Kamis, 23 Agustus 2012

Tugas-5 Perkembangan Stasiun dan Saluran TV di Indonesia


Stasiun dan Saluran TV di Indonesia Yang Semakin Beragam


1962-1989


Teknologi pertelevisian di Indonesia mulai dikembangkan pada saat Indonesia menjadi tuan rumah sebuah ajang pesta olahraga yang diikuti oleh seluruh negara-negara di Asia dan diselenggarakan setiap 4 tahun sekali, yaitu Asian Games yang ke-4. Pesta olahraga tersebut dilaksanakan di Jakarta, Indonesia pada tahun 1962, bertepatan dengan ajang tersebut pemerintah mulai mendirikan stasiun televisi dan membangun pemancar untuk meliput acara tersebut. Perkembangan saluran televisi di Indonesia diawali dengan munculnya stasiun TV nasional milik pemerintah yaitu Televisi Republik Indonesia atau yang sekarang ini lebih dikenal dengan nama TVRI.  TVRI resmi berdiri pada tanggal 24 Agustus 1962.  Siaranan perdana TVRI ditayangkan pada tanggal 17 Agustus 1962, yang menayangkan liputan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-17 di Istana Negara yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Siaran yang ditayangkan pun masih berwarna hitam putih. Pada saat itu, TVRI hanya berbentuk sebuah yayasan yang bertugas untuk meliput Asian Games ke-4 yang diselenggarakan di Indonesia. TVRI yang pada saat itu merupakan satu-satunya saluran televisi yang ada di Indonesia, bertugas menyiarkan peristiwa yang berskala nasional maupun internasional dan juga sebagai pendorong kemajuan hidup masyarakat Indonesia. Acara yang terkenal dan sering ditayangkan di TVRI adalah Dunia dalam Berita dan Berita Nasional. Pada masa awal TVRI memulai siarannya, cara penyajian iklan berbeda dengan cara penyajian iklan seperti di masa sekarang ini, penyajian iklan di TVRI pada masa itu melalui satu segmen khusus untuk menayangkan berbagai macam iklan komersil yang diberi nama Mana Suka Siaran Niaga yang ditayangkan sebanyak 2 kali sehari. Namun pada sekitar tahun 1980-an TVRI dilarang untuk menayangkan iklan, sampai pada akhirnya TVRI kembali diberi izin untuk menayangkan iklan pada tahun 1990-an.


Perkembangan Stasiun Televisi Lokal Milik Swasta (1989 - sekarang)


Selama sekitar 27 tahun, TVRI memonopoli pertelevisian Indonesia dan merupakan satu-satunya saluran televisi yang bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia, sampai akhirnya pada sekitar tahun 1989, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 1989, pemerintah memberikan izin pendirian sebuah stasiun televisi yang dimiliki oleh pihak swasta, yaitu Rajawali Citra Televisi Indonesia atau lebih dikenal dengan nama RCTI.  Pada awalnya, yang bisa menyaksikan tayangan RCTI hanyalah penduduk yang memiliki antena parabola dan juga harus menggunakan dekoder yang disewakan dan hanya sebatas wilayah Jakarta, tetapi akhirnya siaran RCTI diberi izin tayang tanpa dekoder walaupun wilayahnya masih terbatas di wilayah Jakarta saja. Pada saat itu, RCTI merupakan stasiun televisi hasil kerjasama 2 buah PT, yaitu PT. Bimantara Citra milik Bambang Trihatmodjo dengan PT. Rajawali Wirabhakti Utama. Namun sekarang RCTI dimiliki oleh Media Citra Nusantara. RCTI merupakan bukti nyata perkembangan stasiun televisi di kota Jakarta, setahun kemudian di kota besar lain pun stasiun televisi milik swasta pun turut berkembang seperti yang terjadi di kota Surabaya.


Di Surabaya, pemerintah pun memberikan izin kepada stasiun televisi milik swasta untuk mulai bersiaran, yaitu Surya Citra Televisi atau yang lebih dikenal dengan nama SCTV. Stasiun TV tersebut pada awalnya terletak di Jalan Darmo Permai Surabaya. Pada masa itu, izin siaran yang diberikan oleh pemerintah kepada SCTV masih hanya sebatas wilayah Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoardjo dan Lamongan). Pada tahun 1991, jangkauan siaran SCTV sudah meluas dan bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia yang berada di Bali dan sekitarnya. Pada tahun 1993, SCTV diberikan izin untuk menyiarkan siarannya ke seluruh wilayah Indonesia. 

TPI

TPI berubah nama jadi MNC TV


Pada tanggal 1 Agustus 1991, sebuah stasiun televisi swasta kembali melakukan siaran perdananya, stasiun televisi tersebut adalah TPI atau Televisi Pendidikan Indonesia. TPI didirikan oleh Mbak Tutut (anak dari presiden Soeharto) dan sebagian besar sahamnya dipegang oleh PT. Cipta Lamtoro Gung Persada. TPI diresmikan pada tanggal 23 Januari 1991 oleh Presiden Soeharto di Studio 12 TVRI.  Sama dengan RCTI, TPI pada awalnya hanya diberi izin untuk menyiarkan acaranya hanya sebatas wilayah DKI Jakarta. Pada saat itu, seperti namanya, TPI hanya menayangkan acara-acara yang memiliki unsur pendidikan seperti berbagai macam kuis, lomba cerdas cermat dan berbagai acara pendidikan lainnya.  Pertama kali berdiri, TPI berbagi saluran dengan TVRI, TPI hanya mengudara selama 2 jam per hari, kemudian berkembang menjadi 4 jam per hari, lalu bertambah jadi 6,5 jam per hari dan menjadi 8 jam per hari. Pada pertengahan 90-an, TPI berpisah saluran dengan TVRI, program-program yang bersifat edukatif milik TPI mulai terlupakan dan tergusur, pada akhirnya TPI lebih fokus dalam menyiarkan acara musik dangdut, yang merupakan ciri khas musik Indonesia, sehingga TPI pun mengubah kepanjangan namanya dari Televisi Pendidikan Indonesia menjadi Televisi Paling Indonesia. Sekitar bulan Maret 2001, 75% dari saham TPI telah dimiliki oleh Media Citra Nusantara, sebuah perusahaan media yang juga merupakan pemilik dari Global TV dan RCTI.  Namun sejak tanggal 20 Oktober 2010, TPI resmi mengganti namanya menjadi MNC TV.   Dengan munculnya beberapa saluran televisi swasta seperti RCTI, SCTV, dan TPI, stasiun televisi swasta di Indonesia terus berkembang dan terus bertambah dengan jumlah yang cukup banyak. 


Stasiun televisi swasta yang berdiri berikutnya berada di Bandar Lampung, yaitu Andalas Televisi atau lebih dikenal dengan nama ANTV (dibaca Anteve).  ANTV berdiri di Bandar Lampung pada tanggal 1 Januari 1993 dan hanya diberi izin untuk menayangkan siarannya sebatas wilayah kota Bandar Lampung saja. Pada tanggal 18 Januari 1993, ANTV pun akhirnya mendapatkan stasiun televisi siaran nasional di Jakarta dan ANTV sendiri pun baru diresmikan pada tanggal 1 Maret 1993. Stasiun TV swasta berikutnya adalah Indosiar, yang awal operasinya dimulai dari stasiun TV di Daan Mogot, Jakarta Barat. Indosiar pertama kali beroperasi secara nasional yaitu pada tanggal 1 September 1994 dan diresmikan pada bulan Januari tahun 1995.

Trans TV


TV 7 berganti nama jadi Trans 7


RCTI, SCTV, TPI, ANTV, dan Indosiar merupakan 5 stasiun TV milik swasta pertama yang hadir di Indonesia. Tapi tidak berhenti sampai disitu, stasiun TV milik swasta terus berkembang dan bertambah jumlahnya. Setelah Indosiar, masih banyak stasiun TV swasta lainnya seperti Trans TV (Televisi Transformasi Indonesia) dan juga TV 7 (sekarang berganti nama menjadi Trans 7), kedua saluran TV tersebut sekarang dimiliki oleh Trans Corporation.



Selain itu, pada tahun 2002 pun berdiri stasiun TV yang bernama Lativi namun pada tanggal 14 Februari 2008, Lativi berganti nama menjadi TV One. Lativi yang pada awalnya fokus pada menayangkan siaran keluarga, ketika berganti nama menjadi TV One, lebih memfokuskan tayangannya pada siaran berita. 


Setelah muncul Lativi, stasiun swasta selanjutnya adalah Metro TV milik PT. Media Televisi Indonesia dan juga Global TV yang sekarang dimiliki oleh Media Citra Nusantara. Selain ke 10 stasiun televisi swasta yang disebutkan diatas, masih banyak saluran televisi lokal lainnya.

Global TV


TV Kabel (1994 - sekarang)


Pada sekitar tahun 1994, sistem televisi berlangganan atau yang biasa disebut televisi berbayar (Pay TV) maupun televisi kabel (Cable TV) mulai masuk di Indonesia. Televisi berlangganan adalah jasa penyiaran saluran televisi yang dilakukan khusus untuk pemirsa yang berlangganan dan membayar biaya langganan setiap bulannya. Jasa ini biasanya menggunakan sistem digital maupun analog melalui media satelit.  Perusahaan yang mempelopori teknologi TV kabel ini adalah PT. MNC Sky Vision dengan produknya yaitu Indovision, yang merupakan operator TV kabel pertama yang hadir di Indonesia dan berbasis Satelit. 



Pada tahun 1996, kembali hadir operator TV kabel yang dimiliki oleh PT. Broadband Multimedia Tbk., dengan nama Kabelvision. Operator TV kabel ini berbeda dengan Indovision yang berbasis satelit,Kabelvision merupakan operator TV kabel yang berbasis kabel. Pada awal berdiri, layanan Kabelvision hanya bisa dinikmati oleh warga Jakarta. Pada tahun 2007, Kabelvision bergabung dengan Digital1 dan berganti nama menjadi First Media. Sampai dengan tahun 2007, sudah ada 5 operator TV kabel di Indonesia yang bisa dikatakan cukup besar yaitu Indovision, First Media, Astro, TelkomVision dan IM2. Sampai saat ini, Indovision sudah memiliki 80 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan  telah memiliki 160 macam saluran yang berbeda, mulai dari saluran yang menayangkan film-film box office, saluran untuk anak-anak yang menampilkan berbagai jenis kartun, saluran khusus musik, olahraga, otomotif, maupun saluran-saluran berita Internasional.  Sedangkan operator TV kabel, Astro atau lengkapnya Astro Nusantara, merupakan operator TV kabel yang berasal dari Malaysia dan di Indonesia dioperasikan oleh PT Direct Vision.  Namun sejak tanggal 20 Oktober 2008, Astro menghentikan siarannya di Indonesia karena berakhirnya lisensi penggunaan merek dagang Astro. Sekarang ini, jumlah operator TV kabel di Indonesia sudah mencapai jumlah yang sangat banyak beberapa diantaranya adalah  M2TV milik PT. Mentari Multimedia, YesTV milik PT. Indonesia Telemedia, Okevision milik PT. Nusantara Vision, Aora TV milik PT. Karyamegah Adijaya, dan Skynindo milik PT. Cipta Skynindo.

First Media, hasil penggabungan Kabelvision dengan Digital1


Saluran televisi di Indonesia telah berkembang sangat pesat dan mengalami kemajuan yang sangat besar seperti yang bisa kita lihat sekarang ini.  Berkat kemajuan teknologi, dari yang awalnya hanya ada 1 saluran televisi dan hanya 1 stasiun televisi, yaitu TVRI, kini saluran dan stasiun televisi yang ada di Indonesia sangatlah banyak variasinya, kita bisa menikmati puluhan saluran televisi lokal dan ratusan saluran televisi yang berasal dari mancanegara yang memiliki fungsi sangat beragam mulai dari sebagai sumber hiburan, sumber ilmu pengetahuan maupun sumber informasi. Perkembangan saluran televisi di Indonesia sangat berdampak besar, Walaupun terdapat cukup banyak pengaruh negatif seiring dengan berkembangnya stasiun-stasiun dan saluran televisi di Indonesia, sebagai masyarakat Indonesia kita harus cerdas dalam memilah-milah manakah tayangan yang bermanfaat dan mana yang membawa pengaruh negatif, ambil sisi positifnya dan hindarilah sisi-sisi negatifnya.  Sisi positif yang muncul seiring dengan perkembangan saluran televisi beberapa diantaranya adalah sebagai penambah wawasan dan membawa kemajuan dalam kehidupan para masyarakat di Indonesia dan perkembangan saluran-saluran televisi di Indonesia ini juga sangat berpengaruh dalam penyampaian informasi baik yang bersifat nasional maupun internasional.  Untuk itu, kita harus berterima kasih dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat di Indonesia sehingga bisa menciptakan stasiun-stasiun dan saluran televisi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia dan semoga stasiun televisi di Indonesia terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi. 



Sumber:
  • http://covhy.blogdetik.com/2009/01/03/%E2%80%9Cperkembangan-tv-di-indonesia%E2%80%9D/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Astro_Nusantara
  • http://id.wikipedia.org/wiki/MNCTV
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_berlangganan
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_Republik_Indonesia
  • http://toptentop.blogspot.com/2012/03/10-stasiun-televisi-swasta-pertama-di.html
  • http://www.datacon.co.id/Internet2008Ind%20TVcable.html
  • http://www.sctv.co.id/corporate/sejarah-perusahaan.html
  • http://www.tvri.baliserve.com/home/home.php?mod=content&printer=1&id=13#sejarah 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar