Sabtu, 15 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Amelia N Permatasari


 15 TAHUN PENUH CERITA

MBA DINA - BAPAK - AMEL - FIRA - IBU - MBA KIKI
Hari Rabu, tanggal 18 Desember tahun 1996 lahirlah seorang bayi perempuan, ya itulah saya. Lahir di RS Ibu dan Anak Asih yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Lahir dimalam hari pukul 23.50 WIB, dengan panjang 49 cm dan berat 3 kg. Menurut ibu saya, kelahiran saya sangat tidak disangka, saat itu ibu saya sudah menginap di rumah sakit dan menjelang kelahiran saya, ibu hanya merasa ingin ke toilet, setelah memanggil suster untuk membantunya ke toilet, ternyata yang membuat ibu saya sakit perut bukan karena ingin ke toilet, melainkan bayi yang sudah ingin keluar dari rahim ibunya. Dan akhirnya, bayi yang lahir itu diberi nama Amelia Nurul Permatasari, dan bertahanlah nama itu hingga sekarang.
Saya adalah anak ketiga dari empat bersaudara, beda usia saya dengan kakak saya adalah 5 dan 7 tahun, sedangkan dengan adik saya, berbeda 3 tahun. Ayah dan ibu saya selalu mengatakan kalau kita ini dibagi jadi 2 grup atau bagian karena memang jenjang umur yang lumayan jauh, kakak saya berdua dan saya dengan adik saya.
MASA BALITA
USIA BALITA



Pada saat saya berumur empat tahun, saya disekolahkan ke Taman Bermain Kanak-kanak Yasporbi II yang berada di Pasar Minggu, saya disekolahkan disini karena kakak-kakak saya pada saat itu masih berada di Sekolah Dasar Yasporbi III, jadi selain jarak dari rumah ke sekolah tidak jauh, jarak antar sekolah saling berdekatan juga.

Di TK Yasporbi II saya diajarkan hal-hal dasar, seperti membaca, membuat prakarya, dan banyak lagi. Saya dibina oleh Ibu Ana di TK A dan Ibu Yani di TK B. Dulu saya biasa dibilang seperti atlet, saya suka mengikuti lomba lari, lempar bola dan banyak lagi. Sampai-sampai saya ingat sekali dulu saya dimusuhi oleh teman-teman saya karena pada saat saya bermain ayunan dengan teman-teman saya, tiba-tiba kepala sekolah TK saya Ibu Untari memanggil saya untuk mengikuti lomba lempar bola ke keranjang dan saya meninggalkan teman saya yang sedang berada di ayunan itu. Selain itu saya juga sering bermain dengan laki-laki, yang setiap bel istirahat berbunyi, pasti saya langsung lari keluar kelas dan dua teman saya mengejar saya dari kelas lain. Selain saya suka berlari dan mengikuti lomba-lomba lari estafet, setiap ada kamera akan tersenyum, saat itu pernah regu saya kalah dalam lomba hanya karena saya memperlambat laju lari saat keluarga saya sedang mengambil foto saya berlari.

Masa balita saya cukup menyenangkan, saya tinggal dilingkungan yang jarak antar rumah berdekatan, dan rasa kekeluargaan diantara tetangga sangat dekat sekali. Sejak saat TK, saya suka bermain pada saat sore hari keluar rumah dengan tetangga-tetangga saya yang seumuran. Dan dulu keluarga saya suka dalam memelihara hewan, pernah memelihara ayam kalkun, bebek, dan sekeluarga kelinci yang berjumlah 10 ekor. Tetapi sekarang semua hewan itu sudah mati, karena ada yang sakit, tertabrak mobil, hilang, atau karena terlalu sering saya dan adik saya main-mainkan. Jadi, dulu dan sekarang halaman sekitar rumah saya adalah kuburan hewan. Hal yang lucu pada saat saya kecil adalah, saya pernah berhenti mengkuti TPA di masjid dekat rumah hanya karena melihat guru ngaji saya pingsan, beliau pingsan bukan karena kelelahan, tetapi karena dua orang teman saya yang sangat bandel. Pada saat guru ngaji saya pingsan, saya takut, saya berlari keluar kelas, menangis, dan ingin meminta langsung pulang. Sejak saat itu saya berhenti TPA karena saya takut melihat orang yang pingsan.
MASA DI SEKOLAH DASAR
KELINCI - AMEL -FIRA
Saya melanjutkan ke jenjang sekolah selanjutnya Sekolah Dasar dimana kakak saya dulu sekolah dan juga yang berdekatan dengan TK saya, yaitu Sekolah Dasar Yasporbi III. Masa SD saya cukup menyenangkan, saya berteman dengan Claudia Annisa, atau yang biasanya dipanggil Dea Imut. Dea, Maulida, dan saya merupakan teman yang sangat dekat di SD. Kita melakukan apapun hampir selalu bersama, sampai-sampai pada saat pramuka, saya menjadi ketua regu mawar, dan kita bertiga berada di satu grup yang sama. Guru-guru di SD sangat menyenangkan, cerita yang seru dimulai ketika saya berteman dengan anak dari teman dekat ibu saya, yaitu Fajar dan Audrey. Saya dan adik saya berteman dengan mereka sejak kecil. Dan saat ini, kita berempat bersekolah di Labschool Kebayoran, Beda umur diantara kita berempat tidak terlalu jauh, maka dari itu kita berempat masih bisa dimengerti satu sama lain. Pada tahun 2004, ibu saya menitipkan saya dan adik saya Fira dengan ibunya Fajar dan Audrey untuk pergi ke Bali. Kami semua berlibur di Bali, dan pengalaman itu merupakan salah satu yang tidak terlupakan sampai sekarang.

Pada saat SD, saya dan adik saya cukup dikenal dikalangan guru-guru sekolah karena ibu saya. Ibu saya termasuk ibu yang aktif disekolah, dan rela memberikan waktunya untuk sekolah. Hingga saat ini ibu saya masih menjaga silaturahmi dengan keluarga SD Yasporbi, itu semua karena kakak dan adik saya semua bersekolah disana, jadi ibu merasa berterima kasih kepada guru-guru yang sudah mendidik anak-anaknya di SD Yasporbi III ini.
Saat yang tidak diduga pun datang juga, perpisahan sekolah. Saya cukup sedih akan perpisahan SD, tetapi dilain sisi saya senang karena melanjutkan sekolah ke tingkat SMP. Dulu saya sangat ingin bersekolah di SMP Labschool Kebayoran, tetapi memang bukan rezeki saya, jadi saya tidak terterima di SMP Labsky. Tetapi memang, ibu saya lebih menyarankan saya untuk sekolah di Al-Azhar. Dan akhirnya pun, saya mendaftar di SMPI Al-Azhar I Kebayoran Baru dan Alhamdulillah diterima di kelas Bilingual.
MASA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Setelah lulus dari Sekolah Dasar, saya meneruskan ke Sekolah Menengah Pertama di Al-Azhar I Kebayoran Baru. Bersekolah di Al-Azhar cukup mengagetkan, disana ada pelajaran Agama Islam, Al-Quran, dan Bahasa Arab. Ya, jadi ini maksud dari ibu saya menyekolahkan saya di Al-Azhar, saya belajar ilmu keagamaan lebih dalam. Di tahun pertama saya sekolah, saya merasa sangat kaget, semua yang dipelajari terutama pelajaran MIPA, menggunakan Bahasa Inggris. Kelas Bilingual adalah kelas dua bahasa, dimana menggunakan Bahasa Inggris dalam kegiatan belajar mengajarnya. Dimulai saat MOM (Masa Orientasi Murid) saya terlambat datang, ternyata merek sebelum memulai kegiatan MOM, pergi ke masjid dan melaksanakan sholat Dhuha. Dihari pertama, saya sudah telat, ya itu cap yang buruk menurut saya, tetapi entah kenapa dulu saya sangat cuek, saya sempat terlambat, dan lupa memakai nametag, dan ditambah lagi saya naik ke lantai lima menggunakan lift. Pada saat MOM, semua peserta MOM tidak diperbolehkan untuk menggunakan lift untuk keatas, bayangkan setiap hari naik ke lantai lima dengan tangga, betapa capeknya itu. Karena keteledoran dan keterlambatan saya, akhirnya saya diberi satu tanda poin buruk di buku MOM saya oleh kakak OSIS.

Pertama kali saya melihat kakak OSIS, saya sangat ingin untuk berpatisipasi juga. Setelah MOM selesai, dan kegiatan belajar mengajar pun dimulai, ada beberapa tes seleksi yang ditawarkan untuk kelas 7. Salah satunya untuk mengikuti ASEP (Asean Student Exchange Program) pertukaran pelajar antar negara ASEAN dan BISEP (Bilingual Student Exchange Program) pertukaran pelajar dalam negeri. Saya mendaftar keduanya dan mengikuti tes seleksi yang ada. Selain itu saya juga mengikuti Pra-LDK, yaitu seleksi untuk siapa saja yang ingin berpatisipasi di organisasi OSIS. Hasil dari ketiga tes itu berdekatan, dan saya tidak diterima di ASEP, tetapi Alhamdulillah diterima di program BISEP dan lulus ketahap selanjutnya Pra-LDK yaitu LDK. Dimana artinya, saya menjadi pengurus OSIS dan saya mengikuti pertukaran pelajar dalam negeri. Itu merupakan hal yang baru bagi saya.
Pengalaman seru dimulai dari sekarang, dimulai dari keikutsertaan saya di OSIS, saya mempunyai partner yaitu Yasser Apriliano atau yang biasa disapa Ino dan pada saat itu ketua umum OSIS yang sedang menjabat ialah Kak Angga Wiratama yang sekarang dia bersekolah di Singapore. Saya dan Ino saat itu berada di seksi pertahanan sekolah, seksi ini bukan satpam ataupun bela negara, pertahanan sekolah mengurusi MOM (Masa Orientasi Murid), Pra-LDK, dan LDK. Bergabung di organisasi ini cukup menyenangkan, karena saya bisa lebih kenal dengan teman yang lainnya, dan juga lebih dekat dengan mereka.

Pengalaman yang seru lainnya yaitu saya mengikuti BISEP. Saya pergi ke Pangkal Pinang di Kepulauan Bangka Belitung. Disana saya tinggal di rumah house partner saya yang bernama Andini Anindya. Umur kita berdua sama, dan hanya berbeda satu bulan, jadi saya dan Andini Alhamdulillah selalu nyambung saat berbicara. Dulu, saya tidak pernah jauh dan pergi jauh tanpa ibu saya, pergi BISEP ini merupakan hal yang baru untuk saya pada waktu itu, menginap seminggu di luar Pulau Jawa tanpa ibu, pada saat berangkay cukup berat rasanya, tetapi setelah dijalani, kami semua lupa waktu. Saat tiba di Pangkal Pinang, kami disambut dengan special, turun dari pesawat, kami menuju ke ruang tunggu VVIP, disana kita untuk pertama kalinya bertemu dengan partner kita masing-masing. Di Pangkal Pinang saya diajak pergi ke tempat yang layak dan indah untuk dijumpai, pergi ke Pantai Parai, Pantai Pasir Padi dimana mobil dapat berjalan di pasir pantai, dan banyak lagi.

Disana kami juga berkunjung ke kantor walikota atau semacamnya itu. Kami juga pergi ke peternakan sapi perah, dan perkebunan yang saya lupa namanya. Di perkebunan itu untuk pertama kalinya saya menyentuk cacing tanah, itu salah satu pengalaman yang saya tidak lupa. Pertemuan saya dengan Andini tidak berakhir di Pangkal Pinang. Teman-teman dari Pangkal Pinang pun berkunjung ke Jakarta juga. Dan sekarang Andini yang tinggal dirumah saya. Saya kenalkan dia dengan keluarga saya, kita pergi setiap hari sampai malam. Salah satu tempat yang kita kunjungi yaitu Kebun Binatang Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, dan Dunia Fantasi. Begitulah kurang lebih cerita saya di BISEP ini

Selanjutnya ke acara ASEP. Pada seleksi tahun pertama, saya sedang kurang beruntung, tetapi di tes seleksi yang kedua, Alhamdulillah saya keterima walaupun ada di urutan paling bawah. Di ASEP ini, jadi kami semua diikutkan lomba presentasi. Kami menyiapkan satu presentasi, yang pada saat itu bertema Global Warming. Kami latihan cukup intensif untuk presentasi ini, karena kami sangat ingin mendapatkan platinum. Dari tahun ke tahun, ASEP mengadakan student exchange ke Taiwan. Masing-masing anak pun mendapatkan house family nya juga, partner saya bernama Amy Liu.

TIBA DI TAIWAN
Tinggal disana sangat seru, dipagi hari udara sangat dingin, dan sekolah disana sangat bersih, murid-murid mencuci, mengepel, menyapu dan membersihkan kelasnya masing-masing, disekolah saya tidak melihat adanya pramubakti. Disana saya pergi ke night market, ke Mall, seaworld, dan beberapa tempat rekreasi seru lainnya. Kejadian lucu, saat itu saya sedang berada di toilet subway, dan tiba-tiba saya mendengar ada orang yang berbicara bahasa Indonesia, ternyata mereka dari Al-Izhar Pondok Labu yang sudah kelas X SMA. Dan sangat kebetulannya lagi, ditoilet itu saya berkenalan dengan adik teman nari saya di Widyarini, kak Amalia. Akhirnya hari dimana kami lomba datang, disana kami bertemu dengan murid dari SMA Labschool Rawamangun dan Al-Izhar kelas X yang mengikuti lomba juga. Disana ada yang dari Malaysia dan Singapura. Yang kebetulannya lagi, salah satu murid dari SMA Labsraw itu adalah kakak kelas saya pada saat SMP di Alpus. Alhamdulillah, kami dapat juara satu di lomba tersebut.
MASA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
DASECAKRA
Cukup sudah cerita saya pada saat SMP, saat ini saya akan menceritakan secara singkat pada saat SMA saat ini.
Masa yang saya amat tunggu-tunggu pun datang, masa SMA. Saya mendaftar di dua sekolah, Alpus 1 dan Labsky. Alhamdulillah saya diterima dikedua sekolah tersebut. Tetapi karena hasil yang lama dari Labsky, akhirnya saya sudah keburu daftar di Alpus 1. Dan berhubung ayah saya ingin saya bersekolah di Labsky, uang yang sudah ditransfer pun bisa dikembalikan sebagian dari pihak Alpus 1.
Dari awal saya memang ingin bersekolah disini, dan inilah saya bersekolah di Labsky. Sebelum masuk disini, saya sudah tahu akan ada banyak kegiatan yang akan dijalankan, dimulai dari MOS, PILAR, Pra-TO, TO, BINTAMA, LAPINSI dan TPO bagi yang ingin bergabung di OSIS. Singkat saja, saat dari awal saya sangat ingin bergabung di OSIS, dimulai dari seluruh kegiatan yang saya jalani secara ikhlas dan senang. Alhamdulillah saya diterima di OSIS dan telah melaksanakan LALINJU (Lari Lintas Juang) dimulai dari Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata pada hari Minggu 9 September 2012. Di seksi Olahraga kini saya berada bersama Bayu sebagai koor, Adif, Tiara, Fariz, Dwiki, Badra, dan Satri. Saya senang sekali dapat bergabung di angkatan 11 Dasa Eka Cakra Bayangkara atau Dasecakra dan OSIS Amarasandhya Batarasena.

Cerita saat kelas XI saat ini belum banyak, kelas X mempunyai cerita yang bervariasi, dimulai dari seriusnya kita dalam penjurusan, sampai capeknya kita karena banyaknya kegiatan. Yang paling berkesan menurut saya ialah BINTAMA, karena tidak semua orang berkesempatan dilatih dengan KOPASSUS secara militer. Yang berkesan juga ialah nametag, nametag TO adalah nametag tersusah yang saya miliki, saya tidak bilang yang saya buat, karena pada saat Pra-TO saya terbagi yang membuat tongkat. Membuat tongkat juga hal baru, tongkat yang kita buat belum tentu menjadi milik kita nantinya. Tongkat Labschool itu unik, contohnya saja tongkat kakak saya yang pertama saja sampai sekarang masih ada.

Di atas merupakan cerita masa lalu saya, semoga di masa depan saya bisa mejadi orang yang bermanfaat bagi orang sekitar saya, dan dapat membanggakan orang tua. Semoga, saya bisa melanjutkan sekolah ke Institut Teknologi Bandung atau Universitas Indonesia, Aamiin. Tentu saja itu semua butuh dorongan, motivasi, doa, serta keridhaan orang tua dan Allah SWT.
Kira-kira itu saja autobiografi saya, terimakasih sudah membaca bagi yang membacanya!

Dokumentasi
AMEL - FIRA
MBA DINA - AMEL - FIRA - MBA KIKI

SAAT PRAMUKA REGU MAWAR
BISEP DENGAN KELUARGA ANDINI
SESUDAH PRESENTASI

MURID LABSRAW
ULFA - SARAH - DHEA - DEWI - RIFKHA - NIKI - AMEL
PERPISAHAN ASEP
KELOMPOK TO
KELAS XB
THRINIVER
PERPISAHAN 6C SAAT SD
LALINJU BERSAMA SIOR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar