Jumat, 17 Agustus 2012

Tugas-3 Solusi Labsky untuk Indonesia


Solusi Pendidikan Indonesia

Di abad ke-21 ini, sudah banyak budaya negara luar yang masuk ke negara kita, Indonesia. Hal yang kita sebut globalisasi tersebut bukan hal yang buruk. Fakta bahwa negara kita mau menerima budaya dari negara lain sudah bukti bahwa Indonesia bukan negara yang terbelakang.



Tetapi, jika dilihat dalam bidang pendidikan, bisa dibilang kalau Indonesia lebih terbelakang dari banyak negara lain, seperti Amerika Serikat, Cina, Jepang, dan lain-lain. Pendidikan ini tidak hanya mencakup pendidikan formal, tetapi juga pendidikan informal yang didapatkan diluar sekolah. Pendidikan informal didapatkan di rumah atau bersama teman sebaya.

Pendidikan Formal

Masalah yang kita hadapi dengan pendidikan formal mungkin tidak dialami oleh semua orang karena banyak sekolah-sekolah ternama di Indonesia yang memfasilitasi pendidikan formal yang baik. Tetapi, bagaimana dengan orang-orang yang tidak dapat bersekolah di sekolah-sekolah ternama di Indonesia? Banyak diantara mereka yang tidak mendapatkan pendidikan yang seharusnya didapatkan. Seharusnya, semua sekolah mempunyai standar yang sama karena banyak orang yang hanya masuk sekolah apa saja hanya untuk formalitas. Menurut saya hal ‘lulus sekolah apa saja hanya untuk formalitas’ adalah salah satu masalah yang harus dihilangkan dari Indonesia karena orang-orang seperti mereka yang membuat Indonesia terlihat seperti berpendidikan terbelakang.

Tetapi, masalah pendidikan tidak hanya muncul pada orang-orang yang bersekolah di sekolah-sekolah berstandar lebih rendah dari lainnya. Masalah-masalah pendidikan juga dapat muncul dari siswa-siswi yang bersekolah di sekolah-sekolah ternama di negara ini. Masalah itu adalah kemalasan siswa dan siswi. Tidak jarang murid-murid yang bersekolah di sekolah bagus tetapi tidak dapat memenuhi syarat kenaikan kelas. Sebagian besar alasan mengapa hal itu terjadi adalah kemalasan siswa. Itulah masalah yang sering sekali ditemukan. Masalah yang mungkin terlihat seperti hanya hal sepele tetapi dapat menyebabkan hal yang besar, kemalasan dan penundaan. Kemalasan belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah dapat mengakibatkan nilai yang tidak baik. Penudaan pekerjaan tidak selalu dapat kita hindari karena, terkadang kita juga tidak menyadari bahwa kita sedang menunda pekerjaan kita. Bisa saja kita sudah merencanakan bahwa hari ini kita akan mengerjakan suatu pekerjaan, lalu ketika kita sudah duduk di depan pekerjaan kita, kita melihat sesuatu yang menarik dan melakukan hal lain itu dan tanpa kita sadar, kita sudah menghabiskan berjam-jam waktu yang dapat kita gunakan untuk hal yang berguna untuk hal lain yang tidak terlalu penting. Hal ini dapat menjadi lebih parah lagi jika ada alat komunikasi di dekat kita seperti handphone, komputer, atau laptop. Kita dapat melakukan berbagai macam hal dengan internet.

Hanya karena banyak masalah yang dihadapi yang disebabkan oleh murid-murid, tidak berarti bahwa semua masalah pendidikan yang ada di Indonesia disebabkan oleh murid-murid. Ada saja masalah yang disebabkan oleh guru-guru dari suatu sekolah. Mungkin saja ada guru yang cara yang tidak sesuai dengan muridnya tetapi tetap saja guru itu tidak merubah caranya mengajar karena merasa cara mengajarnya sudah benar. Tidak semua murid mempunyai pikiran yang sama, maka harus ada komunikasi antara guru dan murid. Tidak hanya itu masalah yang dikarenakan guru. Memberikan terlalu banyak pekerjaan rumah juga dapat menyebabkan masalah pendidikan karena jika murid-murid diberikan terlalu banyak tugas, mereka dapat menjadi stres dan hal itu tidak membantu murid untuk menjadi lebih baik dalam bidang akademis. Kadang juga kita dipaksa mempelajari semua hal dalam pelajaran di sekolah tetapi otak kita kadang tidak bisa menerima terlalu banyak.

Selain murid dan guru, kurangnya orang yang peduli juga menjadi masalah. Apa hubungannya? Apakah ada sekolah gratis yang pantas di Indonesia? Setelah melakukan pencarian di internet, saya tidak menemukan situs yang mengatakan bahwa di Indonesia ada sekolah gratis yang pantas. Itulah akibat dari kurangnya rasa kemanusiaan orang-orang Indonesia. Mungkin banyak orang yang menginginkan adanya sekolah gratis tetapi hanya sekedar keinginan, tidak ada usaha untuk mendirikannya. Hal ini yang mengakibatkan banyaknya pengangguran di Indonesia karena tidak banyak pekerjaan yang hanya memerlukan otot dan tidak memerlukan otak. Kebanyakan pekerjaan memerlukan otak tetapi banyak orang di Indonesia yang tidak mempunyai uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka yang dapat menyebabkan pengangguran Indonesia berkurang. Sejak lama, semua orang ingin mengurangi pengangguran dengan cara membuat lahan pekerjaan baru tetapi hal yang mungkin lebih penting tidak dipertimbangkan.

Pendidikan Informal

Pendidikan formal bukan satu-satunya jenis pendidikan yang penting dalam kehidupan. Pendidikan informal yang hanya bisa dipelajari secara mandiri di lingkungan sekitar sangat penting. Contoh-contoh dari pendidikan formal adalah agama, budi pekerti, etika, sopan santun, moral, dan sosialisasi. Semua orang dapat membedakan orang-orang berpendidikan atau tidak hanya dengan etikanya. Cara mereka berjalan, berbicara, dan lainnya juga. Tetapi pendidikan itu pendidikan informal, bukan pendidikan formal. Maka dari itu, pendidikan informal tidak kalah pentingnya dengan pendidikan formal. Dalam bidang agama tidak berarti semua orang harus beragama. Banyak orang-orang atheis yang berpendidikan. Dalam bidang agama, kita semua harus menghargai agama-agama yang dianut orang-orang di sekitar kita. Sopan santun kita harus tinggi karena jika kita tidak sopan, seperti yang sudah saya jelaskan, orang-orang dapat mengetahui bahwa seseorang tidak berpendidikan dari etikanya. Begitu juga dengan sopan santunnya.



Akibat

Apa saja akibat dari kurangnya pendidikan masyarakat? Pengangguran sudah pasti. Tetapi, selain pengangguran ada akibat yang lebih membahayakan bagi diri sendiri dan orang-orang disekitarnya yaitu menyalahgunakan narkoba. Orang-orang yang berpendidikan kurang lebih mungkin menggunakan obat-obat terlarang karena mereka tidak mengetahui bahwa obat-obat tersebut merusak organ-organ internal mereka. Orang-orang berpendidikan yang mengetahui hal tersebut saja banyak yang masih menggunakan, apalagi orang-orang yang tidak berpendidikan? Akibat dari hal ini tidak hanya merugikan orang-orang didekat mereka tetapi dapat merugikan orang lain yang kemungkinan tidak ada hubungannya dengan orang-orang tersebut karena orang-orang yang menggunakan narkoba tidak sadar akan apa yang dilakukan sehingga dapat melukai orang lain tanpa sadar. Banyak kasus-kasus mengenai orang-orang yang setelah menggunakan narkoba mereka menyetir mobil, kemudian mobil tersebut tertabrak dan ada yang meninggal. Hal itu tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi merugikan orang lain juga. Ada lagi kasus orang yang bunuh diri setelah menggunakan narkoba dengan cara melompat dari kamar hotel di lantai yang tinggi. Kasus-kasus tersebut merugikan diri sendiri tetapi juga menyedihkan bagi keluarga dan teman-temannya. Tidak hanya narkoba tetapi minuman keras juga dapat menyebabkan pikiran manusia tidak jernih dan dapat membuat mereka melakukan hal yang merugikan. Hal yang paling banyak terdengar di berita, seperti drunk driving, adalah contoh paling mudah dari kasus meminum minuman keras yang merugikan orang lain. Hal itu dapat membunuh orang lain. Hal ini dapat terjadi hanya karena kurangnya pendidikan informal dalam kehidupan seseorang.

Solusi

Menurut saya, solusi untuk permasalahan pendidikan yang dialami Indonesia ini adalah membuat semua sekolah berstandar yang baik dan pantas. Hal lainnya adalah agar siswa-siswi dapat memilih pelajaran-pelajaran yang ingin dipelajarinya karena tidak semua siswa akan memerlukan semua pelajaran yang diwajibkan untuk dipelajari di sekolah-sekolah Indonesia untuk masa depannya. Hal-hal yang tidak akan digunakan di masa depan seorang siswa hanya akan membuatnya memaksakan diri untuk memasukkan semua pelajaran kedalam otaknya. Menurut saya, hal itu tidak baik. Sekolah-sekolah di luar negri (dan beberapa di dalam negri) menggunakan program dimana siswa memilih pelajaran yang akan menjadi pedomannya untuk pendidikan selanjutnya dan untuk pekerjaannya. Mungkin ada pelajaran yang diwajibkan untuk diambil siswa, seperti matematika, tetapi yang lainnya adalah pilihan siswa. Menurut saya perlu juga untuk lebih peduli terhadap orang-orang yang kurang mampu karena bukan salah mereka bahwa mereka tidak bisa membayar uang sekolah anak-anak mereka. Maka, seharusnya di setiap negara ada sekolah gratis dimana pendidikannya tidak hanya sekedar formalitas karena saya pikir itu mungkin bahwa seorang anak dari keluarga miskin dapat menjadi orang yang suatu hari nanti bisa mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih baik jika diberikan kesempatan.

Sumber:

http://www.all-indonesia.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar