persen dibandingkan Maret 2011 yang mencapai 5.132 kasus.

Polda Metro Jaya mengeluarkan data bahwa di Jakarta setiap 9-10 menit terjadi 1 tindakan kriminal baik itu tindak kriminal berat maupun tindak kriminal yang tergolong ringan (TV One, 1/11/2011), berdasarkan hal tersebut berarti dalam sehari rata-rata terjadi 120-144 tindakan kriminal dan setahunnya mencapai 43.800-52.560 kasus tindakan kriminal. Seluruh pelaku tindak kriminal dipastikan memiliki motif-motif yang melatarbelakangi mereka melakukan aksi kriminalnya, motif-motif yang melatarbelakangi atau faktor-faktor penyebab terjadinya tindak kriminalitas di Indonesia diantaranya adalah:

1. Kemampuan Ekonomi

Di Indonesia, semakin hari perbedaan antara masyarakatnya yang tidak mampu dengan yang berada semakin kontras dan menyebabkan kesenjangan sosial. Sekarang ini, yang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin. Dikarenakan keadaan tersebut, dalam diri masyarakat yang kurang mampu timbullah rasa iri atau kecemburuan sosial terhadap masyarakat yang berada sehingga mereka ingin memiliki atau bahkan mengambil harta yang dimiliki oleh masyarakat yang berada tersebut. Cara yang dilakukan untuk mendapatkan harta tersebut sangatlah banyak, seperti mencuri, menodong, membunuh lalu diambil harta bendanya, menculik lalu minta uang tebusan, dan sebagainya.

2. Faktor Psikologis

Salah satu faktor penyebab atau pendorong seseorang melakukan tindakan kriminalitas adalah faktor psikologis atau keadaan psikologi seseorang tersebut. Banyak orang yang mengalami masalah atau kelainan psikologis yang bisa disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah karena stress, depresi, putus asa, maupun bawaan dari lahir. Ada orang yang mengalami kelainan psikologis sehingga ia senang menyiksa, membunuh atau bertindak sangat kejam terhadap orang lain, karena dengan cara tersebut akan membuat dirinya puas maupun bahagia. Orang-orang seperti pada kasus tersebut biasa disebut psikopat. Ada pula orang yang dikarenakan stress dan depresi, kejiwaannya terganggu sehingga ia tidak bisa berpikir rasional lagi dan melakukan berbagai tindak kriminalitas.

3. Adanya Kesempatan Melakukan Tindak Kriminal

Seseorang bisa saja melakukan tindakan kriminalitas dikarenakan adanya kesempatan untuk melakukan hal tersebut. Banyak sekali orang yang awalnya tidak berniat melakukan aksi kriminalitas seperti misalnya pencurian, tetapi karena adanya kesempatan, niat tersebut bisa saja tiba-tiba muncul. Misalnya, seseorang yang sedang disebuah tempat sepi, tiba-tiba ada seseorang yang melintas dengan perhiasan yang sangat banyak dan mencolok, dikarenakan tempat yang sepi dan adanya kesempatan untuk merampas perhiasaan tersebut, orang yang tadinya tidak berniat jahat, bisa menjadi jahat dan merampas perhiasan milik orang lain tersebut.

4. Keinginan Untuk Berkuasa

Keinginan untuk memiliki kekuasaan yang lebih, menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya suatu tindakan kriminalitas. Kasus kriminalitas yang didasari oleh faktor keinginan untuk berkuasa dapat kita temukan umumnya pada kegiatan-kegiatan politik yang biasanya bertujuan untuk memperebutkan kekuasaan. Cara untuk merebut kekuasaan tersebut sangat banyak, bisa melalui persaingan secara sehat namun bisa juga menggunakan cara-cara kotor seperti melakukan tindakan kriminal, contohnya penculikan, penyuapan, pembunuhan dan sebagainya.

Hal-hal yang telah disebutkan diatas merupakan beberapa faktor atau motif maraknya kriminalitas di Indonesia. Kriminalitas memang tidak bisa dihindari sepenuhnya dan merupakan masalah yang pasti dihadapi oleh setiap negara, tetapi paling tidak kita semua sebagai warga negara harus terus berupaya semaksimal mungkin dan berusaha mencari cara untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya tindak kriminalitas. Pemerintah, sebagai para pemimpin negara ini, juga mempunyai kewajiban untuk melindungi seluruh masyarakatnya dan memberikan perlindungan, rasa aman dan tentram kepada setiap warga negaranya. Untuk itu, dari pihak negara pun harus terus mencari solusi untuk meminimalisir terjadinya tindak kriminalitas yang sangat sering terjadi setiap harinya di Indonesia ini. Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan beberapa solusi yang saya kira bisa bermanfaat dalam membantu untuk mencegah dan meminimalisir tindak kriminalitas di Indonesia.

1. Mempertegas Sanksi Bagi Para Pelanggar Hukum

Segala bentuk pelanggaran terhadap norma hukum pasti akan dikenakan sanksi dan hukuman, tetapi sanksi yang diberikan pasti bergantung terhadap besar kecilnya pelanggaran yang dilakukan. Sebesar dan sekecil apapun pelanggaran tersebut, sanksi dan hukuman harus tetap diberikan. Tetapi kenyataannya, sekarang ini di Indonesia beberapa pelanggaran tidak diberikan sanksi dan hukuman. Banyak para pelaku tindak kriminal yang tidak mendapatkan sanksi yang sebanding dengan pelanggaran yang ia lakukan, beberapa bahkan berhasil lolos 100% tanpa terkena sanksi apapun. Hal itu dapat terjadi dikarenakan aparat yang bertugas menjatuhkan sanksi dan hukuman, baik pihak pengadilan maupun pihak kepolisian, kurang tegas dalam mengadili pelaku tindak kriminal. Banyak pelaku tindak kriminal yang memberikan suapan kepada aparat agar mereka dihindari dari sanksi dan hukuman, sehingga sekarang ini banyak orang yang beranggapan jika mereka melanggar suatu norma hukum mereka akan dengan mudah dibebaskan dari sanksi tersebut dengan hanya menyuap aparat keamanan yang berkaitan. Walaupun kasus tersebut hanya terjadi kepada sebagian kecil kasus kriminalitas di Indonesia, tetapi tetap saja aparat harus bersikap lebih tegas. Jika ada orang yang sudah jelas bersalah, orang tersebut harus dikenakan sanksi, jangan sampai ia dibebaskan dari sanksi hanya karena semata-mata ia memiliki uang yang berlebih.

2. Meningkatkan Taraf Pendidikan di Indonesia

Sekarang ini, pendidikan mengenai etika dan agama sudah mulai terlupakan, jangankan mendapatkan pendidikan etika dan agama, masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang tidak bersekolah dan tidak mendapatkan pendidikan mengenai etika dan agama, sehingga mereka terbiasa berperilaku sesuka hati mereka tanpa mementingkan apakah hal yang mereka lakukan baik atau buruk, atau merugikan dan berakibat buruk bagi orang disekitarnya. Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai keagamaan, seharusnya menanamkan dan mengajarkan kepada masyarakatnya bahwa tindak kriminalitas ditentang di seluruh agama manapun. Rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia juga menjadi salah satu penyebab banyak terdapatnya pelaku tindak kriminal. Jika masyarakat Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, merekapun akan mengerti dan memiliki kesadaran akan etika bermasyarakat yang baik sehingga tindakan-tindakan kriminalitas dapat di minimalisir.

3. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sebagian besar kasus kriminalitas disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang secara ekonomi, sehingga ia harus mengambil jalan pintas yaitu melakukan tindakan kriminal demi kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, pemerintah harus mencari cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya yang kurang mampu, seperti membuka lapangan pekerjaan baru bagi para pengangguran, memberi pelatihan keterampilan pada masyarakat yang kurang mampu agar mereka memiliki keterampilan untuk bisa bekerja. Jika seluruh masyarakat Indonesia hidup sejahtera dan berkecukupan, maka rasa iri hati dan kecemburuan sosial antar masyarakat bisa dihindari dan tindak kejahatan bisa di minimalisir.

4. Memperketat Sistem Keamanan

Pemerintah harus memperkuat sistem penjagaan para aparat keamanan, terutama di sarana-sarana umum seperti di Transjakarta, stasiun kereta dan sarana transportasi umum lainnya, karena tidak jarang tindakan kriminalitas terjadi di sarana-sarana umum tersebut. Seperti yang pernah terjadi akhir tahun 2011 lalu, seorang pelajar tewas terbunuh di halte busway. Oleh karena itu, penjagaan oleh aparat keamanan di tempat-tempat tersebut harus diperketat lagi.

Sekian solusi yang saya berikan untuk mengatasi atau paling tidak meminimalisir terjadinya tindakan kriminalitas di Indonesia. Semoga solusi yang saya berikan bermanfaat dan dapat membawa kita ke Indonesia yang aman, nyaman dan sejahtera tanpa kriminalitas. 





Sumber:

  • http://hankam.kompasiana.com/2012/01/04/indonesia-dalam-bingkai-kriminalitas/
  • http://nafidba.wordpress.com/2011/11/02/penyebab-kriminalitas/
  • http://seobesteasy.blogspot.com/2012/05/jakarta-mengalami-penurunan-angka.html
  • http://urbandepan.blogspot.com/2012/04/kriminalitas-dan-kejahatan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar