Selasa, 14 Agustus 2012

Tugas-4 Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan


"..Kemanusiaan yang adil dan beradab."

“Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Ya, itulah bunyi salah satu sila dari Pancasila, ideologi dasar pemikiran bagi negara kita, Indonesia. Apakah kalian sudah bersikap adil terhadap satu sama lain? Apakah kalian merasa sudah memiliki adab yang baik terhadap satu sama lain terutama terhadap orang tua kalian?

Kali ini, saya akan membahas tentang buah-buah pemikiran tentang solusi untuk kemanusiaan, bukan hanya untuk Indonesia saja tetapi untuk di luar negeri juga. Definisi kemanusiaan menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah (1) sifat-sifat manusia; (2) secara manusia; sebagai manusia: kita memiliki perasaan dan senantiasa mencegah diri kita untuk melakukan tindakan yang terkutuk. Nilai-nilai kemanusiaan juga merupakan salah satu dari lima nilai moral dalam agama Islam. Setiap jiwa layak dihargai dan tidak boleh dihilangkan secara semena-mena.  

Seperti judul yang tertera di atas “Solusi Labsky untuk Kemanusiaan”, sudah jelas terpampang di judul adalah solusi maka dari itu jika ada solusi, pasti ada permasalahan dan begitu pula sebaliknya, jika ada permasalahan pasti ada solusi. Disini kita akan menggali solusi-solusi yang dapat mengatasi permasalahan tentang kemanusiaan terutama di negara kita sendiri terlebih dahulu.

Masalah-masalah kemanusiaan yang sering muncul antara lain adalah kemiskinan, korupsi dan lainnya. Sedangkan, masalah-masalah nilai kemanusiaan antara lain adalah penganiayaan, pemerkosaan, serta pencurian. Dari masalah-masalah di atas tentu kita tidak asing lagi mendengar kata-kata tersebut karena di Indonesia sendiripun sudah sering terjadi kasus seperti itu. Sebelumnya, mengapa dipisahkan antara kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan? Padahal sama-sama mengandung unsur kemanusiaan, bukan? Ya, benar sekali. Namun dalam dua hal tersebut antara ‘kemanusiaan’ dan ‘nilai-nilai kemanusiaan’ memiliki unsur yang sama namun definisi yang berbeda. Pada dasarnya, kemanusiaan memiliki definisi kaku yang lebih meluas, lebih dari hanya penganiayaan, pemerkosaan, karena lebih mencakup objek yang lebih luas dan begitu pula dengan nilai-nilai kemanusiaan yang artinya jauh lebih sempit karena lebih menitikberatkan kepada suatu hal yang memang akan dibahas lebih dalam di poin-poin tersebut.

Masalah Kemanusiaan

1. Kemiskinan
Kemiskinan yang akan dibahas terlebih dahulu. Kemiskinan merupakan salah satu masalah kemanusiaan yang tidak pernah ada habisnya. Solusi yang dapat menangani masalah ini adalah dengan menciptakan lapangan kerja untuk para orang miskin sehingga mereka tidak pengangguran dan dapat mendapatkan penghasilan yang bisa jadi tetap maupun tidak tetap untuk menafkahi hidup mereka serta menjadi manusia yang produktif yang bisa meningkatkan tingkat kemiskinan dari pengangguran pun dapat berkurang.

Sering kita lihat di jalanan, banyak sekali orang miskin yang meminta-minta uang, mengetuk atau mendekati jendela mobil untuk memintanya, mengamen bahkan rela berjualan di siang hari yang sinar mataharinya sangat terik demi mendapatkan uang yang sangat berarti untuk kehidupan mereka. Paman saya berkata, "Kasihan kalau orang miskin ngamen di jalanan gitu, ganggu sih.. Tapi ya gimana? Apalagi yang anak kecil, suka gak tega ya jadi Om Ato kasih aja deh recehan gitu. Mana Jakarta kan padet banget, Kak. Mereka juga kurang 'ngeh' sama keadaan lalu lintas Jakarta, kan sering ada kecelakaan." Kadang pengamen di jalanan pun sering membuat resah serta menggelisahkan para pengemudi, antara was-was takut mereka tertabrak maupun keserempet atau bahkan kecewa dan melampiaskan emosi mereka di depan kita karena ditolak permintaannya. Dengan itu, perlu adanya upaya pemberian subsidi yang tepat bagi masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja sehingga para orang miskin dapat menjadi manusia produktif layaknya seperti siklus ekonomi agar dapat menafkahi keluarga mereka serta mengurangi tingkat kemiskinan dari pengangguran yang ada di Indonesia.

2. Korupsi
Seperti yang kita ketahui secara umum, di berita-berita TV, media sosial hingga koran harian pun sering sekali memaparkan berita-berita terkini mengenai koruptor yang melakukan korupsi. Tentu korupsi sudah menjadi hal yang dianggap tabu oleh masyarakat karena sudah sering terjadi dan para pelakunya melakukannya dengan secara terang-terangan. Apakah korupsi itu adalah hal yang benar? Tentu tidak benar, jelas-jelas ia merupakan salah satu dari sekian masalah kemanusiaan.

Menurut Kamus Hukum (2002), korupsi merupakan tindakan penyelewengan atau penggelapan uang negara maupun perusahaan sebagai sarana seseorang bekerja untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Selain itu menurut The Lexicon Webster Dictionary (1978), korupsi sama halnya seperti kebejatan, ketidakjujuran, tidak bermoral, serta penyimpangan dari kesucian. Korupsi dari tahun ke tahun pun terus terjadi, artinya hal ini susah untuk diberhentikan atau diberantas karena sudah menjadi salah satu kebudayaan negara yang bersifat negatif tentunya. Dengan menyelubungi korupsi sampai ke akar-akarnya serta memberikan sanksi yang tegas bari para koruptor tanpa memandang bulu entah dia pejabat penting atau pengusaha biasa karena mereka telah melakukan pelanggaran. Kemungkinan besar upaya-upaya tersebut dapat meminimalisir tingkat korupsi Indonesia.




Masalah Nilai-Nilai Kemanusiaan

Kemanusiaan sendiri tentu memiliki nilai-nilai yang menjadi pedomannya. Ada pula masalah dari nilai-nilai kemanusiaan yang telah menjadi pedoman kemanusiaan itu sendiri.

1. Penganiayaan
Penganiayaan merupakan perlakuan yang sewenang-wenang yang dilakukan dengan senang hati dengan cara penyiksaan, penindasan dan sebagainya. Hal tersebut tentu sangat berdampak bagi karakter seseorang, entah pelakunya maupun sang korban. Pelaku bisa jadi mengalami gangguan jiwa sehingga ia melampiaskannya dengan menganiaya orang sesuka hatinya, begitu pula sang korban juga dapat menjadi stress, trauma apalagi jika korbannya merupakan anak-anak usia belia, dapat saja dengan proses pertumbuhan mereka yang dapat menimbulkan sifat-sifat yang seharusnya tidak ia miliki. Sewaktu liburan kemarin, saya dan Mama menemui salah satu rekan Mama yang kebetulan seorang psikolog, tante Rina, ia berkata "Ada anak kecil, perempuan, rambutnya panjang dan kulitnya putih, ternyata di punggungnya itu banyak bekas luka akibat dipukuli oleh kedua orangtuanya. Ya, memang sih.. ia tinggal di daerah-daerah kumuh Jakarta. Mungkin efek orangtuanya resah karena desakan kebutuhan ekonomi, anaknya deh jadi korban.. Kasihan. Seharusnya lingkungannya juga ngebantuin nyelesain masalahnya ya. Tapi bagaimana lagi? Orang-orang udah terlanjur saling mikirin diri sendiri, temennya sendiri jatuh aja dibiarin." Seperti itulah keadaan di Indonesia, dari situlah dapat disimpulkan bahwa kita harus saling menjaga satu sama lain dan tidak lupa membantu satu sama lain. Bagaimanapun, dikala kita susah nanti pasti ada yang mau melakukan hal yang sama. 

Penganiayaan sendiri juga sering terjadi di masyarakat kita padahal hal ini merupakan salah satu pelanggaran HAM yang mempunyai sanksi yang berat bagi pelaku. Di berita-berita TV, berita mengenai penganiayaan para TKI Indonesia di luar negeri pun juga sering terjadi dan sangat fatal akibatnya sampai ada yang harus merenggut jiwa mereka yang teraniaya. Pemerintah Indonesia harus lebih tegas dalam hal ini, bagaimanapun mereka menetap sementara di negara lain, dan jelas harus kita lindungi dengan seksama. Di suatu lingkungan tentunya harus dibangun dengan cara seksama nilai-nilai moral dan akhlak manusia yang harus ditingkatkan serta campur tangan aparat, pemerintah maupun pihak yang bersangkutan perlu dilakukan. Serta agar pelaku jera, sanksi tegas juga harus diberlakukan.


2. Pemerkosaan
Sama halnya seperti penganiayaan, pemerkosaan juga merupakan salah satu pelanggaran HAM dimana tindakan pemerkosaan ini juga sering terjadi di dalam masyarakat. Pemerkosaan sendiri merupakan bagian dari kejahatan seksual, yang berasal dari bahasa latin yaitu rapere, yang artinya menangkap atau mengambil dengan paksa. Kata-kata tersebut secara murni tidak memiliki konotasi seksual dan masih dipergunakan secara luas dalam bahasa Inggris. Tindakan kriminal dimana si korban dipaksa untuk melakukan aktivitas seksual, khususnya penetrasi dengan alat kelamin, di luar kemauan si korban sendiri.

Dampak-dampak dari pemerkosaan tidak hanya merugikan si korban yang sebagian besar merupakan perempuan, dapat terjadi pengucilan dalam keluarga, pengucilan dalam masyarakat, hilangnya rasa percaya diri korban serta hilangnya hak dalam mengeyam pendidikan. Permasalahan sosial ini juga perlu diperhatikan, menurut pasal 285 KUHP: “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan pemerkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun., lalu menurut pasal 291 (2) KUHP: “Jika salah satu kejahatan berdasarkan pasal 285, 286, 287, 289, dan 290 mengakibatkan kematian dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.. Begitulah bunyi kedua pasal tentang hukuman sanksi bagi pemerkosa, disamping itu juga perlu ketegasan para pemerintah dalam memberlakukan sanksi tegas ini agar pemerkosa jera, dan perlu juga memperhatikan serta memantau kondisi sang korban jikalau sang korban stress dan depresi agar dapat dipulihkan kembali. Menurut guru Sosiologi saya sewaktu kelas X, ia pernah mengajarkan kami beberapa penyimpangan sosial, dan salah satunya adalah pemerkosaan ini. Pemerkosaan tidak hanya dapat terjadi pada wanita dewasa saja, bahkan anak kecil yang masih berumur balita juga dapat dijadikan korban. 


3. Pencurian
Secara hukum kriminal, pencurian sendiri merupakan pengambilan barang milik orang lain yang tidak sah tanpa seizing pemilik. Secara luas pun pencurian dapat diartikan menjadi beberapa hal yaitu seperti perampokan rumah, penggelapan, larseni, penjarahan, perampokan, pencurian toko, penipuan dan kadang pertukaran kriminal. Hal ini sering terjadi biasanya dilatarbelakangi oleh faktor kebutuhan ekonomi sang pelaku yang mendesak, atau ada pula sekedar iseng-iseng dan bahkanpun ada juga yang hanya ikut-ikutan. Namun, faktor yang paling utama yang melatarblakangi kejadian pencurian ini adalah kebutuhan ekonomi yang terus mendesak bagi sang pelaku.

Pemerintahpun hendaknya  menyediakan lapangan kerja yang layak dan seluasnya kepada masyarakat yang kekurangan, bahkan yang pengangguran. Selain dapat meminimalisir tingkat pengangguran, dapat juga mengurangi tingkat kejadian pencurian di dalam masyarakat. Karena sempitnya lapangan pekerjaan mengakibatkan banyaknya pengangguran sehingga dari pengangguran tersebut dapat menimbulkan tindakan yang seharusnya tidak terjadi yaitu tindakan kriminalitas ekonomi yaitu pencurian. Selain itu, dari masyarakatnya sendiri juga harus lebih waspada dan saling mengingatkan satu sama lain agar seseorang yang terjerumus dalam faktor ekonomi mendesak atau bahkan yang sudah berniat ingin melakukan pencurian dapat jera dan mendapatkan pencerahan. Waspada dengan cara tidak seenaknya mengeluarkan barang-barang pribadi yang dapat menggoda pelaku untuk melakukan tindakan, lalu contoh kecilnya seperti mengunci pintu rumah serta jendela rumah sebelum tidur agar tidak terjadi pencurian. 




Dengan solusi-solusi yang tertera diatas, semoga masalah kemanusiaan serta masalah nilai-nilai kemanusiaan di negara kita ini dapat berkurang dan negara kita dapat menjadi jauh lebih baik dan semakin merdeka. Ingat, kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan pedoman negara kita!



sources: www.wikipedia.org, www.lets-belajar.blogspot.com, www.yudhim.blogspot.com, www.artikata.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar