Minggu, 23 September 2012

tugas 1 biodata Rayhan Hafiz(Omes)

-->Rayhan hafiz
16 TAHUN KEHIDUPANKU
MASA BALITA
         Nama saya Rayhan Hafiz Saleh, tapi biasanya saya dipanggil Rayhan. Saya lahir di Jakarta tepatnya di daerah Tebet, Jakarta Pusat. Tepatnya saya lahir pada tanggal 14 Desember di tahun 1995. Saya lahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 50 cm pada pukul 05.00 pagi. Di nama saya ada nama ayah saya yaitu Saleh, karena ayah saya bersal dari suku batak sehingga di setiap nama keluarga saya ada nama ayah saya. Atau yang lebih sering di sebut marga keluarga.
         Saya bersuku Batak dari ayah saya dan Betawi dari ibu saya. Ayah saya bernama Shelby Ikhsan Saleh, dan ibu saya bernama Ela Nurlela Saleh. Sebelum menikah dengan ayah saya, ibu saya hanya bernama Ela Nurlela saja. Tetapi karena ayah saya bersuku Batak sehingga ibu saya mendapatkan marga Saleh yang berasal dari ayah saya. Saya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara, atau lebih sering disebut anak tengah. Biasanya anak tengah berbeda dari saudaranya yang lain, dan benar saya berbeda dengan kakak dan adik saya. Sedangkan kakak dan adik saya memiliki wajah yang mirip. Saya memiliki satu kakak perempuan yang bernama Sheila Amalia Saleh, biasanya dipanggil Sheila. Saya dan kak Sheila memiliki beda usia sekitar 2 tahun-an, kak Sheila lahir pada tahun 1993 sedangkan saya lahir pada tahun 1995. Saya juga memiliki satu orang adik laki-laki yang bernama Haris Fauzan Saleh, biasanya dipanggil Ais. Adek saya ini adalah anak bungsu dan merupakan anak kesayangan orangtua saya. Karena beda usia saya dan adik saya ini lumayan jauh yaitu sekitar 4 tahun, berarti kakak saya dan adik saya beda usianya 9tahun, dia lahir pada tahun 1999.
         Ketika saya lahir saya tinggal di daerah tebet, Jakarta Pusat tapi saya lupa daerah spesifiknya. Tetapi dulu sebelum pindah ke Jakarta orangtua saya tinggal di Bandung. Kakak saya pernag merasakan tinggal di Bandung. Keluarga saya pindah ke Jakarta mengikuti pekerjaan ayah saya yang ada di Jakarta. Saya tumbuh seperti anak-anak lainnya dengan masa kecil yang bahagia dan menyenangkan. Masa kecil saya kebanyakan saya habiskan untuk bermain, daripada belajar saya lebih suka bermain. Saya sangat senang bermain mobil remote control.
         Karena saya lahir pada akhir tahun 1995 maka saya masuk ke jenjang TK seperti murid tahun 1996. Saya juga merasa tidak rugi karena saya dapat memiliki waktu yang lebih banyak untuk bermain. Ketika memasuki jenjang TK, saya bersekolah di Taman Kanak-Kanak Mini Buncit di Tebet, Jakarta Pusat. Di TK saya disediakan banyak permainan. Permainan tersebut akan dimainkan pada waktu jam istirahat. Saya senang sekali bermain balok dan adu mobil-mobilan bersama teman. Tapi untuk mobil remote control biasanya kami bawa dari rumah. Saya tidak pernah kalah dalam permainan adu kecepatan mobil-mobilan, karena saya sering melatihnya di rumah.
         Rumah dan TK saya berjarak tidak jauh,Karena itu saya selalu disuruh page sepeda karena ibu saya malas mengantar saya.Di depan TK saya, terdapat banyak penjual makanan kecil dan mainan untuk anak. Ibu saya tidak pernah mengizinkan saya untuk membeli makanan yang dijajakan di depan sekolah saya tersebut dengan alasan takut makanan tersebut kotor dan menyebabkan saya sakit. Sehingga ibu saya tidak pernah memberikan uang saku untuk saya. Pengasuh saya selalu membawakan saya bekal dari rumah untuk saya makan pada jam istirahat agar saya tidak jajan. Tapi saya pernah membeli makanan di depan TK saya tersebut dengan uang tabungan saya secara diam-diam agar tidak ketahuan pengasuh saya. Jika kakak saya ikut menjemput saya, saya juga pernah meminta dibelikan gulali yang ada di depan TK saya itu. Pada akhirnya, suatu ketika ibu saya mengetahui kenakalan saya lalu saya sempat dimarahi.
Sebelum masuk sd saya mengikuti olahraga taekwondo untuk kece
MASA SD
         Saya melanjutkan pendidikan sekolah dasar ke SD Negeri 04 Kalibata karena kakak saya juga bersekolah di sekolah yang sama. Karena saya dan kakak saya sekolah di kalibata maka keluarga saya memutuskan untuk pindah rumah ke daerah kalibata, Jakarta Pusat. Walaupun menurut saya sebenarnya tebet dan kalibata tidak jauh jaraknya. Sehingga adik saya pun akan disekolahkan di TK di kalibata bukan di tebet seperti saya dan kakak saya.
         Saya berangkakat sekolah bersama dengan kakak saya menggunakan mobil diantar oleh supir saya. Saat itu saya sangat takut untuk berhadapan dengan hal baru, teman-teman baru, dan suasana baru. Tetapi kakak saya selalu menghibur saya untuk menghilangkan rasa takut saya. Dan kakak saya selalu mengantarkan saya ke depan kelas saya. Saat sudah SD saya sudah tidak memiliki pengasuh sehingga tidak ada yang mengantar saya ke kelas dan tidak ada yang menunggu saya di luar kelas hingga pulang. Anak-anak kelas 1 lainnya sama seperti saya diantar ke depan kelas pada minggu-minggu pertama. Bedanya mereka diantar oleh ibu atau orangtua mereka, sedangkan yang mengantar saya adalah kakak saya. Dan kakak saya selalu menyapa guru saya karena dia sudah kenal dan selalu mengatakan untuk menjaga saya agar saya nyaman. Sungguh memalukan.
         Ketika saya kelas 1 SD perilaku saya masih seperti anak TK. Saya masih lebih suka bermain daripada belajar. Ibu saya sampai memarahi saya agar saya belajar dan tidak bermain terus. Di akhir kelas 1 SD akhirnya saya mulai belajar tekun karena saya mendapat ancaman dari ibu saya yaitu kalau tidak belajar maka saya tidak dapat naik kelas. Tapi akhirnya saya bisa naik kelas dengan nilai yang cukup memuaskan.
         SD saya tidak seperti TK saya yang menyediakan banyak permainan untuk kami mainkan. Sehingga saat kenaikan kelas 2 SD saya dan teman-teman saya bermain bola di kelas menggunakan kertas yang di gulung-gulung hingga berbentuk seperti bola kaki. Karena kami tidak di perbolehkan membawa bola ke dalam kelas karena guru-guru kami takut jika bermain bola di kelas akan ada perabotan yang pecah. Karena kami bermain dengan kertas yang di gulung-gulung maka tidak aka nada perabotan yang pecah.
         Suatu ketika, saya dipilih bersama teman-teman saya lainnya untuk mengikuti perlombaan pramuka. Ketika itu saya sangat bersemangat dan berlatih morse dll. Tetapi ternyata saat hari perlombaan saya ada liburan keluarga. Sehingga saya tidak jadi mengikuti perlombaan pramuka tersebut. Agak sedih dan kecewa tapi saya juga merasa senang karena akan berlibur dengan keluarga besar saya ke luar negeri.
         Setiap sebulan sekali di SDN 04 Kalibata selalu mengadakan upacara bendera di hari senin. Upacara tersebut sangat membosankan karena hanya mendengarkan kepala sekolah berceramah selama hampir setengah jam dan kami diharuskan berdiri di lapangan yang panas terik terkena matahari pagi. Suatu ketika saya pernah pura-pura sakit dan duduk di kelas agar tidak mengikuti upacara bendera. Kakak kelas saya yang mengikuti ekskul PMR langsung menghampiri saya dan memberikan saya the hangat agar saya tidak sakit lagi. Jadi ketika saya malas melakukan upacara bendera saya akan pura-pura sakit untuk bolos upacara. Tapi kenakalan saya tersebut tidak pernah ketahuan guru atau kakak kelas saya. Yang tahu hanya teman-teman saya yang sudah saya beritahu dengan bangganya.
         Pada saat saya naik kelas 5 SD keluarga saya memutuskan untuk pindah rumah ke daerah Bintaro, Tangerang Selatan. Tapi saya tetap bersekolah di SDN 04 Kalibata. Saya tidak merasa sulit untuk bersekolah dengan jarak yang lumayan jauh tersebut. Ditambah lagi saya menggunakan mobil dengan supir sebagai transportasi. Tetapi kakak saya merasa sangat sulit karena dia bersekolah di SMP Al-Azhar Pejaten, dan dia memiliki banyak tugas karena sudah memasuki jenjang SMP. Akhirnya orangtua saya membeli apartemen di Rasuna Said untuk ditempati kakak saya. Saya akhirnya juga tinggal di apartemen tersebut karena jarak dari apartemen tersebut ke sekolah saya lebih dekat daripada dari Bintaro. Sehingga ibu saya suka mondar-mandir antara apartemen Rasuna Said ke Bintaro untuk mengurus saya dan kakak saya. Tapi lama-kelamaan akhirnya keluarga saya tinggal di apartemen Rasuna Said bersama dan rumah saya yang di Bintaro tidak di tempati untuk sementara waktu.
         Pada tahun terakhir saya di SD, saya dan teman-teman satu angkatan saya mengalami UASBN atau UN untuk SD. UASBN ini adalah pertama kali diaadakan di SD di Indonesia. Sehingga angkatan kami seperti percobaan untuk UASBN. UASBN ini untuk mendapatkan nem untuk masuk ke SMP Negeri. Sedangkan saya tidak tertarik untuk masuk SMP Negeri. Jadi saya sia-sia saja melakukan UASBN, tapi saya tetap harus melakukannya sebagai salah satu syarat kelulusan. Sehingga saya malas-malasan mengerjakan soal-soal UASBN saat itu. Tetapi saya mendapatkan nem yang tidak buruk malah cukup memuaskan, dan saya lulus SD di tahun 2007 dengan nilai yang cukup memuaskan. Tentu saya akan melanjutkan ke jenjang SMP.
          Pada keseluruhan, memori semasa sd memori yang menyenangkan dan tidak akan saya lupakan.
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85
akhir saya mengikuti taekwondo saat mengambil sabuk merah
MASA SMP
         Lulus SD pada tahun 2007, saya melanjutkan jenjang pendidikan saya ke SMP Al-Azhar Pejaten karena kakak saya bersekolah di SMP tersebut. Tidak seperti saa SD ketika minggu-minggu pertama masuk saya tidak lagi diantar ke depan kelas saya oleh kakak saya. Selain karena saya sudah SMP, alasan lainnya karena kakak saya sudah melanjutkan ke jenjang SMA yang artinya dia tidak lagi bersekolah di sekolah yang sama dengan saya. Jika kakak saya bersekolah di SMA Al-Azhar Pejaten mungkin dia tetap bisa mengantar saya, tetapi dia bersekolah di SMA Labschool Kebayoran sehingga dia tidak dapat mengantar saya bahkan dia sudah tidak berangkat bersama saja karena jarak antar sekolah kami cukup jauh.
         Ternyata kehidupan SD dan SMP sangatlah berbeda, di SMP tidak bisa santai-santai saja. SMP Al-Azhar Pejaten  memiliki berbagai macam kegiatan, sebagai seorang yang baru masuk, saya mengikuti Masa Orientasi Siswa atau lebih dikenal dengan sebutan MOS bersama kakak-kakak OSIS. Kegiatan MOS sama seperti Ospek pada mahasiswa, bedanya MOS adalah kegiatan penerimaan siswa baru yang biasanya ada di SMP dan SMA sedangkan Ospek adalah penerimaan mahasiswa baru di universitas. Di MOS pula saya mulai bertemu dan mengenal teman-teman baru yang berasal dari SD yang berbeda dengan saya. MOS menjadi salah satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan karena disana saya pertama kali nya harus belajar aktif berbicara, sigap dalam setiap kegiatan, dll.
         Saya masuk ke kelas 7B di awal tahun pertama saya di SMP. Awalnya saya tidak kenal dengan hampir seluruh murid di kelas ini. Hanya ada satu teman saya yang berasal dari SDN 04 Kalibata, SD yang sama dengan saya. Tapi lama-kelamaan akhirnya saya mengenal, berteman, dan dekat dengan seluruh murid di kelas saya terutama siswa yang laki-laki. Di kelas 7 ini saya sudah tidak bisa bermain selayaknya permainan saat SD seperti bermain bola dari kertas. Kami bermain bola di kelas dengan bola kaki sungguhan. Sampai suatu saat saya dan teman-teman saya pernah memecahkan lemari di kelas. Kami ditegur dan dimarahi oleh guru kami, dan akhirnya bola kami disita.
         Pada saat kelas 7 ini, diadakan suatu studi lapangan dan nantinya akan dipresentasikan. Melalui kegiatan ini saya menjadi lebih aktif berbicara dan lebih menghargai kerja sama (karena tugas ini tugas berkelompok). Di kelas 7 juga terdapat rangkaian acara untuk mencari calon-calon OSIS selanjutnya, sayangnya saya tidak lolos sehingga saya tidak dapat menjadi OSIS. Tetapi memang dari awal saya sudah tidak ingin menjadi osis sehingga saya malas-malasan mengikuti acara tersebut. Pada akhir tahun kelas 7 ini, terdapat acara perpisahan kelas untuk berkumpul dan berbagi kesan-pesan selama satu tahun terakhir.
         Pada tahun kedua di SMP ini, saya jauh lebih banyak bermain dibandingkan kelas 7. Sering dikatakan bahwa kelas 8 adalah masa-masa kejayaan di SMP, kami bisa banyak bermain dan santai-santai. Jika di kelas 7 kami baru kenal sekolah itu, kalau kelas 9 kami harus tekun belajar agar dapat lulus. Sehingga masa-masa santai dan bermain ada di kelas 8. Selain itu di kelas 8 di sekolah saya tidak terdapat banyak acara sehingga banyak waktu luang yang dapat saya gunakan untuk bermain.
         Setelah melewati masa-masa yang menyenangkan di kelas 8, saya memasuki jenjang kelas 9. Saat-saat kelas 9 ini, pihak sekolah sangat memperhatikan nilai-nilai muridnya dan memberi kelas tambahan untuk menambah kemantapan persiapan menghadapi ujian. Dalam perjalanan kami terutama saya untuk menempuh UAN, saya belajar dengan giat untuk mendapat nilai semaksimal mungkin, tetapi saya agak kecewa karena nilai UN saya tidak sesuai target.
         Saat SMP ada kalanya saya merasa jenuh atau malas untuk belajar, sehingga membuat nilai menurun, tetapi hal tersebut menjadi pemacu untuk menjadi lebih baik. Pada intinya, saya menganggap masa SMP salah satu fase penting dalam hidup.CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 95
Hiu??? Happy Time With Girls
entah knp saya dapet gelar terautis
MASA SMA
         Saya lalu melanjutkan jenjang pendidikan SMA saya ke SMA Labschool Kebayoran. Mengiringi kepindahan saya, keluarga saya pun pindah rumah ke Bintaro, Tangerang. Rumah lama saya yang dulu pernah keluarga saya huni. Saya menjadi angkatan ke 11 di SMA Labschool Kebayoran ini, maka bersama-sama kami akan melewati 3 tahun masa SMA. Dimulai dengan acara MOS, masa orientasi siswa dimana pertama kali saya bertemu dengan teman-teman baru saya dari luar sekolah. Acara ini berlangsung selama 3hari. Pada saat itu saya masuk ke kelompok 2, kelompok dibagi berdasarkan kelas yang akan kami tempati. Setelah melewati masa MOS, saya lalu memasuki kelas XA, angkatan saya terbilang angkatan dengan jumlah murid terbanyak, yaitu 6 kelas.
SMA Labschool Kebayoran mempunyai acara lainnya yaitu Trip Observasi (TO) dimana kami akan tinggal di desa selama 5 hari dan merasakan kehidupan pedesaan. Kami membuat tongkat dan nametag TO pada saat acara Pra-TO. Di PRA-TO ini jugalah kami mendapat nama angkatan kami, yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara yang berarti Angkatan 11 yang menjaga keseimbangan roda kehidupan, atau bisa disingkat Dasecakra dengan Bayu, Abon, dan Maga sebagai ketua kami. TO adalah pengalaman yang sangat berharga dimana kami bisa menghargai alam, lebih tolong-menolong dan tetap perduli akan sekeliling kami.
Di akhir tahun kelas X ini terdapat acara misi budaya, saya berkesempatan mengikuti misi budaya ke Turki yang menampilkan tarian tradisional Indonesia. Misi Budaya diadakan saat liburan kenaikan kelas dari kelas 10 ke kelas 11. Banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan dari mengikuti misi budaya tersebut. Pengalaman misi budaya tersebut sangat berharga bagi saya.
Tidak terasa satu tahun sudah saya lewati di masa-masa awal saya berada di SMA Labschool Kebayoran ini, begitu banyak yang telah dilewati dan begitu banyak yang bisa dipelajari. Saya naik kelas dengan nilai yang cukup memuaskan. Nilai tersebut ternyata dapat menjadikan saya mendapat jurusan IPA. Akhirnya saya masuk ke kelas XI IPA 3.

1 komentar: