Jumat, 24 Agustus 2012

Tugas 4 - Solusi Labsky Untuk Kemanusiaan


 
"Dimulai dari Kesadaran Diri Sendiri Untuk Damai dan Sejahteranya Umat Manusia"

Setiap manusia yang berada di muka bumi ini, baik yang tua ataupun yang muda, baik yang sakit atau pun sehat, yang kaya dan yang kurang mampu pasti ingin mendapatkan hak dan pandangan yang sama dimata orang lain. Tentulah banyak diantara kita yang masih sering menganggap satu dengan yang lain berbeda. Kesadaran akan toleransi dan rasa kemanusiaan di dalam diri kita masih sangat tipis. Bahkan tidak sedikit diantara kita yang masih sering mengkritik dan menghakimi orang secara kasar.
                Rasa kemanusiaan timbul bukan dari seberapa banyak harta yang kita punya atau seberapa besar kekuasaan yang kita miliki. Rasa kemanusiaan muncul dari diri kita masing-masing. Saling memahami sesama umat beragama, saling bantu-membantu dengan warga lingkungan rumah, itu merupakan sebagian kecil dari contoh rasa kemanusiaan.
                Seluruh umat manusia, umat beragama di dunia ini pasti menginginkan adanya perdamaian. Perdamaian dari segala sisi. Baik dari ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Kita perlu menyadari bahwa diluar sana, di luar lingkungan dimana kita biasa beraktifitas, masih banyak sekali orang yang membutuhkan.
                Untuk itu, saya akan memaparkan beberapa masalah kemanusiaan yang akhir-akhir ini sering kita hadapi. Dan saya juga akan memeberikan beberapa solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

1. Donor Darah


                Sebagai umat manusia yang sadar akan kebutuhan sesama, kita pasti dapat melihat kondisi orang-orang luar sana. Bukan hanya dinegara kita sendiri, kita harus dapat membuka mata untuk melihat sampai ke negara lain. Kita diberi pengetahuan dan pemahaman lebih di banding makhluk lain. Seharusnya kita dapat memahami kondisi diluar sana dengan lebih baik.
                Di negara-negara kecil peperangan masih sering terjadi dimana-mana, banyak korban berjatuhan. Bahkan di negara kita ini pun masih sering terjadi peperangan antar daerah dan suku. Selain itu juga masih ada lagi korban kecelakaan, kebakaran, penembakan dan lain-lain. Tidak sedikit diantara mereka yang kehabisan darah. Kita semua tahu bahwa darah merupakan cairan yang penting dalam tubuh kita. Darah sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia. Tapi apa? Banyak sekali orang yang kehilangan nyawanya karena kehabisan darah.
                Saat ini, di rumah sakit - rumah sakit di indonesia sering sekali kehabisan stock darah. Padahal banyak pasien gawat yang harus segera diberi pertolongan. Ini merupakan masalah kita semua. Dimanakah kita saat itu? Dimanakah kesadaran kita untuk membantu sesama disaat kita tahu ada banyak orang yang membutuhkan bantuan kita?
 
Solusi:
                Di dunia, khususnya di indonesia saat ini, banyak sekali remaja-remaja yang sehat dan tangguh. Banyak juga usia produktif yang masih mampu untuk beraktivitas. Kesadaran mereka semua tentang pentingnya donor darah sangat dibutuhkan. Di perusahaan-perusahaan besar di indonesia, pendonoran darah sudah lumayan banyak dilakukan. Yang saya jarang lihat adalah pendonoran darah di sekolah-sekolah khususnya SMA dan Universitas. Padahal kita semua tahu bahwa indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk yang banyak, apalagi untuk umur remajanya. Karena bagi saya, kesadaran remaja untuk membantu akan sangat berperan banyak untuk kedepannya. Remaja rata-rata fisiknya masih kuat dan mampu untuk mendonorkan darah.
                Organisasi donor darah seperti  PMI (Palang Merah Indonesia) harus bekerja lebih keras. Selain PMI,  seharusnya masih banyak lagi organisasi donor darah di indonesia. Karena tidak akan cukup jika hanya ada satu atau dua organisasi yang mengurusi donor darah untuk menampung darah dari masyarakat kita ini.
                Untuk menjaring remaja-remaja ini, dibutuhkan banyak motivasi dan pengarahan. Penyuluhan-penyuluhan ke sekolah-sekolah perlu sekali untuk diadakan. Kemudian event seperti "donor darah bersama" itu harus diadakan secara rutin. Sehingga kita dapat membantu meminimalisir kemungkinan orang untuk kekurangan darah. Di balik itu, setidaknya kita sudah melakukan hal yang baik untuk sesama.

2. Homeless / Tidak memiliki tempat tinggal


                Kita sebagai masyarakat yang hidup bertetangga dan nyaman di rumah masing-masing adalah suatu anugerah yang luar biasa. Bisa memiliki halaman untuk menanam pohon, memeliki ruang keluarga untuk berkumpul dengan anggota keluarga adalah sebuah nikmat.
                Tapi kalo kita melihat ke pinggiran kota, atau bantaran sungai, kita akan melihat banyak sekali orang-orang yang tinggal di tempat yang kurang layak. Atau kalau kita sedang jalan-jalan, sering kita lihat di emperan jalan banyak orang tidur hanya dengan beralaskan tikar atau bahkan tidak beralaskan apa-apa. Sebagai contoh saya pernah melihat di kawasan yang lumayan elite, ada sekeluarga pemulung yang memang tinggal di atas gerobak sampahnya. Mereka tinggal di tempat biasa mereka menyimpan sampah-sampah yang sudah di kumpulkan. Menurut saya itu sama sekali tidak layak huni. Dan perlu di ketahui, keluarga-keluarga seperti itu tidak hanya satu atau dua keluarga. Tetapi banyak sekali keluarga yang kurang mampu dan harus tidur dengan kondisi seperti itu.
                Banyak juga orang tua yang sudah tidak mampu bekerja, masih menjadi kuli atau menjadi tukang cangkul. Dan mereka juga mungkin tidak memiliki tempat yang layak huni. Oleh karena itu, kita sebagai orang yang berkecukupan harus pandai-pandai melihat kondisi saudara-saudara kita yang membutuhkan. 


Solusi:
                Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki lahan luas dan sumber daya yang sangat melimpah. Kita juga memiliki pemerintah yang seharusnya mampu untuk mengubah lahan dan sumber daya yang ada untuk mensejahterakan seluruh warga negaranya.
                Apa salahnya kita sebagai generasi muda mengubah sedikit lahan untuk setidaknya membuatkan Rusun (Rumah Susun) untuk orang yang kurang layak rumahnya. Kita bisa membangun gedung-gedung tinggi di kota, kita bisa membuat jalan tol. Tetapi kenapa kita tidak bisa membuatkan rumah untuk tempat tinggal saudara kita yang membutuhkan?
                Di indonesia banyak sekali orang yang berkecukupan. Kita seharusnya bisa mengadakan charity untuk menggalang dana pembangunan rusun. Kita juga bisa mensiasati penggalangan dana melalui acara-acara di TV. Dengan begitu orang-orang akan mengetahui bahwa diluar sana kita sedang merencanakan pembangunan untuk para tuna wisma.
                Tentunya disini dibutuhkan banyak partisipasi dari masyarakat semua. Harus ada kerjasama yang baik dari pemerintah dan masyarakat juga. Dengan begitu kita dapat meminimalisir para tuna wisma yang ada di indonesia.

3. Rendahnya Kesadaran Untuk Berpendidikan


                 Manusia yang hidup di masa ini sudah berada di jaman yang modern. Era globalisasi ini telah merubah semua yang sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa. Dari yang awalnya komputer masih pentium sampai sekarang sudah jauh lebih berkembang. Semua berawal dari pendidikan. Teknisi-teknisi yang memikirkan ini semua sudah pasti memiliki pendidikan yang baik. Bisa di lihat sekarang banyak sekali pengusaha-pengusaha muda yang membuah lahan pekerjaan baru bagi orang banyak. Itu juga merupakan hasil dari pembelajaran.
                Tetapi di daerah-daerah pelosok, di pinggiran kota, di desa-desa, masih banyak orang yang tidak menyadari pentingnya bersekolah. Para orang tua yang kurang menyadari pentingnya menyekolahkan anaknya. Banyak dari mereka yang masih beranggapan bahwa bertani saja cukup, atau berternak saja sudah bisa menghidupi keluarga. Tetapi apa salahnya kita berusaha lebih? Alangkah baiknya kalau kita bisa menjadi pemilik lahan pertanian, bukan sebagai petaninya. Atau kita sebagai pemilik pabrik keju, bukan sebagai peternak sapinya. pola pikir orang-orang inilah yang perlu dirubah.
                Mencerdaskan kehidupan bangsa, merupakan salah satu tujuan bangsa indonesia. Memiliki niatan untuk memajukan bangsanya lewat generasi muda yang mau belajar. Semua itu harus dimulai dari kecil. Mulai dari SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi dan seterusnya. Proses belajar tidak berhenti di perguruan tinggi saja. Karena pelajaran itu dapat kita temui dimana saja.
                Masih sangat banyak orang-orang yang buta huruf, berhenti sekolah di SD, atau bahkan tidak pernah bersekolah sama sekali. Disitulah peran kita dibutuhkan untuk mengubah pola pikir dan mencerdaskan bangsa.

Solusi:
                Sebagai generasi muda yang berpendidikan tentu kita memiliki keinginan untuk mencerdaskan sesama kita. Banyak sekali orang-orang di luar sana yang belum bersekolah, tidak bisa membaca, tidak bisa menulis. Tugas kita adalah memberikan pelayanan dan memberi pengarahan.
                Pengarahan dibutuhkan untuk mengubah pola pikir orang tua-orang tua agar mau menyekolahkan anaknya. Sebenarnya saya yakin orang tua di dunia ini pasti menginginkan anaknya jauh lebih baik dari pada dirinya. Tetapi bagi mereka yang membutuhkan, sulit untuk menyekolahkan anaknya jika dirinya saja sulit untuk mengidupi keluarga. Oleh karena itu pemerintah harus bsia mengadakan sekolah gratis yang baik kualitasnya untuk memudahkan anak-anak penerus bangsa agar bisa sekolah. Selain itu kita juga bisa membuka sekolah darurat untuk remaja-remaja yang tidak sekolah karena harus membantu orang tua mereka bekerja. Mereka bisa belajar membaca dan menulis.
                Tidak hanya untuk mereka yang membutuhkan. Kita sebagai orang yang sudah berpendidikan, harus terus belajar agar bisa memajukan bangsa. Karena bangsa yang maju selalu datang dari penerus-penerus bangsa yang berkualitas.
                Selain pendidikan formal, anak-anak bangsa juga harus dibekali dengan pendidikan agama. mereka harus mengenal dengan baik agama mereka. Karena agama adalah pendirian kita. Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan keburukan. Jadi dengan belajar tentang agama, kita juga akan mengerti tentang toleransi beragama.

                Diatas telah diuraikan beberapa masalah kemanusiaan. Masih banyak lagi masalah-masalah tentang kemanusiaan di dunia ini. Ada pemerkosaan, pencurian, pembunuhan, penjualan manusia, dan banyak lagi. Banyak diantaranya belum teratasi, bahkan semakin parah setiap tahunnya.
                Kita sebagai generasi muda, dan generasi penerus bangsa seharusnya memiliki tekad yang kuat untuk memperbaiki kemerosotan budaya yang ada. Sehingga masalah kemanusiaan seperti ini bisa diatasi. Semoga kedepannya dunia ini lebih damai dan lebih sejahtera, sehingga tidak harus ada lagi orang-orang yang merasa tersingkir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar