Jumat, 24 Agustus 2012

Tugas 3-Solusi Labsky untuk Indonesia


Meningkatkan sarana transportasi darat di Indonesia


Masalah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiki lebih dari 17.000 pulau dengan total wilayah 735.355 mil persegi. Indonesia adalah Negara yang menempati peringkat keempat dari 10 negara berpopulasi terbesar di dunia (sekitar 220 juta jiwa). Tanpa sarana transportasi yang memadai, masyarakat akan susah untuk berhubungan dalam berbagai bidang maupun bersosialisasi. Pengertian Transportasi secara umum adalah Rangkaian kegiatan memindahkan/ mengangkut barang dari produsen sampai kepada konsumen dengan menggunakan salah satu transportasi, yang dapat meliputi transportasi darat, laut/ sungai maupun udara.

Sarana transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang peranan yang sangat penting. Semua bidang bidang terutama distribusi akan menjadi lebih mudah dan cepat bila sarana transportasi yang ada berfungsi sebagaimana mestinya sehingga transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk mengintegrasikan berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut saya, perkembangan sarana transportasi di Indonesia berjalan lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara lain. Contohnya, jika kita pergi ke luar negeri, pasti kita bisa merasakan perbedaan yang sangat jauh. Disana, biasanya orang-orang melakukan aktifitas seperti pergi ke sekolah, ke kantor maupun ke pusat perbelanjaan menggunakan MRT (sarana transportasi darat yang ada di bawah tanah) atau transportasi lainnya. Jarang sekali orang-orang menggunakan mobil pribadi, tidak seperti di Indonesia. Maka dari itulah di luar negeri jarang terjadi macet, dan orang orang disana juga merawat dan menjaga kendaraan umum agar nyaman dipakai.

Pembangunan transportasi yang ada di Indonesia saat ini terfokus pada pembangunan di darat. Hal itu wajar karena kondisi jalan di darat pun tergolong cukup memprihatinkan. Indonesia mempunyai panjang jalan 300.000 km tetapi kondisi jalan yang layak hanya 60% saja, sedangkan yang lain dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat (Susantono, 2004). 
Berbagai kasus kecelakaan juga banyak terjadi di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena sistem transportasi yang sangat buruk, tehnologi yang belum maju, serta masih rendahnya tanggung jawab. Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Indonesia pada dua tahun terakhir ini menunjukkan bahwa masalah transportasi adalah suatu masalah yang serius. Transportasi sangat diperlukan oleh masyarakat. Betapa ironisnya jika alat transportasi yang layak telah menjadi suatu kebutuhan primer bagi penggunanya akan tetapi, pada kenyataannya alat transportasi yang layak tidak tersedia di masyarakat.


Beberapa hari terakhir terdengar kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan banyak korban meninggal. Setidaknya ada 10 kecelakaan yang melibatkan bus dan kendaraan lain di berbagai daerah. Namun mari kita lihat sejenak, dan jangan saling menyalahkan pengguna jalan. Marilah kita lihat beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab segala hal yang merugikan ini. Beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab hal- hal yang merugikan khususnya merugikan transportasi darat yaitu :


J1. Jalur Kendaraan umum yang padat

Beberapa jalur kendaraan umum banyak yang tergolong sangat padat. Sebut saja jalur Surabaya-Jogja. Keberangkatan bus jurusan jogja, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Tulungagung dari Terminal Purabaya jamnya sangat padat hampir setiap 5 menit ada yang melintas. Sedangkan jalur tersebut tidak terlalu lebar. Hal ini tentu susah disiasati. Namun pasti ada jalan keluar jika semua pihak bisa bekerja sama. Sedangkan jam pemberangkatan Bus Surabaya-Jogja atau yang lainnya juga harus memperhatikan jam parkir di terminal berikutnya jadi harus ngebut jika jam nya mepet. Karena mungkin dulu dengan perhitungan masing-masing PO jam tersebut sudah bisa untuk 2 trip namun sekarang seiring padatnya jalanan hal tersebut perlu di kaji ulang. Hal in juga yang mungkin menyebabkan sopir bus ngebut dan ngeblong, karena agar bisa parkir sesuai jamnya di terminal berikutnya. Karena jika sudah tidak punya jam parkir akan merugikan crew karena tidak bisa mengambil penumpang di terminal tersebut. Kalau terjadi hal seperti ini mau menyalahkan siapa?




   2.   Jumlah kendaraan naik pesat dari hari ke hari.

     Jumlah kendaraan naik pesat dari hari ke hari, hal ini tentu membuat jalanan semakin padat. Melihat kondisi seperti ini pemerintah seharusnya membuat kebijakan yang tepat. Bisa di bayangkan jika nanti di jalanan penuh dengan kendaraan, jika kita ingin bepergian kita harus lewat jalan mana? Saat ini saja penjualan roda dari berbagai merk perbulan bisa melebih angka 10.000 unit. Fakta tahun 2011 penjualan motor di Indonesia mencapai 107.226.572 unit. Jumlah itu terdiri atas 12,8% kendaraan roda empat (mobil) dan 81,2% kendaraan roda dua (motor) (duniaindustri.com). Dan ini diklaim bahwa Populasi motor di Indonesia adalah terbanyak ketiga Setelah AS. Padatnya jalanan mebuat waktu tempuh saat bepergian juga sudah pasti tidak bersahabat.


   3.   Kondisi jalan di Indonesia

    Apakah kondisi jalan di negara kita memang sudah sangat layak dan memadai?, kita lihat saja saat ini setiap hari jalanan Pantura tidak pernah terbebas dari kata macet. Jalanan sempit, sedangkan yang lewat kendaraan lebar karena merupakan jalan Propinsi. Kemudian jalan ruas Surabaya- Jogja. Banyak ruas jalan kelihatan rata namun nyatanya bergelombang. penerangan juga sangat minim. Selain itu jalan juga jauh dari ideal karena menurut saya jalan sangat sempit. Kenapa tidak diperlebar, lagipula juga jalur Nganjuk-Madiun-Ngawi di sebelah kanan kiri juga masih sangat mungkin untuk dilakukan pelebaran jalan. Kemana saja pemerintah selama ini, kemana saja uang pendapatan pajak kendaraan apakah tidak ada alokasi untuk perbaikan jalan ataupun penambahan ruas jalan.
Ruas jalan yang tidak memadai, kemudian yang lewat kendaraan lebar sangat tidak ideal. Kadang saya berpikir bahwa sopir di indonesia itu sangat lihai. Bagaimana tidak, jika kendaraan besar bisa lewat jalanan sempit.
Trotoar pun tak luput dari salah fungsi, saat ini banyak yang menggunakan trotoar untuk berjualan bahkan kadang juga di lewati sepeda motor ketika sudah macet. Banyak hal yang memicu terjadinya alih fungsi sebuah trotoar. orang berjualan untuk kepentingan ekonomi, dan orang naik motor lewat trotoar agar lebih cepat.

   4.   Birokrasi yang berhubungan dengan Lalu – Lintas

     Birokrasi di negara ini tak kunjung juga membaik. Beberapa jalur yang berhubungan dengan Lantas (SIM, Penimbangan, KIR/Uji kendaran), semuanya bisa di sogok. Sekarang saja dalam pembuatan SIM banyak sekali yang menggunakan jalur nyogok, jadi walaupun tidak begitu paham rambu dan tidak begitu lihai berkendara bisa mendapatkan SIM, asal bayar sesuai permintaan calo. Efeknya banyak pengendara yang ngawur, tidak mempedulikan rambu. pengendara motor potong sana-potong sini tanpa sein. Saya sendiri pun sering mengalami hal demikian, sopir angkot tanpa sein langsung potong kiri saja. Urusan Beres. Kemudian apakah semua kendaraan yang beroprasi itu layak jalan/lolos UJI KIR yang harus dilakukan 6 bulan sekali?. Belum tentu demikian. Jika tidak lolos kir, kasih saku saja petugasnya urusan beres.


Penyebab jalan bergelombang, berlobang dan rusak juga ada andil dari pengendara Truk yang nakal. Jika di jembatan penimbangan over weight cukup 20rb urusan beres. Dan juga terkadang ada truk yang melanggar batas kualitas jalan terendah yang harus dilewati.Perlu dilakukan juga pemberian reward and punishment untuk pengendara di Indonesia. Biar mereka juga tersadar bahwa harus saling menghormati di jalan tidak asal main KUHP (Kasih Uang Habis Perkara) saja.


Transportasi umum yang ada di Indonesia seperti metromini, bajaj,taxi, angkot, maupun ojek saat ini memiliki tingkat pelayanan yang buruk. Hal ini tercermin dari keamanan serta kenyamanan para penumpangnya. Pelayanan yang buruk itu terjadi karena pengemudi yang ugal-ugalan, angkutan umum yang melebihi muatan, rawannya tindakan kriminal, dan lain-lain. Contoh lain terjadi juga di lingkungan sekolah saya, yaitu SMA Labschool Kebayoran. Murid SMA Labschool Kebayoran sebagian besar pergi ke Sekolah dan pulang dari Sekolah menggunakan kendaraan pribadi dan jarang sekali yang menggunakan kendaraan umum. Hal tersebut menimbulkan macet yang tak henti hentinya, karena banyaknya murid yang bersekolah di SMA Labschool Kebayoran sementara sebagian besarnya menggunakan kendaraan pribadi, situasi tersebut juga karena transportasi umum yang kurang memadai, jadinya para murid lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.



Solusi

Menurut saya, kondisi sarana transportasi di Indonesia saat ini harus lebih diperhatikan. Hal ini dikarenakan agar sarana transportasi dapat bermanfaat dan berfungsi secara maksimal. Sayang kan kalau Indonesia mempunyai kereta api yang biaya produksi memerlukan uang yang banyak sedangkan masyarakat tidak merawatnya dan pemerintah tidak mau mengeluarkan biaya apabila kereta itu sudah saatnya diperbaiki.

 Untuk masalah macet, pemerintah seharusnya membuat kebijakan yang tepat. Mungkin ada pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi dan memaksimalkan kendaraan umum/prasarana yang bisa menunjang kendaraan umum dan masyarakat agar masyarakat tidak ragu untuk menggunakan angkutan umum. Untuk membatasi pengendara yang beredar di jalan mungkin bisa di perketat dengan pendisiplinan pembuatan SIM. Untuk pembatasan kepemilikan Mobil/Kendaraan bermotor yang lain mungkin bisa di lakukan dengan menaikkan pajak untuk kendaraan pribadi, tidak dengan menaikkan BBM.  Atau mungkin pemerintah bekerja sama dengan ATPM yang ada di Indonesia untuk menekan penjualan kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat. Indonesia juga harus memperbaiki sarana transportasi, khususnya transportasi darat. Untuk kendaraan pribadi alangkah baiknya kalau semua pengendara di Indonesia khususnya di Jakarta menggunakan mobil yang ramah lingkungan, agar polusi udara tidak semakin memburuk.

Masalah transportasi darat yang ada di Indonesia tentunya tidak hanya macet, tapi terdapat juga kecelakaan, kriminalitas dalam kendaraan umum, dan lain-lain. Sudah saatnya masyarakat di Indonesia sadar dan waspada serta memiliki prilaku yang benar, karena jika semua pengendara kendaraan, jika mereka memiliki prilaku yang benar atau baik, pasti akan tumbuh sifat toleransi dan saling mengalah demi kepentingan yang terbaik. Kecelakaan sifatnya juga bukan sesuatu yang disengaja, dan jangan saling menghujat para pelaku kecelakaan juga. Sebelum bertindak hendaknya introspeksi diri sendiri apakah sudah benar atau belum, lihat dahulu keadaannya seperti apa dan ketahuilah faktor-faktor lain apa yang mungkin akan menyebabkan kecelakaan. Semoga di masa yang akan datang, transportasi di Indonesia menjadi lebih baik lagi, Amin.


Sumber :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar