Minggu, 26 Agustus 2012

Tugas 5 - Perkembangan Batik di Indonesia


"Menguak Perkembangan Salah Satu Budaya Indonesia yang Diakui oleh Dunia"


Bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang terkenal akan kekayaan budaya dari masing – masing daerahnya.  Setiap daerah yang terletak dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dapat memperlihatkan ciri khas dari masing – masing daerahnya baik dalam segi seni, budaya, ataupun sejarahnya.
Salah satu budaya yang mencirikan Indonesia adalah batik.  Batik terkenal akan coraknya yang menarik, anggun, dan penuh dengan kreativitas dari pembuatnya.  Adapun pembuatan batik ini di setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya. 
Seiring dengan perkembangan zaman menuju zaman modernisasi, batik dapat dimodifikasikan agar dapat selalu berkembang dan dapat mengikuti perkembangan zaman, sehingga batik dapat selalu dipakai dan tak lekang oleh waktu. 

Awal Mula Batik
Batik secara bahasa adalah salah satu cara untuk membuat pakaian.  Pembuatan batik mengacu pada teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam.  Malam adalah lilin yang telah dipanaskan dengan kompor atau  tungku dan malam tersebut akan dilukiskan ke kain dengan menggunakan canting. Canting ini bersifat seperti kuas untuk kain. Canting untuk membatik ini pertama kali ditemukan di Pulau Jawa dengan motif di canting tersebut.
Pengertian batik yang kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan menggunakan teknik tertentu, termasuk dengan menggambarkan motif ataupun corak yang dapat menggambarkan ciri khas pada setiap batiknya.
Secara etimologi, batik berasal dari gabungan dua kata yang berasal dari bahasa Jawa, yakni “amba” yang berarti menulis dan “titik” yang bermakna titik. Singkatan dari “amba” dan “titik” tersebut akhirnya membentuk sebuah kata yaitu Batik.

Bagaimanakah cara membuat sebuah batik?
Proses Pembuatan Batik
Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan yang menggunakan malam merupakan salah satu seni kuno.  Penggunaan malam sebagai salah satu teknik pewarnaan ditemukan di Mesir dan mulai terkenal sejak abad ke-4 sebelum masehi.  Pada saat itu corak dapat dilihat pada kain mumi yang dihias dengan menggunakan malam untuk menciptakan pola.
Seperti yang sudah dijelaskan, pewarnaan batik menggunakan malam yang dilukiskan dengan menggunakan canting, setelah itu kita akan menunggu batik untuk kering.  Setelah kering, batik akan diberi warna sesuai dengan keinginan.
Waktu yang diperlukan sebuah batik untuk kering berbeda-beda, contohnya saja batik tulis memerlukan waktu yang sangat lama untuk kering.  Batik tulis memerlukan waktu dua hingga tiga bulan untuk kering, sedangkan untuk batik cap cukup memerlukan waktu dua sampai tiga hari untuk kering. 

Daerah Penyebaran Batik
Terdapat beberapa pemahaman tentang dari mana batik awalnya berasal.   Walaupun kata batik berasal dari bahasa Jawa, menurut G.P Rouffaer berpendapat bahwa batik mulai dikenalkan dari India.  Tetapi, menurut F.A Sutjipto, Ia percaya bahwa tradisi batik asli dari Toraja, Flores, Halmahera, ataupun Papua.
Dalam literatur Eropa, teknik pembuatan batik ini diceritakan dalam History of Java.
Di Asia, terknik seni rupa membuat pola di atas kain juga ditemukan di Tioongkok semasa dinasti T’ang dan juga di India serta Jepang. Di Afrika, seni ini juga dikenal di Nigeria.
Di Indonesia sendiri, kesenian membatik dipercaya sudah mulai ada semenjak zaman Majapahit dan menjadi populer pada akhir abad ke 18 atau awal abad ke-19.  Seluruh batik tersebut ditulis dan baru memulai batik cap saat tahun 1920-an.

Batik pada zaman dahulu
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni yang tinggi dan telah menjadi   kebudayaan Indonesia  sejak cukup lama, khususnya untuk suku Jawa.
Zaman dahulu, perempuan – perempuan jawa menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai sumber mata pencaharian.  Pekerjaan menjadi seorang pembatik merupakan sebuah pekerjaan yang eksklusif.  Sampai pada akhirnya ditemukan batik cap dan memungkinkan seorang pria untuk melakukan pekerjaan ini.
Namun, pada suatu daerah pesisir pekerjaan membatik ini lazim untuk para pria. Contohnya saja batik “Mega Mendung” yang memiliki corak maskulin.
Pada awalnya, membatik merupakan sebuah kebiasaan yang turun menurun sehingga tidak jarang bahwa sebuah keluarga memiliki motif batik masing – masing.  Tidak jarang juga, pada zaman dahulu motif batik menentukan status sosial seseorang.  Bahkan ada beberapa motif yang hanya dipakai oleh keluarga Keraton.
Batik merupakan warisan  nenek moyang Indonesia yang pada awalnya berasal dari Jawa. Batik Indonesia pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden kedua Indonesia yaitu Presiden Soeharto yang Ia pakai pada saat konferensi PBB.

Batik Modern
Seiring dengan masuknya budaya – budaya bangsa lain ke Indonesia, pembuatan batik memiliki corak dan warna yang beragam.  Pada awalnya, batik hanya memiliki corak dan warna yang terbatas dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu.
Namun, batik pesisir menyerap berbagai pengaruh dari bangsa asing dari para pedagang asing dan pada akhirnya tentu saja budaya yang dibawa oleh para penjajah.  Batik yang dahulu hanya berwarna cokelat atau warna tua, saat ini mulai berinovasi menjadi warna terang dan meniliki corak yang lebih berbentuk seperti gambar, contohnya saja seperti batik bercorak phoenix yang dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.  Akan tetapi batik tradisional tetap mempertahankan corak tradisionalnya yang khas.
Seiring dengan perkembangan zaman, batik bukan hanya dijadikan sebagai busana ataupun kain.  Seperti yang telah banyak kita lihat, batik banyak yang dijadikan sebagai barang – barang lain. Contohnya saja seperti tas, tudung saji, taplak.

Pemakaian dan Pemasaran Batik
Batik yang telah berkembang sejak zaman dahulu hingga zaman sekarang ini telah membuat perubahan mode baik pada masyarakat di daerah maupun masyarakat di perkotaan.
Masuknya budaya asing ke Indonesia tentu saja membawa beberapa dampak yan dapat membuat masyarakat Indonesia akan lupa tentang budaya.  “Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau” pepatah tersebut menggambarkan betul yang sering manusia lakukan.
Dahulu kala, batik hanya dipakai oleh kalangan – kalangan bangsawan karena dinilai cukup mahal untuk membeli sebuah batik terutama batik tulis.  Selain itu, dahulu batik hanya dipakai untuk acara – acara formal.  Perbedaan yang mencolok terjadi menuju ke zaman yang semakin modern.  Zaman sekarang, semua orang mulai menggunakan batik bahkan saat acara non – formal sekalipun.  Hal ini dipengaruhi karena sudah mulai banyak batik cap yang harganya lebih miring, dan selain itu kebanggaan akan batik Indonesia sudah lebih terbentuk.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa kalian baru akan merasakan sayang atau kehilangan sesuatu saat barang tersebut sudah tidak ada.  Hal tersebut terjadi juga saat peristiwa batik Indonesia yang di-klaim oleh negara tetangga kita. Dan pada akhirnya batik Indonesia dipatenkan oleh Unites Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tanggal 2 Oktober 2009

Event – event Memasarkan Batik
Mobil yang dipamerkan saat World Summit Batik seharga 1 Milyar
 Salah satu event terkenal di Indonesia yaitu INACRAFT(International handicraft trade fair).  Event ini sudah terkenal baik untuk kancah nasional maupun Asia Tenggara.    Inacraft berisi barang – barang kesenian asli Indonesia dan termasuk batik.  Pengunjung Inacraft ini bukan hanya orang Indonesia melainkan banyak turis-turis asing yang berkunjung ke sana.
Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berada di negara asing, saat ini mulai melaksanakan pameran kenegaraan.  Pameran kenegaraan ini biasanya diikuti oleh warga Indonesia yang berada di tempat tersebut.  Rata-rata para peserta pameran merasakan bahwa warga Negara asing memiliki rasa apresiasi yang tinggi terhadap batik karena mereka menganggap batik itu unik.

Jenis Batik Pada Zaman Dahulu

Batik pada zaman dahulu disebut juga dengan batik lawas.  Ciri utana dari batik ini adalah warna yang cenderung lebih gelap, dan juga didominasi dengan warna cokelat yang cenderung tua, hitam, dan juga putih.  Corak – corak yang terdapat di batik lawas merupakan corak – corak yang klasik.
Dalam istilah, batik lawas dapat diartikan juga sebagai batik yang pernah digunakan dahulu, atau bisa disebut juga second hand.
Kain – kain yang digunakan untuk batik lawas ini, tentunya saja merupakan kain tua yang benang – benangnya sudah mulai rapuh, oleh karena itu diperlukan beberapa metode untuk menyimpannya, yaitu; dicuci dan direndam, keringkan batik dengan menggunakan handuk kering, lalu setrika dengan menggunakan suhu yang sedang – sedang saja.  Selain itu batik lawas tidak boleh dilipat dan dimasukan ke dalam plastik, karena akan merusak benang – benang kain yang sudah mulai tua itu.  Penyimpanan terbaik untuk kain lawas adalah dijepit menggunakan hanger, dan ditaruh dengan rapi di dalam lemari.

BATIK KERATON
Batik Keraton
 Batik Keraton merupakan asal muasal dari segala batik yang sekarang beredar di Indonesia.  Motif dari batik keraton ini memiliki makna filosofi hidup.  Batik keraton ini merupakan batik yang sangat khas dan terhormat, karena dibuat oleh putri keraton beserta para pembatik – pembatik ahli di lingkungan keraton.  Corak – corak yang ada pada batik keraton ini, bisa dibilang “teralarang” untuk digunakan ataupun dibuat pada batik biasa.  Motif – motif tersebut seperti Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak, dan termasuk juga Batik Udan Liris.

BATIK KAWUNG
Batik Kawung
Kawung  yang sudah agak dimodernisasikan
 Motif dari batik kawung ini adalah berpola buatan mirip buah kawung.  Kawung adalah sejenis kelapa atau kadang – kadang sebagai buah kolang – kaling.  Motif kawung ini diurut secara geometris. Kadang – kadang motif kawung ini digambarkan juga sebagai bunga lotus.  Makna dari bunga lotus itu sendiri adalah melambangkan umur panjang dan juga kesucian.  Lotus sendiri merupakan sebuah tumbuhan yang memiliki 4 buah daun bunga yang merekah.
Batik kawung ini diklasifikasikan lagi secara lebih spesifik dengan memperhatikan motif dan juga polaKawung Picis adalah motif kawung yang tersusun oleh bentuk bulatan yang kecil. Picis adalah mata uang senilai sepuluh senyang bentuknya kecil. Sedangkan Kawung Bribil adalah motif-motif kawung yang tersusun oleh bentuk yang lebih besar daripada kawung Picis. Hal ini sesuai dengan nama bribil, mata uang yang bentuknya lebih besar daripada picis dan bernilai setengah sen. Sedangkan kawung yang bentuknya bulat-lonjong lebih besar daripada Kawung Bribil disebut Kawung Sen.

Jenis batik pada zaman sekarang (Batik Modern)
Pada dasarnya, batik modern dan batik zaman dahulu ( yang lebih dikenal dengan nama batik lawas)  memiliki corak yang tidak jauh berbeda.  Hanya saja, corak batik lawas dan batik modern berbeda dalam pembuatan dan teknik.
Pada batik lawas, terdapat beberapa batasan motif yang harus dibuat.  Contohnya saja Batik Keraton seperti yang sudah saya jelaskan diatas.  Pada batik modern tidak ada batasan dalam memebuat motif ataupun warna – warna yang digunakan untuk pewarnaan.
Pada batik modern, motif – motif yang digunakan sangat beragam dari beberapa daerah. Bahkan, beberapa moti khusus dibuat untuk anak – anak seperti batik bola bahkan sampai batik kartun.
Beberapa model terbaru batik bola




  
Batik modern yang beragam modelnya
      BATIK MADURA

Batik madura merupakan batik yang dibuat di unit – unit rumah tertentu.  Dalam produksi batik madura ini, tetap mempertahankan sistem pembuatan secara tradisional. Batik madura ini terkenal akan coraknya yang bebas dan warna yang berani seperti warna merah, kuning, dan hijau muda. 
Di Madura ini, para pengrajin batik ini dikumpulkan di suatu wilayah yang disebut dengan Pamekasan.  Di kawasan Pamekasan ini, para pengrajin batik membuat dan menjual langsung batik – batik yang sudah siap untuk dijual.

BATIK CIREBON
Batik Cirebon
 Batik cirebonan atau yang lebih dikenal dengan motifnya megamendung ini merupakan batik yang telah terkenal di kancah mancanegara.  Bahkan motif megamendung ini adalah motif pertama dan satu – satunya di dunia.  Oleh karena itu, Departemen Kebudayaan dan Kepariwisataan RI akan mendaftarkan corak batik megamendung ini ke UNESCO sebagai salah satu world heritage.
Motif megamendung ini pada awalnya diharuskan untuk selalu berwarna biru yang diselingi dengan warna merah untuk menggambarkan sisi kemaskulinan dan suasana yang dinamis.  Sisi kemaskulinan dari batik ini harus ditonjolkan karena ada campur tangan laki – laki dalam membuatnya.  Kaum laki – laki anggota tarekat adalah yang pertama kali merintis tradisi ini.  Warna biru dan merah juga menggambarkan keadaan masyarakat pesisir yang terbuka, lugas, dan juga egaliter.
Arti lain dari warna biru sendiri digambarkan sebagai warna langit yang berarti luas, bersahabat, dan juga tenang.  Warna biru ini juga digambarkan sebagai pembawa hujan yang telah dinanti – nantikan sebagai pembawa kesuburan dan yang memberi kehidupan.  Warna biru yang digunakqan dalam batik ini beragam mulai dari biru muda hingga biru tua.  Arti dari biru muda adalah cerahnya kehidupan, sedangkan biru tua menggambarkan awan gelap mengandung air hujan dan akan memberi kehidupan.
Saat ini motif megamendung telah mengalami berbagai perkembangan dan modifikasi sesuai dengan permintaan konsumen.  Motif megamendung ini dapat dipadupadankan dengan motif yang lucu – lucu seperti kapal, hewan, tumbuhan, dan lain – lain.  Selain itu, sekarang warna dari batik megamendung ini tidak selalu biru dan merah.  Warna batik megamendung ini telah berkembang menjadi warna kuning, hijau, coklat, dan lain – lain.

Sumber:

2 komentar:

  1. batik kawung perkembangannya dimana ajah

    BalasHapus
  2. Thanks for sharing.. Tertarik untuk mempelajari cara membuat batik tulis sederhana, cara membuat batik cap sederhana, serta teknik pewarnaan batik?.. Anda bisa mendownload video tutorialnya di Fitinline..

    BalasHapus