Minggu, 26 Agustus 2012

Tugas-5 Sejarah dan Perkembangan Remote TV



Si Kecil Pendamping Kotak Ajaib




Kalian tentu mengetahui televisi, bukan? Kotak ajaib itu bisa menghibur kita saat sedih dan memberikan keceriaan. Selain itu, televisi juga memberikan kita berbagai informasi yang sedang terjadi di sekitar kita. Hali ini tentu membuat kita lebih up to date terhadap dunia di sekitar kita.  

Televisi selalu dilengkapi oleh benda kecil yang sering kita sebut remote. Benda yang sering berbentuk persegi panjang ini dilengkapi banyak tombol. Apa gunanya? Tombol-tombol tersebut berguna untuk mengganti-ganti channel TV apabila kita mulai bosan dengan channel yang sedang kita tonton. Kehadiran remote ini tentu sangat mempermudah kita mengganti channel TV. Kita tak perlu lagi berjalan menghampiri TV apa bila ingin mengganti channel atau memperbesar/memperkecil suara volume TV.

Pada zamah dahulu, sebelum ditemukannya remote tv, orang-orang menggunakan jemari mereka untuk mengganti channel atau mengubah volume suara tv. Hal ini tentu cukup merepotkan, karena apabila jarak tv dan tempat kita duduk cukup jauh, kondisi ini memaksa kita untuk berulangkali bangkit dan duduk kembali setiap ingin mengubah channel atau volume tv. Apalagi, untuk kakek atau nenek kita yang sudah cukup sulit untuk berdiri. Untuk itulah remote tv dibuat.

Penemu remote control televisi nirkabel pertama adalah Eugene Polley. Namun, beliau menutup usia tanggal 20 Mei lalu di sebuah rumah sakit di Chicago, Amerika serikat, dalam usi 96 tahun.

Berkat remote control ciptaannya, ia membantu orang menonton televisi tanpa harus bangkit mengubah saluran.
 
Sayangnya, menurut pcmag, sistem Flash-Matic dalam remote tv ciptaannya terbukti agak cacat, karena sinar matahari langsung yang menyinari sel fotolistrik penerima juga dapat memicu fungsi remote control.

Remote pertama yang dihasilkan Eugene Polley, pertama kali diproduksi oleh pabrik televisi Zenith, tempat dimana dia bekerja. Remote Televisi dikembangkan pertama kali oleh Zenith Radio Corp tahun 1950, “Lazy Bones”–merk dagang pertama remote tersebut– dengan lagu iklan “Prest-o! Change-O! Just Press a Button… to Change a Stasiun” dalam pengoperasiannya masih menggunakan kabel yang dihubungkan dengan TV.


Remote TV pertama oleh pabrik Zenith yang menggunakan kabel


Iklan remote TV oleh pabrik televisi "Zenith"


Mantan teknisi Zenith Electronics tersebut membuat remote control pertama kali berbentuk pistol Flash-Matic yang mampu menembakkan sinar. Produk itu diproduksi dan diperkenalkan Zenith pada tahun 1995, atau 5 tahun setelah Zenith Radio Corporation meluncurkan sebuah remote TV yang terhubung  dengan kawat.

Inovasi ini kurang mendapat sambutan dari konsumen pada saat itu berhubung kabel yang menjulur antara remote dan TV sering mengakibatkan kaki tersandung

Penggunaan sistem Flashmatic pada remote TV, oleh Eugene  Polley


Tahun 1955 Zenith menghilangkan kabel dan menggantinya dengan teknologi cahaya (Flashmatic), dimana seberkas cahaya/sinar dipancarkan dari modul remote untuk mengendalikan sel photo yang terdapat pada TV. Sayangnya sel foto pada TV kurang bisa mengenali mana cahaya yang datang dari remote dan cahaya yang datang dari sumber lainnya, sehingga terkadang ketika ada terkena lampu ruangan/sinar matahari, saluran atau volume pada TV dapat berpindah dengan sendirinya.


Tahun 1956 Robert Adler mengembangkan teknologi baru dengan gelombang ultrasonik (Space commands). Pada modul remote terdapat piezoelektrik penghasil gelombang ultrasonik, sedangkan pada TV tertanam mikrofon yang telah di tune pada frekuensi yang sama. Banyak keluhan dari konsumen bahwa gelombang yang dihasilkan dari remote tersebut mengganggu binatang peliharaan terutama anjing. Kemudian saluran atau volume dapat berpindah sendiri bila ada frekuensi dari alat lain yang senada dengan frekuensi pada TV. Pada dasarnya teknologi ini rentan akan interferensi frekuensi.Penggunaan remote control semakin rumit ketika pada tahun 1970 BBC memperkenalkan moda teletext dengan merk dagang Ceefax pada dunia siaran komersial TV. Teletext membutuhkan teknologi yang dapat menginput data biner pada TV, tidak hanya pemindahan saluran dan volume seperti halnya remote TV terdahulu. Kita di Indonesia juga sempat mengenal teletext pada medio 90-an namun tidak berlangsung lama. Sistem awal Ceefax teletext sendiri masih bergantung pada kabel karena saat itu belum ada teknolgi nirkabel yang mumpuni bagi moda teletext.



Berbagai jenis remote tv

Baru pada 1977, ITT (Individual Time Trial) mengembangkan teknologi remote control menggunakan sinar infra merah. Sistem ini masih terus digunakan sampai saat ini dan ITT protocol menjadi sistem standar bagi penggunaan bentuk telekomunikasi yang menggunakan sinar inframerah.

Robert Adler

Bicara tentang remote TV, tak mungkin melupakan jasa seorang ahli fisika bernama Robert Adler. Dialah orang yang berjasa menciptakan alat yang bukan saja membuat praktis dalam menonton televisi, tapi juga mempengaruhi peradaban umat manusia. Remote control temuan Adler diperkenalkan setengah abad silam, tepatnya pada tahun 1956, saat ia menjabat Direktur Riset Zenith Electronics, produsen televisi AS. Remote control bernama Space Command itu lahir ketika bangsa AS memasuki era emas pertelevisian, ketika fungsi televisi mengalami perubahan dari semula barang luks (mewah) menjadi sumber informasi dan hiburan masyarakat.Memang, ketika pertama diluncurkan, Space Command tergolong bukan gadget yang “nyaman” jika diukur dengan standar zaman sekarang. Bagaimana tidak, beratnya saja hampir 1 kg (sekitar 8 ons), sementara harganya yang mencapai 100 dolar AS kala itu, setara dengan sepertiga harga pesawat televisi. Namun demikian, temuan remote control Space Command tercatat sebagai state of the art dan puncak penampilan dari sebuah pencarian yang panjang.

Harus diakui pula, Robert Adler bukanlah orang pertama yang menemukan remote control. Lebih tepat ia sebagai penyempurna atas temuan sebelumnya yang juga diluncurkan oleh Zenith dengan berbagai macam kelemahan.

Remote kontrol "Space Command"

Di sinilah konsep remote control Adler masuk. Berbeda dengan prinsip kerja remote hasil gagasan Polley, remote control Adler yang diberi nama Space Command menggunakan ultrasonik atau suara frekwensi tinggi yang dihasilkan dengan cara menekan tombol yang terbuat dari lempengan aluminium tipis. Alat ini tak butuh baterai dan dikenal sebagai “the clickers” karena tidak berisik. Kampanye atau promosinya cukup menarik, “Nothing between You and The Set, but Space” (Tak ada apapun antara Anda dan pesawat televisi, kecuali Space (ruang).” Remote ini dengan cepat menggantikan Flashmatic dan teknologi ini menjadi standar industri pertelevisian hingga tahun 1980-an, ketika sinyal infra merah menjadi standar remote yang baru. Siapa Robert Adler?



Robert Adler

Robert Adler lahir di Wina pada tanggal 4 Desember 1913 dari sebuah keluarga kelas menengah yang mapan dari Austria. Ibunya adalah seorang dokter dan ayahnya ahli sosiologi. Setelah mendapat gelar PhD dalam bidang fisika dari Universitas Wina tahun 1937—saat NAZI menganeksasi Austria—ia kemudian berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, mulai dari Belgia, Inggris hingga akhirnya ke AS pada tahun 1941. Ia langsung bergabung dengan Zenith Electronics di Chicago, yang memberinya keleluasaan mengejar projek apa pun yang dia inginkan.


Selama PD II Adler bekerja pada bagian oskilator frekuensi tinggi dan filter elektro mekanik radio pesawat terbang. Usai PD II ia meneruskan pekerjaan pada teknologi televisi, di mana ia mampu menemukan sejumlah peralatan dan berjasa dalam revolusi petelevisian. Adler memelopori penggunaan teknologi penggunaan tabung hampa udara bercahaya yang meningkatkan kualitas transmisi audio televisi. Ia juga menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi gelombang akustik permulaan yang menjadi dasar bagi pengembangan teknologi layar sentuh (touch screen).

Dalam kiprahnya selama 60 tahun di Zenith, mulai dari sebagai direktur riset dan menjadi konsultan lepas setelah ia pensiun pada tahun 1979, Adler telah mengantongi lebih dari 180 paten. Meskipun remote control adalah puncak temuan yang mengantarkannya pada ketenaran, ia mengaku bangga atas temuan lainnya.

Atas kerja keras dan prestasinya, berbagai penghargaan pun dianugerahkan kepada Adler. Atas temuan remote control Space Command, Adler menerima anugerah Outstanding Technical Achievement Award 1958 dari Institute of Radio Engineers atau sekarang dikenal dengan the Institute of Electronical and Electronics Engineerra (IEEE). Adler juga menerima anugerah dari IEEE berupa Outstanding Technical Paper Award tahun 1974, atas tulisannya berjudul “An Optical Video Dsc Player for NTSC Receivers”, yang merupakan presentasi awal atas kerjanya, yang kemudian dikenal dengan video cakram digital (digital video disc, DVD). Penghargaan lainnya adalah Edison Medal 1980 dan Ultrasonic Achievement 1981. Edison Medal adalah penghargaan tahunan yang diberikan kepada orang dalam kariernya berjasa dalam ilmu kelistrikan, rekayasa listrik, dan seni listrik.

Berkaitan dengan televisi dan remote control, ada yang unik dalam diri Adler. Di rumahnya ia hanya punya tiga remote control lebih sedikit dari jumlah remote control yang ada di rumah keluarga AS, yang rata-rata memiliki sedikitnya empat remote control. Soal televisi, saat bicara pada The Chicago Tribune pada tahun 1996, Adler berkata, “Aku hampir tak pernah menyalakan televisi dan berselancar channel (dengan remote control)”

Kini, di zaman yang kian maju, remote mulai diciptakan dalam berbagai bentuk. Bahkan kini ada jam tangan yang bisa digunakan sekaligus sebagai remote TV!. Jam tangan tersebut memiliki layar sentuh (touchscreen) dan dijual untuk umum.



Jam tangan remote tv touch screen

Selain jam tangan remote TV, HP android andapun bisa menjadi remote TV. Berikut ini adalah persyaratan dan kondisi dalam menggunakan HP android sebagai remote TV :

1. TV yang diremote bukan TV analog, melainkan TV LCD keluaran baru yang sudah memiliki ethernet interface, seperti  Samsung LED series 5 32″.
2.    Memiliki wireles router, karena konksi remotenya nanti akan dilakukan via Wifi



TV analog


Wireless Router

Setelah mengetahui persyaratan penggunaan HP android sebagai remote TV, berikut adalah langkah-langkah dalam mengaktifkan HP android anda menjadi remote TV:

   1.    Masuk ke menu setting di TV, dan Hidupkan Remote Control Jaringan
   2.    Pada HP android download dan instal aplikasi Samsung Remote dari market
   3.    Pastikan TV terkoneksi ke wireles router dengan ethernet cable
   4.    Pastikan HP Android tekoneksi ke wireles roter dengan wifi
   5.    Buka aplikasi Samsung Remote di HP Androidmu, refresh untuk menemukan TV
   6.    HP android andapun telah berubah fungsi menjadi remote TV






Perkembangan zaman dan teknologi yang kian maju, telah membawa banyak kemudahan kepada generasi-generasi setelahnya. Siapa tahu, suatu saat nanti, generasi yang akan datanglah yang akan menemukan remote TV dari sesuatu yang tidak terpikir sebelumnya oleh generasi sekarang.




Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar