Selasa, 28 Agustus 2012

Tugas 5 - Perkembangan Aliran Musik Progressive Rock


Perkembangan Aliran Musik Progressive Rock
A.Penjelasan
Sebelumnya mungkin anda banyak yang bertanya mengapa saya memilih Progressive Rock sebagai tema saya. Pertama, saya memilih Progressive rock karena mungkin beberapa dari kita belum mengetahui apa itu progressive rock sehingga kita dapat memperdalam ilmu pengetahuan kita tentang musik. Kedua saya memilih Progressive rock karena menurut saya pribadi, ini adalah aliran musik yang sangat baik untuk didengar oleh masyarakat karena kebanyakan musik di jaman sekarang sudah tidak mendidik masyarakat lagi dengan tema musik sekarang yang kebanyakan didasari oleh tema tentang cinta sehingga membuat masyarakat kurang kreatif untuk menciptakan musik yang indah tidak seperti masa dimana musik Progressive rock sangat sukses yang dimana tema musiknya menceritakan dongeng yang sangat kreatif dan baik untuk didengar oleh masyarakat. Ketiga saya ingin masyarakat sadar bahwa musik rock juga memiliki aliran yang indah dan musik rock tidak hanya tentang kerusuhan saja tetapi ada juga aliran musik rock yang berisi tentang keindahan dan seni yang sangat baik. Saya ingin masyarakat memiliki aliran musik yang beragam tidak hanya Pop saja dan saya berharap aliran ini bisa kembali berhasil seperti masa jayanya di tahun 1970-an. Karena alasan inilah saya memilih Progressive rock sebagai tema saya. Semoga setelah membaca tulisan saya yang dikumpulkan dari beberapa sumber ini, masyarakat menjadi penasaran dan mendalami aliran Progressive rock lebih dalam dan menikmatinya dan sadar bahwa Progressive rock adalah musik yang sangat indah.
Sebelum membahas perkembangan aliran musik progressive rock kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu progressive rock. Progressive rock adalah aliran musik rock yang berasal dari Inggris dan berkembang di Amerika Serikat, Jerman, dan Italia. Aliran progressive rock asalnya merupakan usaha orang Inggris untuk memberikan kesan lebih artistik pada musik rock. Aliran ini memiliki beberapa dasar aliran musik yaitu Psychedelic rock, blues rock, jazz fusion, classical music, free jazz, dan experimental rock.
B.Sejarah Perkembangan
B.1. Pelopor
            Menurut Allmusic, puisi Bob Dylan, album Freak Out! (1966) dari The Mother of Invention’s dan album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band (1967) dari The Beatles disebut merupakan “awal gemuruh aliran musik Progressive rock dan Art rock”, sementara menurut  progressiverock.com menyebutkan bahwa itu merupakan “awal mulanya musik proggresive dan art rock”. Album konsep The Beach Boys yang berjudul Pet Sounds(1966) dan album kedua Jefferson Airplane yang berjudul Surrealistic Pillow(1967) keduanya disebut sebagai inspirasi besar bagi banyak band-band Progressive rock.
Dari pertengahan tahun 1960-an The Left Banke, The Beatles, The Rolling Stones dan The Beach Boys sudah mulai menggunakan harpsichord, wind dan string pada beberapa bagian musik mereka direkaman mereka untuk menciptakan aliran rock yang sedikit aneh dan bisa didengar di single-single pada masa itu seperti lagu dari Procol Harum yang berjudul “A Whiter Shade of Pale” (1967), dengan intronya yang terinspirasi dari musik-musik Bach. Album Freak Out!, yang diliris tahun 1966, mulai mencampurakn aliran Proggresive rock, Garage rock dan avant-garde. Di tahun yang sama, band “1-2-3” yang nantinya berganti nama menjadi Clouds, mulai bereksperimen deng struktur lagu, improvisasi, dan aransemen musik yang berlapis. Pada bulan Maret tahun itu, The Byrds merilis lagu “Eight Miles High”, yang dianggap sebagai pioner single Psychedelic rock dengan gitar solo yang sangat terinspirasi musik jazz yang dimainkan oleh John Coltrane. Nantinya pada tahun tersebut, The Who merilis “A Quick One While He’s Away”, yang merupakan sampel awal dari jenis rock opera, dan dianggap oleh beberapa kalangan sebagai awal dari Progressive Rock yang epik.
Pada tahun 1967, Jeff Beck merilis single yang berjudul “ Beck’s Bolero”, yang terinspirasi dari Maurice Ravel Bolero, dan nantinya ditahun tersebut, Procol Harum merilis single yang terinspirasi oleh Bach yang berjudul “A Whiter Shade of Pale”. Juga ditahun 1967, The Moody Blues merilis album Days of Future Passed, yang menggabungkan musik yang terinspirasi dari aliran musik orkestra klasik dengan tradisional rock struktur. Album pertama Pink Floyd, The Piper at the Gates ofDawn, mengandung lagu yang hampir mencapai sepuluh menit yang berisi improvisasi psychedelic dengan judul lagu yaitu “Interstellar Overdrive”.
Di akhir tahun 1960-an, banyak band rock yang memulai menambahkan alat musik dari musik klasik dan musik dari timur, dan mereka mulai bereksperimen dengan improvisasi dan komposisi musik yang lebih panjang. Contohnya adalah East of Eden yang menggunakan harmonik dari musik timur dan instrumen seperti saxophone sumerian di album Mercator Projected ditahun 1969. Beberapa band seperti Soft Machine dari Inggris mulai mencampurkan musik Rock dan Jazz. Di akhir dekade, band lain seperti Deep Purple dan The Nice, juga sudah mulai merekam musik yang terinspirasi dengan musik klasik dengan orkestra lengap, yaitu album Concerto for Group and Orchestra dari Deep Purple dan Five Bridges dari The Nice. Penggunaan musik klasik mulai di kristalisasikan pada tahun 70-an dengan album Made in Germany(1975) dari  Amon Düül II, Pink Floyd Atom Heart Mother (1970), dan beberapa pekerjaan dari Frank Zappa.
B.2. Band-Band Awal
            Band-band yang dibentuk pada akhir tahun 1960-an termasuk The Moody Blues (1964), Pink Floyd(1965), Soft Machine (1966), Barclay James Harvest (1966), Gong (1967), Jethro Tull (1967), The Nice (1967), Procol Harum (1967), The United States of America (1967), Van der Graaf Generator (1967), Yes (1968), Rush (1968), Caravan (1968), King Crimson (1969), Supertramp (1969), dan Gentle Giant (1969)
Pink Floyd
Walaupun banyak dari band tersebut berasal dari Inggris, aliran ini juga banyak berkembang dibagian lain di eropa. Triviumvirat memulai gerakan Progressive rock di Jerman, sementara Tangerine Dream, Faust, Can dan Neu! semua berhubungan dengan gerakan Berlin School dan Krautrock.Progressive rock dari italia merupakan aliran yang penting yang dimulai oleh PFM, Le Orme, dan Banco, semua band tersebut mendapatkan pengakuan internasional. Band yang berasal dari italia termasuk New Trolls, Area, Goblin, Museo Rosenbach, Il Balletto di Bronzo, Maxophone, dan Locanda Delle Fate.
Yes
Focus dan Trace dibentuk di Belanda, Perancis memiliki Ange, Gong, dan Magma, band dari Quebec yang bernama Harmonium merupakan salah satu band dia Kaipaprogressive yang signifikan yang berasal dari Amerika Utara, dan Yunani memiliki Aphrodite’s Child. Spanyol mempunyai beberapa band Progressive seperti Triana. Skandinavia diwakili oleh band Norwegia Popol Vuh, Band Swedia Kaipa, dan band yang berasal dari Finlandia Wigman dan Tasavallan Presidentti.
King Crimson
B.3. Puncak Popularitas dan Penolakan.
            Puncak Popularitas Progressive rock terjadi di pertengahan tahun 1970-an, ketika artis progeressive rock mulai memuncaki pilihan pembaca di majalah-majalah musik populer di Inggris dan Amerika, dan album seperti Tubulur Bells yang diluncurkan oleh Mike Oldfield memuncaki tangga lagu.
Tubular Bells album dari Mike Oldfield
            Pada masa ini, beberapa band Progressive rock dari amerika mulai muncul. Kansa, yang sebenarnya sudah dibentuk sejak 1971, menjadi salah satu band progressive yang paling sukses secara komersial. Artis pop Todd Rundgren berpindah aliran menjadi Progeressive dengan band barunya, Utopia. Band asal Toronto yang bernama Rush yang dibentuk tahun 1968, menjadi band besar dengan hits-hits yang dikeluarkan pada pertengahan 1970-an. Di Australia, beberapa band progressive rock mulai debut mereka di akhir 1960-an, termasuk Tamam Shud, Tully, dan Khavas Jute. Di Jepang, Osamu Kitajima mengeluarkan album yang beraliran progressive rock yang berjudul Benzaiten, dengan Haruomi Hosono, memanfaatkan alat musik elektronik seperti Synthesizer dan Drum machine. Kembali ke Inggris, Electric Light Orchestra, yang dibentuk tahun 1970 sebagai cabang progressive dari “suara The Beatles”, mencapai kesuksesan dipertengahan tahun 1970-an.
Emerson, Lake & Palmer
Menurut Bruce Elder awal dari penolakan band Progressive rock “mulai terjadi tahun 1976, tahun dimana Emerson, Lake & Palmer (ELP) merilis album live mereka Welcome Back, My Friends, to the Show That Never Ends... Ladies and Gentlemen, Emerson, Lake & Palmer”. Menurut elder album tersebut “ memiliki suara yang buruk dan semangat bermain yang kurang” yang mengakibatkan “pengabdian kritikus dan penggemar semakin tipis”. Dia mengklaim “akhir dari progressive rock datang dengan cepat: di tahun 1977, banyak pendengar musik baru yang lebih tertarik dengan waktu santai berbeda dengan penonton pada awal 1970-an, dan mereka tidak memiliki kesabaran untuk 30 menit mendengarkan musik progressive rock atau album konsep yang didasarkan oleh cerita Tolkienesque”. Dia menegaskan diakhir 1970-an dan awal 1980-an, “ELP sudah tidak berfungsi sebagai sebuah unit, dan tidak memproduksi musik dengan energi, Genesis mendefinisikan ulang diri mereka sebagai ... band Pop-Rock, dan Yes menciptakan lagu empat menit ... bahkan merilis singles”.
Genesis
Di tahun 1974, empat band progressive rock paling besar – Yes, Emerson, Lake & Palmer (ELP), Genesis, dan King Crimson- masing-masing mulai berhenti atau mengganti personil. Personil Yes dan ELP pergi untuk membuat album solo, begitu pula dengan vokalis Genesis Peter Gabriel, yang meninggalkan Genesis (walaupun Genesis tetap melanjutkan band mereka dengan Phil Collins sebagai vokalis). Gitaris Robert Fripp menyatakan akhir dari King Crimson setelah album Red diluncurkan. Pada tahun 1977, Yes dan ELP kembali terbentuk, mereka menikmati kesuksesan tanpa mempertahankan popularitas mereka sebelumnya.
            Dari tahun 1975 sampai 1976, band Progressive memperbanyak penampilan di panggung, dan mulai menjauh dari etos awal mereka “musik terlebih dahulu”
            Di akhir 1970-an, Inggris memasuki masa sulit karena ekonomi yang buruk, banyaknya demo dan kelangkaan. Dengan topik yang eksotik dan penuh kesastraan, banyak band progressive rock yang ditinggalkan oleh pemuda Inggris. Punk Rock, aliran yang lebih sederhana dan lebih agresif mulai masuk pada masa ini, dan disko, yang juga mulai masuk pada masa ini, menyebabkan pergeseran para pengkritik dan dukungan popularitas di Inggris menjauh dari Progressive Rock, hal ini menyebabkan akhir dari aliran progressive rock sebagai aliran yang paling sukses.
            Tetapi, band progressive yang sudah mapan masih memiliki penggemar yang banyak. Bahkan Genesis, ELP, Supertramp, Yes, Queen, dan Pink Floyd masing-masing terus merilis album yang mencapai sepuluh besar musik pada masa itu dan diikuti dengan tur besar-besaran, terbesar bagi beberapa dari mereka.
            Diakhir tahun 1970-an dan 1980-an, progressive rock mendapat nama buruk. Hal itu dianggap sebagai berlebihan, sombong dan elitis. Penggemar merasa malu untuk secara terbuka mengakui mereka menyukai aliran progressive dan toko musik menyimpan rekaman progressive rock dibelakang toko mereka.
            Meskipun demikian band-band yang muncul setelah musik punk, seperti Siouxsie and the Banshees, Japan, Cabaret Voltaire, Ultravox,  Oingo Boingo, Simple Minds, dan Wire, semuanya menunjukan inspirasi dari aliran progressive rock, serta mereka lebih biasanya diakui pengaruh punk.
B.4. Revitalisasi di Tahun 1980-an
            Awal 1980-an dilihat sebagai revitalisasi dari Progressive rock.Banyak artis baru yang bermunculan. Periode ini disebut sebagai “Neo-Progressive rock”. Banyak band progressive rock pada tahun 1980-an terinspirasi oleh musik minimalis, musik dunia, dan New Wave. Digital Synthesizer menjadi instrumen yang menonjol.
            Di tahun 1981, gitaris Fripp dan drummer Bill Bufford kembali membentuk King Crimson dengan dua orang Amerika, pemain gitar sekaligus penyanyi Adrian Belew dan bassist Tony Levin, Belew pernah bekerja dengan art rockers Frank Zappa dan David Bowie, sementara Levin pernah bekerja dengan Peter Gabriel. Selain memiliki instrumen elektronik baru –seperti elektronik drum milik Bruford, Chapman Stick milik Levin, dan MIDI Guitar Synthesizer milik Belew dan Fripp- King Crimson yang kembali terbentuk ini menampilkan instrumen tradisional yang sangat erat, suara yang diambil dari Gamelan yang berasal dari Indonesia dan juga musik New Wave. Gamelan dan musik minimalis juga memberi inspirasi kepada Brian Eno (seseorang yang pernah bekerja dengan Fripp dan Bowie) dan Talking Heads (seseorang yang pernah bekerja dengan Fripp dan juga Eno dan Belew)
Supertramp
            Beberapa band Progressive rock mengubah aliran musik mereka dengan menyederhanakannya dan membuatnya lebih layak untuk secara komersial. Sebuah band yang personilnya berasal dari band Progressive rock besar pada 1970-an yang bernama Asia memulai debutnya dengan aliran mainstream rock-oriented album. Asia secara komersial menjadi sukses dengan mendemonstrasikan Progressive rock Inggris yang lebih ramah untuk didengar di radio, dengan menggabungkan Progressive rock dengan Hard rock, juga dengan beberapa band Top-40 Amerika seperti STYX, Journey, dan Rush. Genesis memainkan lagu-lagu pendek dan mudah didengar oleh banyak penonton ditahun 1980-an, dan Yes dengan album mereka yang baru dengan judul 90125, yang didalamnya terdapat single mereka satu-satunnya yang mencapai nomor 1 di Amerika. “Owner of a Lonely Heart”.
Styx
            Generasi baru band neo-progressive banyak bermunculan dimasa ini, sepert Marillion, UK, Twelfth Night, IQ, Pendragon, Quasar, dan Pallas. Neo-progressive terus ada sampai 1990-an dan selanjutnya dengan band seperti Arena dan Jadis.
B.5. 1990-an dan 2000-an
            Pada tahun 1990-an aliran musik Progressive rock mengalami kebangkitan kembali, sebuah dorongan penting pada kebangkitan ini adalah pada tahun 1991 adanya Swedish Art Rock Society, sebuah asosia yang diciptakan untuk menyelamatkan nilai-nilai progressive rock klasik, dengan Pär Lindh sebagai ketua.Asosiasi ini adalah katalis bagi band-band baru Swedia seperti  Anekdoten, Änglagård, Landberk dan Pär Lindh Project, yang mulai memasuki aliran ini pada tahun 1992 sampai 1994. Band-band tersebut menjadi bagian dari “generasi ketiga” aliran progressive rock, yang disebarkan oleh band Swedia The Flower Kings, band Inggris Porcupine Tree, band Norwegia White Willow, dan dari Amerika Serikat Dream Theater, Spock’s Beard, Echolyn, Ten Jinn, Proto-Kaw (sebuah reinkarnasi dari band Kansas), dan Glass Hammer. Arjen Anthony Lucassen Ayreon Project, menampilkan berbagai bakat dari musik Progressive rock, mulai memproduksi beberapa album konsep inovatif dari aliran musik progressive metal sejak tahun 1995.
Dream Theater
            Beberapa band progressive-metal – Band Amerika Serikat Queensrÿche, Fates Warning dan Dream Theater, demikian dengan band Swedia Opeth- menyebutkan bahwa Rush adalah inspirasi utama mereka walaupun musik mereka kebanyakan berasal dari band Metal tradisional dan band rock seperti Deep Purple dan Black Sabbath. Tool (band dari Amerika Serikat) menyebutkan King Crimson sebagai inspirasi mereka.
            Progressive rock juga merupakan inspirasi penting untuk beberapa aliran musik seperti post-rock (seperti band Jepang Mono), post-metal (seperti band Amerika Serikat Korn), avant-grade metal (seperti band Amerika Serikat Sunn O)))), power metal (seperti band Jerman Helloween), neo-classical metal ( seperti gitaris Swedia Ygnwie Malmsteen) dan symphonic metal (seperti band Norwegia Dimmu Borgir).
Muse
New prog (juga dikenal dengan nama nu prog atau post-prog) adalah istilah yang muncul sekitar pertengahan tahun 2000-an untuk menggambarkan band dengan aliran Alternative tetapi memasukan unsur progressive rock di musik mereka. Band-band penting yang dianggap memiliki aliran ini adalah 30 Seconds to Mars, Anathema, Coheed anad Cambria, Mew, Muse, Mystery Jets, Oceansize, Pure Reason Revolution, dan The Mars Volta.
30 Seconds to Mars
B.6. Band Proggresive Rock Indonesia
Beberapa kelompok musik dan artis progressive rock asal Indonesia adalah, Abbhama, Academie of Farside, Discus, God Bless, Guruh Gipsy, Imanissimo, Kekal, The Miracle, Montecristo, Harry Roesli, Sharkmove, Simak Dialog, Tohpati Ethnomission, Vantasma, Giant Step, dan Gang Pegangsaan.
God Bless
Guruh Gipsy
C. Penggemar Progressive Rock
            Aliran ini memiliki masa popularitas yang besar di Amerika Serikat selama 1970-an. Kebanyakan penonton dari konser band Progressive Rock adalah pria. Sifat penonton biasanya hanya duduk saja dan berkonsentrasi pada apa yang sedang ditampilkan oleh band. Hal Ini Kontras dari penonton rock yang biasanya.
D. Album Terbaik
            Berikut ini adalah beberapa album terbaik menurut saya dari beberapa band Progressive Rock atau Progressive Metal ( 5 album dari masing-masing generasi)
1. Pink Floyd - Dark Side of the Moon
2. Emerson, Lake & Palmer - Trilogy
3. King Crimson - In the Court of the Crimson King
4. Yes - Fragile
5. Genesis -  Selling England by the Pound
6. Supertramp - Breakfast in America
7. Styx - Paradise Theater
8. Rush - Moving Pictures
9. Journey - Escape
10. Kansas - Leftoverture
11. Dream Theater - Images and Words
12. Opeth - Blackwater Park
13. Muse - Black Holes and Revelations
14. Cynic - Traced in Air
15. Ihsahn - After
E. Penutup
            Demikian tulisan ini saya tulis semoga dengan tulisan ini semakin banyak orang menjadi menyukai aliran musik progressive rock dan semoga kita semua dapat menikmati musik indah dimasa yang akan datang.
Sumber
http://groups.yahoo.com/group/prog-rock/
http://en.wikipedia.org/wiki/Progressive_rock
http://www.progarchives.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Progressive_rock
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=1093300
http://www.youtube.com/watch?v=iyPnNsY_0Pc&feature=related
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi

3 komentar:

  1. Opeth yang Still Life bagus loh

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. albumnya gentle giant - octopus...sama albumnya Elp - Brain slad surgary juga oke...

    ijin copas artikel boleh nda ??

    BalasHapus