Kamis, 30 Agustus 2012

Tugas 5 - Perkembangan Alat Pemutar Musik

iPod?  Walkman? Mp3 player? Hal-hal ini tentu bukan hal yang samar lagi bagi para generasi muda, teknologi-teknologi yang semakin maju, memicu banyaknya kreatifitas dan imajinasi yang diperlukan untuk membuat penemuan-penemuan yang memicu masyarakat untuk membelinya. Salah satu alat yang bisa dibuat dari kreatifitas-kreatifitas tersebut adalah alat pemutar musik atau kerap disebut music player.


Tanpa Listrik
Kotak Musik
Alat pemutar musik sering kali disambung-sambungkan dengan format-format digital yang canggih seperti iPod, walaupun sebenarnya telah terjadi banyak perubahan dan perkembangan yang dilakukan oleh manusia dalam menyempurnakannya, hal ini dibuktikan dari alat pemutar musik pada tahun 1760 yang bukan merupakan alat elektronik, yaitu music box (kotak musik) yang diciptakan oleh James Cox. Walaupun terlihat tradisional, kotak musik tetap digunakan di era digitalis ini, dan terus dikembangkan oleh manusia. Hal ini dapat dilihat dari kotak musik yang awalnya cukup besar bahkan tidak bisa untuk dibawa-bawa, hingga sekarang sebuah kotak musik bisa kita simpan di saku. Terkadang orang-orang tidak sadar bahwa sebuah nada atau lagu sebenarnya keluar dari kotak musik, seperti nada yang keluar dari sebuah jam, kemungkinan besar di dalam jam tersebut terdapat sebuah kotak musik.

Munculnya Sebuah Ide
Gramophone
Alat pemutar musik yang pertama kali bisa merekam dan memutarkannya lagi adalah phonograph, alat ini dibuat oleh Thomas Alfa Edison pada tahun 1877 yang lalu ditinggalkanya karena ia memfokuskan percobaannya pada lampu listrik yang sedang ia eksperimenkan.  Lalu, Alexander Graham Bell mencoba mengimprovisasi phonograph dan muncullah graphophone, dengan kualitas suara yang lebih baik namun graphophone tetap memiliki kekurangan, yaitu ketidakmungkinannya untuk dibuat terlalu banyak.  Pada tahun 1887, Emile Berliner mempatenkan ciptaannya yang diberi nama gramophone, gramophone merupakan graphohone yang telah disempurnakan.

Bentuk Baru
Jukebox pertama
Setelah gramophone yang pada tahun 1887 dikenal oleh seluruh masyarakat, munculah jukebox, yang pertamakali diteskan di   Palais Royale Saloon di San Francisco pada tahun 1889. Empat stetoskop yang berbentuk seperti tabung dilekatkan pada phonograph Edison yang dipasangkan ke dalam sebuah lemari kayu. Tabung-tabung itu dioperasikan secara individual, masing-masing yang diaktifkan oleh masuknya koin, hal itu mengakibatkan empat orang yang berbeda dapat terhubung ke lagu yang sama secara bersamaan. Alat ini pada awalnya dinamakan nickel-in-the-slot player dan lalu akhirnya lebih dikenal oleh jukebox pada tahun 1934.

Efisiensi Tempat
8-track
Pada tahun 1964, muncullah stereo 8 atau lebih dikenal 8-track, 8-track diciptakan oleh seorang pria bernama Bill Lear yang bekerjasama bersama dengan Ampex, Ford Motor Company, General Motors, Motorola, dan RCA Victor Records (RCA). Berkat penemuannya ini, kita mampu mendengarkan musik tanpa mesin besar besar yang mengambil begitu banyak ruang di rumah kita, 8-track terus dikembangkan hingga kita bisa membawanya kedalam mobil untuk menikmati musik-musik yang kita ingin dengar. Berbeda dengan phonograph atau gramophone, 8-track dapat memutar ulang suara dan masih akan terdengar setiap kali dimainkan. 8-track juga tidak membutuhkan untuk menggores piringan hitam, hal ini menyebabkan langkah besar dalam teknologi.

Semakin Kecil
Compact cassete
1971, Philips menciptakan compact cassete (pemutar kaset) dan sangat populer pada tahun 70-an dan 80-an. Philips menggunakan pita magnetik seperti 8-track tetapi jauh lebih pendek lebar dan akan memungkinkan orang merekam ke kaset dalam jangka waktu yang lebih lama, lebih lama hal yang dapat direkam, lebih banyak musik yang bisa direkam pula dalam satu kaset.


Untuk Gaya
Sony Walkman pertama
Sony mengeluarkan alat pemutar musik yang semakin efisien pada 1 Januari 1997, produk tersebut dinamakan Sony Walkman, alat pemutar musik ini merupakan alat pemutar musik yang menginspirasikan iPod dan Zune, tanpa diciptakannya Sony Walkman, sangat mungkin iPod dan Zune tidak ada. Walaupun saat ini posisi Walkman telah digusur oleh iPod, sampai sekarang Walkman terus berkembang dan tetap digemari walaupun karena mempunyai kualitas suara yang bagus dan lebih murah dibandingkan dengan iPod, walaupun fitur-fiturnya tidak sebanyak iPod.

Menonjolnya Era Digital
Compact Disc
Tahun 1979, James T. Russel menciptakan Compact Disc (CD), dengan diameter 7 inci dan 45 rpm, berfungsi sebagai tempat penyimpanan data-data digital. Orang-orang menyukai CD karena mudah dimainkan dan tidak membuang banyak tempat. CD ini difokuskan untuk menjadi penerus dari gramophone untuk memainkan musik bukan untuk penyimpanan data, karena itu pada bulan Juni 1985, munculah CD-ROM (read-only memory) dan, pada tahun 1990, Sony dan Philips memperkenalkan CD-Recordable yang dapat merekam dan men-copy sebuah album musik tanpa cacat. Pada awal tahun 2000, CD menggantikan compact cassete sebagai standar untuk alat pemutar musik pada mobil.

Namun, sejak munculnya MP3 Player, penjualan CD menurun. Dengan kualitas High-Audio ditambah bentuknya yang simpel dan tidak sulit untuk dibawa, masyarakat sangat menggemari alat pemain musik ini. MP3 Player, dapat diartikan menjadi “pemain MP3” dan MP3 itu sendiri merupakan format spesifik untuk audio.  MP3 Player pertama kali diciptakan pada tahun 1998 dan hanya bisa menampung paling banyak delapan lagu tetapi seiiring berkembangnya jaman, beberapa MP3 Player sekarang dapat menampung lebih dari seribu lagu sekaligus dan ukurannnya pun tidak sebesar dulu, sekarang dengan mudah MP3 Player dapat masuk kedalam saku dan tergantung di leher. Sampai saat ini, MP3 Player merupakan salah satu perangkat elektronik yang paling populer dalam sejarah suara. Sebuah MP3 player pada dasarnya adalah perangkat penyimpanan yang menyimpan memori solid-state, seperti flash memory, dan perangkat lunak yang memungkinkan transfer file audio dari komputer ke MP3 Player. MP3 player juga dapat mencakup fitur seperti playlist, radio atau Website streaming. MP3 player biasanya menggunakan port USB pada komputer untuk mentransfer data. Setelah mentransfer file musik ke MP3 Player, data tersebut disimpan di dalam memori MP3 Player. Saat ini ada juga sejumlah alat lainnya yang memiliki MP3 player tertanam di dalamnya. Seperti radio satelit, smart phone, PDA, kacamata dan jam tangan.

Contoh-contoh MP3 Player di Dunia
  • IXI
Ilmuwan Inggris, Kane Kramer mendesain salah satu alat pemutar musik pertama pada tahun 1979 yang lalu ia namakan IXI, IXI mampu memainkan lagu selama satu jam, namun IXI tidak dijual serta baru dipatenkan pada tahun 1981. Apple Inc. lalu menjadikan Kramer sebagai konsultan dan mempresentasikan pekerjaannya sebagai salah satu contoh alat pemutar musik.
  • SaeHan/Eiger MPMan
MP3 player yang pertama kali diproduksi secara massal adalah MPMan yang dibuat oleh Saehan Information Systems pada tahun 1997 dan dijual pada April 1998. MPMan mampu menyimpan memori sebesar 32 MB atau kurang lebih sebanyak 6 lagu.
SaeHan/Eiger MPMan

  • Diamond Rio

Rio PMP300 dari Diamond Multimedia dikenalkan pada September 1998, beberapa bulan setelah MPMan, dan juga mampu menyimpan memori sebesar 32 MB. Rio PMP300 banyak terjual saat musim liburan, bahkan melebihi ekspektasi. Diamond Rio dianggap merupakan DAP (digital audio player) pertama.
  • HanGo Personal Jukebox
Hard drive berdasarkan DAP pertama kali dikembangkan Compaq pada tahun 1998, menggunakan laptop 2.5”. HanGo Personal Jukebox telah dipatenkan oleh HanGo Electronics (sekarang Remote Solution). Perusahaan ini merupakan perusahaan yang pertama kali menjual PJB-100 (Personal Jukebox) pada tahun 1999. Dan mempunyai memori sebesar 4.8 GB atau kurang lebih sebanyak 1200 lagu.

  • Cowon iAUDIO CW100
Pada October 2000, Cowon Systems, sebuah perusahaan software dari Korea Selatan mengerdarkan MP3 player pertama mereka, “the CW100”, dengan nama iAUDIO. Ironisnya, nantinya Cowon akan di tuduh mencuri huruf i dari Apple, walaupun iAUDIO telah diedarkan satu tahun sebelum model pertama iPod dipublikasikan dan bertujuan hanya untuk pasar Korea.
    Cowon iAUDIO CW100
  • iPod
Dari kiri ke kanan: iPod shuffle, iPod
nano, iPod classic, iPod touch
Pada 23 Oktober tahun 2001, Apple mengeluarkan sebuah produk yang menggemparkan dan memikat masyarakat karena mampu menyimpan 1000 lagu dan berkapasitas 5G hard drive, iPod memiliki banyak tipe seperti iPod classic (first generation, second generation, third generation, fourth generation, fifth generation, sixth generation), iPod mini (first generation, second generation), iPod nano (first generation, second generation, third generation, fourth generation, fifth generation, sixth generation), iPod Shuffle (first generation, second generation, third generation, fourth generation), dan iPod touch (first generation, second generation, third generation, fourth generation).
  • Archos Jukebox Multimedia
Pada tahun 2002,  Archos mengeluarkan portable media player (PMP)  pertama di dunia, yaitu Archos Jukebox Multimedia, yang memilik layar berwarna sebesar 1.5 inci.  Sejak saat itu perusahaan-perusahaan mulai membuat alat pemutar musik yang dapat melihat serta menyimpan gambar dan video-video didalamnya. Pada tahun berikutnya, Archos mengeluarkan AV300 dengan layar sebesar 3.8 inci dan dapat menyimpan memori sebesar 20 GB.
  • Microsoft
Pada tahun 2004, Microsoft memanfaatkan PMP yang sedang laku di pasar dengan menciptakan Portable Media Center (PMC), yang kemudian di promosikan di Consumer Electronics Show pada tahun yang sama.
  • SanDisk Sansa
Pada bulan Mei tahun 2005, SanDisk memasuki pasar PMP dengan Sansa sebagai alat pemutar musik, dimulai dari seri e100, dan lalu diikuti oleh seri m200, dan seri c100. Namun, banyak seri yang sudah diberhentikan seperti Connect, Express, Shaker, Clip, Fuze, e200, dan c200. Seri yang ada sekarang memiliki fitur-fitur seperti Slot Player, Clip Zip, Clip+, dan Fuze+.
  • Telepon Genggam
Pada tahun 2001, format MP3  telah bisa dimainkan di beberapa telepon genggam,  ide ini pun tersebar keseluruh dunia, dan mulai muncul lah musicphones pad tahun 2005. Pada tahun 2006, semakin banyak telepon genggam yang memiliki fitur MP3 Player, saat ini hampir seluruh telepon genggam mempunyai fitur ini. iPhone merupakan salah saatu telepon genggam yang memiliki fitur MP3 Player yang sangat digemari masyarakat.


Sumber: 
http://en.wikipedia.org/wiki/Record_player
http://en.wikipedia.org/wiki/Music_box
http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_audio_player
http://mynewsworthy99.blogspot.com/2010/11/perkembangan-teknologi-pemutar-musik.html
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6601165
http://en.wikipedia.org/wiki/8-track_tape
http://dt120.wikispaces.com/History+of+Sound
http://en.wikipedia.org/wiki/Walkman
http://www.webopedia.com/DidYouKnow/Hardware_Software/2008/iPod_mp3Player.asp

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar