Selasa, 28 Agustus 2012

Tugas 3 – Solusi Labsky untuk Indonesia


 “Di Dunia Ini Tidak Ada yang Sempurna”


Negara yang kaya akan orang cerdas belum tentu dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di negara itu sendiri. Negara yang kaya akan sumber daya manusia belum tentu mereka kaya akan sumber daya alam. Negara yang kaya akan sumber daya alam belum tentu mereka kaya akan sumber daya manusia. Apa ada negara yang memiliki kesempurnaan tanpa ada masalah? Jawaban nya adalah tidak, se-sempurna negara itu sendiri, se-kaya negara itu sendiri tidak lepas dari masalah, sekecil apapun masalah tersebut tetaplah masalah. Disini kita dapat belajar bahwa dimana ada masalah terdapat solusi, dimana ada tekad atau usaha pasti ada jalan keluar dari masalah tersebut. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam memiliki 17.504 pulau, berjuta-juta budaya dan berbagai macam bahasa namun hanya 1 bahasa yaitu bahasa Indonesia. Negara Indonesia sendiri pun tidak lepas dari yang namanya ‘masalah’. Dari hasil survey salah satu televisi swasta nasional, di dapatlah 10 masalah terbesar bangsa Indonesia yaitu sebagai berikut:

1. Persoalan kestabilan ekonomi
2. Korupsi 
3. Kemiskinan 
4. Pengelolaan BBM
5. Sistem Pendidikan 
6. Pengangguran 
7. Tinggi nya harga pangan    
8.  Bencana alam 
9. Kelaparan dan krisis pangan 
10. Krisis kepemimpinan

Kualitas pendidikan di Indonesia kini sangat memprihatinkan, menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC) kualitas pendidikan Indonesia menduduki peringkat ke-12 dari 12 negara di Asia. Survei tersebut juga mengatakan bahwa Indonesia hanya berpredikat sebagai follower dan bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Memasuki abad ke-21 ini gelombang globalisasi dirasakan semakin kuat dan terbuka, negara kita mulai mengalami keterbelakangan dari mulai mutu pendidikan informal maupun formal. Maju nya teknologi di era globalisasi abad ke-21 sangat pesat, itulah yang menyebabkan negara kita mengalami keterbelakangan di bidang pendidikan. Jumlah anak yang sekolah di Indonesia terdiri dari 27,7 juta siswa di bangku tingkat Sekolah Dasar, 10 juta siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama, dan 7 juta siswa setingkat Sekolah Menengah Atas. Dari jumlah itu, sedikitnya ada sekitar 2,7 juta siswa tingkat SD dan 2 juta siswa setingkat SMP di Indonesia yang terancam putus sekolah. Tidak sedikit bukan? Banyak sekali anak-anak Indonesia yang mempunyai niat dan tekad untuk melanjutkan sekolah namun sayang keadaan ekonomi mereka tidak mencukupi untuk biaya mereka sekolah dan mereka terancam untuk mengorbankan hak mereka untuk mendapatkan ilmu demi sesuap nasi. Mutu pendidikan Indonesia semakin terpuruk, sedikit nya sarana pembelajaran dan kurang nya guru-guru yang bermutu tinggi dan kompeten.

Di awal 2012, sudah tercatat sekitar 6,32% atau 7,61 juta orang warga Indonesia mempunyai status sebagai pengangguran. Walaupun persentase ini di bilang sudah mengalami penurunan dari tahun 2011 tingkat pengangguran di Indonesia masih bisa di bilang tinggi. Salah satu penyebab terjadi nya pengangguran ini di mulai dari kurang nya pendidikan, minim nya warga Indonesia yang telah lulus dari perguruan tinggi. Banyak nya warga yang tidak mampu menyebabkan anak mereka tidak bisa melanjutkan sekolah nya ke tingkat yang lebih tinggi, banyak dari mereka berhenti sekolah seusai Sekolah Menengah Pertama, dan kalau mereka beruntung mereka dapat melanjutkan sampai tingkat Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan. Walaupun setelah melanjutkan sekolah sampai tingkat SMA atau SMK, kualitas sumber daya manusia yang di butuhkan sebuah perusahaan belum tentu tercapai atau memenuhi syarat. Tidak semua perusahaan dapat menerima sembarangan karena mereka harus menjaga kualitas dari perusahaan itu sendiri. Selain faktor minim nya pendidikan yang di dapatkan adalah tersedia nya lapangan kerja yang sedikit dan juga kebiasaan warga Indonesia yang sebagian besar malas dan gampang menyerah.

           
Dengan banyak nya pengangguran yang ada di Indonesia dapat di simpulkan bahwa mereka akan mengalami kemiskinan yang sangat tinggi. Pada bulan September 2011 yang lalu terdapat sekitar 29,89 juta orang (12,36%) jumlah penduduk miskin, faktor yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia semakin buruk adalah selain banyaknya pengangguran adalah tingkat pendidikan yang rendah, kurangnya perhatian dari pemerintah dan laju pertumbuhan penduduk. Lagi-lagi faktor utama nya adalah pendidikan yang rendah, balik lagi pada krisis sistem pendidikan yang ada. Akibat dari kemiskinan tersebut, penduduk mengalami kelaparan dan krisis pangan. Semua makanan dan minuman tidak lah mudah untuk di dapat di era globalisasi ini yang semakin maju. Harga jual makanan dan minuman semakin hari semakin naik. Persoalan kelaparan dan krisis pangan ini tidak bisa di anggap enteng, banyak warga Indonesia terutama anak kecil yang terlahir di keluarga yang kekurangan bisa saja terserang penyakit busung lapar atau penyakit-penyakit yang memprihatinkan, tidak hanya makanan atau minuman yang mereka butuhkan namun lingkungan yang jauh dari sampah atau limbah dan juga air bersih. Indonesia ini yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya belum bisa menangani persoalan air besih. Mungkin kalau dilihat dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan lain-lain nya air bersih dapat kita jumpai di setiap rumah. Tapi, jika kita lihat di kota atau kabupaten kecil seperti Tegal, Pekalongan, Brebes, dan lain-lain nya itu belum tentu kita dapat menemukan air bersih terutama di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Melainkan air yang seharusnya tidak memiliki rasa ini malah memiliki rasa entah asin atau asem. Disinilah faktor air bersih sangat diperlukan, wabah-wabah penyakit biasa nya mulai dari air yang di konsumsi sehari-hari atau lingkungan yang di tinggal setiap hari.

Solusi

Dari masalah krisis nya sistem pendidikan ini alangkah baik nya jika pemerintah memberi dukungan yang lebih untuk memajukan mutu pendidikan Indonesia yang sedang mengalami krisis dan lebih memperhatikan anak-anak Indonesia yang kurang mampu dengan cara menyetarakan kualitas guru dan pendidikan itu sendiri dengan standar nasional, namun guru kualitas harus di perhatikan secara mendalam agar anak-anak Indonesia mendapatkan motivasi untuk belajar, karena anak-anak Indonesia adalah bibit-bibit cikal bakal kelak di masa depan yang dapat merubah Indonesia menjadi lebih baik dan maju. Pemerintah juga bisa mendukung dengan menyediakan sarana dan pra sarana yang memadai. Program wajib belajar 9 tahun juga tetap harus di lakukan, tetapi akan lebih baik jika mereka melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Program-program beasiswa bagi anak-anak yang tidak mampu juga sangat membantu, karena faktor yang menghambat mereka dalam mencapai ilmu sebagian besar adalah faktor ekonomi, sayang sekali jika mereka harus berhenti di tengah sedangkan potensi mereka sangat tinggi dan siapa tau mereka dapat berguna bagi bangsa di kemudian hari.
Untuk menyelesaikan permasalahan pengangguran alangkah baik nya jika pemerintah memperhatikan hal kecil, seperti adanya penyaringan bakat dan potensi terhadap warga yang pengangguran sehingga mereka bisa di sarankan untuk melamar di bagian atau sektor tertentu namun tentu sesuai bakat dan potensi masing-masing. Selain itu pasti nya harus ada tersedia lapangan kerja yang luas sehingga dapat mencakupi warga-warga yang berstatus sebagai pengangguran tersebut, walaupun tidak memenuhi standar kualitas minimal mereka bisa di beri semacam training atau pemandu terlebih dahulu agar mereka mengerti dan memahami apa yang harus mereka kerjakan pada saat mereka kerja.

         Untuk persoalan kelaparan dan krisis pangan seharus nya sebagai Bangsa Indonesia yang kaya akan sumber daya alam nya dapat memanfaatkan dengan baik, agar penduduk di negara ini tidak merasa kekurangan. Buat apa kita mempunyai sumber daya alam yang berlimpah dan kita tidak memaanfaatkan nya dengan baik? Yang pada ujung nya penduduk kita sendiri yang menderita, walaupun kita mempunyai sumber daya alam yang berlimpah kita tidak boleh menggunakan dengan seenaknya. Jika kita pakai seenaknya suatu hari nanti kelak SDA kita akan habis dan tidak bisa di perbarui pasti kita akan membutuhkan SDA tersebut. Kita juga harus mempunyai sumber daya manusia yang kuat. Selain memanfaatkan SDA dengan baik dan SDM yang kuat kita juga harus mencari cara agar SDA yang telah kita gunakan dapat di perbaruin. Selanjutnya langkah yang tepat untuk mengatasi krisis nya air bersih, pemerintah juga sebaiknya menyeleksi daerah-daerah mana saja yang air bersih nya sudah tercemar oleh sampah atau limbah dan melakukan tindakan penyaringan air bersih yang sudah tercemar sehingga bisa di pakai kembali. Alat yang digunakan untuk menyaring tidak harus di beli dari luar negeri, bisa dibikin oleh masyarakat kita sendiri. Ciptakan alat-alat baru, inovasi baru yang negara lain belum tentu punya. Untuk hidup sehat bebas dari kuman, dibutuhkan juga lingkungan yang sehat, bisa dimulai dari buang sampah pada tempatnya, ini adalah bentuk kesadaran kita untuk memelihara lingkungan yang baik. Selain itu kita juga bisa menyaring sampah-sampah yang ada menjadi sampah yang bisa di perbarui dan juga sampah yang tidak bisa di perbarui. Sampah yang bisa di perbarui dapat kita manfaatkan sebagai sesuatu yang lebih berguna, atau kalau bisa kumpulan-kumpulan sampah bisa di jadikan sesuatu yang bermanfaat di kemudian hari. Selain itu, menanam pohon dan reboisasi juga bisa membuat lingkungan menjadi lebih bersih, karena tumbuhan menghasilkan oksigen. Menggunakan kendaraan umum yang bebas dari polusi dan meminimkan penggunaan kendaraan pribadi juga sangat membantu, karena polusi udara yang tadi nya sangat banyak bisa berkurang. Dari hal kecil seperti itu yang kita lakukan bisa membantu berjuta orang untuk hidup sehat. Dari situlah kita dapat menjalani hidup yang sehat dan makmur! Semoga ke depan nya bangsa Indonesia akan lebih baik dan lebih maju!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar