Senin, 27 Agustus 2012

Tugas 5 - Perkembangan Musik Independen

            Independent Music, atau yang lebih dikenal dengan Indie Music adalah genre musik yang menggambarkan musik-musik yang tidak dipublikasi oleh label-label rekaman terkenal dan lebih seperti Do-It-Yourself. Musik indie biasanya dipublikasi oleh perorangan sendiri melewati internet. Terkadang, artis indie dikategorikan sebagai, ‘other genre’ karena mereka mempunyai gaya sendiri yang belum terkenal hingga ke masyarakat luas.


Pada akhir tahun 70an terjadi peralihan genre musik dari punk ke post-punk. Supaya membedakan dengan musik punk yang mulai menjadi musik pop, orang-orang menyebutnya independent. Kemudian, independent lebih dikenal dengan indie.

Album yang terkenal pada saat ini adalah Never Mind The Bollocks dari Sex Pistols. Karena menurut mereka musik punk sudah menjadi terlalu klise maka mereka menggabungkan dengan soul, folk, pop, dub dan mellow. Dulu, musik indie adalah representasi dari kutu buku yang ingin mengeksplorasi gaya tanpa harus bergaya rocker atau punk.

NME  atau New Musical Express adalah majalah musik Inggris yang menjadi media pertama yang menyesertakan single chart. Terbit sejak Maret 1952, NME berpengaruh besar dalam menyebarkan indie pop melalui bonus mereka. Salah satunya C81 dan C86. Itu adalah kaset kompilasi yang disisipkan NME sebagai bonus majalahnya. Respon dari C81 yang didapat sangatlah bagus sehingga terjual 30.000 kopi. Lima tahun kemudian, NME mengeluarkan C86.

Ketika indiepop menjamur, orang-orang yang ingin tahu tentang subkultur ini akan mendapatkannya lewat fanzine. Fanzine merupakan media non professional dan non official yang diproduksi oleh sang penggemar sendiri. Bentuknya seperti majalah kecil yang difotokopi. Istilah ini diciptakan oleh Russ Chauvenet yang dipopulerkan oleh sebuah fanzine tahun 1940. Tidak semua fanzine membahas musik, tapi ada juga yang membahas science fiction, punk, graphic design, sport dan game.

contoh fanzine


Label Musik Independen

Musik indie, juga punya sejarah yang panjang dalam mempromosikan musiknya kemasyarakat luas. Ini terjadi sejak pasca perang di Amerika Serikat dengan label-label seperti Sun Records, King Records, Stax dan lain sebagainya.

Di Inggris pada tahun 1950an hingga 1960an, label terkenal mempunyai kekuatan yang sangat besar sehingga label independent kesusahan untuk menjadi terkenal. Beberapa produser dan artis Inggris melaunching label independen sebagai hasil kerja mereka dan artis yang mereka sukai, tetapi beberapa kalah karena kekuatan dari label-label besar.

Di Amerika Serikat, label independen dan distributirnya terkadang tergabung dalam suatu organisasi untuk mempromosikan industrinya. The National Academy of Recording Arts and Sciences atau yang disingkat NARAS, terkenal sebagai organisasi dibalik Grammy Awards dimulai pada 25 tahun yang lalu atas organisasi dari beberapa label independen seperti Herand and Ember Records dan Atlantic Records. Pada tahun 1970an dibentuk the National Association of Independent Record Distribution atau yang disingkat NAIRD, yang kemudian menjadi A2IM pada tahun 2004. Organisasi yang lebih kecil seperti Independent Music Association (IMA) yang didirikan oleh Don Kulak diakhir 1980an. Pada tahun 1990an dibentuk Affiliated Independent Record Companies atau AIRCO yang member paling terkenalnya adalah upstart punk. Lalu ada The Independent Music Retailer’s Association (IMRA), organisasi yang tidak terlalu lama ada yang dibentuk oleh Mark Wilkins dan Don Kulak.

Pada era Punk Rock, jumlah label independent meningkat. The UK Indie Chart pertama hadir pada tahun 1980. Dan sejak 1970an distribusi musik indie menjadi lebih terorganisir. Sejak tahun 1970an hingga 1980an beberapa label independent inggris seprti Rough Trade, Cherry Red, Factory, Glass dan Creation mengkontribusikan sesuatu untuk pertunjukan dari artis yang mereka rilis.

Artis Independen dan Teknologi

Teknologi internet memperbolehkan artis untuk memperkenalkan musik mereka ke masyarakat luas dengan biaya yang rendah tanpa harus bergabung dengan label besar. Software musik digital juga mempengaruhi dalam menemukan musik-musik baru. Kesempatan ini digunakan oleh banyak band independent. Royaliti dari servis digital dapat menjadi sumber penting pendapatan. Jika sang atris sudah membayar untuk rekaman, manufaktur dan mempromosikan album mereka, maka tidak ada biaya untuk mendistribusikan album mereka secara online. Servis digital dapat memperkenalkan fans baru dan menaikkan pendapatan melalui retaliler online. Sang artis juga dapat merilis musiknya lebih sering dan cepat jika tersedia diinternet. Dengan tambahan, sang artis dapa merilis limited edition, out of print atau materi yang terlalu mahal untuk diproduksi melalui cara tradisional. No Limit adalah label independent di Amerika Serikat dengan penjualan lebih dari 75 juta record.

Beberapa artis mempunyai website-website sendiri di website terkenal seperti Myscpace.com, Audimated atau Indie Music Highway. Teknologi seperti messege boards, blog musik dan social networks digunakan oleh perusahaan musik independen dalam bisnis mereka. Dalam beberapa website kita juga dapat merating artis, sehingga dapat berpengaruh terhadap kesuksesan artis tersebut.
Beberapa band malah memilih untuk hanya mendistribusikan musiknya di internet. Marketing digital seperti CDBaby, Magnatune dan iTunes mempunyai teknologi untuk membuat podcast untuk mempromosikan musik melalui video diinternet.

Tren terakhir adalah artis-artis memberikan musik mereka dengan gratis. Seperti label, Quote Unquote Records dengan band-bandnya seperti Bomb The Music Industry dan juga Radiohead dengan album mereka In Rainbows, The Go! Team dengan single mereka Milk Crisis dan Trent Reznor dari Nine inch Nails dengan album Ghost I-IV dan The Slip.

Kompetisi Antara Publikasi Independent dan Tradisional
           
            Penjualan musik independent susah untuk dicari, tetapi pada tahun 2010 retailer independen CD baby mengatakan sudah menjual lebih dari 5 juta CD selama berdiri.

            Apple mengatakan sudah menjual lebih dari 16 milliar lagu melalui servis iTunes. Meskipun sebagian besar adalah musik ‘mainstream’.

            Musik Independent di Indonesia
           
Di Indonesia sendiri, di sekitar tahun 70-an band-band seperti God Bless, AKA, Giant Step, Super Kid dari Bandung, Terncem dari Solo, dan Bentoel dari Malang sudah mendeklarasikan bahwa mereka adalah band underground. Informasi itu terdapat di majalah Aktuil terbitan 1971. Di majalah itu diberitakan bahwa terdapat Underground Music Festival yang diadakan di Surabaya. Terdapat kompetisi antar band yang diwakili God Bless dari Jakarta, Giant Step dari Bandung, Terncem dari Solo, dan Bentoel dari Malang. Inilah yang merupakan cikal bakal scene Indie di Indonesia.

Sekitar 20 tahun kemudian yaitu pada tahun 1993, Pas band merilis album mereka yaitu For Trough The S.A.P. yang terjual sebanyak 5000 kopi mempunyai dampak yang sangat besar untuk scene Indie Indonesia. Sepertinya Pas Band-lah yang mempopulerkan Indie Label ini. Tapi album Pas band bukanlah album indie pertama di Indonesia. Dan menurut Deny Sakrie, Guruh Gipsy-lah yang mungkin merupakan album indie pertama di Indonesia yang dirilis pada tahun 1976.

Sejak terjualnya 5000 kaset mini album For Trough The S.A.P. dari Pas Band, scene Indie di Indonesia terlihat sangat bergairah menyambut budaya pemberontakan ini. Di saat Iwan Fals, dan Slank memperlihatkan eksistensinya, band-band Indie seperti Pure Saturday, Puppen, Waiting Room, dan yang lainnya mencoba untuk memperlihatkan eksistensinya lewat jalur Indie Label.

Era modern merupakan salah satu faktor perkembangan scene Indie di Indonesia. Terutama media dunia maya seperti Internet (International Network). Situs-situs seperti Myspace, Blogspot, dan lainnya memudahkan musisi Indie mempromosikan dirinya ke daerah lain. Dan kehadiran toko baju kapitalis berkedok Distro, memudahkan pendistribusian karya-karya para pelaku Indie Label.

Terakhir, band-band indie yang direkrut oleh Major Label seperti Pas Band (Aquarius), Suckerhead (Aquarius), Superman is Dead (Sony), Shaggy Dog (EMI), dan The Upstairs (Warner Music) merupakan suatu tanda bahwa indie berpotensi besar menjadi musik mainstream baru. Belum lagi ancaman dari salah satu produsen handphone yang membuat Club Artis Independen yang membuat kita menjadi VIP Member setelah memiliki Handphone produksinya. Tetapi semua itu saya kembalikan kepada teman-teman pelaku Indie, dan saya menghimbau Jangan sampai karya-karya kita dipolitisir oleh kaum mainstream.

            Contoh Artis Independen Mancanegara


The Pixies

Death can for Cutie

Noah and The Whale

Arctic Monkeys

Bon Iver

Vampire Weekend

Walk The Moon

The Smiths

The Black Keys


Franz Ferdinand

Joy Division

Radiohead




Sumber :
sumber foto :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar