Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas-5 Perkembangan Teknologi Operasi Bedah


Operasi Bedah Medis Yang Semakin Canggih

Operasi Bedah
Operasi bedah adalah suatu proses medis yang telah banyak digunakan untuk hal-hal yang sekiranya berada didalam tubuh yang menderita sakit atau kelainan atau luka. Pembedahan ini sendiri bertujuan untuk menyembuhkan, penyakit atau luka. Pembedahan ini bisa dilakukan secara manuat atau dengan menggunakan instrumen yang lebih canggih. Cara manual biasanya dilakukan dengan menggunakan pisau bedah dengan banyak membuka ruang. Sedangkan dengan instrumen sudah lebih canggih, seperti menggunakan laparoscopy. Saat ini, bedah dilakukan oleh ahli bedah (surgeon), dokter yang memiliki spesialisasi dibidang pembedahan.


Syarat Sebelum Pembedahan
-          Disarankan untuk telah menginap dirumah sakit sehari sebelum menjalankan pembedahan
-          Cek gula darah, tensi, dan sebagainya untuk keamanan pada saat operasi
-          Sebaiknya puasa sebelum melaksanakan pembedahan supaya tidak buang air saat di kamar operasi (operating theather)
-          Minum tetap diperkenankan (air putih)


Sejarah Operasi Bedah
Sedari zaman Mesir Kuno, operasi bedah telah dikenal.Bahkan, diungkapkan juga bahwa prosedur pembedahan juga sudah dilakukan pada zaman Mesolitikum atau saman batu pertengan. Bukti yang ditemukan pada zaman Mesir Kuno ialah operasi pembedahan tengkorak. Dengan jumlah tengkorak bekas bedah yang cukup besar, sebagian orang berpikir bahwa ini adalah suatu 'kehormatan' yang diberikan kepada segmen populasi tertentu. Contohnya para Firaun dari Mesir, mereka akan menjalani bedah tengkorak beberapa kali dalam hidup karena suatu kepercayaan agar jiwa mereka akan lebih mudah untuk meninggalkan tubuh-tubuh mereka setelah kematian.

Tentu saja proses pembedahan tersebut masih sangat memakai cara yang tradisional. Dengan sebilah pisau dan bahkan mereka masih menggunakan pisau yang dibakar untuk mensterilisasi selama proses pembedahan. Lapisan kulit yang telah disayat tersebut lalu dijahit. Sementara, serpihan tulang yang retak, tidak dimasukan ke dalam kepala lagi, melainkan mereka memanfaatkan kemampuan fisik tulang untuk berekatan membuat jaringan tulang baru.

Pada masa Hippocrates mengusulkan pembedahan tengkorak bagi luka-luka di kepala, dan Yunani kuno mempunyai beberapa peralatan untuk melaksanakan prosedur tersebut. Salah satunya adalah terebra berbentuk 't ', yang cara kerjanya hampir menyerupai alat bor primitif.
Sementara peradaban Mesir kuno dapat bangga dengan peralatan medisnya yang relatif maju. Para peneliti percaya bahwa mereka melakukan pembedahan otak dengan sebuah palu dan pahat.
Sebuah fakta yang menarik untuk dicatat dalam prosedur peradaban Mesir kuno adalah terdapatnya seorang yang berfungsi sebagai 'hemostatic' (agen yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan). Pengobatan spesialis kuno ini memiliki kekuatan yang diduga dapat menghentikan pendarahan dengan menghadirkannya di dalam ruang operasi.
Bedah medis ini telah berkembang lebih dari 10.000 tahun, jauh melampaui prosedur pengobatan standar modern.


Bedah Konvensional
Beberapa abad kemudian, tim medis sudah memiliki peralatan yang lebih canggih. Mulai dari alat pembedahan yang dijaga kesterilannya, alat bius yang memudahkan supaya tidak sakit, dan upaya pemulihan yang baik. Dan teknik pembedahan yang dilakukan adalah teknik pembedahan secara manual atau konvensional.

Kali ini operasi masih menggunakan pisau bedah atau gunting bedah. Proses pembedahan sudah memiliki aturan yang pasti. Suatu prosedur pembedahan. Proses penjahitan luka juga telah menggunakan benang dan jarum khusus untuk tubuh manusia. Tapi proses pembedahan ini perlu membuka ruang yang lebar di bagian tubuh untuk dapat dilakukannya operasi. Sering kali dalam beberapa kasus, dapat terjadi pendarahan karena luka yang terlalu lebar. Infeksi juga dapat menyebar lebih banyak karena luka yang agak sulit kering tersebut. Perlu perawatan dan penanganan yang sangat intensif untuk mebuat operasi ini berjalan aman.


Bedah Invansif
Namun, kini operasi bisa dilakukan hanya dengan lubang kecil yangdibuat dengan dimasukan suatu selongsong yang kemudian diisikan kabel, kamera yang bisa diamati melalui monitor, gunting, alat penyedot, pinset, dll yang kemudian, sang dokter hanya tinggal menggerakan kabel tersebut dengan menggunakan joystick. Sayatan umumnya berjumlah 3 buah dengan ukuran maksimal 0,5-1 cm. Lubang pertama dibuat dibawah pusar. Kemudian di lubang ini akan dimasukan kamera dan cahaya. Sementara 2 lubang lainnya akan dibuat di agak bawah dan dimasukkan alat bedah lainnya seperti gunting, pinset, dll. 

Melalui sayatan-sayatan ini, juga akan dimasukan semacam teropong yang akan disambungkan ke layar monitor televisi dan gas. Hasil operasi ini dapat dibuat print outnya atau bahkan dibuat video. Tenik ini disebut teknik Laparoscopy. Dan ada juga teknik bedah yang tak kalah moderen, yaitu menggunakan Robotic Surgery.

A.     Laparoscopy
Laparoscopy mulanya diperkenalkan pada tahun 1902 oleh George Kelling dari Dresden yang melakukan operasi pada anjing dengan menggunakan teknik laparoscopy. Namun, baru pada tahun 1910 Jacobeus melakukannya pada manusia. Tapi, pembelajaran tentang teknik laparoscopy ini baru menyebar sekitar tahun 1966 di Amerika Serikat. Dan baru pada tahun 1980 operasi laparoscopy  ini dilakukan di German untuk kasis Appendicitis atau usus buntu.
Pembedahan dengan menggunakan Laparoscopy

Sementara operasi yang menggunakan sistem ini, di Indonesia baru mulai umum digunakan pada sekitar tahun 2000an. Beberapa rumah sakit sekarang ini sudah dilengkapi dengan teknologi ini yang sudah semakin umum. Kasus yang biasanya menggunakan operasi laparoscopy  ini adalah pengangkatan usus buntu, batu empedu, turun berok (hernia), perlengketan usus, tumor usus besar, penyakit pada pankreas, lambung, limpa, pengangkatan rahim, pengangkatan indung telur, mengangkat tumor di indung telur, dan lain-lain. Normalnya dilakukan di bagian yang terletak di rongga perut ataupun di belakang perut.
Yang terlihat di monitor

Lokasi penyayatan di bawah pusar

Jika dibandingkan dengan operasi dengan menggunakan teknik konvensional atau manual, keunggulan dari teknik laparoscopy ini adalah, luka yang dibuat sangat kecil, sehingga waktu penyembuhan lebih singkat. Rasa sakit yang ditimbulkan juga lebih sedikit pada masa setelah operasi. Tapi, di Indonesia, operasi ini masih terbilang labih mahal karena teknologinya yang canggih. Namun seharusnya dengan teknologi yang semakin memudahkan ini, biaya yang ditanggung semakin sedikit karena lebih aman atau tidak berresiko.
Peralatan Laparoscopy



B.      Robotic Surgery
Dengan kemajuan teknologi sekarang ini banyak penyakit-penyakit yang sudah dapat disembuhkan, begitu juga dengan penyakit yang memerlukan pembedahan. Pembedahan terbuka sekarang sudah mulai dikurangi dengan ditemukannya alat Minimal Invasif seperti Laparoskopi sehingga  resiko operasi terbuka dapat dikurangi seperti infeksi, kehilangan darah yang banyak, perawatan yang lama dll. Salah satu pengembangan untuk minimal invasive yang jauh lebih maju dengan pembedahan menggunakan robot adalah Robotic Surgery.

Robotic Surgery adalah bentuk dari pengembangan teknologi kedokteran yang menggunakan sistem robot untuk membantu  prosedur pembedahan. Walaupun bersifat robotik yang dilengkapi komputer, sistem ini tidak dapat mengambil keputusan sendiri dalam pembedahan, jadi dokter ahli masih berperan dalam tindakan operasinya.

Peralatan Robotic Surgery
Dokter yang sedang menggerakan peralatan Robotic Surgery

Ahli bedah menggunakan sistem komputer untuk mengontrol lengan robot dan ujung-efektor, dan dapat juga menggunakan telemanipulators untuk inputnya . Salah satu keuntungan dari menggunakan metode komputerisasi adalah bahwa dokter bedah tidak harus hadir di kamar operasi,  ahli bedah bisa saja berada dimana saja diseluruhi dunia, dan ini memungkinan untuk melakukan operasi jarak jauh.

Dalam kasus operasi terbuka yang sekarang menggunakan instrumen dari baja, untuk meregangkan iga dapat lebih halus apabila dilakukan dengan robot, gerakan umpan balik yang terkendali   dapat dilakukan dibandingkan dengan memakai tangan manusia.

Tujuan utama dari instrumen hebat tersebut adalah untuk mengurangi atau menghilangkan trauma jaringan yang biasanya didapatkan pada operasi terbuka.Keterampilan ini dapat didapat oleh ahli bedah dengan malakukan pelatihan hanya beberapa menit saja.

KEUNTUNGAN
Karena harga dari mesin ini sangat mahal dan, tentunya harganya juga mahal. Di Asia Tenggara Singapore yang mempunyai mesin ini pertama kali. Untuk Indonesia RS. Bunda Jakarta adalah yang pertama.
Keuntungan utama dari robotic surgery adalah : 

  1. Beberapa keuntungan utama dari operasi robot adalah lebih presisi 
  2. Sayatan yang lebih kecil 
  3. Mengurangi  kehilangan darah 
  4. Waktu penyembuhan lebih cepat, mempersingkat lama rawat paska operasi
  5.  Angka kesakitan lebih rendah
  6.  kepuasan terhadap hasil operasi lebih tinggi     
Keuntungan lainnya dibandingkan dengan manipulasi biasa adalah    perbesaran tiga dimensi dan lebih ergonomis. Penggunaan robot juga meminimalisasi gangguan pembedahan akibat getaran tangan dokter saat membedah atau menjahit untuk menutup luka.

APLIKASI
Robotic Surgery di dunia sudah sangat luas dan dilakukan untuk berbagai cabang ilmu seperti Kebidanan, Onkologi, Urologi, Bedah Thorax, Bedah Orthopedi, namun untuk di RS. Bunda Jakarta, untuk langkah awal tindakan yang dapat dilakukan adalah :
1. Myoma Uteri
2. Kista Ovarium
3. Hysterektomi (angkat rahim)
4. Kanker Prostat
5. Kanker Usus

Inilah perkembangan teknologi dalam proses operasi pembedahan medis. Mulai dari awal masa zaman batu tengah yang masih sangat primitif dengan tujuan pembedahan yang kurang begitu realistis dan dengan didukung peralatan seadanya, sampai pada masa kini yang telah ditemukan teknologi canggih yang bahkan manusia hanya menggerakannya dengan remot control atau joystick dengan bantuan kamera, monitir, dan bahkan robot.

Semoga dengan berkembangnya teknologi ini, dapat digunakan semaksimal mungkin untuk kebaikan manusia. Serta juga dapat menolong sesama kita tanpa harus bersusah-susah karena telah ada yang mempermudah, yaitu teknologi. Dan juga saya berharap dengan ditemukannya teknologi canggih ini, dapat memotivasi kita untuk terus belajar dan berkreasi untuk membuat suatu penemuan yang bermanfaat bagi seluruh manusia, tidak hanya sebagai pemakai/konsumen, tapi juga sebagai penemu hal baru.


Sumber :




1 komentar:

  1. Thanks ya gan udah sharing, thanks kebetulan sedang ada tugas ni hehe tengkyu bacaanya :)

    BalasHapus