Minggu, 26 Agustus 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

Pengangguran yang Memprihatinkan                   

Kata orang-orang, Indonesia merupakan sebuah negeri yang kaya. Kaya akan pulau, Indonesia memiliki 5 pulau besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan juga Irian Jaya belum lagi masih banyak jumlah pulau kecilnya. Menurut Departemen Dalam Negeri pada tahun 2004, terdapat sebanyak 17.504 pulau baik yang besar maupun kecil. Kaya akan budaya, Indonesia terdiri dari 33 provinsi dan setiap provinsi memiliki budayanya masing-masing mulai dari musik tradisional, tari-tarian dan juga pakaian adat. Kaya akan sumber daya alam, Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam baik yang hayati seperti hewan dan juga tumbuhan serta sumber daya alam non-hayati seperti hasil tambang, emas dan juga perak. Kaya akan sumber daya manusia, Indonesia memiliki penduduk terbanyak ke empat di dunia dengan total 244.775.796 jiwa membuatnya memiliki sumber daya manusia yang berlimpah.         
Kekayaan Indonesia dalam Budaya
Tetapi, dapat kita perhatikan kalau Indonesia tidak kaya dalam hal finansial. Indonesia tidak masuk di dalam daftar negara terkaya di dunia, padahal Indonesia telah kaya di berbagai sektor. Bukan bermaksud merendahkan, tetapi Indonesia saat ini hanya memiliki pendapatan per kapita $3.542, bahkan lebih rendah dari Singapura yang memiliki pendapatan per kapita $52.840 dan menjadikannya negara terkaya keempat di dunia dan terkaya pertama di Asia Tenggara. Padahal, ukuran Singapura bahkan lebih kecil dari Indonesia dan sumber dayanya pun lebih sedikit dari Indonesia. Tapi, apakah yang menyebabkan Singapura bahkan lebih maju dari Indonesia dan memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi? Jawabannya sederhana, meskipun jumlah penduduk di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan di Singapura tetapi penduduk di Indonesia lebih banyak yang menganggur daripada bekerja, sedangkan di Singapura penduduk yang bekerja lebih banyak daripada yang menganggur. Pada tahun 2006, tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 12.50% sementara di Singapura hanya 2.70% . Dari data tersebut, sudah jelas terbukti apakah yang menjadi penyebab pendapatan per kapita kita lebih rendah dibandingkan dengan Singapura.

Masalah
Pengangguran merupakan salah satu permasalahan yang cukup serius di Indonesia. Jika tidak diatasi, maka pengangguran dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, tidak hanya bagi diri mereka saja tetapi juga orang lain dan negara. Sebenarnya, apa itu pengangguran?          
Pengangguran
Pengangguran adalah istilah yang diberikan untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari pekerjaan, bekerja kurang dari dua hari dalam seminggu, atau sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran sendiri dibagi menjadi dua, berdasarkan jam kerja serta penyebab terjadinya.     Berdasarkan jam kerjanya, pengangguran dibagi menjadi pengangguran terselubung yaitu pengangguran yang  tidak dapat bekerja secara maksimal karena suatu alasan tertentu, setengah menganggur yaitu pengangguran yang tidak dapat bekerja secara maksimal karena kurangnya lapangan pekerjaan jadi ia hanya bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu (normalnya,jam kerja di Indonesia adalah 40 jam dalam seminggu) serta pengangguran terbuka yaitu pengangguran karena tidak memiliki pekerjaan meskipun telah berusaha untuk mencari pekerjaan. 

Sedangkan berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran terbagi menjadi pengangguran friksional atau pengangguran yang terjadi hanya sementara waktu, pengangguran konjungtural atau pengangguran karena naik/turunnya kondisi perekonomian, pengangguran struktural atau pengangguran karena perubahan dari struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang, pengangguran musiman atau pengangguran karena pekerjaannya hanya dapat dilakukan pada musim tertentu sehingga ia harus menunggu dan saat menunggu itulah ia menganggur, pengangguran siklikal atau pengangguran akibat dampak dari naik turunnya siklus ekonomi sehingga jumlah penawaran pekerjaan menjadi lebih sedikit, pengangguran teknologi atau pengangguran akibat penggantian tenaga kerja menjadi tenaga mesin dan juga pengangguran siklus atau pengangguran akibat penurunan permintaan dari masyarakat. Itulah sekilas pengetahuan mengenai pengangguran.

Seseorang menganggur belum tentu dikarenakan oleh keinginan mereka sendiri. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang akhirnya menjadi seorang penganggur, apa saja faktor-faktor tersebut? 


Kurangnya lowongan pekerjaan
Pertama, kurangnya lapangan pekerjaan. Faktor terpenting penyebab pengangguran adalah jumlah lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Apalagi di kota-kota besar semacam Jakarta. Banyak sekali orang-orang yang datang dari luar Jakarta dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Padahal, di Jakarta tidak banyak lapangan pekerjaan yang tersedia. Karena itulah, akhirnya jumlah pengangguran menjadi banyak. 

Korban PHK
Kedua, penggantian tenaga manusia menjadi mesin. Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi maka akhirnya banyak ditemukan berbagai alat dan mesin yang dapat membantu mempermudah manusia dalam berbagai kegiatan. Mesin tersebut dapat membantu manusia melakukan suatu pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Karena alasan itulah, pada akhirnya tenaga manusia tidak lagi begitu diperlukan di beberapa perusahaan. Mereka menjadi di PHK dan kehilangan pekerjaan mereka, mau tidak mau mereka menjadi pengangguran. 


Buruh
Ketiga, tidak memiliki kemampuan serta tidak memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Saat ini untuk mendapatkan suatu pekerjaan, setiap orang harus memenuhi persyaratan yang diajukan oleh para pemberi kerja. Biasanya, persyaratan tersebut meliputi tingkat pendidikan terakhir yang ditempuh serta kemampuan tertentu yang harus dimiliki oleh peminat pekerjaan tersebut. Umumnya, untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi dibutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi serta kemampuan.  Akibatnya, orang yang tidak memiliki kemampuan tertentu atau hanya memiliki pendidikan yang rendah tidak dapat diterima. Jika ingin bekerja, mereka hanya dapat bekerja dalam bidang pekerjaan tertentu. Pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang memerlukan tenaga atau kekuatan seperti buruh.Tetapi, jumlah lapangan pekerjaannya pun terbatas sehingga sisanya akhirnya menjadi pengangguran. 


Orang yang malas
Keempat, kemalasan. Orang yang malas tentunya tidak akan memiliki niat untuk mencari pekerjaan. Bagi mereka, lebih baik bersantai-santai dirumah dibandingkan pergi bekerja yang hanya akan menyebabkan mereka merasa lelah. Mereka lebih memilih untuk mengikuti rasa malas mereka daripada harus bersusah payah bekerja. Sehingga akhirnya, mereka memutuskan untuk menjadi pengangguran dan mengandalkan orang lain untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Salah satu bentuk kriminalitas
Seperti yang saya sebutkan diatas, pengangguran memiliki dampak negatif bagi diri sendiri, orang lain dan juga negara. Dampak utama yang timbul bagi diri mereka sendiri adalah kemiskinan. Jika seseorang menganggur, tentunya ia tidak akan memiliki penghasilan. Alhasil, ia tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjadi miskin. Untuk mendapatkan sesuap nasi, ia harus mencari di dalam kumpulan sampah . Begitu menyedihkan, tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Walaupun mereka dapat mencari makanan, tetapi tentunya masih banyak kebutuhan lain yang harus mereka penuhi. Untuk memenuhi kebutuhan yang beragam tersebut, mereka harus melakukan sesuatu agar bisa mendapatkan uang untuk dapat mencukupi kebutuhan tersebut bagaimanapun itu caranya. Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, merampok ataupun menipu. Bagi mereka, ini merupakan jalan pintas agar dapat terus bertahan hidup. Meskipun tidak halal, tetapi mereka bisa mendapatkan uang dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup walaupun jika tertangkap dalam aksinya akan memberikan resiko yang cukup besar. Jika para pengangguran tersebut dibiarkan terus melakukan tindakan demikian tentunya akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat sekitar. Dampak tersebut adalah timbulnya suasana tidak nyaman bagi masyarakat sekitar. Orang-orang akan hidup dalam ketakutan karena di sekitar mereka banyak sekali pelaku tindakan kriminal. Mereka juga merasa tidak lagi aman berada dimanapun, padahal pemerintah telah memberikan hak bagi setiap orang untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman. Sedangkan, dampak bagi pemerintah adalah seperti yang telah disebutkan diatas yaitu menurunkan pendapatan per kapita negara.

SOLUSI
Karena banyaknya dampak dari pengangguran, diperlukan solusi-solusi yang tepat untuk mengurangi jumlah pengangguran agar tidak ditemukan lagi kondisi yang demikian. Selain mengurangi jumlah pengangguran yang ada, solusi yang tepat juga dapat membuat negara kita semakin maju, kaya dan memiliki pendapatan per kapita yang tinggi.Apa saja solusi tersebut?
  
Penambahan lapangan pekerjaan. Agar jumlah pekerja dapat lebih banyak, maka harus disediakan lebih banyak jumlah lapangan pekerjaan. Penambahan lapangan pekerjaan tentunya akan sangat berpengaruh dalam mengurangi tingkat pengangguran. Penambahan lapangan pekerjaan sebaiknya tidak hanya dari pemerintah saja melainkan juga dari masyarakat sendiri. Inisiatif seseorang untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru atau berwirausaha harus ditumbuhkan. Banyak sekali keunggulan dari melakukan wirausaha. Diantaranya adalah memberikan pekerjaan bagi diri sendiri, memberikan pengalaman dan pelajaran baru yang berbeda serta dapat membantu orang lain dengan memberikan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan.
Salah satu bentuk wirausaha
Urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota juga sebaiknya dikurangi. Pemerintah harus memberikan sosialisasi bagi para penduduk desa untuk tidak lagi melakukan perpindahan ke kota karena penduduk kota yang sudah terlalu padat dan sudah tidak tersedia lagi lapangan pekerjaan di kota. Para penduduk desa tersebut sebaiknya tetap berada di desa dan bekerja di desa saja. Lagipula, di desa juga terdapat cukup lapangan pekerjaan, setidaknya bagi warga setempat. Sedangkan, bagi penduduk desa yang sudah terlanjur berada di kota, disarankan agar mengikuti program pemerintah yang dinamakan dengan transmigrasi. Transmigrasi adalah suatu program pemindahan penduduk dari pulau yang padat ke pulau yang lebih sepi. Di daerah yang padat, tentunya lapangan pekerjaan sudah penuh dan akan sulit bagi seseorang untuk mencari pekerjaan. Tetapi, melalui program transmigrasi seseorang akan mendapatkan pekerjaan yaitu mengolah tanah. Setiap transmigran akan mendapatkan masing-masing sebidang tanah dan tanah tersebut dapat mereka olah. Nantinya, hasil dari pengolahan tanah tersebut dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Selain mengolah tanah, mereka juga bisa membuka usaha-usaha lain seperti misalnya mendirikan warung untuk memenuhi kebutuhan hidup penduduk sekitar. Dengan begitu, selain mereka mendapatkan pekerjaan mereka juga telah membantu memberikan kemudahan bagi orang lain. Tentunya, hidup mereka akan menjadi lebih makmur dan lebih baik dibandingkan jika mereka harus hidup di kota.
Lahan Transmigrasi
Hal yang paling penting adalah pengembangan pendidikan agar jumlah pengangguran tidak lagi bertambah dan menjadi semakin banyak. Pendidikan sangatlah penting karena pendidikan merupakan suatu kunci untuk mencapai kesuksesan. Salah satu cara mengembangkan pendidikan adalah dengan melakukan peningkatan kualitas sekolah-sekolah agar semakin baik dan setiap orang bisa mendapatkan pengetahuan dengan baik. Selain lembaga pendidikan formal seperti sekolah, pemerintah juga harus mengembangkan lembaga pendidikan non-formal. Lembaga non-formal seperti kursus dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan seseorang. Meskipun bersekolah, ada saja orang yang memiliki prestasi yang tidak begitu bagus di sekolah. Dengan mengikuti kursus, maka mereka setidaknya dapat mengandalkan kemampuan yang mereka miliki untuk bekerja. Walaupun telah ada sekolah maupun tempat kursus mungkin masih ada saja orang yang tidak mampu membayar. Maka dari itu, sebaiknya pemerintah memberikan pendidikan gratis  bagi orang yang kurang mampu, agar setidaknya mereka memiliki pendidikan dan dapat bekerja di kemudian hari.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar