Kamis, 16 Agustus 2012

Tugas-5 Perkembangan Tas Hermes "Birkin"

“Jane Birkin, mungkin adalah pahlawan dunia fashion bagi kaum wanita penggila tas..”

Semua wanita pasti tergila-gila dengan belanja. Entahlah, mungkin belanja yang dimaksud berbeda-beda dari belanja pakaian, sepatu, tas, kosmetik, minyak wangi atau mungkin belanja di supermarket untuk kebutuhan sehari-hari di rumahnya. Kepuasan tersendiri akan datang dengan terpenuhinya list belanja yang sudah tercontreng alias sudah terbeli, betul bukan?



Sehari-hari kita berpergian entah kemanapun pasti kita membawa barang-barang penting yang akan selalu kita tenteng kemana-mana, misalnya dompet, telepon genggam, alat kosmetik, minyak wangi, catatan kecil yang penting, atau bahkan buku jurnal keseharian kita karena saking sibuknya jadwal keseharian. Barang-barang tersebut tidak mungkin kita bawa dengan hanya dua buah tangan yang dianugerahi oleh Tuhan, maka dari itu diciptakanlah hal atau barang atau titipan dari surga bagi wanita yaitu, tas.

Perkembangan serta Sejarah Tas
kegunaan tas plastik untuk membawa barang beli dari supermarket
Tas sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan era kehidupan kita ini. Kebanyakan orang yang gemar berpakaian sesuai mode, selalu menyertakan tas dalam penampilannya. Bukan hanya mereka yang gemar dengan pakaian bermode, mereka yang lain yang merupakan orang-orang biasapun juga pasti menyertakan tas dalam kesehariannya. Tas mempermudah mereka dan juga mereka yang lain untuk membawa barang-barangnya. Hanya butuh satu tangan untung menenteng atau mungkin pundak yang siap membawa beban dari tas ransel untuk itu semua.

Pada awalnya, tas yang dibuat masih berasal dari bahan yang sederhana seperti vinyl, kain dan bahan sintesis. Bahkan pada zaman Dinasti Tang, bangsa Cina pada zaman dahulu menggunakan tas dari kertas untuk menyimpan teh maupun membawa barang lainnya. Selain itu, tas pertama kali dikenal oleh masyarakat sebagai pembungkus roti. Lalu tas yang terbuat dari plastik mulai beredar di pasaran dan seiring dengan berkembangnya zaman, plastik menjadi alternatif pengganti kantong kertas.

Salah satu benda fashion yang tidak pernah bisa jauh dari wanita adalah tas. Benda yang satu ini tidak luput dari serbuan para kaum wanita, dan kalau sudah begini, sepertinya harga tidak menjadi satu masalah yang berarti lagi. Terbukti dengan koleksi tas dari merk-merk terkenal dengan harga-harga selangit, tetap saja laris manis diserbu para penggemarnya. Dan yang lebih menariknya lagi, tas juga bisa menjadi simbol status sosial seseorang. Baik pria maupun wanita.
 Tapi, apakah Anda pernah berpikir tentang asal usul dari sebuah tas tangan atau yang lebih dikenal dengan istilah asingnya yaitu handbag?

Handbag telah menjadi benda penting dalam kehidupan sehari-hari, ini dimulai sejak orang telah memilik benda-benda berharga yang harus selalu dibawa kemanapun. Penjelasan pertama kali tentang hal ini ada pada abad ke-14, walaupun dalam tulisan Mesir kuno disebutkan bahwa orang-orang Mesir zaman itu telah memakai tas pinggang kemanapun mereka pergi.



Sedangkan di abad ke-17 perkembangannya sudah lebih bervariasi, hingga pria maupun wanita yang fashionable akan membawa tas kecil dengan model yang semakin beragam di setiap kesempatan. Para wanita muda mulai membuat sulaman-sulaman, yang juga sangat dibutuhkan ketika mereka menikah, hingga semakin banyak hasil kerajinan tangan yang sangat cantik dan unik yang diaplikasikan pada tas. Tren busana neo-classical menjadi sangat populer pada abad ke-18, dengan model-model pakaian yang lebih terbuka untuk para wanita. Sehingga, penggunaan tas kecil atau istilah asingnya purse akan merusak tema dari busana neo classical ini. Oleh karena itu, para wanita yang sadar gaya mulai untuk membawa tas tangan mereka.

Kali ini, saya akan membahas lebih dalam tentang perkembangan salah satu tas yang cukup, bahkan lebih dari cukup, terkenal di kalangan wanita yang diincar oleh ribuan umat wanita yaitu salah satu tas dari brand terkenal sejak dahulu, Hermes, dengan salah satu koleksi tasnya yang sangat tidak asing lagi yaitu Hermes Birkin.



Kisah Kesuksesan Hermes yang Luar Biasa



Hermes merupakan merek produk terkenal dari Paris yang sudah berdiri sejak 1837 perusahaannya. Hingga sekarangpun, Hermes dikenal dengan barang-barangnya yang berkualitas tinggi dan mewah. Pendiri perusahaan ini adalah Thierry Hermes, ketika itu ia hanya membangun sebuah industri kecil berupa bengkel yang kemudian ia beri nama dengan namanya sendiri. Thierry Hermes merupakan anak keenam dari pemilik sebuah penginapan. Ia lahir sebagai warga negara Perancis di kota Jerman Krefeld, tanah yang pada tahun 1801 adalah bagian dari kekaisaran milik Napoleon. Setelah kehilangan semua keluarganya yang meninggal dunia karena penyakit ataupun perang, Thierry Hermes pergi ke panti asuhan yatim piatu di Paris. Bisnis Hermes ini dapat dilakukan dengan tangan, dalam tusukan pelana, dengan dua jarum bekerja, dua benang linen, lilin dalam oposisi tarik. Hermes mengatakan bahwa ini adalah menjahit, dan harus dilakukan dengan benar jika ingin hasil yang terbaik. Awalnya barang-barang yang diproduksi merupakan perlengkapan kereta kuda, seperti tali kekang atau pelana. Itulah sebabnya logo Hermes adalah kereta lengkap beserta kudanya. Tak kalah lagi, klien-klien dari Thierry Hermes rata-rata adalah orang-orang kaya dari Paris hingga bangsawan dari Eropa, termasuk juga kaisar Napoleon III dan permaisuri, Eugenie.





Ketika Thierry Hermes meninggal pada tahun 1878, Hermes diambil alih oleh anaknya, Charles-Emile Hermes dari tahun 1835 hingga 1919. Pada tahun 1880, toko Hermes berpindah lokasi di dekat Palais de l’Elysee di Rue Fauborg Saint-Honore. Berawalah dari situ, Charles memperkenalkan pelana dan memulai penjualan secara ritel. Dengan bantuan anak-anak Charles, yang bernama Adolphe dan Emile-Maurice Hermes, perusahaan ini menjadi pemasok ke elit Eropa, Afrika Utara, Rusia, Asia bahkan hingga ke Amerika. Barulah pada awal-awal 1900, Hermes mulai memproduksi tas. Itu pun tas yang digunakan juga sebagai perlengkapan penunggang kuda.

Seiring dengan perkembangan pengelola Hermes pun berganti-ganti, barulah pada 1950, tas Hermes mulai dikenal luas oleh para kalangan sosialita Eropa. Generasi penerus Hermes terus melakukan inovasi, termasuk membuat produk khusus wanita. Tak heran bila harga tas ini bisa sangat tinggi dan mencapai harga yang mencapai puluhan juta. Pada tahun 2000, butik Hermes yang terletak di Madison Avenue dibuka, serta diikuti oleh empat toko lainnya yang terletak di Lisbon, Santiago, Barcelona, dan Taiwan.

Sejarah tas Hermes “Birkin”, Dari Hitam Menjadi Pelangi

JANE BIRKIN.
Nama Birkin sendiri sebenarnya adalah nama orang yang kemudian dijadikan nama tas ciptaan Hermes dengan khas tersendiri, bukanlah semata-mata hanya nama merek tas. Pemilik nama Birkin tersebut adalah Jane Birkin yang berprofesi sebagai seorang artis asal Inggris.

Kejadian bersejarah itu terjadi pada tahun 1981, ketika Jane Birkin yang melakukan penerbangan dari Paris ke London dan dengan sangat amat kebetulan duduk bersebelahan tepat dengan Jean-Louis Dumas yang merupakan CEO Hermes. Birkin sendiri membawa sebuah tas dan tiba-tiba barang-barang yang ada di dalam tas tersebut mendadak tumpah dan berantakan karena diletakkan di bagasi atas kursi. Jane pun mengeluh pada Jean-Louis tentang task arena ia tidak pernah berhasil menemukan sebuah tas kulit yang berkualitas, fungsional untuk digunakan berpergian maupun berlibur. Sejak itu mulai dipikirkan bagaimana caranya membuat tas yang sesuai dengan keinginan Birkin.

Jane Birkin lahir di Marylebone, London pada 14 Desember 1946. Ibunya yang bernama Judy Campbell juga merupakan aktris dari Inggris lalu ayahnya yang bernama David Birkin adalah letnan komandan Angkatan Laut Kerajaan dan mata-mata pada saat Perang Dunia ke II. Saudara laki-lakinya, Andrew Birkin, merupakan penulis skenario dan sutradara. Jane Birkin dahulu menjalani pendidikannya di Upper Chine School. 


"Rendez-vous" album Jane Birkin
"di doo dah" album Jane Birkin
Birkin merupakan salah satu aktris inggris dan penyanyi yang tinggal di Perancis. Mungkin bakat menjadi artis ini turun dari sang ibunda. Di beberapa tahun silam, ia telah mengeluarkan beberapa album antara lain Enfants d'Hiver (2008), Fictions (2006), Rendez-Vous (2004), Baby alone in Babylone (1983), Lolita go home (1975), Di doo dah (1973) dan masih banyak lagi. Selain itu, ia juga pernah bermain dalam beberapa film atau bahkan terlibat menjadi direktur atau narator dalam film tersebut. Film-film yang ia mainkan antara lain 36 Views from the Pic Saint-Loup (2009) sebagai Kate, Boxes (2007) sebagai Anna, The Very Mery Widows (2003) sebagai Renée, La Belle Noiseuse (1991) sebagai Liz, La Femme de ma vie 91986) sebagai Laura, Evil Under the Sun (1982) sebagai Chrstine Redfern, The Prodigal Daughter (1981) sebagai Anne, Serious as Pleasure (1975) sebagai Ariane Berg, Wonderwall (1968) sebagai Penny Lane, dan masih banyak lagi. 
John Barry
Serge Gainsbourg
Jacques Doillon
Kehidupan personalnya, pernikahan pertamanya berlangsung pada tahun 1965 dengan John Barry, komposer asal Inggris yang menuliskan skor musik pada film-film James Bond. Birkin dan Barry dikaruniai seorang putri bernama Kate Barry yang lahir pada 8 April 1967. Sayangnya, pernikahan pertama Birkin kandas pada tahun 1968. Lalu pada tahun 1971, ia melahirkan anak keduanya yang bernama Charlotte Gainsbourg dari kekasihnya yang merupakan sang mentornya pada film yang dibintangi Birkin berjudul Slogan (1968), mereka tidak pernah menikah tetapi menjalani hubungannya selama 13 tahun. Charlotte sekarang telah sukses menjadi aktris dan penyanyi yang sukses sama seperti sang ibunda. Anak ketiga Birkin pun lahir pada 4 September 1982, bernama Lou Doillon, dari hubungannya dengan direktor film Jacques Doillon. Lalu mereka berpisah pada tahun 1990. Lou sekarang merupakan model Perancis yang juga merupakan artis. 
Putri ke-2 Jane, Charlotte Gainsbourg
Putri ke-3 Jane, Lou Doillon
Kembali ke tas Birkin yang pada awal mulanya terjadi pada tahun 1984. Akhirnya, dibuatlah sebuah tas warna hitam dengan bahan dasar kulit oleh Dumas yang terinspirasi dari model tas tahun 1892 lalu tas tersebut ia berikan kepada Birkin. Menurut Birkin, tas buatan Dumas sangat fungsional karena dapat diisi dengan berbagai barang miliknya. Ciri khas dari tas Birkin ini adalah bentuknya yang relatif sederhana dan selalu berbahan dasar kulit dengan berbagai macam pilihan warna, modifikasi bentuk, dan perhiasan-perhiasan yang cantik yang senantiasa menjadi pemanis tas. Bahan dasar tas ini terbuat dari berbagai jenis kulit, mulai dari kulit lembu, burung unta, kambing, maupun kulit buaya.


Tas Hermes Birkin ini memang merupakan salah satu dari sekian banyak produk tas Hermes yang selalu menjadi incaran terutama para kaum wanita. Tak heran bila harganya bisa mencapai hitungan yang sangat tinggi dan harga puluhan juta. Bahkan, untuk tas-tas Birkin dengan desain tertentu yang sesuai dengan kemauan sang pembeli harganya bisa mencapai ratusan juta bahkan ada pula yang mencapai harga miliaran rupiah. Konon tas Hermes yang terbuat dari kulit buaya air asin adalah tas Hermes yang paling mahal. Harga tas Birkin secara garis besar memang ditentukan oleh bahan dasar kulitnya, warnanya, dan perlengkapan ataupun perhiasan ta situ sendiri. Bagian tas yang terlapisi oleh emas atau palladium pada tas Birkin ini adalah kuncian tas, kancing serta gesper tas tersebut. Namun, karena keahlian masing-masing pengrajin, rincian dari satu sama lain tas Hermes Birkin tidak sama. Kadang-kadang juga sesuai dengan pesanan si pembeli.


Begitu pula dengan ukuran tas, tas Hermes diproduksi dengan bermacam-macam ukuran yang bisa digunakan untuk bepergian. Mulai dari tas tangan yang memiliki ukuran 25-40 cm hingga tas yang dibuat dengan ukuran sedikit lebih besar yaitu dengan ukuran 50-55 cm. Biasanya tas yang lebih besar ini cocok digunakan bagi emreka yang ingin berlibur ataupun travelling. Pelengkap tasnya yang telah menjadi ciri khas dari tas Hermes adalah kuncian tas berupa kode nomor, bahkan ada pula yang dilengkapi dengan gembok mungil lengkap dengan kuncinya. Bahkan untuk mempercantik tas ini, tas Birkin biasanya dilengkapi dengan berlian. Hal ini tentunya yang membuat tas Birkin menjadi lebih mahal harganya.

Hermes memang tahu betul bagaimana menciptakan produk unggulan yang dapat digilai oleh para kaum wanita. Daya tarik utamanya adalah pengerjaan tas ini adalah termasuk pembuatan tas yang rumit. Dibuat dari tangan oleh pengrajin yang telah terlatih, dan sudah ahli dan biasanya buatan tangan orang Prancis yang memang benar-benar sudah ahli yang dapat dikerjakan kurang lebih selama 48 jam kerja untuk satu tasnya dengan proses mulai dari dijahit dengan tangan, digosok, dicat sampai dipoles hingga menjadi Hermes Birkin secara total, itulah salah satu faktor yang membuat harga tas ini membuat kita tutup mata. Namun, harga yang fantastis untuk sebuah tas ini rupanya sudah bukan menjadi sebuah masalah lagi bagi para wanita yang memang sudah fanatik dengan tas Hermes ini. Bagi orang yang tidak mengerti fashion, mungkin akan heran, apa pula yang membuat para fanatik tas ini begitu tergila-gila dengan sebuah tas, yang bahan dari kulit, yang dapat dibeli dengan harga murah yang penting terbuat dari bahan kulit juga, dan juga yang seharusnya tidak perlu mengeluarkan berpuluhan juta hanya untuk sebuah tas?

Dibawah ini adalah beberapa gambar dimana tas Hermes Birkin terpampang betul digunakan oleh para artis.
JANE from Jane by Design the series.
Olivia Palermo.
Carissa Puteri.
Pharell Williams.
Victoria Beckham.
Olla Ramlan.
Kourtney Kardashian.
Joan Rivers.
Ashley Olsen.
Marc Jacob.
Syahrini.
Nicola Formichetti.
Meskipun tas Birkin bebas dari logo Hermes, tetap saja tas ini menjadi salah satu tas yang paling dikenal di industri fashion serta oleh para masyarakat publik secara mendunia. Walaupun begitu, para selebriti hingga kalangan wanita yang relatif biasa pun tetap saja mengincar-incar tas Hermes Birkin ini. Tas Hermes Birkin ini sendiri sudah sangat terkenal dan kerap dijadikan tas favorit dalam berbagai judul film, seperti di Transformers, Legally Blonde, atau mungkin di serial 90210, Jane by Design, Gossip Girl. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa tas Hermes, bukan hanya Hermes Birkin, sudah sangat populer dan menjadi jenis tas paling berkelas di dunia fashion. Akhirnya, tas tersebut diproduksi secara masal oleh Hermes dan menjadi salah satu ikon fashion dunia. Sebelum itu, saya ingin menunjukkan satu foto yang unik menurut saya. Nicola Formichetti, yaitu seorang fashion desainer dan fashion editor yang memiliki darah campur Itali dan Jepang. Dia sering dikenal sebagai direktur kreatif baru untuk rumah fashion Percansi, MUGLER, dan untuk menjadi kolaborator penyanyi-penulis lagu dan artis kinerja Lady Gaga. 

Formichetti juga memiliki satu tas Hermes Birkin yang ia corat-coret sehingga menjadi di bawah ini.

Sejujurnya, mengapa saya menulis perkembangan tentang tas Hermes "Birkin"? Karena saya terinspirasi setelah menonton salah satu acara serial di TV mengenai seorang remaja perempuan yang terjebak di dua dunia penting, dunia SMA dan dunia fashion. Dan tiba-tiba, ada scene dimana remaja itu menggunakan si Birkin ini. Tentu saya jadi semakin tertarik karena memang dari dulu saya mengidamkan untuk dapat membawa tas Birkin ini suatu saat nanti. Aamiin. 

Sekian post saya untuk kali ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan umum kita semua. 

sources(1) www.anneahira.com (2) www.suite101.com (3) www.myblueberrynights-andreea.blogspot.com (4) www.thinkfashion.com (5) www.hermes.com

4 komentar:

  1. Memang untuk tas Hermes yang original harganya sangat mahal karena di produksi secara terbatas.
    Jika kita menginginkan tas hermes dengan kwalitas semi super dan kwalitas 1 dengan harga yang lebih murah sudah banyak tersedia.
    Salam Kenal Toko Tas Putri

    BalasHapus
  2. Saran yang bagus tuh untuk orang yang memerlukan standard cukup-cukup saja

    BalasHapus
  3. TACCO BAG menyedekian berbagai macam disen tas wanita dan pria dengan bentuk yg beraneka ragam, dan blum ada dipasaran/handmade dengan kwalitas menengah keatas tentunya juga terima pre order, jika berminat silahkan kunjungi blog kami http://taccobag.blogspot.co.id/

    BalasHapus