Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Zahra Fathiya

15 Tahun Melihat Dunia


Periode Batita
15 Oktober 1996, dr. Ceva Wicaksono Pitoyo baru saja menyelesaikan tugas terakhirnya di Kalimantan, sebuah imunisasi masal. Tanggal 16 Oktober ia harus segera pulang ke Jakarta, setelah menyelesaikan laporannya. Istrinya, Ana Andriany, yang sudah kembali ke Jakarta 1 bulan sebelumnya sudah berada di RS Muhamadiyah Jakarta sejak pukul 15.00 WIB. Lalu dr. Ceva, ayah saya, sampai di Jakarta sampai di Jakarta pukul 18.00 WIB.
Kamis, 17 Oktober 1996 saya dilahirkan dengan nama Zahra Fathiya.

17 Oktober 1996 di RS Muhamadiyah Jakarta
Ketika saya dilahirkan, orang tua saya sudah memiliki seorang anak laki-laki bernama Ahmad Zakky Rabbany, yang berumur kurang lebih 2 tahun 6 bulan. Keluarga kami tinggal di rumah nenek dan kakek saya di daerah Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.
8 Bulan

Januari 1997, ketika saya berumur 2 bulan, ayah saya melanjutkan sekolahnya, spesialisasi penyakit dalam. Ibu saya juga membuka sebuah KB dan TK, yang dinamakan Az-Zahra, pada bulan Juni 1998. Pada awalnya sekolah tersebut hanya bertempat di ruang tamu dan ruang tengah rumah kakek saya, sekitar ¼ bagian rumah saya, dan memiliki 35 murid pada tahun pertama.
2 tahun di Taman Safari

Karena ayah saya sibuk melanjutkan sekolahnya dan ibu saya sibuk dengan sekolah yang baru dibuatnya, saat kecil saya lebih sering dititipkan pada nenek saya. Walaupun kami semua tinggal di rumah yang sama, saya lebih sering bersama nenek saya hingga umur 3 tahun. Ayah saya bercerita bahwa dulu saya hampir selalu terbangun tengah malam dan minta diantar ke kamar nenek saya yang ada di lantai bawah.


Periode KB -TK
Ulang Tahun ke-3
Tahun 1999 saya mulai bersekolah di Kelomok Bermain Az-Zahra. Ketika saya bertanya pada ayah saya tentang kejadian di masa kecil saya, ia bilang tidak banyak hal aneh atau istimewa yang terjadi, “terlalu normal,” katanya. Orang tua saya mengatakan hal besar yang terjadi hanya ketika saya lahir, dan ketika saya kehilangan gigi depan saya karena terdorong dari tempat tidur saat saya sedang bermain dengan kakak saya, ketika berumur 3 tahun. Karena lepas jauh sebelum waktunya, gigi saya baru tumbuh ketika saya kelas 1 SD.
Ulang Tahun ke-4
21 April 2000, ketika saya hampir 4 tahun, adik perempuan saya, Fathina Zahidah, lahir. Sebenarnya sebelumnya saya sudah hampir memiliki adik, namun ibu saya bercerita bahwa ia sempat keguguran 2 kali, sehingga jarak umur saya dan adik perempuan saya cukup jauh dibandingkan dengan kakak saya. Lalu sekitar 2 bulan kemudian saya masuk TK A.
Ulang Tahun ke-5 di Japan Foundation dg sekolah

Ketika saya berumur 5 tahun,  ibu saya berniat memperbesar TK yang ia kelola. Kami menyewa sebuah rumah yang tidak jauh, hanya sekitar 8 rumah dari rumah lama, dan pindah. Kakek nenek juga menyewa rumah di tempat lain sehingga saya tidak bertemu mereka sesering dulu. Rumah mereka berjarak 5 menit dengan berjalan kaki, sehingga saya sering datang ke rumah mereka ketika hanya ada pembantu saya di rumah. Saya dan nenek saya sering membuat bermacam-macam kue. Nenek saya juga mengajarkan saya menjahit dengan tangan ketika saya kecil, terkadang saya membuat sendiri pakaian untuk boneka-boneka saya. Ketika TKB, saya juga pernah mengikuti lomba puzzle di komputer yang diselenggarakan Gramedia Komputer. Saya mendapat juara 2 saat itu.


Periode SD
Kelas 1 SD, di Cipanas
Setahun kemudian saya mulai bersekolah di sekolah dasar. Saya bersekolah di SDIT Auliya di daerah Tangerang Selatan. Ketika saya di kelas satu SD, saya pernah terserang virus yang membuat bibir saya membengkak dan pecah-pecah. Saya tidak masuk sekolah selama 1 minggu dan kesulitan untuk makan hingga akhirnya saya masuk ke rumah sakit. Saya dirawat di RS Internasional Bintaro selama kurang lebih 1 minggu, hingga akhirnya saya minta dipulangkan. Saya belum benar-benar sembuh saat itu, saya belum masuk sekolah sampai hampir satu minggu setelah saya pulang dari rumah sakit. Tanggal 23 November 2002 adik saya yang paling kecil, Dzikri Ramadhan lahir.
Puncak Tema Kelas 2 SD

Seperti kata ayah saya, tidak banyak yang terjadi ketika saya kecil. Saya naik ke kelas 2 SD. Eyang putri (dari pihak ayah) meninggal ketika saya ada di kelas 2 SD.
8 Tahun
Satu tahun kemudian saya naik ke kelas 3 SD. Sekolah saya mengadakan lomba antar murid dari kelas 1-6 SD. Sejak dulu saya suka menggambar, sehingga guru saya meminta saya mengikuti lomba mewarnai. Saya sebenarnya tidak terlalu suka mengikuti lomba-lomba, tapi karena setiap siswa wajib mengikuti satu lomba akhirnya saya mengikutinya dan, Alhamdulillah, meraih juara 1. Sejak itu ibu saya kadang mendaftarkan saya lomba-lomba menggambar, namun saya tetap tidak suka mengikuti lomba dan seringkali menolak.

10 Tahun - Anyer
9 Tahun
Saya naik ke kelas 4, 5, dan 6 dengan nilai yang cukup baik. Dibandingkan dengan saudara-saudara saya, saya yang paling jarang sakit sehingga hampir tidak pernah absen sekolah. Saya juga bukan anak yang terbuka dengan keluarga dan teman-teman, tapi sama sekali bukan berarti pendiam. Sejak dulu saya tidak suka bepergian ke luar rumah. Saya lebih suka tinggal di rumah sendiri daripada ikut keluarga atau teman pergi, katanya itu keturunan kakek saya. Ketika saya kelas 6, rumah di sebelah TK Az-Zahra dijual. Orang tua saya membeli rumah tersebut dan kami pindah.

Kelas 6 SD

Periode SMP
Saya lulus dari SD IT Auliya pada tahun 2008 dengan nilai UASBN 27,30. Tadinya saya akan masuk ke SMPN 11 Jakarta. Tetapi, karena saya tahu kalau saya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan bertemu dengan orang-orang baru jika masuk ke sekolah itu – karena setahu saya tidak ada yang masuk ke SMPN 11 selain saya – saya menolak untuk masuk ke sana. Akhirnya, saya meminta orang tua saya untuk memasukkan saya ke SMPIT Auliya saja karena kebanyakan teman saya masuk ke sekolah itu.
Kelas 7 - Kunjungan ke Istana Bogor
Sama seperti SDIT Auliya, ketika saya masuk, SMPIT Auliya baru memiliki 2 angkatan. Angkatan saya menjadi angkatan ke-3, dengan jumlah murid tidak sampai 80 orang. Itu yang saya suka dari sekolah SMPIT Auliya, tidak terlalu ramai. Kebetulan kelas saya, ketika kelas 7, adalah kelas dengan jumlah alumni SDIT Auliya terbanyak, sehingga banyak teman-teman yang berasal dari SDIT Auliya juga. Tahun pertama di SMP adalah tahun yang sangat menyenangkan. Bahkan ketika SMP saya lebih suka berada di sekolah daripada di rumah. Bagi saya, kelas saya juga adalah kelas yang paling menyenangkan. Saya tidak menemukan kekompakan yang sama antar murid di dalam sebuah kelas dibandingkan kelas-kelas sebelum dan sesudah kelas 7.

Kelas 8 - Membuat spanduk "Korupsi" bersama-sama di kelas
Sebelum libur kenaikan kelas ke kelas 8, ada pergantian pengurus OSIS dan saya menjadi wakil ketua OSIS untuk periode 2009-2010. Sebenarnya saya tidak suka melakukan kegiatan organisasi, namun beberapa kakak kelas dan guru meminta saya untuk menjadi wakil ketua OSIS, mungkin karena kakak saya, yang bersekolah di SMPIT Auliya juga, pernah menjadi ketua OSIS. Selain itu, murid di SMP saya juga tidak banyak, sehingga tidak ada banyak pilihan.
Sejak libur kenaikan kelas ke kelas 8, saya mengikuti kursus bahasa Jepang di Gakushudo Grand Wijaya Center. Awalnya saya dan kakak saya sama-sama mengikuti les tersebut, namun ia hanya sampai 3 bulan pertama (1 level) sedangkan saya meneruskannya. Saya mengikuti kursus tersebut selama kurang lebih 1 tahun, namun kadang diselingi dengan istirahat 1-2 bulan sambil menunggu murid untuk level sama terkumpul, karena peminat kursus bahasa Jepang tidak sebanyak bahasa Inggris atau Mandarin, sehingga saya mengikuti les tersebut sampai September 2010 , berhubung kelas 9 saya harus belajar untuk ujian akhir. Saat kelas 8 juga saya mengikuti beberapa lomba. Mulai dari Al-Qur’an sampai pelajaran MIPA. Yang terakhir adalah lomba komputer se-Jabodetabek yang diadakan SMP Pembangunan Jaya, saya mendapat juara 2.

Kepengurusan OSIS angkatan saya berakhir bulan Juli 2010, ketika saya kelas 9. Entah kenapa lebih panjang dari angkatan lainnya. Saya naikke kelas 9, tahun terakhir di SMP. Desember 2010 saya mengikuti Nihongo Nōryoku Shiken setelah disarankan oleh guru saya. Nihongo Nōryoku Shiken, atau Japanese Language Proficiency Test, adalah ujian kemampuan bahasa Jepang yang diadakan 1 tahun sekali oleh pemerintah Jepang di beberapa negara dengan level berbeda-beda. Pengumuman kelulusannya pada bulan Februari 2011 dan saya lulus.

Graduation SMP
Pada Desember 2010 juga, kami pindah ke sebuah apartment kecil, yang tidak jauh dari rumah kami, karena orang tua saya memutuskan untuk merenovasi rumah kami dan menjadikannya gedung TK baru untuk menarik murid. Kami pindah untuk sementara sekitar 10 bulan.
Tahun-tahun di SMP adalah yang paling menyenangkan, menurut saya, dan saya tidak ingin cepat mengakhirinya. Namun, semua sibuk bersiap untuk UN dan UAS sehingga tahun terakhir terasa sangat cepat. Saya lulus pada tahun 2011 dengan nilai UN 37,70.

Periode SMA
Tahun ajaran baru dimulai. Itu berarti, saya sudah menjadi murid SMA. Saya masuk ke SMA Labschool Kebayoran. Entah kenapa, saya selalu masuk ke sekolah yang sama dengan kakak saya, yang waktu itu kelas 12. Siswa yang melanjutkan SMA di SMA Labschool Kebayoran hanya 3 orang, termasuk saya. Tapi, untungnya salah satu teman saya tersebut, Zayyan, masuk ke kelas yang sama dengan saya, XA.

Kelas 10 - Tugas PKn "Trias Politica"
Ada sangat banyak perbedaan yang saya temui di SMA. Dimulai dari MOS, yang tidak ada di SMPIT Auliya. Di SMP, yang mengurus pekan pertama bagi siswa baru adalah guru, OSIS hanya membantu. Selain itu, isinya benar-benar 100% hanya materi-materi dan pembekalan dari guru dan kepala sekolah, sedangkan MOS di SMA lebih beragam kegiatannya. Lalu, cara mengajar guru-gurunya juga cukup berbeda, kemungkinan karena jumlah murid yang jauh lebih banyak. SMA juga jauh lebih menyibukkan. Baik di SMA maupun SMP, jam pulang sekolah adalah 3.30 WIB, namun ketika SMP guru-guru jarang memberikan PR ketika hari-hari sekolah. Jadi, minggu-minggu pertama saya harus berusaha menyesuaikan diri, dan sepertinya teman-teman baru saya juga banyak yang mengalami hal sama. Nilai saya juga boleh dibilang menurun cukup jauh ketika masuk SMA. Di kelas 10, saya juga mengikuti beberapa program wajib yang diselenggarakan Labschool, seperti TO dan Bintama. Banyak hal-hal yang kadang tidak terlalu menyenangkan, bagi saya, namun berkesan dan saya rasa hal-hal itu hanya dapat saya temukan di sini. Pada bulan September 2011, kami kembali ke rumah kakek saya yang dulu dibuat TK, sedangkan TK Az-Zahra dipindah ke rumah saya yang sudah direnovasi. Kakek nenek saya juga kembali ke rumah ini.

Kelas 11 - Buka bersama teman-teman SMP
Juli 2012 saya sudah menjadi murid kelas 11. Saya masuk ke kelas XI IPA 1. Awalnya saya ragu untuk memilih jurusan IPA, alasan saya hanya karena saya ingin masuk arsitektur ketika kuliah. Selain itu, jika harus pindah ke IPS artinya buku yang sudah saya beli sia-sia. Saya juga cukup kesulitan di pelajaran IPS seperti ekonomi, karena itu saya pikir hasilnya juga akan sama saja nantinya. Saya hanya perlu berusaha agar nilai saya bisa meningkat di kelas 11, bukannya turun seperti kelas 10. 10 Agustus 2012 lalu, eyang kakung juga menyusul eyang putri. Sekarang saya hanya ada kakek nenek dari pihak ibu. Hari ini saya berumur 15 tahun 10 bulan, ada di kelas 2 SMA, yang artinya, jika Allah mengizinkan, perjalanan hidup saya masih panjang. Masih banyak hal yang akan saya lihat di dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar