Minggu, 26 Agustus 2012

Tugas 5 - Perkembangan Lomografi

Lomografi, sisi lain dari dunia fotografi

Lomografi adalah salah satu bentuk dari fotografi analog, dan menggunakan kamera LOMO. LOMO merupakan singkatan dari Leningradskove Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie. Nama tersebut diambil dari sebuah pabrik yang berada di St. Petersburg. Pabrik tersebut memproduksi lensa-lensa untuk kesehatan, seperti lensa mikroskop.

Lomografi berawal pada tahun 1982, diawali oleh seseorang yang bernama Michail Panfilowitsch Panfiloff, direktur dari LOMO Russian Arms and Optical factory. Ia meneliti sebuah kamera yang Ia dapatkan dari rekan kerjanya Igor Petrowitsch Kornitzky. Kamera tersebut adalah kamera Cosina CX-1. Mengetahui potensi dari kamera itu, kedua orang tersebut sepakat untuk meminta pabrik LOMO PLC di St. Petersburg, Russia untuk meniru dan mengembangkan kamera tersebut. Hasilnya diberi nama Lomo Kompakt Automat, atau biasa dikenal sebagai Lomo LC-A.
Cosina CX-1
Lomo LC-A

Pada tahun 1984, mereka berhasil memproduksi Lomo LC-A secara besar-besaran. 1200 orang ikut dalam proses produksi kamera. 1100 unit kamera dijual per bulannya, hanya untuk pasar di Uni Soviet. Popularitas dari kamera tersebut akhirnya menyebar ke negara-negara komunis lainnya seperti Polandia, Czechoslovakia, dan Kuba.

Namun produksi dari kamera tersebut lama kelamaan melemah, sampai akhirnya pada tahun 1991 kamera tersebut ditemukan oleh dua orang mahasiswa di Wina, Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger. Mereka mulai mengambil foto dengan kamera tersebut, namun bukan dengan cara yang biasa. Mereka mengambil foto dari pinggul. Saat mereka kembali ke Vienna, mereka mencuci roll film mereka dan ternyata hasilnya bagus. Dari hasil-hasil foto tersebut, banyak teman-teman, keluarga, bahkan orang-orang yang tidak mereka kenal menyukai dan bertanya-tanya tentang foro tersebut, dan menyebabkan orang-orang tersebut ingin memiliki kamera LC-A

Di tahun 1994, dibentuk sebuah komunitas lomografi internasional yang bernama Lomographic Society International (LSI). Komunitas ini membuat “10 Golden Rules of Lomography”. Isi dari 10 aturan emas tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Take your camera everywhere you go (Bawa kamera anda kemanapun anda pergi)
  2. Use it any time – day and night (Pakai kamera anda kapan saja anda mau, baik siang maupun malam)
  3.  Lomography is not an interference in your life, but part of it (Lomografi adalah bagian dari diri anda, bukan gangguan)
  4. Try the shot from the hip (Cobalah ambil gambar dari pinggul)
  5.  Approach the objects of your Lomographic desire as close as possible (Dekati objek foto anda sedekat mungkin)
  6. Don’t think -William Firebrace (Jangan berpikir dalam memotret)
  7. Be fast (Anda harus cepat dalam memotret)
  8. You don’t have to know beforehand what you captured on film (Anda tidak perlu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil)
  9. Afterwards either (Anda juga tidak perlu memikirkan hasilnya)
  10. Don’t worry about any rules (Jangan pedulikan aturan-aturan fotografi saat menggunakan kamera Lomo)


10 aturan emas tersebut kemudian dimuat di surat kabar ‘Wiener Zeitung’ pada tanggal 5 November 1992. Tidak lama setelah itu, dewan kota Vienna menyediakan LSI sebuah rumah kosong di Breitegasse, yang kemudian menjadi dasar dari semua operasi Lomografi. Di rumah ini juga pameran Lomografi pertama dilaksanakan. Di pameran tersebut, 700 kamera Lomo LC-A terjual. Di pameran ini lahirlah ‘LomoWall’, yaitu dinding yang ditempeli beribu-ribu foto lomografi yang diambil oleh para pengguna lomo di seluruh dunia.

Pada tahun 1994, Lomo memiliki situs resmi yaitu www.lomo.com. Di tahun ini juga 2 pameran Lomografi secara serempak dilaksanakan di New York dan Moscow. Di setiap kota dibangun LomoWall yang menunjukan warna-warna dari hasil foto Lomografi. Beberapa bulan kemudian, Lomo Embassy atau kedutaan Lomo pertama didirikan di Berlin.

Tahun 1996, produsen kamera di Russia memutuskan untuk memberhentikan produksi kamera LC-A. Hal ini disebabkan karena Uni Soviet pecah, harga naik dan produksi sangat berubah di Russia. Agar tetap memproduksi LC-A, LOMO PLC terpaksa menaikkan harga kamera tersebut. Kebanyakan pengguna lomo tidak mampu untuk membayar harga baru dari kamera tersebut walaupun sudah bernegosiasi. Akhirnya diputuskan bahwa sesuatu harus dilakukan untuk mengubah keadaan ini. Para pengguna mengorganisir suatu delegasi, membuat pertemuan dengan Konsul Austria di St. Petersburg sampai akhirnya bertemu dengan wakil mayor dari St Petersburg, Vladimir Putin untuk meyakinkan agar kamera LC-A tetap diproduksi. Mereka berhasil dan produksi LC-A tetap dilanjutkan.

Di tahun 1997, lomo.com diluncurkan kembali sebagai lomography.com, website yang menyediakan online shop, komunitas, proyek spesial, dan WorldArchive yaitu koleksi hasil foto dari pada pengguna Lomo di banyak tempat. Tahun ini juga merupakan tahun dimana Lomography World Congress atau Kongres Lomografi Dunia pertama dilaksanakan di Madrid, dan didirikan sebuah LomoWall yang panjangnya mencapai kurang lebih 120 meter, dan memuat kurang lebih 35.000 hasil foto.

Pada tahun 1998, LSI meluncurkan kamera dengan 4 lensa yang bernama Actionsampler di Photokina, konvensi fotografi terbesar di dunia. Kamera dengan bentuk aneh yang menghasilkan 4 foto sekuens ini langsung melejit namanya.
Actionsampler

Kamera baru muncul di tahun 2000, yaitu Supersampler. Kamera ini didesain, diproduksi dan dipatenkan oleh Lomografi. Kamera Supersampler dijuluki sebagai “Queen of all Multi-lens Cameras” atau ratu dari semua kamera multi-lens. Kamera ini menghasilkan 4 foto sekuens dengan format panoramik dalam1 potret.
Supersampler

LomoHome mulai diluncurkan di lomography.com di tahun 2000. LomoHome adalah semacam jejaring sosial dimana pengguna Lomo bisa memamerkan hasil fotonya kepada orang lain, dan bisa membuat LomoWall sendiri.

Toko Lomografi yang pertama di dunia didirikan di Kunsthalle, sebuah galeri di Vienna pada tahun 2001. Dinding dari toko ini diselimuti dengan hasil foto lomografi. Toko ini menyediakan banyak sekali produk inovatif dari seluruh dunia dan juga menyediakan produk-produk Lomografi. Mereka juga membuat berbagai macam workshop dan aktivitas lainnya yang berkaitan dengan Lomografi. Di tahun 2002, Vienna menjadi tuan rumah untuk Lomography World Congress dan menampilkan hasil-hasil foto yang indah dari berbagai belahan dunia.

Tahun 2003, untuk melengkapi produk-produk fotografi, Lomografi memproduksi tas Sidekick TPE - didesain untuk membawa kamera, film, dan memuat laptop kecil. Hal ini memulai Lomografi untuk membuat produk-produk fashion seperti t-shirt, tas, tas kamera, dan aksesoris seperti pin.
LomoWall terbesar dibuat pada tahun 2004 di Cina, pada saat World Congress.
Sidekick TPE Bag

Pada tahun 2005, Lomografi memperkenalkan kamera baru yang bernama Fisheye. Kamera ini menghasilkan foto yang berbentuk lingkaran yang mencakup jangkauan foto yang cukup luas. Di tahun berikutnya, tahun 2006, diperkenalkan lagi sebuah kamera baru yaitu LC-A+, yang merupakan reproduksi dari kamera LC-A. Kamera ini diproduksi di Cina, namun lensa tetap didapatkan dari Russia. Kamera ini tetap menawarkan kualitas yang sama dengan LC-A, namun ditambahkan fitur lain seperti pilihan multiple-exposure dan disediakan juga aksesoris-aksesoris khusus untuk LC-A+.

Banyak yang terjadi di tahun 2007. Kamera Diana – kamera medium-format dari tahun ‘60an – direproduksi dan diperkenalkan oleh LSI dan diberi nama Diana+. Fitur-fitur dari Diana ditambahkan sehingga menyediakan lebih banyak pilihan untuk menghasilkan foto yang lebih kreatif. Dibukanya toko-toko Lomografi baru di Hong Kong, Paris, dan Seoul, World Congress di London, dan kolaborasi Lomografi dengan White Stripes yang menghasilkan kamera Holga edisi  “Jack” dan Diana+ edisi “Meg”. Kedua kamera tersebut merupakan edisi terbatas.

LomoWall di London World Congress

Tahun 2008. Lomografi kembali mereproduksi sebuah kamera, yaitu Lubitel+. Kamera ini merupakan perkembangan dari kamera 2 lensa, Lubitel.  Di tahun ini Lomografi juga mendeklarasi “The Future is Analogue” di konvensi Photokina di Cologne, German. LomoWall menyelimuti dinding dan tembok, yang menyebabkan perhatian yang sangat besar dari orang-orang. Di konvensi ini, Lomografi juga meluncurkan buku tentang LC-A, yang mendokumentasikan seluruh cerita dari LC-A. Hasil-hasil lomografi terbaik dari seluruh dunia pun ikut ditampilkan di konvensi tersebut. Dua teknik fotografi seperti cross processing dan redscaling dibuat lebih mudah oleh Lomografi, dengan peluncuran film-film pertama Lomografi yaitu film X-Pro dan film Redscale yang diproduksi oleh Lomografi.

Website Lomografi, lomography.com, diluncurkan kembali di tahun 2009 dengan banyak perubahan seperti tampilan baru, penambahan bagian-bagian baru seperti interaksi komunitas, kontes, artikel, dan bagian lainnya yang berkaitan dengan Lomografi dan fotografi analog.
Di tahun ini juga cukup banyak yang terjadi. Dibukanya toko Lomografi baru di New York, Lomografi bekerja sama dengan butik Colette dan menghasilkan buku “Dianalogues: Through a Woman’s Lens” dan kamera Diana+ edisi spesial, diluncurkannya Diana Instant Back+  – aksesoris untuk Diana+ yang berfungsi untuk menghasilkan foto secara instan dengan kamera Diana+, dan dikeluarkannya film X-Pro dengan format 35mm.
Tahun 2009 juga merupakan selebrasi dari 25 tahun kamera yang merupakan awal dari Lomografi, kamera LC-A. Lomografi merayakan ini dengan mengeluarkan kamera “LC-A 25th Anniversary” dan “No Nukes” yang merupakan edisi terbatas. Pameran internasional Diana – The Diana World Tour – dilaksanakan tahun ini dengan tujuan untuk memperkenalkan kamera Diana kepada pengguna Lomo di seluruh dunia.

Tahun 2010 merupakan tahun yang berkesan untuk sejarah Lomografi. Mereka mengambil alih kembali Photokina di Cologne dan mengumumkan “10 Prophecies for the Analogue Future”, yang berisi :

1.     Leave the digital grind behind
2.     The return of luck, coincidence, contingency, chance, fortune and surprise
3.     Expect the unexpected and the excitement of experiment
4.     Lomography will bring back overtones, nuances, smells, shades, dirt & dust and real life beauty to us
5.     Film & paper ensure originality, authenticity and eternity
6.     Look twice
7.     Let loose with lomography
8.     The Avant-garde is analogue
9.     A bazillion fresh analogue await us
10. The analogue future is the home of a whole lot of love, joy, fun, sex, and paradise!

Di tahun ini juga diluncurkan 2 kamera baru, yaitu Spinner 360o dan Sprocket Rocket. Tidak lama setelah diluncurkan, kamera Spinner 360mendapatkan award European Consumers Choice. Sprocket Rocket merupakan kamera yang didedikasikan khusus untuk sprockets, yaitu lubang-lubang yang terdapat pada film dengan format 35mm. Diluncurkan juga kamera edisi terbatas LC-A+, yaitu LC-A+ White dan LC-A+ Gold. Lomografi juga mulai memproduksi film-film dengan format 120 dan 35mm. Website lomografi juga diperbaharui dan diluncurkan kembali dengan fitur-fitur baru sebagai perkembangan untuk memperluas komunitas global. Lomografi juga meluncurkan website lokal khusus untuk Kanada, Taiwan, Thailand, Korea, Cina, UK, dan Itali. Mereka juga membuka 9 toko baru di seluruh dunia. The Diana World Tour masih tetap berlanjut untuk tetap memperkenalkan kamera dunia ke seluruh dunia.

Di tahun 2011, Lomografi meluncurkan banyak kamera spesial dan aksesoris kamera lainnya. Di bulan Februari, diluncurkan kamera Diana edisi spesial yaitu Diana Mini “Love is in the Air”, Diana F+ “Take My Heart”, dan Fisheye “I Love LOMO”. Di bulan Maret, Lomografi meluncurkan 7 desain t-shirt baru. Bulan April, Lomografi mendirikan LomoLab di UK dan USA. Di Bulan ini Lomografi meluncurkan 3 kamera edisi spesial, yaitu Diana Mini “Jiyu”, Diana F+ “Kirameki”, dan Fisheye 2 “Shiawase”. Mereka mendonasikan sejumlah uang untuk palang merah di Jepang setiap pembelian kamera ini. Bulan Mei, mereka mengeluarkan kamera Lomo LC-Wide, inovasi terbaru dari LOMO. Di bulan Juni diluncurkan kamera La Sardina dengan 4 desain unik, yaitu “El Capitan”, “Fischers Fritze”, “Sea Pride” dan “Marathon”. Diluncurkan juga flash untuk La Sardina, yaitu “Fritz the Blitz”.  Di bulan ini juga dikeluarkan Sprocket Rocket dengan edisi “Superpop!”. Di bulan Juli, diluncurkan juga kamera edisi spesial yaitu LC-A+ Russia Day. Dikeluarkan juga film hitam putih 35mm ‘Earl Grey’ dan 120 ‘Lady Grey’ . Bulan September, diluncurkan 6 edisi spesial monochrome untuk Diana F+, Diana Mini dan Fisheye 2. Film 35mm Lomography X Tungsten juga dikeluarkan di bulan ini. Di bulan Oktober, diluncurkan kamera La Sardina dengan 4 motif baru edisi plastik. Di bulan November, diluncurkan inovasi paling menarik di tahun ini yaitu LomoKino. LomoKino adalah kamera yang menghasilkan film seperti stop motion. Di bulan ini juga diluncurkan Diana F+ Gold, Diana Mini Gold dan Fisheye 2 Gold.

Monochrome edition


Di tahun 2012 ini banyak juga kamera yang diluncurkan seperti Diana F+ Zebra, Diana Mini Leopard, Fisheye 2 Python, La Sardina Orinoco Ochre dan Sapphire Serpent, Fisheye baby dan Diana baby. Tahun 2012 ini belum berakhir, dan sepertinya Lomografi akan mengeluarkan lebih banyak kejutan bagi para pecinta lomografi.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar