Selasa, 14 Agustus 2012

Tugas-3 Solusi Labsky Untuk Indonesia


"Merdeka bukan berarti sejahtera, makmur atau hampir sempurna."

Jiwa-jiwa nasionalisme tinggi dan kuat yang ditanamkan di dalam diri kita sejak dini dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah membawa kita semakin kedepan dan mempunyai berbagai macam pengalaman diri, pembentukan karakteristik, pengetahuan umum yang luas, kecerdasan yang sulit ditiru, kepandaian yang semakin menjadi-jadi, mengenal diri sendiri dan orang lain di lingkungan sekitar, pembedaan antara yang benar dengan yang salah hingga pembelajaran diri untuk tidak selalu berkata “iya”. Dimana ada ‘iya’, pasti ada ‘tidak’.


Sama halnya seperti negara tercinta kita ini, Indonesia. Indonesia memang terkenal betul dengan wilayahnya yang sangat luas yang terdiri dari pulau-pulau indah dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpahnya luar biasa. Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus tahun 1945 yang lalu, tetapi apakah dengan kata ‘merdeka’, secara keseluruhan Indonesia telah sejahtera, makmur atau mungkin hampir mencapai kesempurnaan?

Dengan itu, dapat dilihat bibit-bibit permasalahan yang tumbuh di antara kita. Menurut suatu sumber yang mendapatkan info dari sebuah acara berita di TV, diungkapkan 10 permasalahan terbesar bangsa Indonesia. Dituliskan mulai dari yang parah hingga yang sangat parah, antara lain:
10.  Krisis kepemimpinan
9.  Kelaparan dan krisis pangan
8.  Bencana alam
7.  Mahalnya harga pangan
6. Sempitnya lapangan kerja
5. Sistem pendidikan
4. Pengelolaan BBM
3. Kemiskinan
2. Korupsi
1. Ekonomi

Globalisasi juga memiliki peran besar dengan pengaruh besar pada berubahnya pola budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia yang heterogen. Sebelumnya, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama. Hal ini diaplikasikan pada budaya gotong royong. Namun seiring masuknya globalisasi di Indonesia, semua itu berubah. Rasa kebersamaan perlahan menghilang dan memunculkan masyarakat yang lebih memikirkan dirinya sendiri. Komunalisme yang dulu begitu tinggi berganti dengan lahirnya sikap individualistik ciri khas dunia barat. Masyarakat Indonesia yang dulunya sangat saling menghargai dan saling menghormati kini berubah menjadi masyarakat yang beringas, suka tawuran bahkan berkelahi dengan saudaranya sendiri sesama bangsa Indonesia. Untuk mencegah atau merubah kembali efek negatif dari globalisasi ini, dibutuhkan figur-figur muda yang memiliki gaya kepemimpinan yang baik. Karena harapan negara sesungguhnya adalah di tangan para pemudanya.

Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang semakin meningkat di kalangan anak muda terutama, jenis telepon genggam Blackberry pun tentu sudah tidak asing lagi. Begitu pula dengan kehadiran internet, seharian mengeksplorasi dunia internetpun menjadi kegemaran beberapa anak muda zaman sekarang. Internet sendiri memiliki definisi yaitu sebuah jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya dise luruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari tulisan, gambar, audio, video dan lainnya. Memang bagaimanapun manusia juga butuh jaringan komunikasi yang tinggi sehingga informasi-informasi yang ingin disampaikan dapat tercapaikan. Seperti yang kita sering ketahui, dimana ada hal positif ada juga pasti hal negatifnya. Hal negatif dari internet sangat berdampak kepada anak muda yang sesungguhnya harapan negara berada di tangan mereka. Dengan itu, perlu bimbingan orangtua sejak dini agar anak dapat membagi waktu bermain dan belajar sehingga terjadi keseimbangan yang baik di antara keduanya serta mencapai hasil yang memuaskan. 

Atas banyaknya permasalahan kepemimpinan dan permasalahan bangsa yang tidak kunjung henti, menyebabkan rakyat tidak lagi percaya dengan kepemimpinan di Indonesia saat ini. Hal ini disebabkan karena moral para pemimpin kita yang rendah. Rakyat tidak butuh pemimpin yang pintar dan piawai berpidato, berpendidikan tinggi sampai S3, berpangkat militer tinggi hingga Jenderal tapi kerjanya hanya menipu dan memperdayakan rakyat. Tetapi rakyat butuh pemimpin yang mendengar tangisan pilu nasibnya dan mengulurkan tangannya untuk berdiri tegak bersama-sama dalam mengatasi masalah dengan asas kejujuran dan kepercayaan serta kerendahan dan kesederhanaan. Rakyat butuh pemimpin memikirkan masa depan anak-anak bangsa. Rakyat butuh pemimpin yang berani mengambil kebijakan untuk mengkounter harga-harga bahan pokok dan menghilangkan kebijakan pengendalian harga pada kelompok tertentu, hingga harga kebutuhan pokok dapat terjangkau hingga dapat makan nasi putih yang hangat dengan sekerat tempe sudah cukup bagi mereka.


Sekolah Menengah Kejuruan jurusan tentang pertanian akan menjadi salah satu solusi mengatasi krisis pangan di Indonesia. Keberadaannya harus mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah. Menteri Pertanian RI Suswono mengatakan, SMK jurusan Agribisnis nantinya akan mempunyai peran penting. Keberadaannya bukan hal yang sia-sia, sebab, dalam kurikulumnya juga membahas persoalan pangan. Bukan hanya SMK Pertanian saja, tetapi peran dari para petani juga harus ikut serta dalam menangani masalah pangan Indonesia. Karena dengan adanya petani, maka penghasilan pangan dari sawah pun semakin meninggi dan dapat menutupi kekurangan pangan di Indonesia. 


Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam. Mulai dari persiapan peralatan untuk mendeteksi terjadinya bencana seperti misalnya pada bencana tsunami dan gunung meletus, pembuatan jenis bangunan yang tahan terhadap bencana gempa, pengelolaan tata kota dan kesadaran warga masyarakat untuk menanggulangi bencana banjir ataupun pemeliharaan daerah hulu sungai dan pegunungan serta hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsor. Untuk masalah yang berkaitan dengan keadaan lingkungan, tentu hal ini juga membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan yang dapat dimulai dari lingkungan disekitar tempat tinggalnya.


Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Dapat dilihat dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan uu pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk.


Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma jika kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan di indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan wajib belajar sembilan tahun sejatinya masih menjadi pr besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global.

Indonesia, negeri yang dikaruniai Tuhan dengan keberagaman serta keberlimpahan sumber daya alam serta manusianya, seharusnya mampu untuk mengoptimalkan SDA dan SDM tersebut jika melihat kuantitas dan kualitas sarjana kita yang bisa dibilang sangat cukup.

Pengelolaan minyak yang rumit selama ini bisa dibuat mudah dengan medirikan BUMN baru atau memecah peran Pertamina. Pengelolaan minyak dengan hanya menjadikan Pertamina sebagai mitra tunggal pemerintah membuat persoalan minyak jadi sarat dengan korupsi, sulit dikontrol, tidak kompetitif dan cendrung tidak transparan. Sesuatu hal yang rumit ketika pertamina berperan sebagai regulotar, operator sekaligus menjadi distributor untuk minyak dalam maupun luar negeri.



Kemiskinan pada dasarnya adalah sebuah masalah yang selalu terjadi pada sebuah negara berkembang seperti Indonesia. Apalagi topografi negara kita yang terdiri dari ribuan pulau menambah sulitnya penanggulangan masalah ini. Namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Kemiskinan di negara kita bisa jadi sulit untuk dihilangkan namun pemerintah bisa menguranginya sedikit demi sedikit dan akhirnya menyelesaikan masalah ini. Kemiskinan dan kelaparan pasti bisa di minimalisir hingga sekecil mungkin oleh pemerintah dan dukungan dari masyarakat itu sendiri. Namun sebelumnya harus ada sebuah rencana ataupun program yang jelas, kemauan dan tekad yang besar dan juga niat membantu saudara-saudara kita.

Banyak sekali aspek yang harus kita benahi guna menanggulangi kemiskinan yang semakin merajalela. Salah satunya yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat kita hingga ke pelosok-pelosok negeri. Sekolah gratis tidak hanya sebagai slogan namun harus benar-benar gratis terutama untuk sekolah yang berada di daerah pedalaman. Kedua, Memperlancar sarana transportasi khususnya yang menuju daerah-daerah pedalaman yang terpencil. Faktor ini merupakan faktor yang sangat penting untuk membuka wawasan masyarakat kita yang tinggal di pedalaman. Semakin luas mereka bersosialisasi maka secara otomatis mereka akan semakin terbuka dan mengerti bagaimana bertahan hidup dengan berkecukupan. Ketiga, bantuan juga merupakan faktor penting. Tidak hanya berupa harta atau makanan, namun penyuluhan kepada individu atau sekelompok masyarakat, bantuan pemberian lapangan kerja ataupun pembagian lahan secara gratis dan otomatis akan memberikan peluang kerja kepada mereka.



Korupsi memang sudah dianggap tabu oleh masyarakat kita, dan nampaknya memang sulit untuk diberantas, tetapi para petinggi kita tiada hentinya berusaha menguranginya mesukipun masih banyak yang dipertanyakan tentang keseriusannya. Seperti yang kita ketahui, yang melakukan tindakan korupsi tersebut kebanyakan adalah orang-orang pilihan rakyat. Rakyat sebenarnya tidak salah memilih wakil rakyatnya namun yang lebih mengetahui kondisi wakil rakyat teresbut adalah partainya. Bukankah dengan mencalonkan orang tersebut maka otomatis orang tersebut adalah orang pilihan yang dapat dipercaya oleh rakyat untuk menentukan nasib rakyat bahkan sewaktu kampanye berjanji akan memberantas korupsi, atau mungkin ia memakan omongannya sendiri? 

Yang terakhir mengenai kondisi ekonomi di negara kita, seperti yang kita ketahui kondisi ekonomi Indonesia memang dalam keadaan yang tidak seimbang, maka dari itu beberapa solusi dapat diringkas untuk mengatasinya. 

Dengan Presiden mengajak semua pihak dalam menghadapi krisis global harus terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjagar kepercayaan masyarakat. Selain itu, ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank Indonesia dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut Kepala Negara, pemerintah akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional.
Di samping itu semua pihak lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis antara lain dengan mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan Asia yang tidak secara langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS dan menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat. Semua kalangan juga diarahkan untuk menghindari sikap ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.

Semoga solusi-solusi di atas berguna bagi kita semua. Dan semoga negara Indonesia ini akan merdeka yang berarti sudah sejahtera, makmur dan hampir mencapai kesempurnaan. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.


sourceshttp://neoalitcahya.blogdetik.com/, http://wikipedia.org, http://yherlanti.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar