Selasa, 21 Agustus 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia

"Kemacetan yang membuat pusing ..."



Masalah

Membicarakan masalah yang sering terjadi di Indonesia kita tercinta ini tidak perlu jauh-jauh. Lihat saja ke jalan raya rumah kita, kita pasti akan melihatnya. Macet, mungkin tidak asing lagi terdengar ditelinga kita orang indonesia. Atau lebih tepatnya itulah yang hampir setiap hari kita rasakan.  Macet identik dengan volume mobil yang banyak, tidak beraturan, namun tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Menurut wikipedia.com kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. Indonesia yang memiliki penduduk 244.775.796 jiwa di tahun 2012 ini, pastinya memiliki jumlah kendaraan bermotor yang tidak sedikit.
Kemacetan di Jakarta
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa macet sudah membudaya dan sulit dibenahi di negara yang berkembang seperti Indonesia ini. Masalahnya pajak kendaraan bermotor yang sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, membuat jalanan semakin dipenuhi oleh kendaraan bermotor, baik yang beroda dua, tiga, empat, dan seterusnya. Macet biasanya terjadi di kota-kota besar Indonesia seperti, Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak ini ternyata tidak tersebar secara merata, dari 244.775.796 jiwa penduduk Indonesia sekitar 136 juta jiwa berada di pulau jawa, padahal luas pulau jawa hanya 138.793,6 km2 dari luas keseluruhan negara Indonesia yang mencapai 1,904,569 km2. Berarti masalah utama kemacetan di Indonesia adalah tingkat Urbanisasi yang tinggi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. 
Urbanisasi dari desa ke kota

Menurut sebagian masyarakat Indonesia, pindah ke kota besar seperti Jakarta merupakan jalan untuk merubah nasib. Mereka yang malas untuk menggarap lahan di kampung lebih memilih untuk pergi ke Jakarta mencari pekerjaan yang lebih layak. Padahal pada akhirnya Jakarta hanya menjadi ibu tiri bagi sebagian dari mereka yang kurang beruntung. Mereka justru malah menjadi luntang-lantung di Jakarta. Bagi mereka yang tidak berpendidikan tinggi, kesulitan pastinya dihadapi dalam mencari pekerjaan. Namun kesejahteraan yang sulit mereka dapatkan di kampung halaman yang menjadi faktor utama mereka pindah ke kota.
jalan yang rusak
Selain jumlah penduduk dan tingkat urbanisasi yang tinggi, jalan yang sering rusak juga turut berkonstribusi membuat jalanan macet. Entah mengapa jalanan di Jakarta seringkali rusak, padahal baru dibenahi. Mungkin kualitas dari aspal atau beton yang sudah tidak murni lagi membuat jalan seringkali rusak. Jalanan yang rusak berat membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati jika ingin melewati jalanan tersebut. Jika tidak hati-hati kecelakaan mungkin saja terjadi. Jika sudah begini maka masyarakat juga yang menjadi korban. Selain itu perbaikan jalan yang rusak juga menimbulkan kemacetan, karena biasanya jalanan akan menjadi lebih sempit itu membuat para pengguna jalan harus antri untuk melewati jalan tersebut. 

memutar balik
Penyebab lain dari kemacetan di Indonesia adalah terlalu banyaknya belokan untuk berbalik arah, belokan ini menyebabkan kemacetan karena kendaraan harus rela bergantian melewati jalan. Baru terbebas beberapa meter dari kemacetan, belokan sudah ada lagi di depan anda, sehingga anda harus menunggu orang depan anda yang ingin memutar arah. 

parkir sembarangan
Kebiasaan orang Indonesia yang parkir sembarangan juga membuat jalanan sering macet. Bayangkan di jalanan yang sempit sering sekali ada orang yang memarkiran mobilnya di pinggir jalan hanya untuk membeli sesuatu, tentunya jalan akan menjadi sempit.



 Kebiasaan parkir sembarangan ini juga sering dilakukan oleh kendaraan umum seperti angkot dan bis kota. Supir angkot biasanya sering menurunkan penumpangnya dengan posisi yang tidak menguntungkan untuk pengguna jalan lain. “Kiri bang!”, maka angkot pun akan merapat ke kiri sesuai dengan permintaan penumpangnya. Hanya jika ada polisi saja mereka akan menurunkan penumpangnya lebih jauh dari permintaan. Bis kota, kopaja, metromini juga memiliki kebiasaan yang mirip dengan angkot, biasanya para supir bis kota akan menurunkan penumpangnya di pinggir jalan bukan di halte bis yang disediakan pemerintah. Bahkan terkadang mereka tidak segan menurunkan penumpangnya di tengah jalan jika mereka malas untuk menepi ke sebelah kiri. Tentunya penumpang sangat kesal jika diperlakukan seperti itu. Keselamatan penumpang bukanlah prioritas utama mereka. Sehingga menurunkan penumpang di tengah jalan tidak menjadi masalah besar bagi mereka. “Turun pakai kaki kiri ya!”, kalimat itu dirasa cukup untuk membuat penumpang hati-hati dalam menuruni bis, karena biasanya bis masih berjalan ketika penumpang turun.
Menaik-turunkan penumpang sembarangan

Jalanan di Indonesia yang biasanya hanya terdiri dari 2 jalur membuat masyarakat kesulitan. Jika mereka menggunakan lajur kanan, maka mereka akan terhenti oleh kendaraan yang ingin belok untuk berbalik arah. Sedangkan jika menggunakan lajur kiri mereka akan tersendat oleh kendaraan umum yang menurunkan penumpangnya sembarangan.  

Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan pajak kendaraan bermotor terendah. Ini membuat banyak orang indonesia yang tidak segan untuk membeli kendaraan bermotor. Parkir di negara kita ini biayanya juga tidak terlalu besar.
Akibat dari kemacetan ini pastinya juga dirasakan oleh kita sendiri, waktu kita yang bisa untuk istirahat malah harus terbuang sia-sia. Kita juga bisa terlambat sampai ke tempat tujuan. Padahal di era modern ini ketepatan waktu sangat diperlukan untuk kelancaran bisnis dan lain sebagainya. Polusi udara juga bisa terjadi karena waktu untuk menyalakan kendaraan bermotor menjadi lebih lama.

langit yang tidak cerah
Tidakkah anda sadari bahwa banyaknya kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jakarta  turut menyumbang polusi yang banyak di udara. Lihat saja langit Jakarta, walaupun siang hari, langitnya tampak seperti tertutup oleh kabut berwarna abu-abu yang tentu saja membuat langit tidak cerah. Bandingkan dengan negara lain yang tingkat volume kendaraannnya tidak sepenuh Indonesia, langitnya terlihat lebih cerah dan indah. Atau lihat kota lain di Indonesia yang belum terjamah oleh kendaraan bermotor, langitnya tampak cerah, indah, dan tanpa polusi.


Solusi

Karena seluruh aktivitas di Indonesia berpusat di Jakarta, Jakarta menjadi macet, belum lagi banyak orang yang melakukan urbanisasi ke Jakarta. Oleh karena itu, menurut saya pemerintah pusat harus melakukan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia, agar kehidupan masyarakat di desa juga bisa sejahtera. Pemberian lapangan kerja yang banyak di daerah juga harus diberlakukan dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Sarana dan prasarana yang memadai pastinya harus di kembangkan di tiap daerah di Indonesia, agar pembangunan lebih merata. 

Bagi masyarakat yang gagal dalam berurbanisasi pemerintah harus cepat tanggap dalam menghadapinya. Memulangkan mereka kedaerahnya masing-masing, mungkin adalah pilihan paling tepat. Karena biasanya gelandangan yang berada di Jakarta tidak bisa kembali ke kampung halaman mereka karena tidak punya ongkos untuk pulang. Setelah dikembalikan ke kampung halaman, mereka juga harus diberikan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu pembuatan lapangan kerja yang banyak di daerah sangatlah diperlukan untuk menanggulangi masalah ini.

kopaja AC dengan wifi
Masyakat juga harusnya memiliki kesadaran dalam diri mereka masing-masing untuk menggunakan kendaraan umum agar jalanan tidak macet. Masalahnya banyak keluhan dari masyarakat saat mereka menggunakan kendaraan umum, seperti kendaraan yang panas tanpa AC dan penuh sesak. Banyak dari kendaraan umum yang membiarkan penumpang penuh sesak berdesak-desakan dalam kendaraan mereka asalkan mereka bisa mendapatkan banyak uang. Ketika kendaraan sedang penuh sesak biasanya akan banyak copet yang beraksi. Dengan tangan-tangan mereka yang lincah, dompet serta barang-barang berharga lainnya bisa hilang dalam sekejap. Oleh karena itu jumlah penumpang harus disesuaikan dengan kapasitas ideal kendaraan, sehingga penumpang bisa merasa lebih nyaman. 

Selain kenek, petugas keamanan juga dibutuhkan dalam suatu kendaraan umum sehingga rasa aman dan nyaman dalam kendaraan umum seperti bis atau angkot bisa dirasakan oleh penumpang. Keselamatan penumpang harus dinomer satukan, sehingga  menurunkan penumpang di tempat yang seharusnya harus menjadi perhatian utama pengemudi. Mengemudikan kendaraan juga tidak boleh ugal-ugalan, 60 km per jam adalah kecepatan maksimal untuk dalam kota, dan 100 km per jam manjadi kecepatan maksimal untuk di luar kota. Pengecekan kendaraan secara berkala juga dibutuhkan untuk mengatahui kelayakan mobil yang digunakan untuk kendaraan umum. Untuk memaksimalkan keselamatan penumpang, seharusnya setiap mengemudi memiliki identitas dan kendaraan yang digunakan memiliki nomer yang bisa dilacak. 

Selain itu pelecehan seksual juga kerap terjadi dalam kendaraan umum. Jika kendaraan umum tersebut sepi, tidak jarang banyak terjadi pemerkosaan, sangat mengerikan. Wanita sebagai korban, merasa sangat tidak nyaman dan aman ketika ada tangan-tangan jahil yang mengusik ketenangan mereka. Oleh karena itu pemerintah harus membuat kendaraan umum yang penumpangnya khusus wanita. Ini dibuat agar wanita yang melakukan perjalanan sendirian tidak merasa gelisah atau takut terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Di dalam kendaraan ini juga harus di lengkapi dengan petugas keamanan yang bisa menjaga keamanan dalam kendaraan dan juga mencegah jika ada pria yang ingin masuk. 
pelecehan di kendaraan umum

Peningkatan mutu kendaraan umum akan membuat orang-orang beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Banyak sekali orang indonesia yang sangat “manja”, sehingga untuk pergi ke tempat yang dekat saja mereka harus menggunakan mobil. Ini karena biaya parkir di Indonesia yang tidak terlalu mahal. Jika pemerintah mau menaikan biaya parkir di Indonesia maka, banyak orang yang pastinya malas untuk menggunakan mobil, dan lebih memilih untuk berjalan kaki, atau menggunakan sepeda yang pastinya lebih murah dan sehat. 
Maka dari itu pemerintah seharusnya menaikan biaya parkir agar banyak orang yang tidak menggunakan mobil pribadi. Mungkin dengan menggunakan sistem tiket parkir seperti di negara maju, indonesia akan semakin tertib dalam memarkirkan kendaraan, sebab, apabila tidak, kedaraan bisa ditilang. Ataupun menggembok roda bagi mobil yang parkir sembarangan.
mesin tiket parkir

Pajak kendaraan bermotor
Masyarakat Indonesia yang hedonis dan konsumtif tidak segan untuk membeli kendaraan lebih dari satu. Itu dikarenakan pajak kendaraan bermotor di Indonesia tidak mahal. Coba saja jika pemerintah menaikan pajak kendaraan bermotor menjadi sangat mahal, seperti negara-negara maju di dunia, maka penduduk Indonesia mungkin akan berpikir berkali-kali sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah mobil. Belum lagi banyaknya petugas pajak dan oknum-oknum yang memanipulasi data pajak dan mengambilnya untuk diri sendiri, dengan dipertegasnya dan didetilkannya hukum di Indonesia semoga tidak ada lagi yang menyalahgunakan pajak. 

Pembatas usia kendaraan juga harus diberlakukan. Seperti di Singapura, kendaraan mereka harus diganti 5 tahun sekali. Ini akan membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan umum, ketimbang harus membeli kendaraan pribadi.  
Kecelakaan juga bisa menimbulkan kemacetan. Kerena itu, mobil harus menati peraturan dan rambu-rambu lalu lintas dan tidak mabuk atau mengantuk saat berkendara. Pengemudi harus memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). Kecelakaan selain merugikan diri sendiri juga merugikan pengguna jalan lain.
Peningkatan mutu jalan juga sangat penting. Jika banyak jalanan yang rusak maka laju kendaraan akan semakin lambat. Oleh karena itu pajak kendaraan bermotor bisa digunakan untuk memperbaiki jalanan dengan kualitas yang bermutu tinggi, sehingga perbaikan jalan tidak akan terjadi terlalu sering. Jalanan pun bisa lancar tanpa hambatan dari jalanan yang rusak.

Melebarkan jalan, menambahkan jalur jalanan, perbanyak fly over dan underpass juga dapat membantu mengurangi kemacetan.  Dengan cara kendaraan dapat di arahkan ke berbagai jalan sehingga dapat mengurangi kemacetan di Indonesia. 
 
flyover

underpass
Polantas atau polisi lalu lintas juga harus lebih peka pada jalur-jalur yang sering terjadi kemacetan. Sehingga titik-titik macet dapat dipulihkan dengan segera. Polantas seharusnya memiliki pos-pos di setiap titik kemacetan sehingga jalan-jalan tersebut dapat terus dipantau.
polantas

Indonesia juga harus menjalankan program kendaraan alternatif selain bis. Indonesia membutuhkan kendaraan yang lebih cepat dari mobil atau bis biasa. Seperti kereta api kota yang penyebutan namanya berbeda di tiap negara, yang memiliki nama MRT di Singapura, ataupun subway di Amerika. Di Jakarta proyek ini tidak kunjung jalan, padahal jika cepat di jalankan, maka akses kemana pun akan semakin cepat. Dan untuk mempermudah pembayaran, pembayaran harus dilakukan dengan menggunakan kartu, yang bisa dibeli dari finding machine ataupun dengan kartu berlangganan. Kartu-kartu tersebut hanya perlu ditempelkan ke sebuah alat dan tidak perlu dikeluarkan dari dompet, itu dapat membuat waktu yang dibutuhkan lebih efisien. Kartu ini dapat digunakan untuk semua jenis kendaraan umum di Indonesia. Kartu ini ada yang debit dan kredit, ada juga yang sekali pakai yang bisa dibeli di finding machine, tergantung kebutuhan dari penumpang. 
rencana MRT di Jakarta


Semoga jika solusi-solusi yang saya berikan ini dijalankan saya yakin masalah kemacetan di Indonesia akan bisa terselesaikan. Sehingga waktu kita tidak terbuang percuma.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar