Senin, 27 Agustus 2012

Tugas 5 - Perkembangan Pesawat Terbang


     Transportasi menggunakan jalur udara di masa modern ini dinilai menjadi sarana yang paling efektif. Dilihat dari segi keamanan dan juga ketepatan waktu serta jarak tempuh yang singkat menjadikan modal untuk kepercayaan para pengguna jasa pesawat terbang. Mulai dari jasa angkut penumpang hingga jasa kargo. Wright bersaudara adalah pencetus ide membuat alat transportasi berupa pesawat terbang modern di tahun 1903. Berkat jasa mereka, kini telah jutaan umat manusia yang setiap harinya berpergian menggunakan pesawat terbang. Dan tidak hanya sampai disitu, perusahaan-perusahaan manufaktur pesawat terbang pun kini telah menjamur, seperti Boeing, Airbus, British Aerospace Engineering, dll.


“Wright Bersaudara”
          
          Penemuan-penemuan bertahap, mereka kembangkan. Mulai dari metode prinsip dasar lift and drag, dengan merangkai layang-layang dengan dua rangkap sayap besar atau disebut dengan biplane. Kerangka ini terinspirasi dari mahluk hidup yang alamiah dapat terbang yaitu burung. Pada akhirnya mereka menemukan cara untuk mengontrol kemudi pesawat. Yakni dengan menambahkan sirip serta ekor yang dapat bergerak sebagai penyeimbang dan dapat mengontrol keseimbangan pesawat. 



Pesawat Glider Wright Bersaudara
        
          Pada tahun 1900-1902 Wright bersaudara melakukan percobaan dengan menggunakan pesawat tanpa mesin, atau biasa disebut dengan glider. Percobaan pertama glider tersebut di tahun 1900, hanya mampu memberikan daya angkat setengah kali dari yang di kalkulasikan, memang tidak terlalu baik. Di tahun berikutnya mereka kembali meluncurkan pesawat glider  kedua. Yang bahkan kali ini performa nya lebih buruk, dengan keadaan yang tidak stabil dan kehilangan kecepatan di ketinggian rendah, menandakan bukan hasil yang baik. 


          Dengan semangat pantang menyerah, Wright Bersaudara menemukan inovasi dengan membuat saluran angin modifikasi mereka sendiri. Dan menciptakan sebuah rangka sayap untuk mengukur daya angkat di lebih dari 200 sayap yang mereka coba. Dan hasilnya, mereka mampu menemukan kesalahan dan mengkoreksi serta mengkalkulasi ulang dari konfigurasi sayap glider sebelumnya. Dengan perhitungan ulang yang cermat, akhirnya mereka dapat menerbangkan glider ratusan kali. Hasil ini merupakan suksesi pertama Wright Bersaudara, setelah sebelumnya berulangkali di rundung kegagalan. Dari hasil ini mereka terus terpacu untuk membuat inovasi-inovasi baru. Di buktikan dengan rancangan baru mereka membuat mesin ganda yang terbuat dari kayu, atau sering disebut twin propeller. Tidak sampai disini saja, inovasi lainnya adalah berupa penambahan penyangga sayap.




Konfigurasi Saluran Angin

          Tanggal 17 Desember 1903 merupakan hari bersejarah pada dunia aviasi. Sebab di hari tersebut pertama kalinya pesawat rancangan Wright Bersaudara di terbangkan yang tentunya sudah dilengkapi dengan mesin dan penyempurnaan. Menurut catatan The Smithsonian Institution and Fédération Aéronautique Internationale penerbangan perdana tersebut berlokasi di Kill Devil Hills, Carolina Utara, Amerika Serikat. Penerbangan pertama di piloti oleh Orville Wright dan berhasil mencapai ketinggian 120 kaki, selama 12 detik lamanya. Masih di hari yang sama kemudian saudaranya, Wilbur Wright dapat terbang mencapai ketinggian 852 kaki dan dapat bertahan selama 1 menit di udara.  Catatan tersebut merupakan langkah awal bagi kemajuan teknologi pesawat terbang.

Ilustasi Penerbangan Pertama 17 Desember 1903

Alberto Santos-Dumont

            Tokoh penemu lainnya yang sangat berjasa di bidang aviasi adalah Alberto Santos-Dumont asal Brazil. Di tahun 1906 Ia berhasil membuat decak kagum penduduk Eropa dengan mendemonstrasikan pesawat 14-bis yang mampu terbang selama 21 detik, setinggi 22 meter diatas kota Paris. 14-bis adalah pesawat yang sudah mempunyai sayap tetap. Inovasi yang Ia temukan yang mengacu kepada penemu sebelumnya, Wright Bersaudara, ialah tambahan berupa permukaan kemudi yang dapat di gerakkan. Tujuan nya adalah untuk dapat menggerakan ailerons. Teknologi ailerons yang di kembangkan oleh Alberto adalah dengan menambahkan tuas agar dapat mengatur pergerakan ailerons itu sendiri. Guna ailerons disini adalah menambah keseimbangan pesawat, serta mengatur pesawat agar bisa berbelok ke kanan dan ke kiri. Berkat sistem tersebut, Alberto dapat dengan mudah mengendalikan keseimbangan pesawat 14-bis nya, yang belum terdapat pada pesawat flyer rancangan Wright Bersaudara.

Pesawat 14-bis



Era 1914-1918

            Hampir sejak pertama kali di temukan,nya pesawat terbang, banyak negara berminat  langsung memproduksi untuk kepentingan militer. Negara pertama yang menggunakan jasa pesawat terbang untuk militer adalah Italia. Italia menggunakan pesawat terbang untuk kepentingan militer nya berupa pengintaian, pengeboman, dan penembakan melalui udara dalam perang Italia-Turki (September 1911- Oktober 1912) di Libia. Misi pertama berupa pengintaian terjadi pada tanggal 23 Oktober 1911. Dan pengeboman pertama koloni musuh pada tanggal 1 November 1911. Di era yang sama, Bulgaria pun mengikuti jejak Italia dengan taktik perang menggunakan jalur udara di Perang Balkan (1912-1913). Sementara perang menggunakan senjata di pesawat terbang tengah menjadi trend dimasa itu, ide untuk memanfaatkan sebagai sarana fotografi sebagai acuan pengintaian tercetus. Beberapa alutsista negara-negara Eropa yang mempunyai pesawat tergolong kategori ringan, yang tipikalnya sebagai pesawat sport menyerahkan armadanya kepada departemen pengintaian negara demi kepentingan perang. Tidak lupa pula radio komunikasi juga sudah di pasangkan disetiap pesawat karena merupakan hal yang vital untuk koordinasi antara pilot dengan bagian tentara darat. Pada masa itu, radio komunikasi yang umumnya di pakai adalah jenis SCR-68.

Era 1918-1939 “Masa Keemasan”

            Periode antara masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II tercatat perkembangan teknologi aviasi yang menunjukkan kemajuan yang pesat. Di mulai dari pesawat yang bertenaga rendah tersusun atas rangka kayu sampai pesawat bermesin piston tunggal bertenaga tinggi yang tersusun dari rangka alumunium. Setelah Perang Dunia I berakhir, banyak pilot-pilot eks. Angkatan Udara yang bersemangat menunjukkan kebolehanya dalam meliak-liuk burung besi di angkasa luas. Contohnya di tanggal 14 Juni 1919 sebuah pesawat Vickers Vimy diterbangkan oleh Kapten John Alcock dan dikopiloti oleh Lt. Arthur Brown dari St. John’s ke Clifde, Irlandia non-stop. Mereka pun memenangkan hadiah sebesar $65,000 sebagai penghargaan. Delapan tahun kemudian sejarah kembali mencatat seorang Charles Lindbergh yang memenangkan Orteig Prize sebesar $25,000 untuk terbang solo nya menyebrangi Samudera Atlantik non-stop.   






          Seorang kebangsaan Australia yang di bantu dua orang partnernya pun turut ikut andil dalam ‘perlombaan’ membuat rekor ini. Charles Kingsford Smith yang pertama kali mengukir sejarah dengan terbang menyebrangi Laut Pasifik melalui jalur selatan. Penerbangan pertamanya dengan rute Oakland-Hawaii sejauh 2,400 mil ditempuh dalam waktu 27 jam 25 menit, yang dilalui tanpa masalah, bisa dibilang termasuk penerbangan yang mulus. Penerbangan selanjutnya menuju Suva, Fiji. Sejauh 3,100 mil dan memakan waktu tempuh 34 jam dan 30 menit. Disinilah ujian terberat mereka, karena harus terbang melalui badai petir yang terbentang di langit. Untungnya mereka dapat selamat sampai tujuan. Dan sesampainya mereka disambut meriah oleh sekitar 25,000 orang. 



          Di tahun 1929 Instrument Flight atau terbang berbasis instrument mulai di kembangkan. Pertama kali ide  ini dicetuskan oleh Jimmy Doolittle. Di tahun yang sama tercatat pesawat dengan kapasitas penumpang terbanyak dibuat. Pesawat itu adalah Dornier Do X dengan wingspan sepanjan 48 meter. Dalam percobaan penerbanganya tercatat membawa 169 penumpang.  
            Pada tahun 1930 pesawat bermesin jet mulai dikembangkan oleh negara Jerman dan Inggris. Dan keduanya terus mengembangkan pesawat bermesin jet sampai akhir Perang Dunia II


Perang Dunia II (1939-1945)

            Perang Dunia II menjadi ajang pengembangan dan produksi besar-besaran pesawat terbang untuk kepentingan perang. Negara-negara yang berperang saling berlomba-lomba mengembangkan senjata mereka. Taktik penyerangan, strategi pengeboman jarak jauh, dan teknologi radar terus menerus di kembangkan agar dapat mengungguli musuh di medan perang. Tahun 1939 dimana pertama kalinya di terbangkan oleh Erich Warsitz pesawat jet Heinkel He 178 buatan Jerman, dan juga Me 262. Di ikuti pada Juli 1942 pesawat bomber pertama di dunia yaitu Arado Ar 234. Pesawat hasil penilitian asal Inggris turut ikut andil dalam perhelatan Perang Dunia II yaitu Gloster Master. 






          Tidak lengkap rasanya bilamana hanya pesawat-pesawat di produksi besar-besaran tanpa kehadiran misil atau rudal jarak jauh. Misil digunakan untuk tujuan menyerang musuh, baik darat maupun udara. Misil V-1 adalah cruise missile pertama yang diperkenalkan. Yang ke dua adalah misil V-2. Dan selanjutnya yang teknologinya masih di gunakan hingga saat ini adalah misil bertenaga roket dimana saat eranya di pasangkan dalam pesawat Me 163 dan Bachem Ba 349 produksi asal negara Jerman yang mampu take-off tanpa landasan pacu, dengan kata lain dalam kondisi vertikal (layaknya helikopter). Walaupun dalam keadaan jayanya, pesawat jet fighter dinilai kurang efisien. Di karenakan faktor-faktor yaitu kurangnya bahan bakar, kurangnya pilot berpengalaman, serta industri perang yang tutup lapak khususnya negara pengembangnya yakni Jerman.









          Di era ini tidak hanya pesawat tempur saja yang di kembangkan. Melainkan helikopter juga ikut ambil bagian. Contohnya  Focke Achgelis Fa 223 pada tahun 1941 di Jerman. Dan helikopter Sikorsky R-4  pada tahun 1942 di Amerika Serikat.






1945-Sekarang
           
            Setelah mas Perang Dunia II, pesawat terbang digunakan untuk kepentingan komersial yang tumbuh sangat pesat. Transportasi orang dan kargo dengan menggunakan armada-armada eks. Pesawat militer. Contohnya seperti pesawat B-29 dan Lancaster yang di konfigurasi ulang menjadi pesawat komersial. Pesawat lainnya adalah DC-3 yang dibuat lebih nyaman dan kemampuan jelajah yang lebih jauh untuk mengangkut penumpang. Pesawat komersial pertama yang di tenagai oleh mesin jet pertama adalah de Havilland Comet di Inggris. Selanjutnya di tahun 1952 BOAC (British Overseas Airways Coorporation) yang sekarang lebih dikenal sebagai British Airways menggunakan pesawat Comet sebagai penerbangan berjadwal. 



          Sementara pesawat-pesawat banyak di produksi di era 50’ an, ternyata pesawat terbang mengalami serangkaian kegagalan. Disebabkan oleh metal fatigue atau keretakan logam badan rangka pesawat. Yang kerap kali patah saat lepas landas ataupun terbang. Keretakan logam disebabkan oleh tiap kali pesawat lepas landas dan mendarat, menahan beban yang lama kelamaan logam rangka pesawat tidak mampu lagi menahanya. Beruntung putra terbaik Indonesia kala itu menemukan solusi jitu untuk menemukan bagian mana saja yang mengalami keretakan. Ialah Dr. Ing. Bachruddin Jusuf Habibie. Umurnya baru mencapai 32 tahun kala itu. Masih sangat muda memang, namun idenya mampu menyelamatkan dunia aviasi. Saat itu beliau tenar dengan teori nya yaitu Crack Progression Theory yang dapat melacak keretakan di bagian pesawat, yang tentunya dengan mudah dapat di lakukan maintanence

Pesawat-pesawat komersial bermesin jet pun terus diproduksi. Mulai dari negara Russia dengan pesawat Tupolev Tu-104 nya, dan Amerika Serikat melalui perusahaan Boeing dengan B707 nya. Yang semakin hari tingkat kenyamanan untuk penumpang semakin di perhatikan. 





Di tahun 70’ an dunia penerbangan memasuki era modern nya. Dimana mulai di produksi pesawat dengan konsep fly by wire yang di tangani sepenuhnya oleh komputer pesawat. Jadi tanpa bantuan manusia pun sebenarnya pesawat dapat terbang yang telah diatur kerjanya oleh seperangkat komputer. Contohnya adalah produksi pesawat keluaran Airbus yakni A-300 yang sudah menggunakan sistem fly by wire nya. 






Selanjutnya di bidang militer juga mengalami banyak perkembangan. Pesawat Harrier Jump Jet yang mampu lepas landas di landasan pacu yang pendek bahkan lepas land dalam keadaan vertikal. Pada tahun 70’an pesawat supersonik juga turut menjadi jalur transportasi penumpang. Pertama kali pada tahun 1975 oleh Perusahaan asal Russia yakni Tupolev memperkenalkan pesawat Tu-144 nya. Di ikuti 2 tahun kemudian oleh BAE yaitu Concorde yang awalnya dikembangkan dari pesawat pengebom strategis saat masa Perang Dunia II. Concorde mampu terbang hingga ketinggia 60.000 kaki dan memiliki kecepatan jelajah 2,04 Mach setara dengan kecepatan suara, dengan konfigurasi sayap delta dan evolusi mesin yang dilengkapi dengan jet afterburner.










          Boeing 747 atau biasa di sebut jumbo jet lahir pada waktu industri udara era 60-an sedang maju pesat. Era pesawat komersil pada waktu itu. Pada waktu itu, Boeing sudah pun mengkaji pesawat yang besar untuk memenangi kontrak dari Tentara Amerika Serikat tetapi kalah kepada Lockheed C-5 Galaxy. Pan Am, klien setia Boeing pada waktu itu, meminta Boeing membuat sebuah pesawat penumpang yang besar, 2 kali ukuran Boeing 707. Maka, pada tahun 1966 Boeing mengeluarkan satu garis panduan mengenai konfigurasi pesawat penumpang yang akan dinamakan Boeing 747. Di kala itu B747 merupakan pesawat penumpang yang dapat mengangkut penumpang terbanyak di dunia. B747 sendiri pun mempunyai banyak variasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Mulai dari seri 100, 200, 300, 400, SP, Dreamlifter, dan yang terakhir seri 800. Namun kini kehebatan B747 tertandingi oleh produsen pesaing nya airbus. Tanggal 20 Oktober 2007 di luncurkan Airbus A380  yang jumlah kapasitas angkutnya hampir dua kali konfigurasi B747 yakni sebanyak 800 penumpang








          Memasuki abad ke 21 ini penggunaan pesawat terbang turut  digunakan sebagai sarana angkut pribadi yang berinterior mewah yang biasanya dimiliki oleh para pebisnis-pebisnis kaya di seluruh dunia untuk sarana transportasi  mereka. Juga pesawat-pesawat kategori ringan untuk penggunaan pesawat latih para calon pilot. Biasanya yang umum dipakai adalah jenis pesawat Cessna C-172







sources:




































1 komentar:

  1. Kita sekarang memang layak berterima kasih kepada Wright bersaudara, sepasang pekerja bengkel sepeda yang memiliki gagasan luar biasa.

    Sebagai pelajar, sebaiknya bukan hanya ungkapan terima kasih yang pantas dialamatkan pada mereka. Lebih dari itu, kita pantas belajar dari pemikirannya yang menembus batas-batas peradaban dan kemanusiaan itu.

    Para peneliti yang mempelajari Wright bersaudara konon menemukan cara pandang Wright yang berbeda dari kebanyakan manusia. Mereka tidak bertanya "Apakah manusia itu bisa terbang?", tetapi mereka bertanya, "Bagaimana caranya manusia bisa terbang (seperti burung)?" Pertanyaan 'bagaimana' ini telah melahirkan gagasan dan sejumlah eksperimen hingga kemudian sampai pada kesimpulan "Ternyata manusia bisa terbang (bahkan lebih nyaman dibanding burung terbang)"

    BalasHapus