Rabu, 19 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Bilqis Quinta Fitriandari

    Hidupku 16 Tahun

    Nama lengkap saya Bilqis Quinta Fitriandari, nama panggilan saya Bilqis. Saya lahir di Jakarta, 14 Februari 1996 dari pasangan Djantun Prijanto dan Endah Purwandari. Saya anak ke 3 dari 4 bersaudara. Kakak saya ada 2, perempuan dan laki-laki dan adik saya ada 1 perempuan. Kakak saya yang pertama perempuan bernama Nesia Priandari, kakak saya yang kedua bernama Fidyanto Fadillah, lalu saya, dan adik saya bernama Nabilah Zahrotul Djannah Wulandari. Rumah saya berada di Bekasi, tepatnya di pd.kemang asri daerah jatibening.

Saya waktu balita



MASA TK
Pada masa TK, saya memasuki TK AL-Azhar 24 Jatikramat yang berada didekat rumah saya. Dulu, waktu TK kata teman-teman saya lucu lalu dulu saya sangat berani, karena kepercayaan diri saya waktu TK, maka saya dipilih sebagai pembaca puisi untuk persembahan pada saat lulus TK. Saya juga dulu ikut menari saat pentas seni. Pada waktu TK B, saya mulai mengikuti kursus ballet yang berlanjut hingga SD kelas 4 kalau tidak salah. Waktu mau lulus dari TK, saya mengikuti tes memasuki SD Al-Azhar 23 yang berada didepan TK saya di Jatikramat. Tes nya itu berupa tes menggambar. Pada waktu itu saya senang sekali menggambar lalu saya lulus diterima di SD Al-Azhar 23 Jatikramat.

Saya menari Ballet di gedung kesenian jakarta


MASA SD
Hari pertama memasuki SD, saya sangat senang dan antusias. Lalu, saya memasuki kelas 1A. Saya berkenalan dengan teman-teman kelas saya. Dulu saya sangat aktif di SD. Saya mengikuti ekskul menggambar dan sering menjuarai lomba-lomba menggambar. Dulu saya mempunyai teman. Saya selalu pergi dengan mereka kemana-mana ber7. Setiap hari sabtu setelah saya mengikuti paskibra teman-teman saya main kerumah saya atau ke rumah teman saya yang lan. Setiap malam kami saling telfon-telfonan. Waktu SD kelas 1, saya pernah nakal. Pada waktu ibu saya sedang arisan dirumah temannya dikomplek, karena bosan saya dan teman saya mencoba keluar dari rumah teman ibu saya. Karena pintu gerbang dikunci, teman saya ide dengan memanjat pagar rumah tersebut. Teman saya pun berhasil, lalu saya mencoba memanjat pagar juga. Tetapi, waktu saya memanjat pagar saya tersangkut diatas sehingga ada bagian tubuh saya yang robek lalu saya dibawa kerumah sakit dan menangis. Dulu, saya juga senang main bersama teman komplek saya, setiap pulang sekolah saya mandi makan dan langsung pergi bermain ke lapangan tempat anak komplek berkumpul. Kadang main masak-masakan dengan memetik daun dan bunga yang ada ditaman, lalu bermain gobak sodor sampai adzan magrib lalu kami pulang. Saat awal naik kelas 2, saya sempat merasa sedih karena saya merasa tidak pintar. Awal masuk kelas 2, kami diajarkan cara membedakan bilangan genap dan ganjil oleh guru saya yang bernama bu Ati. Saya sudah sangat memperhatikan, tetapi saya tidak bisa-bisa. Lalu, ternyata hari itu juga diadakan tes tentang bilangan genap dan ganjil. Karena saya benar-benar tidak mengerti apapu, akhirnya saya ngasal semua di tes tersebut. Lalu saya sangat sedih pada saat tesnya dibagikan saya mendapat nilai 2 dari 10. Itu adalah nilai terjelek saya pada waktu SD. Setelah itu, saya pun belajar giat terus menerus hingga sekarang saya sudah mahir membedakan bilangan genap dan ganjil. Waktu SD kelas 3 saya mulai belajar naik sepeda roda dua. Saya pun jadi suka bermain sepeda. Komplek saya berada diatas, jadi kalau keluar ada turunan menuju komplek lain lagi. Teman-teman saya suka bersepeda melewati turunan tersebut, tetapi setiap kali saya ingin ikut, ibu saya selalu melarang keluar komplek. Karena komplek saya kecil, saya pun bosan dan akhirnya mencoba mengikuti teman-teman komplek saya bermain sepeda menuruni turunan luar komplek pada saat orang tua saya tidur. Karna sepeda saya agak besar, saya pun tidak berani lalu saya mengganti sepeda saya deengan sepeda teman saya yang lebih pendek. Lalu saya menaiki sepeda dan langsung menuruni turunan diluar komplek tersebut. Tetapi, ternyata waktu saya menekan rem, sepedanya tidak berhenti lalu didepan saya ada tembok. Saya berusaha untuk membelokkan stir sepeda tetapi tangan saya tidak bisa bergerak tiba-tiba. Lalu akhirnya saya pun menabrak tembok hingga temboknya sedikit retak dan pipi saya bengkak memar biru-biru hingga mata saya menyipit sebelah. Saya kira, bengkaknya tidak terlalu parah, jadi saya langsung pulang dan minta obat ke mbak saya lalu mbak saya kaget karena luka saya parah. Ibu saya pun akhirnya tidak memarahi karena melihat luka saya yang besar dan dari saat itu saya sudah tidak berani lagi naik sepeda menuruni turunan. Dulu saya sering mengikuti lomba-lomba ballet dan peernah diminta tampil di acara pelepasan TK waktu saya kelas 2 SD. Dari situ, teman-teman SD saya jadi mengetahui saya ikut ballet. Awalnya tidak ada yang komentar, tetapi waktu saya kelas 3 naik ke kelas 4 orang-orang jadi banyak yang meledeeki karena saya karena dulu sayasatu-satunya anak yang mengikuti ballet makanya saya akhirnya berhenti les ballet. Pada waktu kelas 4, saya mulai rutin berenang tiap hari Sabtu dengan teman saya. Lalu pada waktu itu saya berenang dengan teman saya yang beneran bisa berenang. Saya juga sebenarnya bisa berenang, tetapi nafas saya tidak bisa lama-lama jadinya tidak bisa lama-lama berenang dan i u saya juga melarang sekali saya berenang di kolam renang yang dalam. Lalu, karena saya agak gengsi diajak berenang ke kolam yang tingginya 1.9 meter oleh teman saya, saya pun menyanggupi. Tetapi, saya meminta kaki teman saya diikat dengan tangan saya jaga-jaga kalau saya tenggelam. Ternyata, ide saya ini selalu buruk. Waktu berenang, saya tidak bisa menggerakkan tangan saya yang diikat dengan kaki teman saya. Alhasil, saya hampir tenggelam. Untungnya, saya masih bisa menggerakkan kaki. Jadinya saya tidak mati dalam kolam renang tersebut. Tetapi, saya tidak akan mau lagi berenang ditempat yang dalam jika tidak memakai pelampung. Mulai dari kejadian itu, saya selalu mendengarkan ibu saya, karena ternyata omongan ibu saya itu selalu benar dan bermanfaat. Lalu saya naik kelas 5. Dikelas 5, diadakan acara menginap bernama jambore, lalu sekolah saya mengadakan seleksi tes untuk ikut jambore. Saya pun sangat tertarik untuk mengikuti acara itu. Acara itu seperti menginap bersama teman-teman dan anak sekolah lain waktu kelas 5 SD. Tesnya tidak ada tes langsung, tetapi yang ingin mengikuti jambore, disuruh ikut paskibra. Lalu saya pun dengan senang mengikuti paskibra karena seru sekali. Pada saat saya upacara adalah tugas saya yang pertama sekaligus sebagai tes untuk jambore. Saya menjadi ketua pleton pada saat itu. Lalu, pada detik terakhir saya pingsan karena semalamnya saya tidak makan. Lalu satu sekolah panik dan akhirnya saya dibawa ke UKS. Tadinya, kata teman saya nama saya sudah tertera dalam daftar anak yang ikut jambore, tapi gara-gara pingsan maka nama saya pun dicoret oleh guru. Saya pun sangat sedih. Lalu, saya pun naik ke kelas 6 SD. Dikelas 6 SD ini, saya mulai setius belajar untuk masuk SMP yang bagus di Jakarta. Saya pun mencari-cari daftar nama SMP. Tadinya, saya ingin mendaftar ke salah satu SMP negri unggulan di Jakarta. Tetapi, tiba-tiba kakak saya yang laki-laki menyuruh saya masuk ke SMP Labschool Kebayoran. Karena kebetulan kakak saya waktu itu bersekolah sangat dekat dengan SMP Labsckhool Kebayoran, maka saya pun akhirnya tes di SMP Labschool Kebayoran. Saya adalah satu-satunya anak dari SD saya yang mengikuti tes di SMP Labschool Kebayoran karena teman-teman saya menganggap Kebayoran terlalu jauh teman-teman saya mengikuti tes di Labschool yang lebih dekat dari rumah. Lalu, pada saat pengumuman kami semua langsung heboh dan menanyakan satu sama lain. Saya pun sangat senang karena ternyata saya lulus dan bisa masuk ke SMP Labschool Kebayoran.

Waktu SD

Bersama teman SD

MASA SMP
Saya memasuki SMP Labschool Kebayoran dan memasuki angkatan 8 yang bernama Scavolendra Talvoreight. Saya masuk kelas 7E yang diberi nama green lan7Ern. Pada awal masuk kelas 7, merupakan masa tersulit saya karena mata pelajarannya bertambah, makin susah dan saya adalah satu-satunya murid dari SD saya. Awalnya saya merasa kesulitan, lalu lama-lama mulai bisa menyesuaikan diri. Teman-teman dekat saya waktu SD pun semuanya berpisah, tidak ada yang satu sekolah lagi. Jadinya, kami agak sulit berkomunikasi apalagi pada zaman itu saya belum memakai blackberry, begitu pula dengan teman saya. Lalu saya pun alhamdulillah naik ke kelas 8 dan masuk 8A yang diberi nama my s8Ace karena pada waktu itu tema nama kelasnya kayak internet lalu makanya namanya mys8Ace. Di kelas 8 ini, saya merasa lebih lega, karena saya sudah mulai bisa menyesuaikan dengan pelajaran dan merasa nyaman dikelas 8 ini. Saya jadi lebih banyak bermain daripada belajar dan banyak acara-acara yang dilaksanakan di kelas 8. Dikelas 8 ini banyak pengalaman-pengalaman seru seperti exasky yaitu drama yang diadakan per kelas jika sudah kelas 8, bimensi yang juga sangat seru tetapi membuat kulit menjadi sangat hitam setelah pulang dari sana, ACEX dan kelas saya mendapat tema negara Filipina dan lain-lain. Lalu saya  masuk ke kelas 9B yang diberi nama montene9Bro, salah satu nama negara di afrika dari nama montenegro. Di kelas 9 ini saya mulai mengejar nilai untuk memasuki SMA favorite. Lalu saya belajar dengan giat, saya tadinya tes di salah satu SMA negri karena niat awalnya ingin memasuki negri tetapi akhirnya saya diterima di SMA Labschool Kebayoran dan memasuki sekolah ini. Dikelas 9 ini ada farewell yaitu perpisahan dengan angkatan, dan refleksi terakhir sebagai tanda perpisahan dengan kelas 9 yang ada dilaksanakan di Anyer. Tak terasa saya pun lulus dari SMP Labschool Kebayoran dengan NEM yang cukup bagus, yaitu 36.9 dan masuk ke SMA Labschool Kebayoran.

Kelas 7

Lari pagi kelas 8
Lari pagi terakhir kelas 9 saya jadi minnie mouse

MASA SMA
Saya masuk ke SMA Labschool Kebayoran di angkatan 11 yang diberi nama Dasecakra. Awal masuk SMA adalah pramos dan MOS. Saya bertemu banyak anak-anak dari SMP saya karena sama sama dari SMP Labschool Kebayoran. Jadinya, saya tidak merasa terlalu asing dengan SMA saya yang baru. Lalu saya masuk ke kelas XD. Kelas saya sangat ribut tetapi sangat seru. Saya sangat menikmati masa-masa kelas 10 karena sering gabut atau tidak belajar, jadinya lebih banyak bermain. Dikelas 10, acara yang paling seru adalah pada saat trip observasi. Program 5 hari yang diadakan di Purwakarta. Kelompok saya diketuai oleh Nana bersama Tikka Addin Dina Ifad Alen dan pendampingnya yaitu kak Wisnu dan kak Adia. Selama 5 hari itu saya memasak, membersihkan rumah, membuat tugas-tugas yang diberikan pada saat TO, ada presentasi juga, mengumpulkan pita hijau dengan memberikan surat cinta kepada kakak-kakak osis dan dengan menjaga vendel, ada pentas seni, penjelajahan, dan diakhiri dengan api unggun. Trip Observasi tahun 2011 sangat menyenangkan dan tak terlupakan. Lalu ada BINTAMA. Walaupun BINTAMA melelahkan, tetapi sangat asik dilatih oleh kopassus yang memberikan banyak kegiatan, seperti kerja kelompok melewati rintangan-rintangan yang telah diberikan oleh kopassus, bertahan didalam hutan bersama pleton, hingga caraka malam semuanya saya ikuti. Lalu ada studi lapangan ke Bandung, pergi ke museum, tempat pabrik pesawat di Bandung, lalu pergi ke tempat kebun dan malam keakraban. Setelah studi lapangan ke Bandung, saya mengikuti kegiatan Lapinsi yang diadakan selama 2 hari 1 malam karena saya ingin menjadi pengurus OSIS. Pengalaman saya di Labsky tentang acara pun bertambah setelah saya menjadi salah satu panitia Skybattle kemarin. Dalam Lapinsi, saya belajar tentang bagaimana cara membuat proposal yang benar dan tentang kepemimpinan, dan lain-lain. Setelah Lapinsi, saya mengikuti TPO. Saya pun sibuk membuat makalah agar bisa lulus TPO. Lalu setelah tes TPO, saya juga mengikuti skylite. Alhamdulillah saya lulus TPO dan menjadi capsis, lalu pada 9 September kemarin saya dilantik menjadi OSIS Amarasandhya Batarasena menjadi seksi kesehatan dan kemanusiaan masyarakat menggantikan kak Chicha. Lalu, sekarang saya masuk kelas XI IPA 1 dengan wali kelas bu July.
Trip Observasi
Studi Lapangan ke Bandung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar